Embrio
Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Rate : (nyerempet) M
Genre : Humor/Romance
Warning! Yaoi, OOC, typo, M-Preg, biologis, drabble, dll.
.
.
.
2. Bulan Pertama
"Pelatih, aku tidak bisa bermain basket sampai beberapa bulan ke depan."
Riko menatap Kuroko bingung. Biasanya Kuroko selalu bersemangat saat bermain basket. Sesuatu pasti terjadi. "Memang kau kenapa?"
"Tanya saja pada Kagami-kun," ucap Kuroko sambil menunjuk Kagami dengan jari telunjuknya. Yang ditunjuk langsung terlihat gelagapan. Kagami tak tahu harus bilang apa. Ia bukan orang seperti Kuroko yang bisa mengatakan hal seperti itu dengan wajah datar. Kenapa Kuroko tidak mengatakannya saja? Kenapa harus ia yang mengatakan alasannya? Kuroko pasti ingin mengerjainya.
"A-ah itu…" Kagami menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Tubuhnya bergetar hebat. Bukan. Getaran hebat di tubuhnya bukan tremor. Ia yakin akan hal itu. Usianya belum mencapai 60 tahun. Tidak mungkin 'kan ia terkena Parkinson? Atau jangan-jangan ia terkena Parkinson usia dini?
Riko menatap Kagami dengan tatapan menuntut. Oh, ayolah, ia sangat penasaran. Sebagai pelatih, ia punya hak untuk mengetahuinya, bukan?
Kagami menelan ludahnya lalu berjalan mendekati Riko. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Riko. "K-kuroko… h-hamil…," ia berbisik sangat pelan. Ia takut ada orang lain yang mendengarnya.
"HAH? KUROKO HAMIL?!" teriakan Riko menggema di seluruh penjuru lapangan.
Dan Kagami sangat berterimakasih pada Riko. Seluruh anggota klub basket sekarang mengetahui hal yang seharusnya mereka rahasiakan.
Bagus sekali. Sekarang semua anggota klub memandangnya. Tapi bukankah seharusnya mereka memandang Kuroko? Atau jangan-jangan mereka semua sudah tahu kalau Kagami pelakunya sehingga semuanya berbalik memandangnya, alih-alih memandang Kuroko?
Entahlah. Yang jelas, Kagami merasa dunianya hancur seketika.
.
.
.
Tsuzuku
.
.
.
A/N :Ya, saya balik lagi. Berhubung banyak yang minta di-update cepat, saya update sekarang. Makasih yang sudah menyempatkan diri untuk membaca dan mereview cerita gaje ini. Apalagi yang sampai mem-fave dan alert. Balasan review-nya saya tulis setelah saya curcol sebentar. /abaikan/
Saya tidak menyangka akan mendapat respon yang cukup baik dari pembaca. *terharu* Padahal saya asal buat ini gegara mabok biologi dan bosan belajar.
Mungkin setelah chapter ini, update-nya agak lama. Sebenarnya saya sudah menyelesaikan sampai chapter 5. Tapi mendadak saya kehabisan ide untuk chapter 6. Jadi sabar kalau update-nya agak (baca : sangat) lama. *ditendang*
.
.
.
Balasan review :
shikitsu : Maaf kalau ini terlalu pendek. Tapi dari awal saya memang ingin membuat drabble yang isinya memang pendek. Bagus kalau begitu, meski liburan harus tetap ingat pelajaran. /ceritanya ceramah/ /padahal sendirinya males belajar/ Makasih atas pujiannya, ohoksayajadimaluohok. Makasih review-nya. Jangan lupa review lagi, ya?
hoshi 'seme tachi' amano : Sudah saya lanjutkan. :D
kokochi : Sudah saya lanjutkan. Tapi mohon maaf kalau kurang panjang. Ini formatnya drabble yang memang isinya pendek.
creau : Tunangan Akashi? Wah, saya istrinya. *ditimpuk fans Akashi* Wali kelas? Anda juga mengingatkan saya pada wali kelas saya. /gapenting/ Hai, salam kenal ^^ Kagami sama Kuroko masih SMA. Fic ini memang banyak menggunakan pelajaran biologi dikarenakan authornya stress belajar. Jadi tolong dimaklumi. Karena saya sudah memenuhi permintaan anda untuk meng-update fic ini dengan cepat, saya minta review-nya lagi, boleh?
Lavender's Violin : Awas ingusnya meleber. Sayangnya saya tak tahu. Padahal baru seminggu setengah libur, udah kangen aja. Tapi sayangnya saya gak kangen sama anda. *dilempar ke filem*n* Ini udah dilanjutin. Jangan lupa review lagi.
kaizumielric2210 : Jangan-jangan anda cuma baca review-nya. /gakgitu/ /su'uzon/ Kuroko memang sengaja saya buat polos biar bisa nge-troll Kagami.
.
.
.
Review, onegai?
