CHAPTER 1 UPDATE!!!yeah..timeh terima kasih banyak yang udah nge-review fic ini...timeh seneng banget dapet respon positif dari para reviewer dan senpai-tachi yang udah ngedukung timeh..timeh harap timeh ga mengecewakan para reader, reviewer dan senpai-tachi sekalian. dan ini balesan reviewnya :
Hiwatari Nana-chan .7ven
ngga kok..fic kamu bagus..
justru fic timeh yang ancur....
makasi yah udah di review..ini update nya..selamat menikmati dan maaf kalo mengecewakan.
Aika Uchiha
ini update-nya..selamat menikmati yah~ maaf kalo mengecewakan.
Uzuki-chan
terima kasih ya, uzuki-chan..^_^
ini dia Update-nya~ selamat menikmati..
MaNiMe PanRaPoRo
terima kasih, anakku tercinta.. *nyium-nyium anak mamah tercinta*
mamah seneng banget kamu review fic mamah
Neji-kun di chapter ini baru diomongin doang sama keluarganya Sasu.
Neji-kun muncul di chapter berikutnya.
maaf yah nak, mamah belom bisa tampilin Neji-kun di chapter ini..
ini update-nya..jadi kamu ga penasaran lagi kan?
maaf kalo mengecewakan.
selamat menikmati ya, nak..^_^
Yukihara Kanata
gapapa kok..^_^
makasih ya udah di review.
ini update-nya. maaf yah kalo mengecewakan.
cherryblossomsfreak
yeah!!!makasi cherry..^_^
Sasuke ama Itachi emang sengaja gua bikin OOC, biar image dinginnya ilang di fic ini.
tapi masi ada dinginnya juga kan??
ini update-nya. maaf ya kalo ngecewain.
balesan review udah selesai...berarti udah mau mulai dong? yaudah deh, selamat menikmati yah..^_^ (timeh lagi suka dengan kata kata 'selamat menikmati' gara gara pas beli martabak, dusnya ada tulisan 'selamat menikmati') -halah, ga nyambung banget-
oke langsung aja ya...^_^
Disclaimer : Masashi Kishimoto, seandainya "NARUTO" diberikan ke timeh, niscaya ceritanya kacau bin balau
Timeline : masih sama dengan chapter sebelumnya
Pairing : SasuHina
Warning : OOC sekali, gaje, dan lain lain
Chapter 1 : The Memories of Sasuke
—Waltz—
Sasuke membuka matanya pelan-pelan. Ia pun bangun dari tidurnya yang cukup panjang. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju balkon di kamarnya. Ia pun menikmati segarnya udara di pagi hari dengan merentangkan kedua tangannya di udara.
"Pagi yang cerah." Gumamnya pelan.
Ia menatap langit pagi hari dengan mata onyx-nya dan senyum simpul tersungging di bibirnya. Dan satu hal lagi, ia belum bisa melupakan gadis yang tanpa sengaja ia temui semalam. Gadis dengan warna rambut indigo yang selalu menghantui pikiran Sasuke sejak semalam. Apalagi dengan permainan piano yang indah sekali.
Ia pun kembali ke dalam kamarnya dan menutup pintu balkon. Ia berjalan menuju kamar mandi dan melaksanakan ritual paginya, mandi.
Seusai mandi, ia berganti pakaian dengan sebuah kemeja berwarna putih yang dipadukan dengan jas berwarna hitam dan celana panjang yang senada dengan warna jasnya. Dan tak lupa sepatu —yang juga berwarna hitam— yang terbuat dari kulit. Ya, penampilan Sasuke pagi ini benar-benar sangat tampan.
Sasuke berjalan selangkah demi selangkah menuruni anak tangga yang dilapisi karpet berwarna merah tersebut. Sasuke turun dari lantai 2 menuju ruang makan untuk sarapan pagi bersama ayah dan ibunya. Saat sedang berjalan menuju ruang makan, ia melihat sebuah grand piano berwarna putih yang biasa dimainkan Itachi. Sasuke pun menuju ke tempat piano itu dan melihat sebuah partitur lagu yang terdapat di dek partitur.
'Waltz no-7 C Sharp minor, Op. 64-2'. Itulah judul lagu yang tercantum pada partitur yang dilihat oleh Sasuke. Sasuke tak menyangka Itachi dapat meninggalkan partitur lagu kesayangannya. Sasuke mengambil partitur tersebut dan dilihatnya beberapa not balok yang cukup rumit. Saat ia sedang melihat partitur itu lebih dekat, ia merasa masa lalunya dengan Itachi terlihat dalam pikirannya.
Flashback
"Hei, Sasuke." Seorang lelaki yang duduk di depan grand piano berambut panjang yang diikat lemas menyapa Sasuke.
"Apa?" Jawab Sasuke sekenannya.
"Hei, jangan seperti itu. Lihat, aku baru saja mendapatkan partitur lagu dari temanku yang kebetulan bekerja di toko musik." Pria yang bernama Itachi tersebut menunjukkan partitur lagu yang baru didapatnya dari temannya kepada adiknya, Sasuke.
"Itachi, sudah berapa kali aku bilang, aku tak tertarik dengan musik, apalagi piano." Kata Sasuke yang agak kesal dengan kakaknya.
"Hmm... baiklah kalau kau memang tak tertarik dengan partiturnya. Tapi setidaknya kau dengarkan lagunya dulu, setelah itu kau boleh berkomentar. Ya?" Tanya Itachi penuh harap pada Sasuke agar mau mendengarkan lagu tersebut.
"Baiklah, aku akan mendengarkan lagunya. Judulnya apa sih?" Tanya Sasuke yang belum mengetahui judul lagu yang akan dimainkan Itachi.
"Judulnya Waltz no-7 C Sharp minor, Op. 64-2. Dengarkan baik baik ya. Dan jangan berkomentar saat aku sedang memainkannya." Ucap Itachi yang sedang menaruh lembar partitur itu di dek partitur pada grand piano tersebut.
"Iya. Aku tidak akan berkomentar. Lebih baik kau segera memainkan lagu itu. Lebih cepat lebih baik." Kata Sasuke dengan nada yang tidak sabar karena kakaknya yang berceloteh terus
Kemudian Itachi mulai menekan tuts-tuts dengan lincahnya. Nada yang dikeluarkan pun indah sekali. Itachi berkonsentrasi memainkannya. Sasuke yang memperhatikan Itachi terhanyut dalam nada-nada indah yang dimainkan Itachi. Sasuke seperti dibawa ke padang rumput yang luas dengan angin yang sepoi-sepoi. Ya, permainan piano Itachi dapat menyihir seseorang yang awam musik seperti Sasuke.
Itachi telah selesai memainkan piano sementara Sasuke masih terhanyut dengan nada-nada lembut yang tadi.
"Ke? Sasuke?" Itachi menyadarkan lamunan Sasuke dengan cara mengayun-ayunkan tangan kanannya di depan wajah Sasuke.
"Ha? Apa?" Sasuke yang baru sadar bingung apa yang harus ia katakan.
"Kau kenapa, Sasuke?" Tanya Itachi dengan nada cemas.
"Aku tidak apa-apa kok." Jawab Sasuke "Hanya saja, lagu yang kau mainkan tadi membuatku seperti berada di sebuah padang rumput yang luas dengan angin yang menyejukkan." Lanjutnya.
"Wah wah wah, tumben adikku yang satu ini puitis sekali mengenai lagu. Biasanya kau kan tidak peduli sama sekali kalau aku bermain piano." Kata Itachi. "Yah, tapi itulah yang dinamakan keajaiban piano. Piano dapat membuat semua orang bahagia, bahkan sampai terhanyut perasaan sepertimu ini. Bukan hanya itu, piano dapat menenangkan hati disaat kita sedang kesal." Lanjut Itachi.
"Aku mengerti. Terima kasih ya, kak." Sasuke langsung pergi meninggalkan Itachi dengan senyum yang tersimpul di bibirnya.
"Dasar aneh. Lagipula tumben sekali dia memanggilku dengan sebutan 'kak'. Ada apa dengannya ya?" gumam Itachi pelan setelah punggung Sasuke tak terlihat lagi.
Sejak saat itu, Sasuke selalu memperhatikan Itachi bermain piano. Lagu itu selalu dimainkan Itachi hampir setiap hari dan Sasuke sedikit demi sedikit mulai menyukai piano. Tapi lagu itu jadi jarang terdengar sejak Itachi bertengkar dan diusir oleh Fugaku. Ya, Sasuke tidak mendengar lagu tersebut hingga gadis berambut indigo itu yang memainkannya.
End of Flashback
—Waltz—
Seusai ia melihat masa lalunya dengan sang kakak, ia menaruh kembali partitur tersabut di dek partitur pada grand piano berwarna putih. Ia meninggalkan tempat tersebut dan berjalan menuju ruangan makan, tujuannya semula. Dan seperti biasa, saat ia sampai di ruang makan, sudah ada ayah dan ibunya yang duduk di kursi mereka masing-masing. Sasuke duduk di kursi yang biasanya. Dan sarapan pagi pun dimulai dengan khidmat. Suasana yang tanpa percakapan ini dipecah oleh Fugaku.
"Sasuke."
"Apa yah?" Tanya Sasuke
"Ayah sudah mempunyai 'calon' untukmu." Jawab Fugaku dengan tenang.
"Calon? Siapa yah?" Sasuke bertanya lagi.
"Dia adalah putri Hiashi Hyuuga, teman baik ayahmu. Kau tahu paman Hiashi kan, Sasuke?" Mikoto angkat bicara.
"Oh, paman Hiashi. Aku sempat bekerjasama dengan keponakannya —Neji Hyuuga—. Tapi aku belum pernah mendengar paman Hiashi mempunyai anak perempuan." Kata Sasuke.
"Hiashi mempunyai 2 putri yang anggun. Keduanya cantik dan manis pula. Ibu sudah bertemu dengan kedua putrinya." Kata mikoto menjelaskan.
"Baiklah, kapan aku bisa bertemu dengan putri paman Hiashi itu?" Tanya Sasuke to-the-point.
-
-
-
-
-
—TO BE CONTINUED—
dikit amaaaaaaaatttttt... timeh merasa chapter ini aneh banget....
timeh mau minta maaf yang banyak kalo mengecewakan...
hayo, ada yang bisa menebak siapa 'calon' yang dimaksud Fugaku?
timeh masih kouhai, timeh masih butuh bimbingan anda semua, bila timeh ada kesalahan apapun itu katakanlah lewat review.. timeh memohon dengan amat-sangat -halah, lebaii lagi-..tapi, sekali lagi, yang timeh butuhkan adalah KRITIK YANG MEMBANGUN dan bukannya FLAME. timeh sangat berterimakasih apabila ada yang memberi timeh kritik dan saran lewat review...
ditunggu yah update-an selanjutnya...
ja...
