Ketikan ulang dari #NulisRandom2015
Hari ke-14
Son!Kuroko, Fem!Akashi, slight Aofem!Aka
Pasangan dari chapter 9—Oedipus Complex. Berhubung saya sendiri lupa keterangan waktu yang saya buat sebelumnya, tolong jangan heran melihat tanggal-tanggal yang tertera, ya!
.
.
.
[31/1/2004
Hari ini otou-sama membelikanku mobil-mobilan! Warnanya biru bagus sekali, aku sayang otou-sama!]
.
[11/8/2004
Hari ini otou-sama tidak bisa pulang, aku hanya bisa main dengan okaa-sama. Otou-sama cepat pulang!]
.
[20/12/2004
Hari ini okaa-sama ulang tahun. Meski aku lebih sayang otou-sama, tapi aku juga sayang okaa-sama. Selamat ulang tahun, okaa-sama!]
.
[14/2/2005
Ini pertama kalinya aku mendapatkan coklat selain dari okaa-sama. Aida-san baik sekali karena mau membaginya denganku. Kapan-kapan aku akan mengajaknya main ketika otou-sama pulang.]
.
[31/10/2008
Hari ini ada anak perempuan yang memberikan surat padaku. Tapi ia bilang ia menyukaiku, tapi aku tak mengenalnya. Kata otou-sama, aku harus memberikannya jawaban. Otou-sama hebat, selalu bisa membantuku ketika aku bingung!]
.
[14/3/2010
Hari ini aku melihat otou-sama dan okaa-sama sedang bertengkar di atas kasur. Anehnya, otou-sama dan okaa-sama telanjang. Entah kenapa aku merasa sangat marah melihat otou-sama membuat okaa-sama berteriak dan memanggil namanya terus-menerus.]
.
[30/5/2010
Tadi pagi, aku membasahi kasurku. Kata otou-sama, ini artinya aku sudah dewasa. Aku tak mengerti dengan maksud ucapannya, tapi setelah membaca buku, aku mengerti. Tadi malam aku mengalami apa yang disebut mimpi basah. Entah kenapa aku berharap malam ini akan memimpikan hal yang sama, meski kata guruku bermimpi melakukannya dengan okaa-sama itu tidak wajar.]
.
[20/12/2010
Hari ini okaa-sama ulang tahun. Tapi otou-sama sudah membawanya pergi sebelum kuberi hadiah telur rebus buatanku. Tahun depan, akan kupastikan okaa-sama bersamaku seharian penuh.]
.
[15/4/2011
Rasanya setiap makan bersama otou-sama dan okaa-sama, aku semakin merasa jengkel dan marah. Padahal sebelumnya melihat otou-sama menyuapi okaa-sama adalah hal yang wajar. Aku juga curiga kalau aku memiliki penyakit jantung karena setiap berada di rumah dengan okaa-sama dadaku terasa sakit dan detak jantungku di atas normal. Ada apa denganku?]
.
[20/12/2011
Tahun ini aku gagal membuat okaa-sama di rumah seharian denganku.]
.
[27/11/2012
Semoga dinas otou-sama tidak selesai sampai tahun baru.]
.
[31/12/2012
Sepertinya aku lupa menulis ketika melewatkan hari ulang tahun okaa-sama tahun ini. Tak apa, karena mengingat otou-sama menyetubuhi okaa-sama hanya akan membuatku lebih marah dari sebelumnya.]
.
[20/7/2013
Tekutuklah paman Kise dan otou-sama. Hampir saja album berisi foto okaa-sama mereka buka.]
.
[14/2/2014
Coklat dari okaa-sama tahun ini benar-benar membuatku tersenyum sepanjang hari. Kata Mayuzumi-senpai, sudah saatnya aku masuk rumah sakit jiwa. Kalau saja ia tahu perasaanku ketika otou-sama harus dinas selama 3 minggu dan valentine tahun ini hanya akan dirayakan okaa-sama denganku, tentu ia akan sama gilanya denganku.]
.
[9/6/2015
Otou-sama pulang pagi ini. Ia benar-benar mengganggu kesenanganku. Apa sudah waktunya untuk menyingkirkannya?]
.
.
Aomine Daiki membaca jurnal harian putranya dengan keringat dingin membasahi tubuh. Niat awalnya untuk mengejutkan anaknya yang sudah berusia 16 tahun itu lenyap ketika otaknya mencerna isi jurnal yang tergeletak di atas kasur.
Rasa isengnya berbuah firasat buruk. Instingnya menyuruhnya untuk lari setiap habis satu lembar jurnal. Rasa takut sudah menjajah tubuhnya ketika membaca catatan terbaru—hari ini.
Daiki panik. Ia mungkin bodoh, tapi ia tahu persis apa yang dimaksud Tetsu-nya setelah membabat habis jurnal berisi keseharian Aomine Tetsuya semenjak usia kanak-kanak.
Dan yang lebih buruk lagi—Tetsu sudah melihatnya bercinta dengan Seira lebih dari satu kali.
Sekarang Daiki paham alasan di balik sifat menjaga jarak Tetsu dengannya dan Seira. Anaknya itu memang pemalu dan pendiam. Ia bukan orang yang agresif dalam menunjukkan perasaannya. Sejujurnya Daiki merasa bangga melihat putranya tumbuh besar bak gentlemen kelas atas, kalau saja ia tidak pernah membaca jurnal Tetsu tadi.
Anaknya berlaku sopan untuk menutupi rasa cinta tak normal. Anaknya begitu pendiam karena sibuk memotret ibunya dari berbagai sudut (Daiki baru saja memastikannya. Di dalam lemari pakaian anaknya penuh dengan album foto yang HANYA berisi foto Seira). Anaknya menjaga jarak dengannya karena cemburu parah menjurus buta.
Ketika Daiki hendak berlari keluar, pintu kamar Tetsuya yang sebelumnya sudah ia tutup terbuka.
Putranya kembali.
Daiki gemetar bukan main melihat Tetsu-nya membawa pisau daging.
"Tetsu? Pisau daging itu tempatnya di dapur, bisa tolong kembalikan?"
Tetsuya tidak menggubris. Matanya sibuk menelanjangi kondisi ruangannya. Jurnal harian yang terbuka, album foto yang berserakan, dan ayahnya yang gemetar ketakutan.
"Kau melihatnya?"
Daiki nyaris jatuh duduk melihat amarah tergambar jelas di wajah Tetsuya. Anak remajanya berjalan menuju lemari baju dan memasukkan album foto ke dalamnya sebelum menutupnya rapat-rapat. Jurnal harian yang terjatuh ia pungut dan dimasukkan ke laci meja belajar.
"Lancang."
Daiki menyeret tubuhnya menjauh. Kakinya terlalu lemas melihat anaknya sendiri.
"Otou-sama benar-benar membuatku marah."
Sang ayah tidak berkomentar. Matanya curi-curi pandang jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore dan batinnya mulai memanggil nama istrinya.
Seira. Seira.
Anak kita sudah gila.
Ketika Daiki hendak kabur keluar kamar, saat itu pula perih menyerang lehernya, bau anyir tercium oleh hidungnya, kemudian...
Hitam.
