aku adalah Allen Walker. anak laki-laki berumur 15 Tahun yang bercita-cita untuk bisa bersekolah musik di Paris. Saat ini aku dalam masalah….antara memilih bersekolah di Paris atau tetap di Tokyo. Aku tidak ingin meninggalkan Cross….tapi aku ingin bersekolah di paris….Apa yang harus kupilih?
Tokyo et Paris ©Yula Lala
D Gray-Man©Hoshino Katsura
Sedikit mengingat masa lalu…
Saat aku berumur 5 tahun. aku pergi kesuatu pertunjukkan tari balet. Aku mendengar denting-denting musik orgel….'Ting…Tring…Ting….Ting….Tring' setiap denting irama musiknya menyejukkan hati marah menjadi hangat dengan senyuman….penarinya adalah seorang gadis lebih sedikit tua dariku…umurnya kalau tidak salah 7 tahun...gadis itu menari dengan wajah damai, kulit wajah putihnya yang indah. Setiap lompatan tariannya gadis itu tampak sangat mengagumkan…..
saat dikomentari wartawan, itu yang membuatku terkejut! Ternyata gadis itu tidak memiliki keluarga…..dia hanya seorang diri…..dia tidak punya kerabat, nenek, kakek, paman, bibi….seluruhnya tidak ada….namun gadis di asuh guru yang melatihnya. Gadis itu tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya seperti kehilangan kerabat….gadis itu tetap bertekad menjadi penari balet terhebat di dunia….gadis itu tetap ingin mengikuti cita-citanya…begitu juga aku, aku ingin menjadi pianis terhebat di dunia seperti ayah!...
dan saat ini….masalah pun muncul….aku di ajak pergi ke paris untuk melanjutkan sekolah akademi disana…..namun aku tak mungkin meninggalkan Cross yang sudah bekerja keras untuk membesarkan aku menjadi seperti ini…apa yang harus kulakukan? Ibu….ayah…..tolonglah beri petunjukmu kepada ku…..
"bagaimana?" Tanya Komui kepadaku.
"bagaimana ya? Aku tidak tahu harus menjawab apa…." Jawabku dengan melihat mereka berdua.
"Allen…." Mata Cross melihatku dengan rengutan sedih dimatanya.
"bila aku menjawab 'ya, aku akan ikut Komui-sensei dan Lenale ke Paris untuk melanjutkan sekolah akademi di paris' tapi aku akan meninggalkan Cross-san sendirian. Namun bila aku mengatakan 'tidak, aku ingin tetap disini bersama Cross-san dan bersekolah akademi musik momogaoka di Tokyo saja' aku telah hilang kesempatan untuk bersekolah di akademi momogaoka di Paris" jawabku lagi dengan ekspresi wajah sedih. Aku hanya hidup pas-pas'an dengan Cross.
"huh…baka deshi" kata Cross singkat dengan senyum.
"ya tidak apa! Ini memang membuatmu berpikir keras…maaf mengganggu kalian…ahahahaha~ bila Allen-kun sudah memutuskan keinginanmu, kamu bisa menemuiku di ruang kepala sekolah! Hujan sudah berhenti, saya pamit dulu! Ahahaha~" Komui tertawa kecil untuk menghilangkan rasa ketegangan dari perkataan Allen tadi.
Dengan bergegas Komui mengambil jas hujannya dan keluar dari toko…kini tinggal aku dan Cross.
"bagaimana kalau kita pulang juga? karena sudah mulai gelap" Tanya Cross padaku.
"tentu saja! Kita pulang sekarang! Aku sudah LAPAR….." jawab Allen dengan wajah lemas.
"haah…..baiklah! sebelum itu Bantu aku bereskan toko"
"iya baiklah"
Langit saat ini berwarna merah kehitam-hitaman…
Saat ini aku dapat melihat langit luas yang mulai dipenuhi bintang…
Awan saat ini terlihat samar-samar …
Angin berhembus membelai rambutku…
Udara dingin saat ini dapat kurasakan…
Aku dengan Cross sedang berjalan ke supermarket mini yang tidak jauh dari toko milik Cross, kami membeli bahan untuk makan malam kami…
Sesampai di rumah….
"bawang putih , bawang merah, dan tomat sudah kucincang…..terus ditumis" dengan perlahan-lahan kutumis dengan api yang kecil karena nanti takutnya malah hangus.
"Allen, hari ini masak apa?" Tanya Cross yang baru saja selesai mandi.
"um….hari ini masak sayur tumis dengan miso soup!" jawabku.
"oh….berapa lama lagi? Aku sudah lapar" Tanya Cross lagi.
"tidak lama lagi, Pakailah bajumu Cross-san! Nanti masuk angin" jawab Allen sambil menatap Cross yang masih bertelanjang dada.
"selamat makan"dengan serentak aku mengatakannya bersama Cross.
'TING TONG' suara bel apartemen kami berbunyi.
"uh….menganggu makanku saja" keluhku yang baru saja mau menyuap makananku kemulut.
'TING TONG'
"sudahlah! Cepat kau bukakan pintu itu! Dia orang penting" bentak Cross yang mulai marah karena muak dengan suara bel.
"iya, baiklah tunggu saya bukakan pintu"
'tunggu sebentar…cross bilang orang penting? Siapa?' pikirku.
'crek' saatku buka pintu yang muncul adalah….
"eh? Nona Cloud Nyne"
"oh? Allen….dimana si tua pemabuk itu?" Tanya Cloud padaku.
"ehm….maksud anda Cross-san? Dia ada di ruang makan, tampaknya dia menunggu anda"jawabku.
"Allen…kamu sudah besar ya" kata Cloud dengan tersenyum. Beda kalau jumpa dengan Cross.
"eh? Iya ya…nggak kerasa ternyata aku sudah besar"
"kau telat sekali Cloud!" keluh Cross.
"suka-suka aku!"
"kau kira ini sudah jam berapa hah?" bentak Cross kasar.
"EGP! Emang gue pikirin!" bentak ulang Cloud tak kalah kasar.
"sudah jangan berkelahi disini, Nanti tetangga jadi kira salah paham! Gara-gara telat dikira ngehamilin orang" aku mencoba meleraikan perkelahian.
"ya sudah ayo kita makan"
Saat makan malam…
Sunyi….nggak ada yang bergeming….sampai setelah kami selesai makan pada saat Cloud mulai berbicara….
"jadi Allen….ada yang ingin kami beritahukan kepadamu"
"ada apa? Apa aku membuat kalian kesusahan? Atau malah merepotkan" aku bertanya kepada Cloud.
"enggak….tidak ada hubungannya dengan itu" jawab Cloud.
"terus?"
"ini tentang katanya kamu diajak melanjutkan sekolah ke paris…kenapa kamu tidak kesana dan melanjutkan sekolahmu? Kan lumayan sekalian buat jalan-jalan" tanya Cloud.
"aku tidak tahu harus menjawab apa….aku tidak ingin Cross-san sendirian.." jawabku dengan menatap Cross. Apa dia membicarakan hal ini kepada Cloud juga?
"Allen…..si tua itu bisa jaga dirinya, toh lihat buktinya…kalau dia pergi malem pulangnya pagi udah bawa cewek bangsawan terus bir yang harganya mahal" sambil mengatakan 'cewek bangsawan' Cloud ditatap Cross dengan glare yang sangat menakutkan namun dibalas Cloud dengan juah lebih menakutkan.
"iya aku tahu itu…tapi…."
"…"mendengar kata-kataku Cross menjadi terharu.
"tapi…walaupun aku di suruh main ke kasino untuk membayar hutang Cross-san dan disuruh nyuci, masak, bersih-bersih rumah, bantu nyembunyikan perempuan yang dibawa Cross-san kerumah kalau ada tamu tiba-tiba…aku tetap tak ingin Cross sendirian" ketika aku mengatakan hal-hal tersebut, mata Cloud sudah berapi-api. Sedangkan Cross? Sudah terbatuk-batuk ketika mendengarkannya.
"Allen….sebenarnya kami…" saat belum selesai mengatakan kata-katanya….Cloud menatap Cross, dan Cross mengangguk.
"kami akan menikah"
"eh…BENARKAH!" mataku terbuka lebar saat mendengarkannya perasaan senang, gembira, dan bahagia bercampur aduk saat ini.
"iya….dalam waktu dekat ini"
"kalau begitu….Cross-san tidak sendirian lagi kan?" Tanyaku untuk memastikan.
"iya" jawab Cloud dengan tersenyum lembut.
"jadi…aku bisa bersekolah di paris!"
"tentu saja dasar bodoh"
"ya sudah aku pulang dulu, nanti keburu larut malam" dengan perlahan-lahan Cloud berjalan keluar dan disusul oleh Cross.
'Berarti besok aku aka menemui Komui-sensei' kataku didalam hati…
Mataku mulai berat….aku mengangkat piring-piring ke dapur dan berjalan kekamar untuk beristirahat.
Sesampai kekamar….aku mengganti bajuku,dengan baju tidur. lalu kubukan jendela geserku….aku melihat pemandangan kota yang menabjukkan….lampu-lampu kota menghiasi malam yang gelap, kulihat dilangit ada bintang kejora….aku masih teringat saat ayah mengatakan 'kalau sudah besar kita akan ke luar angkasa dan menangkap bintang itu!' mataku mulai berair karena ingin menangis, Namu kucoba untuk menahannya. tiba-tiba ada bintang jatuh…aku cepat-cepat berpikir permintaan apa yang kumau…
"tolong bahagiakan Cross dan Cloud yang akan menikah….dan tenangkanlah ayah dan ibu di alam sana, biarkan mereka bersama-sama…..lalu, aku ingin bersekolah diparis jadi kumohon bisa terkabul" seketika mataku menitikkan air bening….pada akhirnya aku menangis juga ya walaupun sudah kutahan?
Angin malam yang lembut membuatku mulai mengantuk….ku berjalan ketempat tidur dan mulai menutup mataku….
Keesokan harinya….
"Cross-san sarapan sudah selesai! Aku berangkat!" teriakku dengan terburu-buru.
"hee? Tumben gak telat buat sarapannya, tapi ya sudahlah pergi sono ntar telat!"
Aku berlari dan terus berlari untuk mengabarkan kepada Komui-sensei kalau aku bisa berangkat bersamanya untuk melanjutkan sekolah di Paris.
'TOK TOK'
"iya silahkan masuk! Eh Allen"
"maaf menggganggu, ini tentang kemarin"
"iya aku tahu…jadi kamu ikut pergi denganku dan adikku kan?" Tanya Komui. Aku hanya mengangguk.
"tiket telah ku pesan dan biaya pun akan ku tanggung-"
"NII-SAN!" teriak seorang gadis yang mendobrak pintu Komui. Aku hanya bisa terkejut. Itu adalah Lenale Lee, adik Komui.
"hah, Eh ada apa?" Tanya Komui padanya.
"ada yang mengamuk! Dia menghancurkan kelas dan memecahkan barang-barang bagian kesenian alat musik tradisional Indonesia "
Dengan bergegas Komui mengikuti adikknya….
"Allen kita bicarakan hal ini saat pulang sekolah!"
"iya Komui-Sensei!"jawabku.
'BLAM' aku menutup pintu kantor Komui dengan menghela nafas. Saat aku membalikkan badan aku melihat Alma dan Pika.
"eh? Alma? Pika? Ada apa?" Tanyaku pada kedua temanku yang berwajah sedih pada saat itu juga.
"…." Pika tidak berkata apa pun. Malahan ketika aku menanyakan pertanyaan itu wajahnya makin murung dan sedih.
"kita bicarakan hal ini di kantin saja" jawab Alma. Aku hanya bisa mengangguk.
kami berjalan menyusuri lorong-lorong tanpa berkata sepatah pun…rasanya saat itu sudah beku…
Di kantin aku melihat Jhony, Chaoji, Lau dan teman-teman yang lainnya seperti sudah menungguku….ada apa ini? Apa maksudnya?
"Allen…aku dengar kamu akan pergi ya?" Tanya Jhony. Wajah begitu muram dan sedih.
"eh, itu…" aku tidak tau harus menjawab apa.
"Allen jangan tinggalkan kami!" teriak Chaoji. Dia teman yang sangat dekat bila aku sedang sedih ia , Jhony, dan Tapp pasti sudah membuatku tersenyum kembali.
"Chaoji….teman-teman aku tahu perasaan kalian, tapi aku ingin kesana..." aku tak sanggup untuk mengatakan apa pun. Aku telah membuat mereka kecewa. Lagi-lagi aku dalam masalah seperti ini. Dasar, aku sangat payah!
"Allen aku tidak bermaksud memaksamu untuk tidak pergi kesana…ini adalah pilihanmu, aku maupun yang lainnya tidak berhak memutuskan apa yang harus kamu pilih Allen!" kata Chaoji dengan tegas.
"…." Aku hanya kaget dan cepat-cepat menjawab " bila kalian mengatakan hal itu aku…aku memilih untuk pergi, terima kasih" ntah mengapa aku mengatakan terima kasih….cih, aku sangat terlihat bodoh sekarang.
"Allen…baiklah bila itu kemauan mu, kami akan bahagia dan senang bila kamu mengatakan hal tersebut" kata Alma yang mulai tersenyum.
"eh? Kukira…kukira kalian akan menghajarku, memarahiku dan memakiku karena memilih untuk pergi dan meninggalkan kalian" mataku sampai berkaca-kaca. Tak kusangka mereka tidak marah.
"haah, Allen….bicara apa kamu? Kami tidak akan melakukan hal sebodoh itu! Tidak akan pernah melakukan hal seperti itu! Ingat! Kita kan teman? Ya kan?" Tanya Lau kepada Allen dan pada teman-teman lainnya. Mereka menganggukkan kepala mereka.
"minna….arigato gozaimasu!" aku membungkukkan badanku dan berteriak sangat keras saat itu, sampai anak kelas yang berbeda dengan kelasku terkejut.
Tiba-tiba Pika menjitak kepala ku…..ukh, rasanya panas sekali kepala ku.
"baka! Kenapa membungkukkan badan mu? Kamu kira kita ini master mu?" tanyanya dengan nada kesal. Ia sudah berhenti dari kesedihannya.
"Pika….ini adalah Pika yang kukenal, selalu bersemangat" seketika aku mengatakan hal itu, wajah Pika memerah. Dia tampak sedikit lebih manis.
"hai hai! Ya sudah, kita makan yok? Di bayaring sama Lau loh! Lumayan kan?" dengan terkekeh Jhony mengatakan hal itu. Lau Cuma bisa menghela nafasnya.
"hum! Ayo!" aku dan semua teman-temanku menyerbu tempat antrian. Hah hari ini ada hal yang menyenangkan dan menyusahkan.
Sepulang sekolah seperti yang dikatakan Komui, Komui akan membicarakan soal kepergianku lagi Kantornya sepulang sekolah.
'TOK TOK'
"masuk, oh Allen…duduk!" kata Komui mempersilahkan aku duduk.
Aku melihat kepala Komui. Benjol *bengkak ataupun semacam memar*? Kenapa?
"oh, ahahaha jangan hiraukan kepalaku!" kata-katanya membuatku terkejut. Komui seperti bisa membaca pikiranku.
"iya…jadi kapan kita akan berangkat?" tanyaku.
"um, kapan kamu mau? Nanti aku takutnya kamu ada acara atau suatu kegiatan" jawabnya dengan tersenyum. Komui benar-benar orang yang ramah dan pasti banyak gadis yang mengidaminya.
"nii-san, ini kopinya" muncul Lenale adiknya, yang begitu cantik.
"ah, arigato!" kata Komui sambil meneguk Kopinya.
"nii-san! Bolehkah aku pergi berjalan-jalan dengan Reveer-sensei?" Tanya Lenale dengan nada manja. Ukh dia manis sekali!
"apa! Enggaaakkkk! Nanti kamu di apa-apain terus kamu dilamar! Terus kamu dicium! Terus-terus bagaimana dengan kakak mu yang tercinta ini? Huwaa-" belum siap Komui menjawabnya Lenale langsung menjitak kepala Komui. Oh, mungkin itu penyebab benjolnya kepala Komui. Aku tarik kembali kata-kata 'banyak gadis yang mengidaminya'. Ehehehe….
"ah, maaf mengganggu pembicaraan kalian berdua…aku pergi dulu ya" dengan diakhiri lambaian tangannya. Lenale keluar dari ruangan Komui.
"…..sa~ Allen-kun sampai dimana tadi pembicaraan kita? Oh ya….itu tereserah kemauan mu kapan kamu ingin berangkat karena mungkin kamu ada acara atau suatu kegiatan" tiba-tiba Komui bangkit lagi.
"eh…aku sih, inginnya pergi sesudah pernikahan nona Cloud dan Cross-san"
"kalau begitu coba telepon"
"iya" dengan bergegas aku mengambil telepon genggam ku.
"hallo, ada apa baka deshi?"
"hallo, Cross-san kapan akan menikahnya?"
"hooh, aku akan menikah minggu depan…emangnya ada apa?"
"oh enggak apa-apa, aku Cuma nanya"
"ouh, ya sudah" berakhirlah percakapan kami disitu.
"jadi bagaimana?" Tanya Komui.
"Cross-san bilang ia akan menikah minggu depan" jawabku.
"baiklah, Allen-kun karena kita sudah menyetujui perpegian kita saat hari itu juga sore harinya, setuju?"
"iya" aku berjabatan tangan dengan Komui kalau itu tanda persetujuan kami.
"mohon kerjasamanya"
Sore yang seperti biasanya namun hari ini tidak ada hujan, yang ada hanya udara dingin menyambut kepulangan ku kerumah…
Seminggu kemudian…
'haah hari ini hari Cross-san dan nona Cloud menikah….mereka pasangan yang serasi….Cross-san menggunakan baju Jas bewarna hitam, nona Cloud menggunakan gaun putih….mereka tampak bahagia' pikirku.
"baiklah, aku akan melempar rangkaian bunga! Siap-siap!" kata Cloud. Dan langsung seluruh gadis-gadis berkumpul untuk mendapatkan rangkaian bunga itu.
"aah, aku lapar" aku memegang perutku yang mulai demo minta dikasih makan.
Aku berjalan menuju meja panjang penuh dengan makanan. Begitu melihatnya aku langsung menaruh hampir seluruh jenis masakan yang dimasak catering. Saat aku mengambil minuman anggur, aku melihat cewek? Loh tapi kayaknya cowok deh, dia pakai jas.
"um, ano…." Belum sempat aku ingin bertanya namanya, ia langsung menatapku tajam. Aku Cuma bisa nelan ludah…laki-laki ini mempunyai rambut yang panjang dan lurus bagai bintang shampoo Sunsilly warna rambutnya hitam legam. Tidak senyum namun merengut.
"apa? Apa mau mu?" Tanya lelaki itu pada ku. Bukannya seharusnya aku yang bertanya pada nya?
"perkenalkan nama saya Allen Walker, kalau boleh tahu nama anda?" jawabku dan bertanya kembali padanya.
"che…. Watashi wa Kanda"
"um, Kanda-san tidak makan?" Tanya ku kembali.
" hum….bukan urusanmu aku makan dan tidak" jawabnya dengan kasar. Wah….aku bertemu orang mengerika hari ini.
"eh- ma- maafkan saya" aku membungkukkan badan sambil meminta maaf takut orang ini malah menghajarku. Habis mukanya kayak anak geng Yakuza.
"che"
"Kanda-sama! Saatnya kita pergi" seseorang memmanggil lelaki yang kukenal baru saja ini. Ia memanggil dengan kata-kata 'sama' eh? Orang tehormat? Jangan-jangan betul pula perkataanku….
"hah, baiklah" kata lelaki yang bernama melihatnya bangkit dari duduknya, aku menatapnya hingga pergi ketempat orang yang memanggilnya. Aku melihat Komui disamping orang yang memanggilnya. Aku pun ikut berjalan bersamanya… " oi, ngapain kau?" Tanya Kanda padaku. "aku hanya ingin berbicara dengan Komui-sensei" jawabku. "oh….kepala sekolah Momogaoka ya?" tanyanya lagi. Kali ini aku tidak mengatakan apa pun hanya mengangguk.
Saat kami berjalan, seorang gadis sedang mengejar rangkain bunga yang dilempar nona Cloud. Ia tidak melihat aku dan Kanda yang sedang melintas "AWAASSS" teriakku….tahu apa yang terjadi? Ya aku, kanda dan gadis itu jatuh…dan bunga yang yang gadis itu kejar jatuh pula Tepat dimana kami ber-3 jatuh. Aku jatuh tergeletak disamping Kanda dangan posisi behadapan ,berpegangan tangan tepatnya bukan berpegangan tapi kepegang tangannya, sedangkan Gadis itu jatuh di atas ku dan Kanda.
"ukh, che" dengan cepat, Kanda melepaskan tangannya dengan tanganku dan bangkit dengan wajah memerah. Lalu ia pergi ke tempat orang yang memanggilnya tadi. Orang yang memanggilnya itu sudah ketakutan.
"LENALEEEEE!" teriak Komui histeris. Orang-orang di sekeliling Komui seperti Reveer langsung memegang tangannya karena bila lepas aku akan dalam bahaya.
"oops…aku melemparnya terlalu jauh" kata Cloud seperti tidak bersalah.
"Allen cepat bangun dan jangan dekati Lenale" teriak Reveer. Aku langsung bangkit dan membantu Lenale bangun. Setelah itu Komui berhenti berteriak dan berkata " loh, kenapa aku berteriak?" kalau dipikir-pikir Komui mempunyai 2 kepribadian ganda.
"Lenale kau baik-baik saja?"
"iya aku baik-baik saja! Karena aku jatuh aku mendapat bunganya! Yes!"
"ahahaha" aku memaksa kan diri untuk tertawa. Hari ini juga aku terjadi hal-hal yang menyenangkan,menyedihkan, dan menyusahkan. Hari ini aku akan berpisah dengan orang-orang yang kucintai….Cross-san,nona Cloud, Jhony, Pika, Lau, Tapp, Alma, dan semua orang yang kusayangi. Aku akan pergi dari Negara tercinta ku, Tokyo dan menuju ke Paris.
albeit very much I'm leaving you ... you are in my heart the most in because you are people important person in my life ...
Ya...saat ini aku di Airport, aku diantar oleh Cross-san dan istrinya nona Cloud. Aku melihat Cross-san menangis untuk pertama kalinya.
Dan sepertinya aku juga melihat lelaki yang bernama Kanda...tapi apa Cuma perasaan ya?...
"Allen-kun kita akan berangkat 15 menit lagi kalau kamu ingin membeli sesuatu beli lah aku akan mengecek keberangkatan kita sekali lagi" jelas Komui. Aku hanya mengangguk.
"Cross-san jangan menangis lagi"
"urusei! Ukh...huks...ini terasa sakit dari yang kubayangkan...Allen..." dengan terbata-bata Cross mengucapkan kata-katanya.
"Cross-san..."
"nanti...siapa yang bakal main kasino! Kan utang ku belum selesai! Huwaaaaa..." saat mengatakan hal bodoh itu Cloud dan aku memukul Kepala Cross dengan keras.
"ALLEN!" teriak segerombolan anak muda. Tunggu aku kenal suara itu...itu Jhony!
"eh?"
"hosh...hosh ternyata belum terlambat" kata Jhony.
"Jhony? Dan kalian semua ada apa?"
"baka! Tentu saja melihat kepergian mu!" tiba-tiba Pika menyela dan Menjitak kepala ku.
"itai! Uh...terima kasih sudah jauh-jauh kesini hanya untuk melihat kepergian ku"
"iya...sama-sama Allen, kan kita teman"
"minna..."
"Allen! Kita berangkat sekarang, pesawatnya sudah tiba" teriak Lenale tiba-tiba.
"ah, hai! Aku akan segera kesana. Semuanya...aku akan pergi, aku akan merindukan kalian. Jaga kondisi kalian ya? Aku akan menghubungi kalian bila sudah sampai! Sayonara minna!" untuk kali ini aku menangis sambil membungkukkan badan ku. Semua hanya menghelas nafas dengan lega dan senang.
Aku melambaikan tanganku...semua membalas lambaian ku, 'ini kah rasa berpisah? Tapi kenapa ketika aku berpisah dengan ayah dan ibu tidak sesedih ini? Akh lupakan hal itu' ...dengan bergegas aku berlari menuju ke Komui dan Lenale...dan tidak lupa aku sekali lagi melihat kebelakang dan tersenyum untuk mereka terakhir kalinya...'good bye tokyo, i'm coming paris!'
To Be Contiuned
lagu orgel tentang anak gadis yang nari balet itu terinspirasi waktu dengar lagu 'bolero by Thohoshinki / DBSK' tapi yang versi orgelnya...enak loh!~
Chapter kali ini panjang gak? atau kependekkan? saya butuh saran! =x="
i'm need your review...review please?
