°Author Area cuap cuap°
YutaUke : arigatou atas masukannya. Ini dah gynna revisi ulang maklum tadinya buru buru pengen cepet lanjutin cerita. Haha semangat! !
Kimura Megumi : makasih udah review. ikutin aja chapter - chapter selanjutnya yah
ramadhanihattori : makasih atas riviewnya. ikutin chapter selanjut yah
Syyyyyyttt cerita ini gynna revisi ulang biar ga terlalu ngebut dan ga acak acakan kaya yang nulisnya \:-D/ yosh selamat membaca
Chapter2.
"Terbayang"
Bertemu denganmu adalah sebuah kebetulan
saat mengingat suaramu
jantungku bergemuruh kencang seakan akan ingin melompat keluar
Dan mengapa pipi ku memanas ketika mengingat wajahmu?
Apa aku sakit?
.
.
.
.
Happy reading
.
.
.
Huh sekarang sudah pukul sembilan pagi mungkin sebaiknya aku pulang saja. Kesekolahpun percuma ini sudah jam pelajaran kedua dan itu berarti sekarang pelajaran Sarutobi sensei. Hahhh kakek tua itukan sangat cerewet terlebih lagi dia adalah Guru BP. Bayangkan berapa ribu kata yang akan menghujani ku jika Sarutobi sensei mengamuk hanya karena aku yang seenaknya berangkat kesekolah jam sembilan. Dia pasti bilang "kau fikir ini seperti sekolahan milik mu hah" sambil muncrat muncrat . Hih membayangkannya saja aku sudah bergidik ngeri apalagi jika itu benar benar terjadi.
Sontak saja badanku mengejang ketika membayangkannya, Yosh Kalau begitu keputusanku sudah bulat lebih baik aku pulang yah pulang. Daripada luntang lantung tanpa tujuan memakai baju sekolah dan terlebih tampilanku yang...
krik krik krik
Hening
Oh tidak! bagaimana penampilanku saat ini. Seketika aku mengambil tas dan ku buka resletingnya asal untuk mengambil kaca. Dan dengan perlahan aku melihat kaca.
Deg Deg Deg
"Kyaaaaaaaaaa Sumpah demi apapun Berantakan sekali aku ini" teriak ku histeris seakan akan melihat hantu didalam kaca.
Bagaimana tidak, Rambut acak acakan bak Gulali di kedai dekat sekolah dan tersangkut di sarang burung. Ditambah lagi muka ku yang dekil kecoklatan, ck kuso sepertinya terkena tanah yang basah tadi. Terlebih baju ku yang sangat kotor penuh dengan bercak noda kecoklatan khas tanah tersebut. Yah beginilah jadinya kalau berani mencium tanah basah berumput. Jangan coba coba melakukan hal ini dirumah yah.
Tiba tiba aku mengingat kejadian yang menyebabkan ku begini. Yah saat dimana aku hampir kehilangan nyawaku dan orang itu. Seseorang yang tampan bak sesosok malaikat, ya malaikat penolongku.
Pikiran ku pun kembali disaat saat dimana malaikat penolong itu menyelamatkan ku.
"Hei apa kau baik baik saja?"
Terbayang lagi suaranya yang terdengar begitu lembut selembut beledu yang menenangkan hati.
"hei jawab aku nona, bukalah matamu, jika kau mendengar suaraku!"
Teringat kembali wajahnya yang tampan. Tidak tidak, dia tidak hanya tampan tapi dia sangatlah mendekati kata sempurna. Malah aku sempat berpikir kalau aku melihat malaikat sungguhan, 'Ck Sakura no baka.
Wajahnya yang tampan dengan bentuk rahangnya yang tegas terlihat begitu pas di wajahnya yang oriental. Dia itu sudah seperti maha karya berkualitas no. 1 dari tangan seorang pemahat yang memiliki kreatifitas tinggi dengan pahatannya yang dibuat dengan penuh kehati hatian.
Terbesit kembali saat dimana ia memandangku penuh kekhawatiran.
Meskipun tatapan matanya yang sayu terlihat seperti orang malas tetapi tidak baginya. Dia terlihat begitu menawan. Dari bentuknya warna matanya yang terkesan beda dari yang lain. Yah warn matanya obsidian dan ruby ntah bagaimana dia bisa memiliki mata seperti itu.
Hidungnya yang mancung. Dan bibir tipisnya itu. Ehh mengapa aku jadi membayangkan bibirnya sih.
Pipiku terasa memanas dan jantungku ntah mengapa bergemuruh begitu kencang. Perasaan apa ini? tiba tiba perasaanku aneh seperti ini seakan akan hatiku terasa tergelitik.
Terlebih biasanya aku biasa bisa saja jika melihat Wajah Sasori-senpai, padahal aku begitu menyukainya. Ahh ntahlah mungkin karena ia tampan saja makanya jiwa fansgirling ku muncul.
oOoOoOo
"JIDAAAAT kemana saja kau ini sampai tak masuk sekolah, hah?" teriak Ino dari balik pagar rumahku
huh beginilah jadinya jika memiliki sahabat yang sedikit over protectif, bayangkan saja ini baru jam pulang sekolah dan dia sudah ada di depan pagar rumahku fengan suaranya yang mengelegar bak petir yang saling menyambar. Oh kami-sama.
Oh ya perkenalkan namanya Ino Yamanaka. Gadis cantik berambut pirang dengan mata sejernih lautan. Meskipun dia Cerewet tapi dia baik ko, Dia ini adalah anak dari pengusaha kaya pemilik Yamanaka Corps tempat ayah bekerja.
"bisa tidak pelankan suaramu, pig? Kau ini bisa membuat ku dimarahi tetangga tau tidak"
Yah dia inilah yang mampu membuatku naik pitam. Bagaimana tidak, telingaku bisa bisa pecah akibat suaranya yang seperti menggunakan toa itu.
"muehehe maafkan aku jidatku sayang, sekarang jawab pertanyaan ku kenapa kau tak masuk sekolah, hm?" tanyanya lagi.
"Aku tadi ketinggalan Bus terakhir dan ya begitulah" jawabku.
"Begitu gimana sih Saku-chan, Jangan membuat ku penasaran? Dan menyebalkan sekali kau tak membiarkan aku masuk, hah?" ucapnya bawel.
"oh iya yah. Silahkan masuk Nona muda" candaku.
"terima kasih Nona, tolong bawakan tas ku kalau begitu" jawabnya angkuh
"aih menyebalkan sekali kau ini"
Bletak
"aduhh Saki kau jahat, sakit tahu. Minta maaf, cepat minta maaf" rajuknya dengan bibir yang mengerucut unyu.
"Gommen ne" singkat jelas tapi maknyuss
"doushite. Jadi apa yang terjadi sampai sampai kau tak masuk sekolah, eh?" tanyanya lantang.
" oh itu. Tadi aku hampir kehilangan nyawaku akibat truk sialan itu" ucapku malas seaka akan tidak ada hal yang terjadi.
"apaaaaaaaa? Kamu ditabrak truk? Ko kamu masih hidup" teriak Ino innocent
Uh sabar sakura dia ini sahabatmu."Ku bilang pelankan suaramu, baka. Yah begitulah tadi ada seseorang yang menyelamatkan ku jadi aku terhindar dari truk gila itu" jelasku singkat.
"Si..siapa yang menolongmu? Apa dia polisi? Pemuda tampan? Atau kakek kakek tua bangka?"
oh ayolah yang benar saja, terkadang aku berfikir ino itu innocent apa bodoh sih. Jika sekarang aku sedang bercermin mungkin aku dapat melihat perempatan siku muncul di jidat indahku ini #Wtf
Bletak
"yang benar saja kakek kakek tua dapat menolongku dari truk sekencang itu, baka." teriak ku. Masa bodo dengan tetangga ngamuk. Ino sendiri yang membuatku naik pitam.
Ino manggut manggut tanda mengerti dengan wajah tak berdosa. Oh tuhan salah apa aku ini sampai kau kirim sahabat seperti ini untuk ku.
"yang menolongku itu adalah seorang malaikat yang tampan sekali, dari Wajahnya, sorotan matanya, belum lagi gaya bicaranya yang terkesan menurutku dia itu sangat menawan dan memiliki daya tarik sendiri. Terlihat Saat dia menggenggam tanganku..."
"Err sakura kau itu lagi menghayal apa curhat tentang orang yang kau sukai sih" ucap Ino memotong ucapan ku. Seketika itu pula buyar sudah lamunan tentang malaikat penolongku itu. Oh Ino.
"Muehehe maaf, habisnya dia tampan sih" ucapku dengan wajah tak berdosa.
"memangnya siapa sih yang menolongmu itu, tak biasanya seorang Sakura Haruno menyukai pria lain selain Sasori-senpai yang notabane selalu dielu elukan gadis gadis disekolah".
"Nah itu dia masalahnya, aku lupa menanyakan namanya. Padahal aku belum sempat berterima kasih secara formal" ucapku sedih.
"ya sudah mungkin lain kali kalian dipertemukan lagi, nah saat itu kau jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih padanya yah!" nasehat ino. "Baiklah Saki sayang ini sudah sore aku harus bergegas pulang, jika tidak ibu pasti mengomel, Jaa ne" ucap ino sambil berlalu menuju pintu.
"hm. Baiklah hati hati yah, jaa".
oOoOoOo
Dimalam hari
Ahh rasanya badanku pegal sekali. Terlebih karena kejadian itu. Uhh rasanya badanku remuk semua. Hmm bagaimana keadaan malaikat penolongku yah? Apa dia baik baik saja yah?. Semoga saja dia baik baik disana.
Senyum pun terlukis indah diwajah Sakura saat mengingat wajah pemuda itu. Tanpa Sakura sadari kesadarannya perlahan lahan mulai terambil alih oleh buaian mimpi. "oyasumi malaikat penolong "
Suatu saat nanti saat tuhan takdirkan
Kita akan kembali berjumpa
Mungkin pula kita akan bersama
Ntahlah
Lihat saja kedepannya
Hanya waktu yang dapat menjawab semuanya
Wahai malaikat penolongku
Tbc
Aaaaaaaaa chapter kedua akhirnya selesai dirombak. Gimana Ceritanya masih bala bala yah? :( tapi ya sudahlah nasi sudah jadi bebek. Ayo dong yang read fic ini tinggalin review yah flame juga gapapa biar gynna bisa perbaikin kesalahan gynna. Yoo tunggu kelanjutan cerita ini yah gynna harap minna-san ga bosen bacanya.
TTD
Gynna Yuhi
