Boboiboy Belongs to (c)Animonsta Studio

Warning : OC, OOC, AU, Typo(s), Alur cepat , etc

Genre : Kingdom, Adventure, Drama, Hurt, Family, Magic, etc

Rated : T


Happy Reading

I Hope You Like It

Chapter 1 : Hide

.

.

.

.

.

"Tunggu kek!saya ingin bertanya, dari mana kakek mengetahui tentang anak kami yang dipindahkan? "Ujar seorang Raja yang sedang memegang sebuah Busur, sekali kau terkena anak panah yang dilempar busur itu, maka akan terjadi sebuah kebakaran yang besar.

Sang kakek menoleh kebelakang dan menatap para Raja satu persatu "Aku bilang, aku tidak bisa memberitahu secara Rinci tentang masalah kalian..."Ujar sang kakek sambil berjalan menjauh dari mereka "Tapi kalian perlu berjanji!"ucap sang kakek sambil memunggungi mereka.

Para Raja semakin bingung, dan salah seorang raja yang sedang memegang Cakram biru dengan corak putih, dan tetap berhati-hatilah sedikit terkena cakram itu maka pusaran angin dahsyat akan mencabik-cabikmu. Raja itu menggaruk tengguknya sambil berujar"Aku semakin tidak mengerti, kenapa anak kami perlu disembunyikan, dan kenapa juga kita perlu mencari kelima Elemen yang sungguh berbahaya?"tanya raja itu sambil mentap kakek itu bingung.

Kakek yang sedang melamun itu tersentak dan mendengus "ku ulangi lagi, aku tidak bisa memberitahu secara Rinci tentang masalah kalian, dan tentang elemen itu, sebenarnya anak kalian tersimpan didalamnya. Karna aku sudah memberitahu kalian, kalian perlu berjanji!"Raja-raja yang ada disana perpandangan sambil mengangguk.

"disaat umur anak kalian sudah menginjak 25 tahun, mereka harus menikahi putriku!"


Skip Time :

.

.

.

SUP*

Sebuah anak panah melesat dan akhirnya menancap disebuah pohon rindang. Iris Jingga itu perlahan terbuka dan menampakan sebuah keindahannya yang tak tertandingi.

"yah...meleset lagi.."Eluhnya sambil berjalan kepohon rindang mengambil anak panahnya yang tersangkut disana.

Dari cara berpakaiannya bisa dibilang mewah seperti anak seorang Raja. Pemuda yang berumur sekirar 18 tahun, sedang manarik anak panahnya yang tertancap dibatang pohon. Tiba-tiba gerakan pemuda itu terhenti dikala Ia melihat seekor rusa betina yang sedar berlalu dihadapannya.

Pemuda itu terdiam saat rusa itu sedang memakan rumput tepat dibelakannya, dengan perlahan Ia menaikan Busurnya sambil menarik anak panahnya. Saat ia merasa siap, dan rusa itu tidak merasa terancam, ia berusaha agar bidikannya tepat.

SUUUUSSHH

SING

Manik Jingga miliknya membulat saat anak panahnya dengan cepat ditangkis oleh sebuah pedang hingga anak panah miliknya patah. Rusa yang mendengar kebisingan itu langsung berlari menjauh dari tempat itu.

"aaaa...buruanku.."Ujar pemuda itu sambil menganga lebar, berusaha mencerna apa yang barusan terjadi. Tiba-tiba seorang gadis dengan kerudung pink keluar dari semak-semak dan berjalan kearah pedang yang tadi menangkis anak panah milik pemuda itu.

"apa perlu kuajari kau, bila wilayah ini bukan wilayah untuk berburu, dan ini adalah Hutan terlindungi..."ujar gadis itu menarik pedangnya yang tertancap direrumputan.

Pemuda tadi mengkerutkan keningnya saat Ia ingat bila yang tadi menangkis anak panahnya adalah seorang perempuan. Sang gadis dengan santai seakan tak terjadi apa-apa berjalan pergi berlalu dihadapan pemuda itu. Sebelum itu terjadi, pemuda itu menarik lengan gadis itu dengan paksa. Gadis itu tertegun dan berbalik menatap pemuda itu sambil menodongkan pedangnya.

"jangan sekali-kalinya kau menyentuh ku!lepaskan tanganku sebelum kupotong tanganmu!"ujar gadis itu sambil mendelik dan menarik tangannya, sambil berjalan pergi kearah semak-semak.

"masa iyah, aku kalah berburu oleh seorang gadis aneh?"ujar Pemuda itu sambil mengacak-ngacak rambut hitam lebat miliknya.


kerajaan : Royal Smoldering Fire

"wahh...Blaze!kau sudah pulang?!hampir saja aku ingin mengirimkan pengawal untuk menjemputmu!bagaimana dengan acara berburumu?"tanya seorang raja, saat pemuda itu pulang-Blaze- dan masuk ke Throne Room menghadap Ayah handanya.

"yah...hampir tak mendapat buruan. Tapi aku dapat kelinci."ujar Blaze tanpa rasa malu, dan langsung berjalan pergi ke kamarnya untuk istirahat karna capek berburu.

Blaze terus menerus berjalan kesembarang arah sambil berpikir perempuan aneh macam apa tadi? hingga ia tak menyadari sudah sampai didepan kamarnya setelah berkeliling ke seluruh penjuru istana yang megah.

"maaf mengganggu pangeran. Sekarang sudah masuk jam makan malam, dan raja sudah menunggu pangeran di Dinning Room."ujar seorang pelayan yang sedang menunggu Blaze didepan pintu kamarnya.

"oh, aku akan segera kesana sesaat aku selesai mengganti bajuku"ujar Blaze seraya masuk kedalam kamarnya, dan menggunci pintu.

"memang sekarang sudah masuk acara makan malam?"tanya Blaze sambil menoleh kearah jam dinding didalam kamarnya.

"ini belum masuk jam makan malam, jangan-jangan...ayah meyuruhku segera kesana karna ada pertemuan...kumohon jangan sampai aku dijodohkan lagi..."pikir Blaze. Memang benar Blaze, akhir-akhir ini raja sangat suka mencarikan jodoh untuk Blaze...kalau ditanya kenapa?...

'itu agar aku bisa cepat-cepat memiliki cucu'itu yang akan dikatakan Raja, tetapi umur Blaze tertalu muda untuk menikah, dan mempunyai anak...ia masih ingin mengejar cita-citanya.

"pangeran Blaze!apa pangeran sudah selesai mengganti baju?"tanya pelayan Blaze dibalik pintu. Karna terlalu lama memikirkan tentang perjodohan, Ia jadi lupa kalau ia sedang ditunggu ayahnya.

"iyah...sebentar lagi!"


Gugup. Satu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati Blaze saat ia sedang dimeja makan berkumpul bersama dengan keluarga kerajaan...kerajaan..entah Blaze lupa nama kerajaan itu, yang terpenting anak rajanya(pangeran) itu benar-benar dingin dan cuek, padahal Blaze hanya ingin mencairkan suasana.

Sekarang Blaze hanya mengaduk-aduk makanannya yang ada dipiring, entah kenapa nafsu makannya hilang. Sebenarnya sekarang adalah acara pertemuan makan malan antara kerajaan Royal Smoldering Fire dan The Bright Flash Royal.

"ayahanda boleh aku kekamar kecil sebentar?"tanya pangeran dari kerajaan The Bright Flash Royal, sambil berdiri meminta izin pada raja kerajaannya.

"oh, sebentar. Blaze tolong temani pangeran Halilintar ke kamar kecil yah?"tanya raja kerajaan itu pada Blaze yang sedang melamun, seketika Blaze tersadar dan mengangguk, dan segera menunjukan tempat kamar kecil pada pangeran itu-Halilintar-

Raja dari kerajaan ini pun menengok kekanan dan kekiri, memastikan Blaze dan Halilintar sudah menjauh"kita harus menikahkan mereka secepat mungkin, mungkin kita kalau perlu cari perempuan dikerajaan kita!"ujar raja yang merupakan ayah dari Halilintar.

"aku takut anak kakek itu jahat!makanya dia minta anak kita menikahinya, agar kerajaan kita hancur."jelas ayah Blaze sambil mengetuk-ngetuk meja makan.

"jadi-"

TENG TONG~

Suara bell dikerajaan berbunyi memotong omongan dari ayah Halilintar. Seorang pelayan datang menunduk sambil berkata "kerajaan Kingdom Fierce Wind sudah datang yang mulia"ujar pelayan itu sambil membungkuk"persihlakan mereka masuk!"perintah Raja yang merupakan ayah Blaze.

"kau mengundang Kingdom Fierce Wind?"tanya raja kerajaan yang merupakan ayah Halilintar.

"ayahanda aku sudah selesai!"ujar Halilintar yang datang bersama Blaze yang sedang menguap. Dan segera Blaze dan Halilintar duduk ketempat mereka masing-masing.

"kau tahu kerajaan itu suka datang tak diundang..."

"hai~apa kabar~"

"Taufan jangan lari-lari dikerajaan orang!"

TBC OR DELETED


A/N: hai~Yaku datang lagi~maaf chap ini dikit,nulisnya ngebut...sampe lupa mau ngomong apa

Halilintar : itu udah ngomong

Me : gak usah diladenin

mohon mereview bila berkenan~