My Hero
.
Rated : T
.
Pair : Kyumin
.
Genre : Romance & Humor #gagal.
.
Warn : Yaoi, typo bertebaran dimana-mana, tidak sesuai dengan EYD, tanda baca yang kadang tidak sesuai, Membosankan, dll.
.
Disclaimer : Mereka milik diri mereka sendiri dan tuhan tapi FF ini milik saya. Dan ff ini hanya imajinasi saya saja.
DILARANG COPAS!
DON'T LIKE DON'T READ!
JANGAN MEMAKSAKAN DIRI ANDA UNTUK MEMBACA APABILA ANDA TIDAK SUKA! KARENA SAYA TIDAK AKAN MENANGGUNG APABILA ADA MARAH-MARAH.
.
.
.
.
.
.
.
Kyuhyun dan Sungmin sekarang tinggal bersama, yang tentu saja di apartemen Kyuhyun yang cukup luas.
"Apa aku harus tidur di sofa?" tanya Sungmin dengan raut wajah memelasnya.
"Tentu saja. Memang mau tidur dimana lagi, eoh? Di kamarku gitu?" tanya Kyuhyun sudah mulai normal –'itu' nya sudah tidak sakit.
"Ga papa di kamar kamu juga. Kita tidur bersama." Ucap Sungmin, mukanya berganti dari raut wajah memelas ke ceria.
BLETAK... Kyuhyun menjitak kepala Sungmin.
"Aww... appo..." rintih Sungmin sambil mengelus-elus kepalanya. "Kenapa menjitakku?" semprot Sungmin ke Kyuhyun.
"Kalau kita sekamar, nanti bagaimana kalau..." Kyuhyun tidak berani melanjutkan ucapannya.
"Kalau apa?" tanya Sungmin polos.
"Yah kalau aku keblabasan." Suara Kyuhyun melemah.
"Keblabasan? Maksudmu apa, sih?" tanya Sungmin masih juga polos.
"Yeah, itulah pokoknya." Jawab Kyuhyun kesal.
"Aku masih belum mengerti." Ucap Sungmin.
"Ya-ya sudah, tidak usah di bahas." Ucap Kyuhyun sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Ya sudah." Jawab Sungmin sambil mengangkat ke dua bahunya.
Kruyuk...kruyuk... Suara perut.
Suara itu adalah suara perut Sungmin. Sungmin langsung memegang perutnya dan nyengir ke Kyuhyun.
"Kau lapar?" tanya Kyuhyun. Sungmin mengangguk imut. "Baiklah, aku akan memasak dulu."
Kyuhyun berdiri dari duduknya dan berjalan ke dapurnya. Sungmin yang melihat Kyuhyun berjalan ke dapur hanya bisa tersenyum takjub.
'Tak ku sangka, ternyata namja seperti dia bisa masak juga.' Batin Sungmin takjub.
Sungmin langsung membersihkan sofa yang akan menjadi kasurnya itu.
.
.
Lama Kyuhyun berada di dapur hingga membuat Sungmin khawatir.
'Bagaimana kalau Kyuhyun tertusuk pisau saat sedang memotong? Bagaimana kalau Kyuhyun terbakar di dapur? Dan bagaimana kalau bla... bla... bla...' itulah pemikiran Sungmin, yang sepertinya sudah melayang kemana-mana.
Sungmin selesai membereskan ranjangnya –sofa- dan berjalan ke dapur Kyuhyun. Belum sempat Sungmin sampai di dapur Kyuhyun, dia sudah bertemu dengan Kyuhyun yang sedang membawa tempat nasi.
"Wah, sudah jadi rupanya!" seru Sungmin berbinar.
.
Kyuhyun POV
.
.
Akhirnya aku selesai juga memasak.
"Not bad." Ucapan itu yang keluar dari mulutku saat makanan yang aku buat selesai.
Aku tidak langsung mencicipinya. Karena aku yakin, pasti rasanya TIDAK ENAK. Kenapa aku berkomentar 'Not Bad'? itu bukan karena makananku yang sekarang lebih enak. Tapi, itu karena dapurku tidak mengalami kebakaran atau hancur. Kalau kalian mengira jawabanya 'Pasti makanan yang di buat Kyuhyun lebih enak dari biasaanya' itu jelas salah. Kalau masalah makanan sih, aku sudah yakin se yakin yakinnya kalau makananku tidak akan enak.
Aku tidak pernah membuat makanan walaupun hanya ramen atau apa pun itu. Aku hanya menggunakan jasa pengantar makanan. Payah sekali bukan memasakku? Aku tau itu. Aku tidak perlu membeli bahan makanan atau beras. Karena semua itu sudah ada di dalam lemari pendinginku. Semua bahannya masih bagus karena tidak pernah aku sentuh sama sekali. Yah, mungkin ada beberapa yang sudah menciut atau berkerut karena terlalu lama di lemari pendingin.
Pertama aku membawa tempat nasi untuk di berikan ke pembantu baru ku itu. eh, bukannya dia yang jadi pembantu, ku? Kenapa aku yang membuatkannya makanan? Ya sudahlah, anggap saja ibadah.
Tepat saat aku akan membawa makanan ini ke ruang makan, aku bertemu dengan Sungmin.
"Wah, sudah jadi rupanya!" ucapnya berbinar saat melihat masakanku. Padahal aku hanya menanak nasi.
"Bawa ini ke meja makan itu!" perintahku sambil menyerahkan tempat nasi –yang sudah ada nasinya- ini ke Sungmin.
Sungmin menerimanya dengan semanggat, "Ne, aku akan membawa nasi goreng ini." Ucap Sungmin semanggat.
'Tunggu, kenapa dia bilang nasi ku ini nasi goreng? Bukankah itu hanya nasi biasa?' tanyaku bingung.
Sungmin berlalu begitu saja sambil membawa nasi itu ke meja makan aparteman ini. Aku hanya bisa melihat cengo ke Sungmin.
.
.
Sekarang aku dan Sungmin sedang duduk berhadapan dengan beberapa hidangan yang ada di meja makan ini.
"Kyu..."
"Panggil aku 'TUAN'!" Titahku.
"Eh, iya, maksud ku Tuan. Kenapa masakkan yang tuan buat rata-rata berwarna gelap semua?" tanya Sungmin bingung sambil menunjuk semua makanannya. Aku akui semua makananku berwarna gelap semua, gosong.
"Itu karena aku menyukai warna gelap." Jawab ku mengelak.
"Oh, suka warna gelap. Saking sukanya sampai semua berwana gelap, ya? Bahkan sampai makanan sekali pun berwarna gelap." Ucap Sungmin polos dan percaya begitu saja atas ucapanku.
'Benar-benar namja yang mudah percaya.' Batinku prihatin.
Aku menyerahkan sumpit ke Sungmin. "Makanlah." Ucapku.
Sungmin menerima sumpit yang aku berikan dan mengangguk.
"Baiklah, aku akan memakan nasi goreng ini dulu."Sungmin menunjuk nasi biasa yang tadi sudah aku buat.
'Kenapa Sungmin bilang nasi yang ku buat ini nasi goreng, sih? Ah, aku tau. Pasti dia mengira warna gelap ini berasal dari kecap.' Kembali, aku membatin.
Sungmin langsung memasukkan nasi goreng itu ke mulutnya.
"Tapi itu bu—" ucapan ku terputus.
Purt... Sungmin menyemburkan nasi itu ke tepat di wajahku, tidak sengaja.
.
Kyuhyun POV END
.
.
Nomal POV
.
"Kya..! Kenapa menyemburku dengan makanan yang sudah masuk ke mulutmu? Kau ini jorok sekali!" omel Kyuhyun kesal. Kyuhyun mengusap wajahnya yang sudah kotor.
"Mianhae, aku tidak sengaja menyemburmu." Sungmin membantu membersihkan muka Kyuhyun.
"Sudah, aku bisa membersihkannya sendiri." Kyuhyun menepis tangan Sungmin yang sedang membersihkan mukanya.
Sungmin pun menurut. Dia tidak lagi membantu membersihkan muka Kyuhyun, dia kembali duduk.
"Mianhae." Ucap Sungmin lirih sambil menunduk.
"Jangan di ulang lagi!" seru Kyuhyun tajam.
Sungmin mengangguk lemah, "Habisnya nasi gorengmu tidak enak." Ucap Sungmin pelan, takut menyinggung Kyuhyun.
"Siapa bilang itu nasi goreng?" tanya Kyuhyun masih saja sengit.
Sungmin mendongakkan kelapanya, "Kalau bukan nasi goreng, terus apa?" tanya Sungmin bingung.
"Tentu saja nasi biasa." Ucap Kyuhyun, sambil mengambil tisu yang ada di meja makan itu.
"Masa nasi biasa? Setau aku, nasi biasa itu berwarna putih. Lah ini kok berwarna cokelat kegelap-gelapan? Bukankah ini di beri kecap?" tanya Sungmin polos.
"Itu bukan aku beri kecap. Itu karena gosong." Ucap Kyuhyun masih menggunakan tisu untuk mengelap wajahnya.
"Gosong?" tanya Sungmin.
"Ne, GOSONG. G-O-S-O-N-G, GOSONG!" Kyuhyun meyakinkan bahkan sampai mengeja kata itu.
"Pantes makanannya tidak enak. Orang gosong." Ucap Sungmin tidak pelan.
Kyuhyun menghentikan aktivitasnya menugusap wajah saat Sungmin mengatakan itu. Sungmin yang melihat itu langsung menutup mulutnya.
'Eh, ke-ce-plos-an...' batin Sungmin.
"Mianhae.." Sungmin langsung meminta maaf, takut perkataannya yang tadi menyinggung perasaan Kyuhyun.
"Bahkan sangat tidak enak." Ucap Kyuhyun dan kembali mengusap wajahnya dengan tisu yang baru.
Sungmin melotot saat Kyuhyun mengatakan itu.
"Aku kira kau akan marah padaku." Ucap Sungmin.
"Untuk apa aku marah?" tanya Kyuhyun. Dia menaruh tisu yang di gunakan untuk mengusap wajahnya karena mukanya sudah bersih.
"Karena aku sudah bilang bahwa masakanmu tidak enak." Ucap Sungmin pelan.
Kyuhyun tersenyum meremehkan, "Kalau kau berkata bahwa makananku enak, sungguh KETERLALUAN." Ucap Kyuhyun menekan kata terakhir di ucapannya.
"Jadi kau sadar bahwa masakanmu tidak enak?" Sungmin bertanya.
"Tentu saja aku sadar. Karena dari dulu, aku memang tidak pernah memasak dan aku tidak bisa memasak." Ucap Kyuhyun.
"Syukurlah. Jadi aku tidak perlu menyadarkanmu bahwa masakanmu itu tidak enak." Ucap Sungmin.
"Hm... tidak enak." Ucap Kyuhyun sambil mengangguk.
"Bahkan sangat tidak enak." Sungmin menimpali.
"Yap, memang sangat tidak enak." Kyuhyun membenarkan.
"Bahkan kalau ada orang kelaparan dan hanya ada satu restoran yang di sana dan itu adalah masakanmu, bisa di jamin. Pasti orang itu akan langsung mati di tempat."
"Hey, kenapa semakin lama ini seperti menghinaku?" tanya Kyuhyun mulai kesal karena dia merasa itu semakin menjerumus ke penghinaan.
"Aku bukan menghina, aku hanya berkata jujur. Apa perkataanku salah, tuan?" tanya Sungmin mulai berani.
"Yah, kau mulai berani melawan tuanmu, eoh?" tanya Kyuhyun meninggikan suaranya.
"Bu-bukan maksudku untuk melawanmu, tuan." Sungmin menciut.
"Jangan berani melawanku kalau kau tidak ingin di pecat!" Kyuhyun kembali mengancam.
"Baik tuan." Ucap Sungmin sambil menganggukkan kepalanya. "Ehm, tuan, bagaimana kalau saya yang memasak untuk tuan? Bagaimana? Maukah?" tanya Sungmin.
"Memang itu tugasmu. Kau kan pembantuku jadi, kau memang harus membuatnya tanpa aku suruh."
'Oh iya ya, aku kan memang harus melayaninya.' Batin Sungmin membenarkan.
Sungmin berdiri dari duduknya, "Baiklah, tunggu beberapa menit. Oke!" Sungmin menpertemukan jari telunjuk kanannya dengan ibu jari kananya, berbentuk huruf 'O'.
"Ne, oke." Balas dengan gaya yang sama dengan Sungmin tadi.
.
Tidak lama kemudian...
.
Sungmin datang dengan membawa dua piring di tangannya. Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun yang masih duduk, menaruh salah satu piring di depan Kyuhyun.
"Makanlah." Ucap Sungmin, duduk di kursi depan Kyuhyun.
Kyuhyun mengambil makanan yang di buat Sungmin dengan satu sedok penuh. Menghirup aromanya terlebih dahulu lalu memakannya. Kyuhyun mengunyah makanan itu lalu menelannya.
"Tak ku sangka. Padahal hanya nasi goreng biasa tapi, rasanya enak." Kyuhyun kembali menyodokkan sendoknya ke nasi goreng itu lalu, memasukkannya ke mulut. "Mashita~" Komentar Kyuhyun lagi.
Sungmin hanya tersenyum senang saat Kyuhyun memuji makanan yang di buatnya. Dia juga ikut memakan makanannya.
.
Mereka pun akhirnya selesai menghabiskan makanan itu. Kyuhyun berdiri dari duduknya.
"Bereskan sampai bersih!" perintah Kyuhyun.
"Semua?" tanya Sungmin.
"Tentu."
"Yang di dapur juga?" tanya Sungmin lagi.
"Ya iyalah."
"Tapi, yang membuat dapur itu berantakkan sekali kan kamu. Sebelum aku masuk ke dapurmu juga dapur itu sudah berantakkan." Ucap Sungmin tidak terima apabila dirinya harus membersihkan dapur yang sangat berantakkan.
"Untuk apa aku membersihkan dapurku kalau sekarang di apartemenku ada—"
"Iya aku tau. Aku akan membersihkannya." Ucap Sungmin memutus ucapan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Sungmin membereskan meja makan dengan muka di tekuk. Kyuhyun berjalan ke kamar yang sudah ia alih fungsikan menjadi tempat game.
Langkah Kyuhyun berhenti dan berkata sesuatu, "Kau tetap tidur di sofa." Ucap Kyuhyun tanpa berbalik. Setelah mengatakan itu, dia kembali berjalan dan masuk ke ruangan tempat gamenya.
Sungmin hanya bisa mengejek Kyuhyun dari belakang. Sungmin membersihkan meja makan dengan sangat bersih. Setelah itu, dia membawa piring sisa bekas makan mereka ke dapur. Saat Sungmin sampai di dapur, dia hanya bisa mendengus kesal.
"Padahal tadi dia hanya menanak nasi dan membuat mie ramen tapi, kenapa ada bayam, rambutan, dan kulit durian di sini?" Sungmin heran.
Sungmin berjalan sangat berhati-hati dan sedikit berjinjit. Sungmin menaruh bekas piring itu ke tempat yang sudah di sediakan. Sungmin mulai mengambil bahan-bahan yang berada di lantai.
"Kalau bukan gara-gara 'dia' aku tidak akan datang ke Korea dan bekerja seperti ini." Sungmin mengomel di sela aktivitasnya membersihkan dapur.
.
.
Akhirnya Sungmin selesai juga membersihkan dapur yang tadinya sangat berantakkan itu. Sungmin mengelap keringatnya yang bercucuran.
"Sangat menguras tenanga. Padahal hanya membersihkan dapur tapi berasa seperti berlari mengelilingi lapangan bola 3 kali lebih." Sungmin melihat dapur Kyuhyun yang sekarang sudah kinclong itu. Sungmin tersenyum senang saat melihat hasil kerjanya. "Kalau bersih begini kan enak dipandang." Ucap Sungmin senang.
Sungmin melihat ke jam dinding yang tidak berada jauh darinya.
"Ya ampun 3 jam aku membersihkan dapur."
Sungmin mencium bajunya yang sudah bau karena keringat. Sekarang hari sudah cukup sore, sekitar pukul 17.00 KST.
"Lebih baik aku mandi. Pasti akan segar."
Sungmin mencari kamar mandi apartemen ini dan ketemu. Dia masuk ke kamar mandi lalu menguncinya. Baru saja dia akan membuka bajunya tapi, dia teringat sesuatu.
"Aku kan tidak membawa baju lagi. futh.. terpaksa aku menggunakan baju ini lagi." ucap Sungmin.
Akhirnya dia pun terpaksa menggunakkan baju itu lagi. Sungmin sebenarnya sangat risih saat harus menggunakan baju yang di gunakan itu. Baju yang sudah menyerap keringat sejak dia berkelahi dengan dua namja yang berotot, berlari buat menghindar dari mereka, dan membersihkan dapur yang sangat kotor. Bisa bayangan keringat yang banyak itu? dan dengan terpaksanya Sungmin memakai baju itu lagi.
.
Selesai mandi, Sungmin berjalan ke ranjangnya –sofa- dan tidur di sana, menatap langit-langit atap apartemen ini, merenung.
"Andai ini bukan karenamu. Pasti aku tidak akan datang ke Korea hingga aku tidak akan bertemu dengan namja yang menyebalkan ini." Setelah mengatakan itu Sungmin pun tertidur karena kelelahan.
Ada yang tau Kyuhyun dimana? Mari kita tenggok keadaan Kyuhyun dimana.
Sekarang Kyuhyun sedang berada di tempat ke sukaannya. Apa lagi kalau bukan kamar yang sudah di alih fungsikan oleh Kyuhyun menjadi tempat game. Sekarang Kyuhyun sedang bermain game dengan sangat menghayati.
.
Kyuhyun terus bermain hingga dia tidak sadar bahwa di luar hari sudah gelap. Matahari sudah kembali bersembunyi dan sekarang giliran bulan lah yang menyinari dan menerangi bumi. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 KST. Bukankah itu sudah malam?
Kyuhyun bermain game sejak selesai makan tadi hingga sekarang. Apa dia tidak pegal?
Kyuhyun yang merasa sudah pegal itu pun berdiri, merengangkan otot-otot yang seolah kaku itu, mematikan PS 3 nya dan berjalan keluar.
"Pegal juga." Keluhnya sambil memplitekkan jari-jarinya.
Karena haus, dia pergi ke ruang makan. Sempat melihat Sungmin yang tidur di sofa dengan selimut yang jatuh ke lantai –sekarang Sungmin tidak memakai selimut- tapi dia tidak peduli. Kedua kamar aparteman itu terletak saling berhadapan dengan pemisahnya adalah ruang TV atau ruangan tempat tidur Sungmin dengan sofanya yang menjadi ranjang Sungmin itu. Jadi, saat Kyuhyun keluar dari ke dua tempat itu maka dia akan langsung melihat ranjang –sofa- Sungmin. Sedangkan ruang makan terletak di sebelah tempat game Kyuhyun.
Setelah sampai di ruang makan, Kyuhyun langsung mengambil gelas, meminum air itu hingga habis.
"Lebih baik aku tidur." Ucap Kyuhyun setelah selesai menaruh gelas itu di meja.
Kyuhyun berjalan ke kamar dan melihat Sungmin tidur seperti ke dinginan. Merasa kasian, Kyuhyun pun mengambil selimut yang tergeletak di lantai dan menyelimuti Sungmin.
Kyuhyun tidak langsung kembali ke kamar setelah menyelimuti Sungmin. Kenapa? Karena dia telah memandang wajah Sungmin yang sedang tertidur. Kyuhyun jongkok dan menggunakan jari telunjuknya untuk menelusuri lekuk wajah Sungmin.
"Tak ku sangka, padahal dia namja tapi, wajahnya sangat manis dan halus." Jari telunjuknya ia ganti saat tiba di bibir Sungmin. Ia mengganti jari telunjuknya dengan ibu jarinya.
Meraba-raba bibir Sungmin dan berkata, "Bahkan bibirmu pun sangat menggoda." Ucap Kyuhyun.
Kyuhyun yang sadar dengan kelakuaannya itu pun langsung menjauhkan tangannya dari wajah Sungmmin dan langsung berdiri.
'Berada di dekatnya membuatku berpikiran kemana-mana.' Ucap Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun berdiri dan jongkoknya dan membalik badannya untuk berjalan. Baru Kyuhyun hendak melangkah tapi, langkahnya berhenti saat Sungmin ngelindur, ngomong sambil tidur.
"Kalau bukan karena mu, aku tidak akan ke Korea. Walaupun ummaku berada di Korea tapi, tetap saja aku ingin pulang ke China. Sekarang kau dimana?" setelah mengatakan itu Sungmin diam sambil mengganti posisi duduknya memunggungi Kyuhyun –tadi tidak-.
Kyuhyun bingung dengan maksud ucapan Sungmin. Kyuhyun pun membalikan badannya dan berjalan mendekati Sungmin.
"Heh, kau tadi bicara apa?" Kyuhyun menguncang-guncang bahu Sungmin. Sungmin masih tertidur. "Heh, kau bicara apa?" Kyuhyun menambah intensitas guncangan pada bahu Sungmin.
Sungmin tiba-tiba duduk dengan mata yang masih terpejam dan berkata, "KAU DIAM! DAN JANGAN MEMBANGUNKANKU! KALAU KAU MEMBANGUNKANKU, AKU AKAN MENYURUH APPA ME-ME-CAT-MU!" Sungmin membentak dengan begitu kerasnya.
Setelah membentak Kyuhyun –walaupun dia masih dalam keadaan tidur-, Sungmin pun kembali menjatuhkan dirinya dan tidur.
Kyuhyun hanya cengo saat melihat Sungmin begitu.
"Dia itu kenapa sih?" tanya Kyuhyun dengan mengaruk kepalanya yang tidak gatal. "Dasar aneh." Ucap Kyuhyun dan berjalan lagi ke kamarnya untuk tidur.
.
.
Paginya...
.
Sungmin bangun terlebih dahulu. Tanpa di suruh, Sungmin mengerjakan pekerjaan rumah ini. Di mulai dari membersihkan debu yang banyak ini. Sesekali di harus bersin saat membersihkan salah satu parabot yang ada di sana.
Sedang asik-asiknya Sungmin membersihkan rumah ini tiba-tiba, Sungmin mendengar teriakkan dari kamar Kyuhyun.
"HUWA..! AKU TELAT!" begituah teriakannya. Teriakkan itu tak lain dan tak bukan adalah Kyuhyun.
Kyuhyun keluar dari kamar dengan baju yang bagus dan sudah wangi. Dia sudah mandi karena di kamarnya juga ada kamar mandi. Dia membuka pintu kamarnya sendiri dengan keras. Tas rangsel sudah di gendongnya. Dengan cepat ia berjalan mendekati Sungmin.
"Kenapa tidak membangunkanku?" tanya Kyuhyun kesal. Sungmin terpaksa menghentikan acara bebersihnya dan terpaksa meladeni ucapan Kyuhyun.
"Memangnya sepagi ini kau ingin kemana?" tanya Sungmin polos.
"Tentu saja kuliah." Ucap Kyuhyun.
"Kau sudah kuliah?" tanya Sungmin tidak percaya.
"Tentu saja sudah. Kenapa? Aku terlalu muda ya untuk ukuran mahasiswa." Kyuhyun narsis.
Sungmin memeletkan lidahnya saat mendengar ucapan Kyuhyun yang narsis.
"Apanya yang tidak terlalu muda? Mukamu itu terlalu pemborosan." Ucap Sungmin, keceplosan.
'Eh, ke-ce-plos-an..' batin Sungmin lagi.
Sungmin langsung menutup mulitnya saat Kyuhyun memplototkan matanya.
"Dasar tidak sopan!" seru Kyuhyun dan mulai berjalan mendekati rak sepatu yang berada di samping pintu masuk apartemen ini. Sungmin mengekor Kyuhyun dari belakang.
Kyuhyun duduk dan menggunakan sepatunya sedangkan Sungmin, dia masih berdiri di belakang Kyuhyun.
"Mianhae.." ucap Sungmin lirih.
"Sudahlah tidak usah di bahas. Aku berangkat dulu." Pamit Kyuhyun sambil membuka pintu apartemenya. Baru satu kaki Kyuhyun yang keluar tapi, Sungmin berkata sesuatu.
"Anda memaafkan ku, tuan?" tanya pelan dan sopan.
"Hhmm..." Kyuhyun mengangguk.
"Mianhae.." sekali lagi Sungmin meminta maaf.
"Aku sudah memaafkan. Jangan meminta maaf lagi! aku bosan."
Sungmin tersenyum senang saat Kyuhyun mengatakan itu.
'Berarti dia memaafkanku.' Batin Sungmin senang.
Setelah mengatakan itu Kyuhyun pun keluar dari apartemennya, berangkat kuliah.
"Hati-hati di jalan!" teriak Sungmin dari dalam apartemen Kyuhyun.
.
Normal POV END
.
.
Sungmin POV
.
Aku jadi merasa bersalah gara-gara ini. Kenapa susah menghilangkan sifat blak-blakkan ku ini sih? Beruntunglah Kyuhyun tidak marah padaku. Kadang aku merasa kesal dengannya tapi juga kadang aku merasa takjub dengannya.
"Sebaiknya aku mandi dulu. Lagian apartemen ini juga sudah bersih." Ucap Sungmin dan menaruh lap yang tadi dipegangnya.
Dia berjalan ke arah kamar mandi –yang bukan di kamar Kyuhyun-. Baru Sungmin hendak membuka bajunya tapi, dia teringat...
"Masa aku harus menggunakan baju ini lagi? Lebih baik aku pinjam baju Kyuhyun saja." Sungmin menurunkan lagi bajunya dan berjalan ke kamar Kyuhyun untuk meminjam baju Kyuhyun.
Sungmin POV END
.
.
Kyuhyun POV
.
Aku terpaksa turun dengan terburu-buru. Saat aku sudah berada di tempat parkir apartemen ini. Aku merogoh kantong celanaku dan sial! Kunci mobilku tertinggal. Dengan terpaksanya aku kembali lagi ke atas untuk mengembil kunci mobil ku.
.
Aku masuk ke apartemenku tanpa memberi salam terlebih dahulu. Aku masuk untuk mengambil kunci yang berada di kamar. Mataku melihat pintu kamarku yang sudah terbuka.
'Siapa yang berani masuk ke kamarku? Jangan-jangan dia lagi.' Kyuhyun berkata dalam hati.
Aku mengendap-endap dan mengintip. Mataku terbelalak saat aku melihat...
"YAH APA YANG KAU LAKUKAN, EOH?" tanyaku kesal, keluar dari tepat persembunyianku.
"Aku hanya..."
.
.
TBC
.
.
Saya kembali... #PLAK. Ok saya bikin kok lanjutannya tapi kayanya ga akan panjang, OKE...
.
