Disclaimer : Naruto dan Campione serta unsur-unsur anime lainnya bukan milik saya.

Warning : OOC, Typo, AU, Half-Godlike, Godlike dan sebagainya.

.

.

.

.

.

.

Chapter 2 : Seorang Raja

.

Pernah aku berpikir, jika aku bisa menjadi yang terkuat orang tidak akan memandangku takjub hanya karena putra dari seorang Ksatria legenda. Tapi, kenapa? Saat aku memperolehnya semuanya pergi….. dan kesendirian mendatangiku

.

"Hei, Juubi…."

Pemuda berambut kuning itu menatap pada mata tunggal makhluk super besar dihadapannya itu. Mata merah dengan pola riak air dengan beberapa koma pada tiap lingkarannya yang menurutnya sangat…. Keren.

"Matamu sangat keren, kapan kau mengizinkanku untuk memilikinya?" tanyanya dengan wajah antusias.

Juubi memandangnya datar melalui wajah angker miliknya. "Kau sudah keberitahu berapa kali, jika kegelapan hatimu belum kau buang syarat pertama takkan terpenuhi." Juubi membalas tegas dengan tetap memasang wajah angkernya.

"Ha'I ha'i. jika itu tak kulakukan maka aku akan berakhir seperti Jashin'kan?"

Naruto menambahkan dengan cengiran lebarnya.

"Kau sudah tahu dan kenapa masih nanya mulu? Pergilah dari sini kau kedatngan tamu tuh!"

Naruto mengangguk-ngangguk mengerti, berlama-lama disini juga membuatnya bosan mengingat daya humor milik makhluk besar ini amatlah tidak ada.

"Okelah, Jaa Juubi…." Ucapnya pada makhluk mistis yang menjadi sumber kekuatan tak terbatas Jashin yang sekarang menjadi miliknya.

Tubuhnya perlahan berubah transparan dan menghilang dari sana meninggalkan makhluk berekor sepuluh sendirian. Mata tunggal istimewanya menatap pada tempat pemuda kuning yang kini menjadi inangnya secara tak langsung akibat dirinya kalah melawan Dewa kematian Jashin, karena kekuatannya yang besar Jashin menelan dirinya menjadikan ia sebagai kekuatannya, lalu Jashin menggila karena tak memenuhi syarat-syarat untuk tak terkena efek sampingnya, pertarungan empat tahun lalu antara ksatria muda Naruto melawan Jashin yang menurutnya aksi gila bin nekat Naruto melawan Jashin namun bocah itu berhasil memenangkannya dan berakhirlah ia disini menjadi bagian dari pemuda kuning itu karena Campione bukan hanya seorang pembunuh dewa, bukan hanya merampas kekuatan sang dewa, tapi juga semua yang dimiliki sang dewa : Pasukan, Wilayah, Tahta, Harta, dan semuanya.

Ada satu alasan kenapa Juubi memberitahukan syarat-syarat yang harus terpenuhi dalam penggunaan kekuatannya tanpa adanya efek samping seperti menjadi gila seperti Jashin. Hal itu dikarenakan pemuda kuning itu membuatnya tertarik. Tertarik bukan dalam artian suka sesama jenis –dia sudah lupa jenis kelaminnya apa- ia merasa bocah itu akan mengungkap kebenaran dunia yang penuh tipuan ini.

Acara nostalgia Juubi terhenti saat mendengar suara yang membuatnya penasaran dan mulai memfokuskan diri untuk menyambungkan penglihatan dan pendengarannya dengan sang inang.

*Dengan Naruto*

Beberapa setelah keluar dari alam bawah sadarnya, perlahan kelopak matanya terbuka menampakkan bola mata biru sedalam samudera yang indah.

Sebuah objek hidup tertangkap oleh indera penglihatannya. Seorang wanita cantik memakai gaun putih yang biasa dipakai para Dewi Yunani, rambut cokelat panjang bergelombang keemasannya berkibar terbawa angin dari pintu kaca geser apartemen miliknya yang sedikit terbuka.

Cahaya rembulan yang bersinar memasuki kamar apartemen melalui yang belum tertutupi tirai membuat kulit putih bersih nya terlihat jelas membuat kesan memukau untuk yang melihatnya.

Hanya dari sekali lihat saja Naruto sudah tahu siapa Dewi dihadapannya ini, istri dari Dewa pandai besi Hefaistos yang ia bunuh beberapa bulan lalu sekaligus kekasih/selingkuh dari Dewa yang ia bunuh minggu lalu sang Dewa perang Ares.

"Afrodit?"

Sebelas alisnya terangkat, tidak biasanya dewi satu ini datang dengan baik-baik. Biasanya Afrodit akan langsung menduduki tubuh dan mendesah-desah aneh.

Oke, bukan berarti Naruto menginginkan hal tersebut terjadi , bukan berarti ia menginginkan hal ecchi terjadi antara ia dan Dewi cinta ini. Tapi-

"My Lord.."

Suara halus nan lembut keluar daribibir mungil berlipstik keemasan tersebut.

Naruto cengo, sadar acara cengo nya saat merasakan sesuatu yang familiar kenyal-kenyal lembut gimana gitu beada didada bidangnya yang memakai selesai benangpun. Matanya membulat saat melihat bahwa ia sekarang sedang dipeluk oleh Dewi cinta ini.

"My Lord, aku sudah selesai dari proses 'penyucian' yang anda minta."

Suara lembut itu mengalun indah ditelinganya, membuat otaknya mengingat kejadian beberapa bulan lalu setelah sukses membunuh Dewa Yunani Hefaistos. Afrodit loncat kegirangan sambil memeluk tubuhnya yang penuh luka oleh serangan berbagai macam senjata –secara Hefaistos'kan Dewa pandai besi- dari Dewa pincang tersebut.

Karena puyeng melihat tingkah Dewi cantik dan seksi ini, Ide jail melintas dikepalanya 'hitung-hitung percobaab' Naruto mengirim Dewi cinta tersebut ke dimensi khusus untuk menjalani penebusan dosa dan siksaan yang pantas untuk mereka.

Tubuh yang penuh dosa haruslah dihancurkan, digantikan dengan tubuh baru yang masih suci.

Membayangkan siksaan apa saja yang dialami oleh Dewi cantik yang suka selingkuh ini membuatnya merasa bersalah, bersalah karena kejailannya yang berlebihan itu membuat Dewi cantik ini mengalami siksaan yang Dewa sekalipun tak bisa menghindarinya.-dikarenakan Dewa kematian Jashin Zeuspun tak bisa menandinginya-.

"Aku milikmu sekarang, istri yang akan selalu patuh dan setia padamu selamanya, My Lord."

Jiaahhh! Ap-ap-apa katanya tadi? Istri?oh no, memiliki istri cantik, seksi, dan super-duper aduhai ini pastilah membawa beban mental untuknya yang hanya seorang remaja yang akan menginjak usia 17 tahun.

Bagaimana kalo kakek mesumnya Jiraiya tahu? 'kau hebat Naruto, memberiku Inspirasi baru untuk novelku. Sebagi hadiahnya ini adalah buku Icha-icha paradise complete untukmu'. Oh, tampaknya tak masalah deh, icha-icha paradise complete hihihi.

Tapi bagaimana dengan sang nenek yang awet muda itu 'bocah, aku menyuruhmu sekolah bukan menikah. mati saja KAUUUU'.membayangkannya saja sudah merinding –berharap ketika bertemu sang baa-chan tercinta ia masih bisa melihat hari esok.

Tapi rasa bersalahnya mengalahkan semua pikiran absurd miliknya. Baiklah sudah ia putuskan, bahwa ia akan menerima gadis cantik ini sebagi istrinya. Gadis? Sudah saya menuliskan Tubuh yang penuh dosa haruslah dihancurkan, digantikan dengan tubuh baru yang masih suci. 'tubuh baru' dan 'masih suci'dirimu sekalian pastilah sudah tahu maksudnya'kan?

"sudahlah." Sepasang tangan kekarnya ia bawa, mengangkat tubuh dewi cantik itu dari atas tubuhnya membuat wajah cantik sang Dewi memandang Raja muda tersebut. Naruto dapat melihatnya, bola mata cokelat keemasan, bulu mata lentik, kulit putih susu, bibir mungil dengan sedikit warna merah muda membuatnya harus meneguk ludah berkali-kali. Ia tahu Afrodit itu cantik, tapi secantik inikah dulu?

cup

satu kecupan ia daratkan pada bibir mungilnya. Membawa tubuh sang Dewi dalam pelukannya, inikah pesona sang Dewi cinta? Membuat para Dewa mengaguminya dan membuat Dewi iri padanya. Apapun itu ia mungkin akan sangat posesif pada istrinya ini.

#...#

Memandang awan rasanya sudah menjadi hal wajib baginya akhir-akhir ini. Semenjak menjadi Campione dan terlibat dalam dunia supernatural membuat lebih baik menjadi awan melayang dilangit tanpa beban.

"yo, siscon!"

Ck, suara ini! Pasti milik pemuda berambut gaya durian sahabat baiknya semenjak kelas satu SMA di KHS sampai sekarang. Apa-apaan kata panggilannya itu? Siscon? Tentu saja bukan ia hanya khawatir kalau adiknya itu kenapa-napa, wajar'kan bila dirinya takut terjadi sesuatu pada adik satu-satu itu. Dan sekali lagi dirinya bukan pengidap Sister-complex.

"Naruto? Kemana saja kau tiga hari ini? Setelah tak sekolah selama 1 minggu penuh, saat kembali masukpun kau hanya mengikuti 2 jam pelajaran lalu tak masuk 3 hari. Ck, mentang-mentang murid pintar selalu masuk peringkat 5 besar membuatmu bias masuk sekolah sesukamu.-dan juga berhenti memanggilku siscon, kuning". Oh, rasanya sudah lama ia mengomeli kelakuan teman kuningnya ini.

"hmm, Godou bangunin diriku jika sudah istirahat pertama, oke."

Bocah ini.-kedutan kuat pada jari tangannya- ocehannya tak ditanggapi, ingin rasanya ia menggunakan kekuatan [Banteng] nya untuk melempar bocah ini kelangit lalu di sundul oleh [Babi] kepunyaannya. Senyuman sadist tercipta pada bibirnya membayangkan setiap siksaan pada tubuh-

"ssstt, lihat rumor tentang duo homo benar adanya."

"padahal Naruto lumayan keren kenapa memilki fetish aneh dengan Godou."

"Maniak."

Ugh, rasanya ia ingin mengubur diri saja.

.

.

"Kusanagi-san bisa minta waktunya sebentar."

Godou menatap bingung pada remaja se-usianya yang mengajaknya bicara. Yamanaka Ino, gadis berambut pirang dikuncir kuda itu tersenyum padanya. Pandangannya beralih pada pemuda yang tertidur pada meja disampingnya.

"tolong tunggu sebentar ya.-hei, Baka cepatlah bangun." Ucapny sambil membangunkan sahabatnya.

"enghh,"

Perlahan kepala kuning yang acak-acakan itu bergerak-gerak lalu terangkat menampakkan wajah berkulit tan menggoda. Iris biru berubah tajam saat menyadari dua gadis berambut pirang di depannya.-karena mejanya bersebelahan dengan Godou-.

"Naru-nii.." gumam Naruko lirih sejujurnya ia ikut Ino bukan hanya ingin menemaninya saja tapi juga ingin melihat sang kakak kembar yang entah kenapa sangat membenci dirinya serta ibu.

"oy, siscon. ini sudah istirahat?" menghiraukan pada gadis yang identik dengannya itu, Naruto memilih melihat Godou yang memandang bingung dirinya dan Naruko.

"y-yeah. Mau makan bento bareng?" menghiraukan Naruto yang lagi-lagi memanggilnya 'siscon' Godou membalasnya dengan agak gugup.

"oh, yeah. Tak biasanya kau membawa bento, eh." Ledek Naruto pada raja ke-delapan itu.

"seperti kau biasa bawa bento."

"Kusanagi-san, kalau mau kamu dan temanmu bisa bergabung dengan kami di atap." Tawar Ino dengan ramah.

Godou melirik Naruto mencoba meminta pendapat sahabatnya ini. Naruto balas melirik dengan kode-'karepmu le'. Godou Mengangguk lalu menatap Ino.

"baiklah kurasa tidak ada salahnya."

.

.

.

Perjalanan menuju atap ternyata tak selancar yang diduga, setiap berpapasan dengan salah murid Godou harus menerima tatapan tajam dari mereka. Mau bagaimana lagi berjalan dengan siswi populer sekaligus idola merupakan keinginan mereka.

"huh, tatapan mereka itu seakan mau membunuhku." Keluh Godou saat tiba diatap terlihat disana sudah ada murid-murid popular lainnya, seperti Uchiha Sasuke, Hyuuga Hinata, Shimura sai, Inuzuka Kiba, Aburame Shino, Nara Shikamaru lalu murid yang biasa-biasa saja –menurutnya- Akimichi Chouji, Haruno Sakura dan juga

"Erika?" merasa namanya dipanggil Erika dapat melihat sosok yang ditunggunya.

"Godou…." Melupakan sekitarnya Erika berlari kearah Godou dengan latar bunga-bunga disekitarnya. "….aku kangen."

.

.

.

Makan siang yang menarik bagi para remaja ini. Bercanda ria bersama sahabat mereka yang sekelas maupun tidak sekelas. Adu deathglare masih terjadi antara Naruto dan Sasuke, masalah yang terjadi diantara mereka? Karena Naruto yang menolak dengan agak kasar saat Naruko menawarinya bekal yang ia bawa -bagaimanapun ia selalu dititipi oleh ibunya untuk sang kakak- dan terjadilah Deathglare anatara dua pemuda yang dulunya bersahabat.

"apa masalahmu Uchiha?"

"hn, kau sudah apa masalahnya."

"itu bukan urusanmu Uchiha."

"urusanku karena ia sudah kuanggap saudari"

Satu alis nya terangkat saudari? Heh, suatu hal yang tak bisa ia percayai keluar dari mulut Uchiha ini.

"ano, Yamanaka-san, bisa jelaskan sekarang apa yang ingin kau bicarakan?" Godou merasa Susana kian memanas dan ia berusaha mencairkannya.

" oh soal itu," berdehem sebentar sambil melirik teman-temannya untuk diam.

"ehm, kami disini ingin membuat kesepakan denganmu…" matanya mengerling nakal pada pemuda berambut hitam yang diakui sebagai kekasih petarung utama Copper-Black Cross Erica Blandelli.

"raja pemguasa ke-8"

Angin berhembus melewati tempat acara makan bersama para remaja itu. Suasana menjadi serius, mata Godou bergerak-gerak liar seakan menahan suatu hal.

TBC

sampai disini saja, kurasa kalian sudah tahu dewa apa saja yang telah dibunuh oleh Naruto. dan disini agak beda dengan LN-nya bukan hanya kesaktian dewa tersebut yang didapat tapi juga semua hal yang menjadi kekuasaannya. Godou dan Naruto bersahabat sedang dengan para rookie enggak entar kesananya dijelasin kok hehe...

berhubung disini kekuatannya para campione itu setingkat dewa jadi saya memilih Godlike dan half-godlike maaf buat yang tak suka disini masih perawan kok, pair bisa nambah..

terima kasih untuk para reviewer chap satu buat yang belum review, reviewnya ditunggu fandom crossover sekarang kacau bangat kawan kalian setuju'kan? update selanjutnya Naruto dxd : missions

thank to : Supreme Evil King,Guest(1),Guest(2),Namikaze,Yami nugroho, ajis ibrahim 9,Yami No Be, samsul hutamara, riki ryugasaki 94