Xiumin Cheating, Chen Anxious

.

Main Cast :

ChenMin (Kim Jongdae aka Chen EXO-M x Kim Minseok aka Xiumin EXO-M)

Other member SM

Genre : one shoot, failure drama, failure romance.

Rate : T mendekati M

Disclamer : Castnya jelas punya SMEnt dan orang tua mereka tapi fict ini jelas punya author. Author terinspirasi salah satu manga. Karena author pecinta manga.

Warning : yaoi (boy x boy), abal, typo(s), gaje, non EYD, DLDR.

.

.

.

Previous chapter

"Tentu saja. Kenapa aku harus berhenti jadi namjachingumu? Aku tidak akan pernah berhenti jadi namjamu sampai kau yang menginginkannya. Kecuali jika kau yang memintaku untuk berhenti jadi namjachingumu. I'm still totally yours, Dae-ie." Xiumin melingkarkan tangan kecilnya dibawah leher Chen, mengeratkan pelukan Chen. Chen menghela nafas lega. Mengecupi kepala Xiumin berkali-kali. "Dae-ie, sebenarnya apa yang terjadi? Kau terlihat tidak baik kali ini. Seharusnya kan kau bahagia? Bukankah besok kita diberi libur beberapa hari setelah jadwal padat kita? Apa tidak merasa bahagia, eum?" Xiumin menegakkan tubuhnya, menyangganya dengan kedua tangannya yang berada di kedua sisi kepala Chen. Menatap lembut wajah tegas Chen. Tersenyum tulus seperti biasa Xiumin tersenyum untuknya, senyum yang bisa membangkitkan semangatnya. Chen pun membalas senyumnya singkat. Tapi tak lama menghembuskan nafasnya kesal. Memalingkan wajah dari Xiumin dan kembali kaku seperti biasa.

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

"Gwenchanna. Hanya saja, akhir-akhir ini aku merasa ada seseorang yang mengabaikan aku. Orang itu tidak pernah membalas pesan singkatku, kalaupun membalas pasti hanya ala kadarnya dan sudah pasti lama sekali membalasnya. Kalau aku hubungi orang itu, pasti tidak pernah diangkat atau dia akan cepat-cepat memutuskan telepon itu. Aku jadi ingin tahu, sebenarnya apa yang sedang dilakukan orang itu?"

Deg.

Dapat Chen rasakan kalau tubuh mungil yang dalam pelukannya tiba-tiba menjadi menegang. Chen juga tahu kalau detak jantung Xiuminnya saat ini lebih kencang dari biasanya. Dan Chen juga bisa rasakan kalau namjanya kini terlihat mulai gelisah di atas tubuhnya. Sepertinya benar apa yang dalam pikiran Chen.

"E-eh, Dae-ie. Mianhe. The timing wasn't good. Saat itu selalu saja waktunya tidak tepat."

"Jinjayo?" Chen menatap tajam wajah Xiumin. Kali ini Xiumin yang mengalihkan wajahnya, dia tidak berani melihat wajah Chen yang menatapnya dengan tatapan tajam Chen. Chen sangat tahu itu. Setiap Xiumin sedang melakukan kesalahan, sedang berbohong padanya atau sedang menutupi sesuatu darinya pasti Xiumin tidak pernah berani menatap wajahnya, terutama matanya. Chen sangat yakin kalau ada yang sedang dirahasiakan Xiumin darinya. "Okay. Kiss me." Lanjut Chen akhirnya. Chen sangat yakin kalau untuk saat ini Xiumin pasti tidak akan pernah mau menceritakan apapun padanya jadi akan percuma dia memaksanya.

"H-hah?" Xiumin menatap wajah Chen bingung. Terlihat Chen yang cemberut dan mengerucutkan bibirnya. Chen sedang merajuk dan saat ini sepertinya sedang mencoba untuk ber-aegyo, seperti Xiumin yang merajuk pada dongsaeng-dongsaengnya teutama pada Chen jika keinginannya tidak dipenuhi

"Kalau kau mau menciumku saat ini, siapa tahu mood-ku akan kembali naik lagi seperti biasa."

Blush.

Xiumin tidak bisa menutupi wajahnya yang sudah memerah sedari tadi, saat dia mendengar ucapan Chen yang memintanya untuk mencium. Xiumin sangat tahu kalau Chen melakukan ini untuk balas dendam padanya. Chen akan selalu melakukan ini jika Xiumin sudah membuat Chen marah karena merasa sudah diacuhkan. Xiumin sangat mengerti kalau tujuan Chen melakukan ini supaya Xiumin hanya akan selalu teringat pada Chen, ingat untuk tidak pernah mengabaikan Chen meski barang sejenak pun. Chen terlihat seperti anak kecil yang tidak mendapatkan apa yang diinginkannya jika seperti ini. Kekanakan sebetulnya, tapi Xiumin menyukainya. Sangat.

.

.

Chu.

.

.

"Feel better?" Xiumin tiba-tiba mengecup lembut pipi Chen yang sedari tadi masih memalingkan wajahnya. Dapat dilihat oleh Chen rona merah yang menghiasi pipi chubby milik Xiumin, pipi yang biasanya berwarna pucat kini terlihat merah dan itu membuat Xiuminnya semakin cantik. Chen tidak bisa untuk tidak tersenyum melihat Xiumin yang merona seperti itu. Chen selalu suka saat Xiumin memerah, terlebih karenanya.

.

.

Chu.

.

.

Dengan cepat Chen menyambar kilat bibir plum kissable milik Xiumin yang sedari tadi menurut Chen menggodanya. Bibir mungil itu seolah-olah memanggil untuk mengecupnya. Xiumin terlihat terkejut dengan apa yang Chen lakukan baru saja tapi sesaat kemudian pipinya semakin memerah malu. Dia melesakkan wajahnya ke ceruk leher Chen.

"Yup. Gomawo. Kau memang selalu bisa mengembalikan mood-ku, Baby." Chen mengeratkan lagi pelukannya di tubuh ramping Xiumin. Menyesap aroma vanila yang menguar dari tubuhnya, aroma yang memabukan baginya, aroma tubuh yang sangat dirindukannya. Chen juga menautkan jari-jari besar dan kokohnya pada jari-jari kecil dan ramping milik Xiumin. Namun tiba-tiba saja gerakan Chen berhenti saat dia melihat ada sesuatu yang aneh pada lengan Xiumin. Chen melihat tanda kemerahan yang muncul beberapa tempat di tangan Xiumin.

"Kenapa tanganmu terlihat ada memar disini, Baby. Apa yang terjadi?"

"E-eh, mollayo. Aku bahkan tak tahu kalau ada memar di tanganku. Tak terasa sakit. Mungkin karena aku terlalu lelah berlatih, Dae-ie. Kau tahu kan kalau aku terlalu lelah, tubuhku akan muncul memar."

Tiba-tiba saja Chen mengiggit memar yang ada di tangan Xiumin. Digigitnya memar itu perlahan. Dilepasnya kemudian digigitnya kembali. Chen melakukannya berkali-kali disemua bekas memar yang ada. Xiumin yang tidak mengerti apa yang sedang Chen lakukan hanya terdiam saja. Hanya melihat apa yang sedang Chen lakukan. Chen masih saja asyik menggigit lengan Xiumin yang nampak memar itu.

"Da-dae-ie, gwenchanna? Apa kau lapar?"

Chen yang mendengar pertanyaan Xiumin langsung menghentikan kegiatan mari-menggigit-tubuh-indah itu. Chen menatap Xiumin bingung. Chen yang dengan tiba-tiba menggigitnya terus menerus jadi jangan salahkan pola pikirnya yang masih polos yang membuat Xiumin berpikiran kalau Chen melakukan itu karena Chen merasa lapar. Polos, lugu, itu yang membuat Chen semakin cinta pada Xiumin dan sangat ingin melindungi Xiumin dari siapapun itu.

"Apa kau lapar, Dae-ie? Kalau lapar akan aku buatkan makan malam. Kebetulan aku juga Luhan dan DO memang memasak makan malam. Tapi aku yakin kalau makanannya sudah langsung habis. Lagipula sudah lama kita tidak makan bersama berdua saja. Aku buatkan makan malam dulu nde. Chakkamannyo."

.

.

Chen hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaan Xiumin. Wajah polos dan innocent Xiuminnya sudah kembali. Xiumin yang dirindukannya sudah dalam pelukannya saat ini. Xiuminnya kembali.

Bukannya menjawab pertanyaan Xiumin, Chen malah kembali memeluk tubuh ramping Xiumin yang sempat terlepas karena aktifitas gigit-menggigitnya. Tapi sesaat kemudian Chen beralih mengecup tepi kepala Xiumin. Kemudian beralih ke telinga dan pundak Xiumin yang sedikit tereskpos karena kaos berkerah rendah yang Xiumin gunakan saat ini. Chen sedikit menarik kaos Xiumin ke bawah sehingga Xiumin semakin memperlihatkan pundaknya. Pundak yang sangat menggoda. Chen tidak bisa berhenti mengecup pundak putih itu. Bahkan saat ini Chen sesekali menyesap perlahan dan menyisakan warna merah yang kini mulai menghiasi pundak putih Xiumin.

Dan apa yang dilakukan Chen pada Xiumin membuat mulut mungil Xiumin mulai mendesah pelan. Desahan yang tertahan. Xiumin mengigit bibirnya untuk menahan desahan yang mungkin lolos saja dari sana. Sedangkan Chen yang masih asyik dengan kegiatannya, mengabaikan desahan tertahan Xiumin yang mungkin bisa menaikkan libidonya. Chen sangat merindukan Xiuminnya. Chen masih terus mengecup dan sesekali menyesap pundak Xiumin hingga turun ke lengan Xiumin.

"Gwenchanna Baby. Hanya tidak suka ada memar di tubuhmu. Hanya aku yang boleh meninggalkan jejak di tubuhmu. Bahkan kau sendiripun tidak. Jadi biarkan aku menutupi memar yang ada."

.

.

Ddrrt.

Tiba-tiba sebuah getaran terdengar dari arah nakas meja yang ada di sisi tempat tidur Xiumin. Suara yang berasal dari ponsel Xiumin. Xiumin pun melepaskan pelukan Chen ditubuhnya yang tentu saja dilepas dengan malas oleh Chen. Xiumin beranjak dan bergegas mengambil ponselnya dan melihat pesan singkat yang masuk didalamnya.

"Nuguya Baby?"

"Anniya Dae-ie. Hanya pesan saja. Sungmin sunbae mengirimkan pesan untukku."

Chen terlihat tidak senang saat mendengar nama Sungmin keluar dari bibir mungil Xiumin. Rasa cemburu kembali mengisi hatinya. Terlebih saat Chen melihat ekspresi wajah Xiumin yang terlihat senang dan malu-malu. Chen semakin cemburu.

Segera saja Chen menarik pergelangan tangan Xiumin dan meraih ponsel yang ada ditangan Xiumin. Chen melemparkannya ke sembarang arah. Untung saja ponsel itu masih jatuh di atas tempat tidur jadi tidak terbentur yang bisa mengakibatkan rusak ponselnya. Chen menarik tubuh Xiumin ke atas tempat tidur. Chen naik ke atas tubuhnya, menindih tubuh mungil Xiumin. Tangannya memegang keras kedua tangan Xiumin dikedua sisi wajah Xiumin.

Xiumin yang menerima perlakuan terkejut. Tidak berontak. Lagipula Xiumin sangat tahu persis kalau akan percuma karena sangat tahu seberapa besar perbedaan kekuatan antara dirinya dan Chen. Tapi Xiumin sangat terkejut melihat kilat marah yang terpancar dari mata Chen. Mata yang tadi menatap lembut kini berkilat tajam. Xiumin bingung dan bertanya-tanya kenapa Chen berubah dalam sekejap.

"Apa yang Sungmin sunbae katakan? Kenapa kau terlihat senang saat menerima pesan darinya? Kenapa?"

"An-anniyo."

.

.

.

TBC

.

.

.

Annyeong, Gee yang gaje muncul lagi. tadinya mau dibikin 2shoot ajh tp ternyata terlalu panjang takut readers pada bosan jadinya terpaksa gee potong gitu ajah. padahal rencananya emang publish pas ulang tahun Xiumin. sepertinya endingnya akan ada beberapa yang dirombak. tapi tenang ajah, ga akan merubah jalan cerita kok. hanya plotnya ajh yang berubah. mianhe Gee yang pabo ini. #bowbarengChenMin

kalau ceritanya maksa dan abal sangat karena Gee sadar banget kalau semua fivt Gee gak ada yang gak gaje. makanya Gee masih selalu haus akan review dan kritik dari reader karena itu bisa bikin Gee wat tahu dimana salahnya Gee. *jogedGrowlbarengDBSK

Btw makasih buat readers yang udah mau baca semua fict abal dan gaje Gee dan ninggalin jejaknya. Masih mau baca fict Gee yang udah lama. Bahkan ada yang jadiin Gee favorit author atau favorit story. Aww, Gee gak nyangka. *guling-gulingbarengTaoRisSuLayChenMin

Akhir kata, mind to review again?#bighugwiffteukjaebumtae