My Kitty Zizi

Kristao

A s t a g a K r i s w u

--x--

Kris sesekali melihat sofa berwarna krem di seberangnya, disana terdapat seorang gadis yang duduk bersimpuh dengan sebuah panda kecil di pangkuannya. Gadis dengan helaian rambut berwarna gelap berkilau dan ujung putih sewarna bulu kucing itu memiringkan kepalanya, iris mata hitam dengan bulu matanya yang panjang sesekali mengerjap terkejut saat melihat pria yang duduk di sofa seberang mejanya berdiri secara tiba-tiba, menggelengkan kepala bersurai blonde platinum nya kuat kemudian duduk lagi.

Alis tebal Kris bertaut saat berfikir apa yang harus dilakukannya sekarang. Dan setelah beberapa lama, tidak ada pertimbangan lagi! Dia harus mengusir gadis itu sekarang juga. Putus Kris kemudian berdiri setelah mendapatkan gagasan itu.

Tapi, dilihatnya kembali gadis di depannya, gadis itu langsung meringis memperlihatkan gigi rapi di balik bibir kucing nya dengan kedua alisnya yang terangkat antusias saat mata mereka bertemu, sial jangan memasang wajah polos yang bodoh-coret- manis itu.

Satu helaan nafas keluar dari sela bibir pria berdarah Cina-Kanada itu kemudian kembali mendudukkan pantatnya. Wajah boleh saja kaku, tapi sebenarnya hatinya selembut kulit gadis di depannya. Wtf! Kris mengernyit terganggu. Siapa yang mendeskripsikannya seperti itu?!

Kriuk...!

Keduanya saling bertatapan, suara apa itu tadi? "Uncle Kris, aku lapar.." Suara manis itu keluar dari belahan bibir sewarna persik gadis di depannya.

"Sudah kubilang jangan panggil aku begitu!" Ucap pria itu dengan suara beratnya Yang ditekan. Kedua alis gadis itu turun kuyu mendengar sentakan pria di depannya. Yah,mungkin Kris harus menunda dulu pengusirannya sampai dia memberi gadis itu makan.

Mata dark-choco nya sekali lagi mengamati gadis yang memakai kemeja putih yang sedang mencebikkan bibirnya itu. Intuisinya mengatakan jika gadis ini akan membuat semua hal menjadi di luar zona nyaman nya jika dibiarkan tinggal lebih lama.

Dan soal kemeja putih itu, Kris menggelengkan kepalanya berusaha mengenyahkan hal konyol yang terjadi tadi pagi.

-My Kitty Zizi-

"Jangan bergerak kubilang!" Ucap seorang pria di sebuah kamar berdinding abu-abu itu keras.

"Tarik selimutmu keatas!" Lanjut pria itu mendikte seorang gadis yang duduk diatas ranjang King size di depannya dan langsung dipatuhi oleh gadis itu. Oh itu ranjangnya ngomong-ngomong.

Kris mengusap keringat di dahinya, cairan yang ntah sejak kapan mulai membasahi tubuhnya, mungkin sejak pantatnya mencium lantai tadi, atau mungkin sejak dia mendapati seorang gadis dengan tanpa pakaian satupun tidur dibawah satu selimut dengannya.

"Sekarang, pakai itu." Kris meletakkan sebuah kemeja putih di depan gadis itu, kemeja yang diambilnya dari sofa di sisi lain kamarnya dengan tergesa, itu kemeja yang dipakainya semalam.

"Pakai!" Ucap Kris sekali lagi sebelum melangkah menuju kamar mandi. Dia benar-benar butuh mengguyur otak panasnya dengan air dingin. Mungkin setelah itu kegilaan ini akan hilang.

Kris keluar dari kamar mandi setelah beberapa waktu menekan sisi lain yang di miliki semua pria yang mencoba merangsek keluar. Kedua iris matanya melebar, mulutnya terbuka dan tertutup kehilangan kata dengan keadaan yang ada di depannya.

Air dingin memang masih menetes dari ujung rambut pirang platina nya, tapi otaknya memanas dan dengan cepat merambat ke seluruh tubuh lalu menarik sesuatu yang selama ini diabaikannya muncul dengan cepat sampai batas tertinggi.

Setelah menelan ludahnya kasar, pria itu berjalan cepat dan menerjang gadis yang duduk di pinggir ranjang yang terlihat menunggunya selesai mandi. "Katakan. Siapa yang menyuruhmu masuk kamarku dan tidur denganku!" Ucap Kris disela gertakan giginya. Gadis itu meringis kesakitan saat kepala belakang nya terantuk kepala ranjang, tapi persetan. Kris tidak peduli.

"Uncle Kris..." Itu adalah kalimat kedua yang keluar dari bibir berlekuk unik gadis itu yang dia dengar. Suara lirih gadis di bawahnya membuat Kris mematung. Atensinya sepenuhnya mengarah pada bibir yang melafalkan namanya.

"Semalam Uncle Kris yang mengizinkan Zizi masuk kamar dan memberi pilihan untuk tidur atau dilempar keluar jendela, tentu saja Zizi memilih tidur..." Kris menggelengkan kepalanya mencoba menggalang kesadaran. Tunggu dulu, apa katanya? Kris masih belum sadar.

"Hihi..." Mata kris menajam melihat gadis dibawahnya karena tiba-tiba gadis itu terkikik sambil menggeliat di bawah kuasa tubuh nya. "Ada sesuatu yang bergerak di pahaku..." Ucapan gadis itu membuat Kris langsung mendorong tubuhnya berdiri dengan kalang kabut. Disisirnya helaian pirang platina nya yang basah dengan jari sambil berusaha mempertahankan wajah kakunya lalu membuang pandangan dari gadis di depannya. Dia akan mencari tau siapa sebenarnya gadis ini saat situasinya lebih normal.

"Kancingkan bajumu!" Perintah Kris lalu berdehem saat suara beratnya berubah menjadi serak. Gadis itu membolak-balik bagian depan kemeja putih yang di kenakannya tanpa peduli seorang pria di depannya berdiri seolah terkena kram otak karena dipaksa menahan pikiran warasnya. Pasalnya tidak ada pakaian apapun selain kemeja itu di tubuh gadis di depannya. Ya, sesulit itulah posisi pria itu sekarang.

"Kau tidak tau cara melakukannya?" Suara berat Kris terdengar tidak percaya, dan gadis di depannya menggeleng dengan bibirnya yang tertekuk kebawah.

Kris mendecih karena situasi yang dihadapinya, lalu pria itu menundukkan tubuhnya dan setengah mati menahan diri saat menarik selimut abu-abunya menutupi paha gadis di depannya, kemudian dengan jemari yang sialnya gemetar mulai mengancingkan kemeja yang di kenakan gadis kucing itu. Tinggal dua kancing dan semua akan baik-baik saja, tapi...

Caress~

Oh lembut sekali, jakun pria dewasa itu naik turun saat punggung tangannya tanpa sengaja membuat kontak dengan kulit kuning langsat di depannya.

"Ck! Lanjutkan sisanya dan temui aku di bawah!" Ucap Kris sambil melangkah menuju pintu kamarnya.

"Uncle Kris-" Belum sempat gadis itu melanjutkan kalimat nya, iris dark-choco Kris menghujamnya dengan tajam. "Jangan panggil aku begitu." Ucap pria dua puluh tujuh tahun itu sebelum melanjutkan langkahnya keluar dari kamar.

-My Kitty Zizi-

Pikiran Kris kembali ke tempatnya. Hanya sarapan, lalu gadis asing itu akan pergi. "Ikuti aku." Ucap Kris dengan tonasi datarnya. Semua kegilaan pagi ini juga membuatnya kelaparan.

Kris melangkahkan kakinya kearah dapur diikuti gadis yang mengenakan kemeja over size sepanjang setengah pahanya.

Gadis dengan binar mata hitam jernih itu melihat pria yang sedang sibuk dengan telur-telur di depannya dengan tatapan kagum.

Pria itu menambahkan susu cair, garam, irisan sosis dan lada kedalam telur itu kemudian mengocoknya sampai berbusa dengan cekatan sebelum menuangkannya keatas teflon.

Keduanya duduk berseberangan dengan masing-masing sepiring omelet di depan mereka. Kris makan dengan tenang sementara gadis itu masih memandang makanan di depannya dengan sorot mata berbinar. "Zizi benar-benar boleh memakan ini?!" Kris mengernyit mendengar cara bicara gadis di depannya.

"Hn. Cepat makan sebelum aku berubah pikiran." Mendengarnya, gadis itu langsung mengambil garpu dan sendok setelah mengamati cara makan Kris dan terlihat menirunya.

"Pergilah ke kamar mandi, bersihkan dirimu." Ucap Kris setelah gadis itu menyelesaikan suapan terakhirnya.

"Mandi?" Tanya gadis itu memastikan. "Ya. Mandi." Jawab Kris akhirnya sambil mengambil gelas air putihnya.

"Jadi Zizi harus masuk ke dalam bak mandi lalu bermain gelembung?" Kris memandang gadis di depannya dengan kerutan lebih dalam di dahinya. "Ya, tapi jangan terlalu lama." Ucap Kris lalu mengangkat gelas ke bibirnya untuk minum. "Baik!!" Ucap gadis itu lalu berdiri dengan senyuman lebar di wajahnya.

"Aku akan akan menyelesaikannya dengan cepat lalu menari tanpa baju di depan cermin seperti Uncle Kris tadi malam!!"

Wajah rupawan Kris berubah menjadi pias. Ada yang bisa mengulangi apa yang baru saja dikatakan gadis itu?

Kris masih bertahan dengan wajah terkejutnya sementara gadis itu berjalan menaiki tangga dengan panda nya.

Tbc bosQue.

A/N: Saya baru mempublish beberapa cerita dengan pair Kristao. siapa tau minat. Cek profil. hheho