Title :: The Moon and The Sun
Author :: Thazt
Pair :: Jung Yunho x Kim Jaejoong
Genre :: Romance, Fantasy, High School life, Drama, Boys Love
Rating :: PG 13
Lenght :: Phase 1
Disclaimer :: They belong to themselves and GOD!
Warning :: Alternatif Universe [AU], Bahasa Aneh, dan banyak hal lainnya.
[Happy Reading]
...
Langit biru, awan-awan collumbus yang bergerak kemana pun angin bertiup, dan cahaya matahari yang bersinar hangat membuat suasana pagi di hari ini menjadi sangat menyenangkan. Pintu gerbang besar milik Hannyoung High School pun telah terbuka lebar sejak matahari baru saja menampakkan sinarnya. Sejalan dengan jam yang terus berputar, para penghuni sekolah ini pun mulai menampakkan dirinya degan cara mereka masing-masing.
Tentu saja tidak dengan cara-cara yang aneh, semisalnya muncul dengan tiba-tiba, menggunakan sapu terbang, dan hal-hal aneh lainnya yang lekat dengan sosok seorang penyihir maupun vampir. Mereka datang ke sekolah sama seperti manusia biasa lainnya. Ada yang menggunakan mobil pribadi, transportasi umum, sepeda, dan hal-hal umum lainnya. Lagipula, dengan umur mereka yang sekarang, mereka tidak diperkenankan menggunakan kekuatan mereka jika tidak sedang berada di lingkungan sekolah atau lingkungan rumah mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.
Hannyoung High School menggunakan jas sekolah yang berbeda warna untuk menunjukkan tingkatan kelas mereka. Siswa kelas 1 [irirechanter] adalah siswa yang berumur 17 tahun, akan menggunakan jas bewarna abu. Siswa kelas 2 [secirechanter] berumur 18 tahun menggunakan jas berwarna biru dongker, dan siswa kelas 3 [thirechanter] yang berumur 19 tahun akan menggunakan jas berwarna merah gelap.
Vampir dan penyihir tidak dibeda-bedakan. Mereka berada dalam satu kelas untuk menerima pelajaran umum selama 4 jam pertama dengan 2 mata pelajaran. Kemudian mereka akan menerima pelajaran sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing selama 6 jam dengan 2 sampai 3 mata pelajaran setiap harinya.
Sebuah Bentley New Continental GT V8 berwarna merah metalik masuk pertama kali melalui gerbang, disusul oleh Audi A3 berwarna serupa dibelakangnya. Dua mobil berikutnya memiliki type yang sama hanya seja berbeda warna, Bentley berwarna Putih dan terakhir sebuah Audi berwarna silver.
Siapapun tahu, orang yang ada di dalam keempat mobil itu merupakan orang yang cukup disegani di kalangan Hanyyoung karena mereka berasal dari klan yang merupakan darah murni. Pemilik mobil Bentley merupakan seorang vampir yang berasal dari Klan Ventrue, sedangkan pemilik mobil Audi merupakan seorang penyihir yang berasal dari klan shaman.
Keempat mobil itu memarkirkan mobil mereka dan tak lama satu persatu pintu dari keempat mobil itu terbuka, menampilkan sosok ketigabelas orang yang menghuninya.
Yang keluar dari pintu pengemudi mobil Bentley merah itu bernama Jung Jihoon atau Rain (19 tahun). Sedangkan yang keluar dari bangku penumpang depan adalah Choi Ji Nha atau yang lebih sering dipanggi dengan Gna (19 tahun)
Sedangkan dari bangku penumpang belakang ada Kim Hyun A (17 tahun) dan Jung Yong Hwa (17 tahun)
Dua orang vampir yang terakhir yang keluar dari bentley putih adalah Jung Yunho (18 tahun)dan Shim Changmin (18 tahun)
Penumpang dari Audi berwarna merah adalah Park Yoochun (18 tahun), Kim Junsu (18 tahun), Kim Jaejoong (18 tahun), dan Park Hyun Chul atau Karam(17 tahun)
Dari mobil audi berwarna silver, ada Kim Jung Ah (19 tahun), Choi Min Ki atau Ren (17 tahun), dan yang terakhir, Park Ji Young atau Kahi, berumur 18 tahun dan duduk di bangku kelas 3.
Di kelas Thirechanter 3 ada Kahi dan Rain yang merupakan teman sekelas, sementara Jung Ah dan berada di kelas yang sama, yaitu Thirechanter 5. Di kelas Secirechanter 2, Yunho, Jaejoong, dan Yoochun adalah teman sekelas sementara Junsu berada di kelas Secirechanter 1. Dan yang terakhir, di kelas irerichanter 4, yang merupakan teman sekelas adalah Hyun A dan Yong Hwa. Sementara Ren, Karam, dan Changmin berada di irerichanter 5.
...
...
Lantai 3, lantai di mana kelas secirechanter 2 berada dan juga merupakan kelas dari Yunho, Jaejoong, dan Yoochun tengah melakukan pembagian kursi untuk enam bulan kedepan. Memang merupakan peraturan dalan Hanyyoung agar melakukan rotasi tempat duduk dalam enam bulan sekali atau pada awal semester baru.
Seperti saat ini, hari ini adalah hari pertama dalam semester kedua tahun ajaran ini.
Hampir seluruh penghuni secirechanter 2 berharap-harap cemas. Ada yang berharap mendapat teman duduk yang asyik, mendapatkan kursi di dekat jendela atau di barisan belakang, atau mendapat tempat duduk dengan sahabat mereka.
Di semester yang lalu, Yunho duduk di deretan bangku paling kanan, ketiga dari depan. Jaejoong duduk di deretan bangku kedua dari kanan, paling depan. Sementara Yoochun duduk di deretan yang sama dengan Jaejoong, tepat dibelakang Jaejoong.
Satu persatu, penghuni secirechanter 2 maju ke depan drawing machine yang akan menentukan nasib tempat duduk mereka selama enam bulan kedepan.
Bagi Yunho, dimanapun ia duduk itu tidak masalah. Namun hal itu tidak berlaku dengan siapa ia akan duduk. Ia lebih memilih untuk duduk sendirian daripada harus berurusan dengan teman sebangku yang hanya akan membuatnya pusing.
Di lain sisi, Jaejoong pun tengah berharap agar kali ini mendapatkan teman duduk yang ia incar. Bangku yang berada di dekat jendela yang menghadap ke arah luar lebih tepatnya, agar ia bisa memandang hal lain selain Incher (guru) dan layar proyektor yang terkadang bisa sangat menjemukan baginya.
Yunho maju pada gilirannya mengambil nomor undiannya. Bola yang keluar memuat angka 30 yang berarti, Yunho akan menghuni bangku deretan kiri di pojok paling belakang. Berdasarkan letak yang dibuat di papan tulis, itu berarti siapapun yang mendapatkan nomor 18 akan menjadi teman sebangkunya.
Selama menunggu gilirannya Jaejoong menatap deretan kursi dekat jendela yang saat ini sudah terisi 3 dari 5 kursi yang ada. Tinggal kursi di barisan paling belakang dan depan yang tersisa. Ia mendesah pelan, kemungkinannya untuk duduk di bangku yang ia inginkan semakin tipis.
"Masih ada harapan!" gumamnya dalam hati. "keberuntungan akan memihakmu, Kim Jaejoong!"
Ketika bangku paling depan di dekat jendela terisi dan hanya menyisakan bangku di paling belakang, Jaejoong semakin merasa kehilangan harapan, hanya tersisa satu bangku lagi.
Jaejoong menatap horor ketika pemilik bangku nomor 30 yang bersebelahan dengan bangku nomor 18 menjadi milik seorang Jung Yunho, Jaejoong menelan ludahnya gugup. Dalam sekejab, ia langsung membatalkan keinginannya untuk duduk di bangku dekat jendela.
Demi apapun! Jaejoong lebih memilih untuk duduk dibangku lain daripada harus duduk dengan Yunho. Bukannya ia tidak suka dengan salah satu vampir berdarah Ventrue itu, tapi ia tidak akan tahan dengan aura yang dipancarkan oleh Yunho. Auranya begitu menekan dan mengintimidasi.
Jaejoong menatap horor pada bola ditangannya yang menunjukkan angka 18. Pandangannya menatap papan tulis denah pembagian bangku yang sudah ia lihat berkali-kali dari tadi dengan tatapan tak percaya lalu berpindah ke arah bangku barunya yang di sana sudah terlihat diduduki oleh Jung Yunho.
Lututnya terasa lemas. Otaknya langsung membayang berbagai macam keadaan canggung antara dirinya dengan Yunho. Uuh.. dia paling tidak suka dengan suasana canggung. Apalagi dengan aura mengintimidasi Yunho. Bisa dibayangkan betapa canggungnya mereka nanti.
Dengan hati-hati, Jaejoong bersama tasnya berjalan mendekati bangku barunya, "Hai," ungkap Jaejoong pertama kali pada Yunho saat ia harus duduk di bangkunya. Dari jarak sedekat ini, Jaejoong dengan sangat jelas merasakan Aura Yunho begitu mengintimidasinya namun di saat yang sama, ia merasa terlindungi.
"Kim Jaejoong," suara bariton Yunho yang memanggil namanya membuat Jaejoong sedikit bergidik. "Ya?" sahut Jaejoong, wajahnya yang tertunduk terangkat dan menatap mata tajam Yunho. Hanya sepersekian detik mata doe bulat besarnya menatap mata musang milik Yunho sebelum ia kembali menundukkan kepalanya.
"Biasakan dirimu dengan auraku," tandasnya dingin.
Jaejoong yang tak bisa berkata apa-apa, hanya bisa mengangguk dan merutuk dalam hatinya.
Tuhan. Apa yang akan terjadi selama enam bulan kedepan?
-[Moon and Sun – Phase 1]-
Phase 1 ini masih bisa dibilang prolog juga sih, masih chapter perkenalan.
Buat yang minta lanjutannya, ini chapter selanjutnya yaaa~^^
Mau ngejelasin pertanyaan yang masuk di review dulu..
humm.. kalau ditanya ini vampir vs penyihir dalam artian perang sih nggak, ini ga bergenre action, jadi ga ada perang antar vampir vs penyihir, ini lebih ke drama fantasy gitu.
Di disclaimer aku udah cantumin pairingnya ya.. :D Yep! Ini cerita boys love dan Hanyyoung High School itu bukan sekolah khusus cowok, mereka menerima murid cewek/cowok.. meskipun ini boys love tapi nggak menutup kemungkinan adanya pairing straight.. hehehe.
