Timeline: pasca tobatnya Kacchan—er, Bakugou.
Warning:
- Boys' story. Anggaplah yang perempuan lagi nginap di rumah Yaoyorozu, sleepover, atau belajar kelompok uwu
- Kumpulan drabble, tema utama makanan.
- Sekali lagi, harem!Deku.
Disclaimer: Boku no Hero Academia © Horikoshi Kouhei.
.
Kacchan!
.
(2 – Keripik Kentang)
Bakugou, yang baru bangun dari tidur menjelang siangnya, mengucek mata berkali-kali untuk memastikan bahwa ia tidak salah masuk ruangan. Tolehan datar ke sekitar meyakinkannya bahwa ia memang berada di ruang berkumpul asrama kelas 1-A, tetapi jumlah tubuh yang terkapar di lantai nyaris tanpa nyawa membuatnya ragu akan penglihatannya sendiri.
Toleh kanan, toleh kiri. Dicari-carinya sosok dengan rambut sewarna daun. Begitu berhasil, Bakugou berjalan santai tanpa peduli apakah ia menginjak tangan seseorang atau tidak. Saat sudah berada di dekat Midoriya yang terkapar dengan posisi telungkup, Bakugou mendorong pelan punggung yang bersangkutan hingga terdengar suara lenguhan. "Oi, Deku. Kau masih hidup?" tanyanya, setengah menguap.
Midoriya, setengah gemetaran menahan beban tubuh dengan satu tangan, menyodorkan sesuatu dengan tangannya yang lain sebelum kembali jatuh. Kali ini, dengan posisi telentang. Tanda tanya muncul di atas kepala Bakugou. Heran, dipungutnya bungkusan tersebut sambil ambil posisi duduk bersila. Matanya menyipit. "Keripik kentang rasa barbeque ekstra pedas…"
Krik.
Pandangannya kembali beralih pada sosok Midoriya yang masih telentang. Sudah tidak lagi pingsan, tetapi masih terlihat lemas. "Siapa yang beli ini?"
Gumaman tidak jelas, tetapi Bakugou berhasil menerjemahkannya sebagai, "Kaminari-kun."
Bakugou mengedarkan pandangan lagi. Sosok Kaminari Denki yang masih pingsan terbaring lemas di dekat TV. Ia mendengus keras. Mengabaikan teman-temannya yang butuh pertolongan, Bakugou malah merogoh bungkusan tersebut dan memakan sisanya. Alisnya terangkat sebelah. "Lumayan pedas. Cuma ada segini sisanya?"
"Masih ada dua bungkus lagi." Midoriya mengatur napasnya dulu. "Di meja makan. Kantong plastik hitam." Jeda lagi. "Tolong ambilin minum sekalian, Kacchan, aku beneran gak kuat…"
Bakugou memutar bola mata. Meski begitu, tetap diambilkannya sebotol air mineral. Bakugou membuka tutupnya dulu, lalu diberikan pada Midoriya—yang sudah berhasil mengubah posisi dari berbaring jadi duduk lesehan di lantai. Diterima dengan senang hati, tentunya. Kalimat, "Makasih banyak, Kacchan!" terucap dengan senyuman cerah di wajah. Bakugou hanya mengangguk tanpa suara, lalu duduk di hadapan Midoriya sambil lanjut menghabiskan keripik kentang dari neraka bungkus kedua.
Setelah semuanya sadar (kira-kira setengah jam kemudian), para peserta uji nyali dadakan menobatkan Bakugou sebagai pemenang kontes memakan keripik kentang ekstra pedas. Dua setengah bungkus dihabiskan tanpa ada efek samping apapun. Bravo, bravo.
(2a – Keripik Siapa?)
"Dua setengah bungkus?" bisik Kirishima heran. "Satu orang jatahnya satu bungkus, 'kan?"
"Dia makan jatahnya Todoroki sekalian," jawab Ojiro, posisi memonopoli sofa panjang.
"Terus yang setengah?"
"Midoriya."
Kirishima ber-'oh' paham.
(2b – Masih Mau?)
"Oi, Deku, ini segini aja keripiknya?"
"Kacchan, berhenti makan. Perutmu kasihan."
"Cih, bawel."
.
"Bakugou, aku gak kuat makan lagi. Punyaku masih sisa setengah nih. Kalau mau ngabisin silakan banget."
"Habisin sendiri, enak aja nyuruh-nyuruh."
Kirishima dan Ojiro menoleh cepat, tanda seru imajiner muncul di atas kepala.
Apa banget yang mereka dengar barusan?
.
.
[To Be Continue]
Note:
Kacchan oh Kacchan. /eh Todoroki absen karena lagu ngunjungin Ibunya, makanya jatahnya dimakan Kacchan-eh, Bakugou. Chapter 3 menyusul belakangan, masih dalam tahap pengerjaan. Akhir kata, RnR, pembaca yang budiman...?
