Bang Young Ran Present :
#
PSYCHO
Part 2
(BANGHIM)
#
Don't go, don't hide from me~
"Hyung... bercanda..., 'kan...?" Yoo Young Jae, dengan mata doe miliknya yang menakjubkan, memelototi Him Chan sangsi. Bukannya apa-apa, hanya saja... apa yang baru saja namja cantik itu katakan padanya terdengar seperti gurauan. Apa tadi? Stalker? Psycho? Him Chan pikir, mereka hidup di dunia fiksi, eoh? Ini realita! Tidak ada yang seperti i—
"AISH! Aku serius, Babbo! Dia menghubungi telepon rumahku! Kau pikir kenapa aku 'rela' menginap di rumahmu kalau bukan karena ketakutan setengah mati?!"
Young Jae langsung mendengus mendengar kata 'rela' dari mulut Him Chan. Hyung-nya ini pikir, dia juga rela apa, acara 'menginap'nya dan Dae Hyun diganggu?! Terkadang Him Chan memang suka seenaknya, mengganggu kencan orang lain! Bahkan ini bukanlah yang pertama kalinya!
"Jangan berlebihan, Hyung. Sudah kubilang, 'kan, jangan minum terlalu banyak! Makanya otakmu jadi tidak beres seperti ini." Dengan kejam dan pedasnya Young Jae berceletuk. Bicara informal lagi!
Pouting, Him Chan melirik ke atas tempat tidur Young Jae, dimana Jung Dae Hyun tengah meminum cola dengan santai, dan sebungkus jumbo makanan ringan dalam pangkuan. Ukh! Kenapa Dae Hyun, orang yang sekiranya Him Chan pikir 'agak' peduli padanya, malah sesantai itu, eoh?! Demi Tuhan, Him Chan baru saja mengatakan kalau dia diamati oleh seorang psikopat!
"YAH! KENAPA KAU SANTAI SEKALI, EOH?! KAU TIDAK PEDULI PADA HYUNG-MU INI?!" teriak Him Chan kesal.
Sayangnya, yang diteriaki hanya melirik wajah cantik Him Chan dengan tatapan seolah bosan. "Aku peduli padamu, Hime Hyung. Hanya saja... you're always be such a drama queen. How should I trust you~?"
"Humph! Lupakan! Aku tidak akan bicara dengan kalian lagi! Aku bahkan tidak mau bertemu dengan kalian dalam waktu dekat ini!" putus Him Chan sembari membawa kedua tangan bersidekap di dada. Merajuk, eoh? Benar-benar khas tipikal anak manja!
Young Jae dan Dae Hyun harus menggembungkan pipi dan menahan udara disana agar tidak menyemburkan tawa atas sikap kekanakan sang hyung. Terkadang membingungkan karena di antara mereka bukan Him Chan lah yang bersikap dewasa seperti yang seharusnya. Anggaplah tingkah laku Him Chan mencerminkan seorang maknae. Visual maknae, lebih tepatnya.
"Kalau begitu, kenapa hyung tidak pulang saja? Hyung tidak mau melihat kami, 'kan?!" kata Young Jae berceletuk, sengaja menggodai Him Chan. Dan seperti yang diduga, hyung-nya itu malah nyengir, memperlihatkan bunny tooth, lalu setelahnya memasang aegyo dengan marbel hitamnya yang dibesarkan. Oh, bahkan Young Jae bersumpah melihat kilau berkaca disana.
"Hehehe~ Untuk hari ini... saja, biarkan Chanie Hyung-mu menginap disini, ne, Youngie~?! Please~~?"
Seandainya Him Chan tahu, aegyo yang ditunjukkannya bisa saja membahayakan dirinya bila dipertunjukkan kepada orang yang salah.
It's should be illegal, right?
"Huft... baiklah. Aku sangat benci aegyo-mu, Hime Hyung."
"YAH! Jangan ikut-ikut Dae Hyun memanggilku begitu!"
~~~~~~~p(=+.+=)(=0o0=)7~~~~~~~
"Seriously, Hime Hyung!? Kenapa aku harus menungguimu mandi segala?! Jika kau berpikir aku akan tergoda melihatmu mengenakan bathdrobe, kau sa – AH!" Dae Hyun mengakhiri gerutuannya dengan pekikan. Bagaimana tidak bila Him Chan langsung menggeplak belakang kepalanya keras!? "HIME HYUNG!"
"Sudah kubilang jangan memanggilku begitu. Dan kau, Jung-BABBO-Hyun, berhenti berpikiran yang tidak-tidak! Kau tidak setampan itu sampai-sampai ingin kugoda! Ewh~!"
Sewot dan jengkel, Dae Hyun sengaja mendahului Him Chan memasuki kamar. Dalam sekejap, aroma strawberry yang kuat langsung tercium. Ewh~ Dia tahu kalau Him Chan menyukai parfum ataupun produk perawatan berbau strawberry, tapi... haruskah hyung-nya itu membuat kamarnya semenyengat ini dengan aroma tersebut?!
"Yaiks! Hime Hyung! Apa kau menumpahkan sebotol parfum strawberry disini?!"
Bahkan Him Chan pun, menutup hidung dengan kening berkerut saat memasuki kamarnya. Loh? Wae? Bukankah yang membuat kamar namja cantik itu seperti ini adalah dirinya sendiri?
"D-Dae... Hyun..."
Dan sekarang Him Chan terdengar takut?
Dae Hyun akhirnya melirik makhluk cantik yang berdiri satu langkah di belakangnya tersebut.
Takut. Dan horor.
Hanya itulah yang dapat disimpulkan dari ekspresi Him Chan saat ini.
Wae?
Mengikuti arah pandang Him Chan, mata Dae Hyun sontak terbelalak saat didapatinya, di atas ranjang king size milik Him Chan, selimut terhampar, menutupi sebuah gundukan...
Eh? Gundukan?
I-itu... seseorang, 'kan?
Deg!
SESEORANG TENGAH TIDUR DI RANJANG?!
Seolah mengikuti insting, Dae Hyun perlahan bergerak mundur, mentamengi Him Chan dengan punggung. "Sstt..." bisiknya. "Apa hyung memiliki sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata?"
Him Chan mengangguk cepat. Bergetar namja cantik tersebut meraih tongkat baseball yang disembunyikannya di belakang meja lampu. Membuat Dae Hyun bertanya-tanya sendiri, kenapa namja feminine semacam Kim Him Chan, bisa memiliki benda se-manly(?) tongkat baseball?!
"Aku memintanya pada appa-ku sebagai hadiah ulang tahun saat aku kecil. Berhenti memandangi wajahku seperti itu, Babbo!"
Err, mungkin Dae Hyun terlalu shock hingga tidak bisa menyembunyikan ekspresi menghujat pada wajahnya. Alhasil, namja tampan berbibir penuh itu malah terkikik geli saat menerima tongkat baseball dari Him Chan. Terkikik dengan sangat, sangat pelan—tidak melupakan situasi yang tengah mereka alami.
Tongkat baseball dalam genggaman, Dae Hyun mengendap mendekati gundukan di atas tempat tidur.
Tep,
Tep,
Tep~
Him Chan hanya bisa mengekor di belakang sang sahabat. Mirip anak-anak yang meminta perlindungan dari orang tuanya setelah mengaku melihat 'monster' di bawah tempat tidur. "Yah! Bagaimana kalau orang itu memegang senjata?"
"Lalu?! Kita juga memegang senjata, Hyung! Jangan takut. Sekarang, lebih baik hyung menarik selimut itu, dan, aku akan memukulnya habis-habisan. Ne?!"
Meskipun berpikir ide yang Dae Hyun bisiki padanya terlalu beresiko, Kim Him Chan, untuk pertama kalinya dalam hidup, mengumpulkan keberanian. Tangannya yang putih tampak bergetar memegangi ujung selimut. Ia menunggu Dae Hyun berdiri di sisi ranjang yang satu lagi dan setelah mendapat aba-aba, Him Chan menyingkap selimut tersebut.
"HYAAAAATTTT!"
Err, ini bukan Dae Hyun yang berteriak menyuarakan semangat, tapi Him Chan. Terlalu berlebihan, eoh, untuk sebuah selimut ringan yang tidak ada apa-apanya?!
Buk! Buk! Buk!
Sementara Dae Hyun yang tidak ambil pusing akan ke-absurd-an sang hyung, malah langsung memukul 'seseorang' di balik selimut begitu saja. Sambil menutup mata. Eum... sebenarnya Dae Hyun juga takut setengah mati, hanya saja dia gengsi mengakuinya di depan Him Chan.
"RASAKAN! RASAKAN INI, BABBO!" teriak Dae Hyun tanpa menghentikan pukulan membabi-butanya. Tapi...
Plak!
"AUCH! YAH! HYUNG! Kenapa kau memukulku!?"
... sekarang namja tampan itu harus meringis kesakitan sembari memegangi belakang kepalanya yang baru saja Him Chan pukul.
"Kau baru saja memukul sebuah GULING dan BANTAL secara membabi-buta, Babbo!"
Yah. Bukannya 'seseorang' yang berada di balik selimut, melainkan sebuah bantal dan guling milik Him Chan sendiri.
"Tsk! Ternyata kau juga ketakutan, eoh?! Beraninya berlagak SOK hebat di depanku!" sindir Him Chan penuh penekanan, membuat bibir tebal Dae Hyun semakin manyun... well, bila itu memungkinkan.
"Siapapun dalam posisi kita tadi pastilah akan ketakutan, Hime Hyung~! Lagipula, kenapa tempat tidur hyung kacau begini? Sejak kapan hyung membiarkan tempat tidur berantakan seperti ini?!"
Gerutuan Dae Hyun lah yang menyadarkan Him Chan akan sesuatu.
Deg!
Dia...
Deg,
Tempat tidurnya... berantakan?
Deg!
BERANTAKAN?!
No! Kim Him Chan adalah seorang clean freak! Dia tidak pernah sekalipun membiarkan tempat tidurnya berantakan seperti ini. Bahkan, Him Chan bisa dikatakan tidak pernah menggunakan selimut di tempat tidur saking bersikerasnya menjaga kerapian!
Deg~
Lalu...
"D-Dae..." Bergetar, Him Chan memulai. "A-aku... tidak meninggalkan kamar ini dengan keadaan seperti ini," jelasnya, menatap nanar sang sahabat. "Ku-kurasa... seseorang me-menerobos ka-kamarku." Him Chan bahkan nyaris tercekik menyuarakan kata-kata terakhir.
Mendadak rasa panik itu kembali.
Him Chan takut. Selama hidupnya, tidak pernah sekalipun ia menghadapi peristiwa aneh seperti ini.
DEG!
Ah, haruskah ia menyebutnya 'mencekam'?
Karena...
Tepat di permukaan kaca tinggi pada sudut ruangan, sesuatu tergantung.
Sebuah lembar persegi besar...
Dengan sosok black and white Kim Him Chan tercetak di dalamnya.
Deg,
Sebuah foto.
Foto Him Chan yang diambil secara diam-diam.
Deg!
—LUV UR SWEET SCENE...
HOW I WISH THAT U D'ONE DAT I CUDDLE WITH INSTEAD.
DON'T GO, DON'T HIDE FROM ME—
Bukan hanya warna hitam-putih, warna merah menyala dari huruf-huruf tersebut juga menghiasi tepat di bawah dagu Him Chan pada foto.
"What the..." Dae Hyun bergumam tidak percaya. Pemandangan seperti ini, tentu akan sangat menarik bila disaksikan dari layar televisi. Seseorang akan langsung berteriak 'Larilah! Selamatkan dirimu!' dengan excited-nya.
Tapi...
Ini bukan film.
"D-Dae... B-Bang... ku-ku... rasa... i-ini perbuatan... Nya."
DEG!
Oke, Dae Hyun menarik kata-katanya. Him Chan bukan seorang Drama Queen kali ini. Ia mempercayai Him Chan. Tanpa ragu.
~~~~~~~p(=+.+=)(=0o0=)7~~~~~~~
Matanya yang tajam menyipit, berusaha memfokuskan pandangan di antara silinder tabung berujung lensa cembung. Saat mendapati apa yang diinginkan, seringai puas beserta eye smile menghiasi wajah tampannya.
Bang Yong Guk.
Kembali melakukan aktifitas rutin yang... entah sejak kapan menjadi favoritnya; mengamati Kim Him Chan dari kamar atap melalui teropong.
Orang-orang menyebutnya obsesi. But for Yong Guk, it's called 'love'. He fall so deep in love with the beauty that called Kim Him Chan.
Himchanie, panggilan dari kedua orang tuanya.
Hime, panggilan dari sahabatnya.
Dan 'Beautiful', sekedar hadiah kecil dari mulut Yong Guk karena memang, makhluk cantik tersebut pantas mendapatkannya.
Oh~
He fall in love~
'Hiks~ Ba-bagaimana ini, Dae?! A-aku takut!'
Pekik-tangis Him Chan terdengar bergema di kamar atap yang Yong Guk huni. Suara tersebut berasal dari televisi kecil di meja nakas, tepat di samping jendela besar tertutup tirai putih.
Layar televisi memperlihatkan Him Chan tengah menangis, berpegangan erat seolah tidak ada hari esok pada lengan sahabatnya. Pemandangan tersebut membuat kedua tangan Yong Guk terkepal erat di sisi tubuh. Ia tidak suka. Seharusnya dirinyalah yang berada di samping Him Chan! Bukan pemandangan seperti ini yang Yong Guk harapkan saat memasang beberapa unit kamera tersembunyi di kamar pujaan hatinya tersebut!
"Guk-ah, kau membuatnya menangis!"
Yong Guk berpaling, menemukan sosok Bang Yong Nam, kembaran identiknya yang lebih tua beberapa menit, di samping tempat tidur.
"Iya, Hyung! Kau membuat Uri Beautiful ketakutan!"
Kali ini Yong Guk menengok ke sudut ruangan. Bertepatan di dekat jendela besar tertutup tirai putih lainnya, Bang Jun Hong, atau yang biasa dipanggilnya Zelo, sang maknae, tengah mengintip ke balik tirai dengan teropong di tangannya.
Terkadang, Yong Guk lupa kalau 'The Beautiful' bukan hanya 'My', tapi... 'Uri'.
"Bisakah kalian tidak muncul tiba-tiba seperti itu?!" protes Yong Guk menggerutu. Ia berniat mengacuhkan Yong Nam yang mendekat padanya dan memilih untuk kembali berkutat dengan teropong yang diarahkan kembali ke kamar Him Chan. Hanya saja...
Srat~
Brugh!
Grap!
Yong Nam seolah terprovokasi sesuatu hingga dengan kekuatan penuh membalik tubuh sang adik kembar dan menghempaskan punggungnya ke dinding. Tangan kanannya yang lebar langsung mencengkeram rahang Yong Guk keras. "Listen, My Identical Little Brother~ You don't get to tell me what to do. If I wanna do it, I just do it. You got it?!"
Oh, The Temperamental Bang Yong Nam.
"Lepaskan aku!" Yong Guk berkata keras kepala. Dibalasnya tatapan tajam Yong Nam dengan intensitas yang sama.
Well, ada yang berkata jika kembar identik sangat akrab satu dengan yang lainnya. Ikatan batin, kata mereka. Tapi hal itu tampaknya secuilpun tidak berlaku bagi Yong Guk dan Yong Nam. Keduanya sering bersitegang. Memiliki segala kesamaan menjadi malapetaka bagi mereka. Contohnya, mereka 'jatuh cinta' setengah mati kepada orang yang sama; Kim Him Chan.
Dua persaingan seolah tidak cukup, Bang Jun Hong kemudian melompat ke dalam arena pertarungan dan mengumumkan bahwa dirinya juga menginginkan hal yang sama; Kim Him Chan. Lama bersitegang, dimana kata 'My' menjadi rebutan, akhirnya mereka memutuskan kata 'Uri' lah pilihan yang tepat. Setidaknya, untuk saat ini.
"Ukh~ Uri Beautiful dipeluk namja itu!"
Gerutuan Zelo membuat ketegangan diantara hyung kembarnya buyar. Alhasil, keduanya bergegas mengintip ke balik tirai jendela dengan teropong masing-masing.
Sebenarnya mereka tidak perlu lagi melakukan hal itu karena... bukankah Yong Guk sudah memasang kamera tersembunyi? Mereka tinggal melihat apa yang terjadi dari layar monitor di meja!
Tapi...
Cara lama cenderung lebih menarik.
Classic.
'Sstt... tenanglah, Hime Hyung~'
Namja itu, Dae Hyun, tampak berusaha menenangkan Him Chan dengan mengusap-ngusap punggungnya pelan.
'Hiks~ kenapa hal ini bisa terjadi padaku?! A-aku tidak pernah melakukan hal yang buruk selama ini! Satu-satunya hal buruk yang ku-kulakukan ha-hanyalah pergi minum-minum bersamamu dan Young Jae kemarin! Hiks~'
Suara Him Chan terdengar bergetar dan frustasi.
Omo, apa makhluk cantik ini tidak tahu kalau dirinya sudah melakukan 'hal buruk' terhadap ketiga Bang Bersaudara? Tanpa menyadari, Him Chan membuat mereka mabuk dan terpesona akan kecantikannya. Tanpa menyadari, Him Chan telah menyeret segala rationality dari otak ketiga orang itu, menggantinya dengan kegilaan, dan obsesi untuk mendapatkan makhluk cantik tersebut melalui berbagai cara.
Sadarnya Him Chan atas 'perhatian' yang mereka tunjukkan melalui jendela kamar atap selama ini, menjadi sebuah momentum peringatan.
Something gonna happen~
Genderang telah dibunyikan.
The game's start.
((('You're gonna like this play, Beautiful~")))
'Bagaimana kalau kita melapor polisi, Hyung?'
Oh, namja yang memeluk Him Chan mulai membuat ketiga Bang Bersaudara geram.
'A – Hiks! Ani! Ja – hiks! Jangan! Apa yang nanti akan orang tuaku pikirkan, Dae?! Me – hiks! Mereka baru memberiku kebebasan, dan dengan ke-kejadian ini, kalau sampai mereka tahu... a-aku yakin, tidak akan pernah men – hiks! Mendapatkan kebebasan lagi! Hiks~'
Glup~
Reflek ketiga Bang menelan saliva nyaring.
Kenapa?
Ini pastilah ada hubungannya dengan air mata dan isakan tangis diantara kata yang Him Chan perdengarkan.
Selama ini mereka hanya bisa melihat. Namun sekarang? Mereka juga bisa mendengar suara berat namun serak dari bibir pink sang pujaan.
Demi Tuhan, tangisan Him Chan begitu menggoda. Membuat otak siapapun akan berpikiran jauh dan membayangkan hal terlarang namun dibumbui kenikmatan surga bersama namja cantik itu.
'Tapi, Hyung...! Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja! Orang ini gila! Coba kalau semalam kau tidak menginap di rumah Youngie!? Sesuatu yang buruk pasti sudah terjadi padamu, Hyung!'
Yong Nam langsung mendelik tajam sang saudara kembar, "kau tidak berencana mencuri start dari kami, 'kan?" tanya-nya menuduh. Yong Guk langsung menyeringai, menantangnya.
"Menurutmu?"
"YAH! Aku serius, Yong Guk. Kalau sampai kau berbuat curang, maka perjanjian kita batal. Akan kupastikan tidak ada lagi yang bisa kau lakukan dalam hidupmu kecuali menyesalinya. Arra?! Dan itu juga berlaku untukmu, Jun Hong."
Zelo yang ikut-ikutan diberi ultimatum hanya memutar bola mata jengah dari tempatnya. Benar-benar. Terkadang... ia bosan dengan segala omong kosong yang keluar dari mulut Yong Nam. Mungkin... suatu hari dia harus membuat mulut kakaknya itu tidak berfungsi sama sekali; bahkan untuk sekedar menelan bubur.
"Howh, please~! Apa aku terlihat licik di matamu, Hyung? Aku bahkan hanya membuntuti dan memotret 'Beautiful' dari jauh. Tidak seperti Yong Guk Hyung, dia bahkan memasuki kamar 'Beautiful' tanpa membicarakannya dengan kita!"
Well, meskipun Yong Guk lebih baik dari Yong Nam, toh, ini adalah persaingan. Jadi... Zelo dengan santai berceletuk dan 'mengumpankan' hyung nomor duanya pada Yong Nam.
Dalam persaingan, harus ada setidaknya seseorang yang berperan sebagai 'pengalih', 'kan? Berhubung Zelo tidak mau melakukannya, maka, Yong Guk lah yang ia kambing- hitam-kan.
Ya, Bang Zelo memang terlihat innocent, pendiam, dan tidak banyak bertingkah seperti kedua hyung-nya. Hanya saja... dia adalah raja dari segala kelicikan.
"YAH! DAMN YOU, ZELO! Kenapa kau malah menjatuhkanku?!" raung Yong Guk marah. Jika saja Yong Nam tidak mencengkeram kerah kemejanya saat ini, Yong Guk pastilah akan menyongsong si maknae dan menghancurkan seringai menyebalkan yang saat ini terplester di wajahnya. Beraninya Zelo memanfaatkan kelabilan temperamen Yong Nam untuk menjatuhkannya! FUCK!
"Setelah kupikir-pikir... kata-kata Zelo ada benarnya. Apa itu benar, Litte Brother? Akhir-akhir ini kau sering sekali bertindak tanpa mendiskusikannya dengan kami. Jangan-jangan... kau memang merencanakan sesuatu yang licik~?" dendangan Yong Nam memang terdengar manis, namun bisikan penuh peringatan dan intimidasi begitu kental dalam setiap ucapannya.
Fuck, Yong Nam memakan umpan yang dilempar Zelo dengan baik.
"Aku tidak merencanakan apa-apa, Yong Nam! Satu-satunya yang licik disini adalah bocah itu! Kau tidak ingat bagaimana dia mengadu-domba kita selama ini?!"
"HAHAHA~" Zelo mulai tertawa keras seperti maniak. Cara Yong Guk membela diri terdengar menyedihkan di telinganya. Yong Nam yang temperamental juga sama menyedihkannya! Ah~ tampaknya, persaingan ini akan dengan mudah dimenangkan oleh seorang Bang Jun Hong.
'Such a shameless~ A bunch of fool~'
TBC
NB : Inget, jdulnya PSYCHO, brarti, crita ni ff bkalan bkin klian pusing-tujuh-keliling#Plakk. Watch carefully, properly, if u wanna make out the craziness of my mind~ YOU'RE GONNA LIKE THIS PLAY*singing with HISTORY* Khekheke~~ *ketawa serem*
