x
x
x
WARNING! Alert for this fic: OC, OOC, Mary Sue. Kayaknya udah di bilangin dari chapter 1 *blink blink eyes*
Disclaimer: Masashi Kishimoto… pinjem tokoh-tokohnya dulu ya!
Ehem ehem
-nangis Nobita- (maksudnya, terharu, gitu…)
Makasih yang udah mau review ya..
darkerThanDarkness: -nangis Nobita lagi- makasihh.. ga nyangka saiia bisa juga bikin orang ngerasain tragedi… keep R&R pliss..
Inuzumaki Helen: iyya itu juga masih Gaara kecil, enn emang saiia suka banged ma lagu Kanon, tapi banyak versinya.. ripiu lagi yach?
Yuuichi93: nie udah d apdet chappu 2 nya! Hhe
Lucious Shiro-kun: yuuu.. emang kelebihan, makanya saiia cepetin di bagian akhir, senpai.. hhe..
tematema: apanya yang lucu?
Silv: lugu? Emang bener.. klihatan ya kalo Kanon lugu?
orang : iyya anda benaarrr…ini aku cc..
Putri: nie kan baru juga chap 1 nya Put.. jelas aja nggak ngerti. Makasiihh doanya..
Yukkk mareee…!
.: CHAPPU 2 :.
.: BEGINNING :.
x
x
x
"Gaara?" panggil Temari sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Gaara yang tidak berekspresi.
Gaara agak tersentak dan menatap Temari.
"Ada apa..?" tanyanya singkat.
"Kau sakit? Dengan pekerjaan Kazekage yang sebanyak ini, kalau kau sakit aku tak begitu heran.." kata Temari sambil menoleh ke arah sekitar. Ruangan Kazekage itu tampak penuh dengan kertas yang berserakan. Berantakan sekali.
Gaara melanjutkan membaca berkas-berkas itu, dan kalau perlu ia akan membubuhkan stempel.
"Kurasa kau perlu asisten" kata Temari lagi, sambil membantu mengangkat berkas-berkas yang tergumpal dan membuangnya ke tempat sampah.
"Tidak…"
Temari mendengus.
"Apa Matsuri saja..?" Tanya Temari lagi.
"Jangan buang berkas yang berwarna biru itu" kata Gaara, tidak mengindahkan pertanyaan Temari barusan.
Temari mengeluarkan kertas biru itu dari tong sampah, dan bertanya sekali lagi.
"Matsuri saja…?"
Kepala Gaara yang tadinya tenggelam di balik tumpukan kertas, mulai muncul. Ia menggeser tumpukan surat itu dan menatap Temari.
"Ia pasti sibuk"
"Kalau untukmu, kurasa ia tidak akan pernah sibuk" jawab Temari sambil tersenyum, agak menggoda adiknya.
"Terserah….." Gaara tidak menanggapinya.
"Oke. Kalau begitu akan kupanggil Matsuri sekarang" kata Temari pendek, pergi keluar ruangan Kazekage itu dan menuruni tangga. Ia pergi
ke pusat Suna yang cukup ramai dengan orang-orang yang berseliweran, dan menoleh kanan-kiri,mencari Matsuri. Biasanya ia mejeng di sekitar sini.
"Temari nee-san, apa kabar?" sapa Matsuri dari belakang, sambil menepuk pundak Temari pelan. Temari menengok. Ternyata tanpa di cari, orangnya sudah muncul dengan sendirinya.
"Baik. Anoo.. Matsuri-chan, ada yang ingin kubicarakan" kata Temari. Matsuri mengangguk dan mendengarkan.
Setelah itu wajahnya merah dan Temari seakan melihat ada background bunga-bunga bermekaran di belakang Matsuri.
...XxX...
Sudah lama Gaara tidak bengong seperti itu. Apalagi mengingat kejadian yang sebenarnya ingin ia lupakan. Masa lalu itu tiba-tiba saja mampir ke kepala Gaara yang sedang jenuh karena pekerjaannya.
Ia sudah lupa gadis itu.
Juga namanya.
Bahkan sosoknya.
Gaara tidak memikirkannya lagi dan melanjutkan menandai berkas-berkas yang telah menunggu.
...XxX...
"Hyakuretsu okazan!" teriak salah satu cewek, tak jauh dari area Suna. Temari berusaha melindungi Matsuri yang terluka, namun sepertinya tidak begitu parah.
-Flashback
Temari mengajak Matsuri langsung ke kediaman Kazekage untuk membantu Gaara bekerja, dan Matsuri setuju-setuju saja. Mereka menelusuri jalanan pusat Sunagakure, dan di serang oleh 2 pemuda misterius yang melayangkan shuriken berturut-turut. Untung saja Temari
cepat tanggap dan menangkis semua shuriken itu dengan kipas raksasanya.
Cukup terdesak, mereka berbalik pergi ke hutan Suna dan bertarung cukup sengit di sana, agar tidak mengganggu orang-orang di jalan pusat Suna. Matsuri terluka karena terlambat menghindar dalam sebuah jurus. Saat Temari mulai kewalahan menghadapi pemuda-pemuda itu, seorang cewek datang melindungi dengan membawa-bawa katana (pedang samurai Jepang)
-End of flashback
Bunga sakura bertaburan di mana-mana, efek dari jurus cewek itu.
"Hyakuretsu Ryuusei!"
Sekali lagi, bunga sakura yang berwarna pink itu menyerang kedua pemuda itu sekaligus, dengan sekali tebas.
Pemuda itu kabur dengan cepat, menghilang di balik pepohonan hutan yang lebat.
"Di kejar, tidak…?" Tanya cewek itu, kepada Temari.
"Tidak usah. Kami masih ada urusan lain yang perlu cepat di selesaikan. Arigatou atas pertolongannya" kata Temari, tersenyum.
"Doitashimashite…" jawab cewek itu pendek, kemudian melompat, juga menghilang di balik pepohonan.
"Aku lupa menanyakan namanya. Sepertinya dia bukan penduduk Suna" kata Temari pada Matsuri.
...XxX...
"Makanya, Gaara-kun bisa jadi begini karena terlalu memaksakan diri. Seharusnya jangan bekerja terus. Kesehatan itu adalah yang paling utama lho…" kata Matsuri sambil mengangkat berkas yang cukup berat, kemudian menaruhnya di atas meja. Ia menarik kursi, dan mulai bekerja.
Kepala Gaara berdengung mendengar nasihat Matsuri.
Terdengar ketukan di pintu.
Temari membuka pintu dan membawakan tiga cangkir teh dan sebungkus senbei. Ia mendorong pintu itu kembali dengan kakinya.
"Akhirnya.. setelah kedatangan Matsuri kertas-kertas itu agak mulai berkurang" komentar Temari sambil menaruh nampan di dekat siku Gaara. Ia mengambil satu gelas teh, dan duduk di pinggir jendela.
Ketukan lagi di pintu.
"Masuk…." Kata Gaara pendek. Pintu itu terbuka dan seorang gadis seumuran Gaara melongok, kemudian masuk dengan agak takut, menggeser pintu dan menutupnya kembali.
"Ini salah, Matsuri….. seharusnya yang ini tidak perlu di stempel" kata Gaara sambil menunjukkan selembar kertas kepada Matsuri.
Kepalanya sakit lagi.
Temari menengok ke arah pintu dan agak kaget mendapati gadis itu. Gadis dengan rambut hitam pekat, panjangnya sepunggung, dengan jepitan kupu-kupu di bagian poni, dan membawa sebuah pedang ala samurai (dan sarungnya, tentu) di bahunya.
"Kau kan yang tadi…" kata Temari sambil turun dari pinggiran jendela, dan menghampiri gadis itu.
"Ada perlu apa?" lanjutnya.
"Ettoo… aku di suruh oleh Hanazakare misi ke sini, membantu Kazekage mengerjakan tugasnya.." jawab gadis itu.
"Hanazakare?" Tanya Temari bingung.
"Ahh.. itu maksudnya pemimpin di Hibarigakure. Aku baru pindah ke Suna dalam misi ini…" kata gadis itu sambil melongok ke kiri, mendapati seorang laki-laki berambut merah sedang menulis-nulis dan asistennya yang sedang menggigit senbei sambil menulis juga.
"Bagus! Jadi asisten Gaara sekarang ada dua… sebelum itu, bisa kau perlihatkan identitasmu?" Tanya Temari, menagih. Gadis itu mengeluarkan sebuah gulungan, dan berjalan pelan menuju meja Gaara. Ia menarik kursi juga, menyandarkan katana-nya di samping meja, dan menarik setumpukan kertas, kemudian duduk.
"Permisi….." katanya pelan (logat mbok jamu/sayur lewat depan rumah. Bedanya kalau mbok jamu pasti teriak), sambil mulai bekerja.
Temari mengamati gulungan yang tak lain adalah surat dari Hanazakare, yang berisikan tentang perpindahan gadis itu dari Hibarigakure ke Sunagakure dalam misi membantu Kazekage. Seingat Temari, Hibarigakure juga termasuk aliansi Suna. Temari menyimpan gulungan itu di dalam lemari dan pergi keluar ruangan.
Ia berpapasan dengan Kankurou.
"Kau kemanakan senbeiku?" Tanya Kankurou tanpa basa-basi.
Masalah senbei saja bisa membuat wajah Kankurou seserius ini.
"Kuberikan pada Gaara. Jangan di ganggu. Ia sedang bekerja serius" kata Temari, kemudian langsung ngacir. Takut di tagih mengganti senbei yang ia ambil secara illegal dari lemari cemilan Kankurou.
Kankurou membuka pintu ruang Kazekage dan melihat ke sekitar.
"Kok jadi banyak perempuan, di ruangan ini?" Tanya Kankurou.
Perempuan di sana cuma dua, Kankurou.
"Aaa—Kankurou-kun, aku di sini untuk membantu pekerjaan Gaara-kun…" jawab Matsuri sambil menoleh. Kankurou manggut-manggut kemudian mencomot senbei dari piringnya. Tak ambil peduli dengan seorang yang baru di sana.
...XxX...
Setelah gagak berkoak-koak cukup lama menandakan sore tiba, Matsuri izin pulang karena tugas sudah selesai setengahnya.
"Aku akan ke sini lagi untuk membantu! Aku akan datang secepat mungkin besok" kata Matsuri sambil tersenyum lebar, dan setengah berlari, pulang.
Gaara menatap cewek baru yang masih bekerja itu.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Gaara.
"Tanggung. Sebentar lagi yang satu bundel ini selesai. Dengan begitu, Kazekage-sama tidak perlu mengeceknya lagi…" jawabnya singkat.
Kepala Gaara mendadak sakit lagi. Setiap gadis itu berbicara, seperti ada jarum yang menusuk kepalanya.
Hanya saja, sakit yang ini berkepanjangan, sampai-sampai Temari datang dengan khawatir berlebihan dan memapah Gaara bareng Kankurou menuju ruang kesehatan.
"Makanya makan yang benar" Temari mulai berceramah saat Gaara sudah berbaring dan mulai membaik.
Gaara cengok.
Beberapa jam kemudian…
"Kazekage-sama! Aku sudah menyelesaikan semuanya!" kata seorang gadis di ambang pintu ruang kesehatan dengan senyumnya yang lebar.
Gaara terperangah.
"Semuanya?" Tanya Gaara bingung.
"Iya,semuanya! Itu juga sudah kukirim, mana yang harus ke Konohagakure, Ottogakure, dan sebagainya. Sekarang Kazekage-sama tinggal istirahat saja!" Gadis itu melepas sepatunya, menghampiri sisi tempat tidur dan agak berjongkok, sampai kepalanya sejajar dengan kepala Gaara.
"Sudah baikan?" tanyanya.
Gaara hanya mengangguk saja.
"Terima kasih—jadi…" kata-kata Gaara langsung terpotong.
"Jadi sekarang aku akan pulang. Besok pagi aku akan ke sini lagi!" kata cewek itu riang. Sepertinya selesai mengerjakan semua tugas yang menumpuk itu adalah kepuasannya.
Gaara hanya menatap gadis yang bermata coklat muda itu.
"Aku janji!" lanjut gadis itu sambil beranjak berdiri.
"Temari-sama, Kazekage-sama! Sampai besok!" kata gadis itu, memakai kembali sepatunya, kemudian berjalan cepat, menghilang dari ambang pintu. Gaara menatap pintu itu.
"Tadi cewek itu juga menolongku saat di kejar-kejar dua orang pemuda. Mungkin dari Owarigakure, hendak mengincarmu yang berada di posisi Kazekage. Cewek itu hebat sekali, tidak sesuai penampilannya yang…. manis" Temari menjelaskan.
"Sebenarnya tadi aku ingin bertanya… jadi-siapa namanya. Tapi ia sudah memotong dan langsung pulang" kata Gaara.
Temari kaget.
"Aku tidak menyangka aku akan lupa dua kali, untuk menanyakan namanya" kata Temari.
"Besok dia juga ke sini lagi. Dia sudah janji" lanjut Temari sambil tersenyum.
"Aku janji!"
Kepala Gaara mendadak sakit lagi.
...XxX...
Pagi harinya, cewek itu benar-benar datang kembali, walaupun sebenarnya tidak ada yang perlu di kerjakan lagi.
"Ohayou. Maaf terlambat..tadi kesiangan bangun…" kata cewek itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku mengerti. Kemarin kau pasti capek menyelesaikan semuanya sendiri.." jawab Gaara.
"Tidak, kok! Membuat Kazekage-sama senang adalah kebahagian terbesarku lho.." kata gadis itu sambil tersenyum. Gaara mengangkat kepalanya, memandang gadis itu, agak kaget.
"Ada yang salah?" tanyanya lagi.
"Kau tadi bilang apa?" Tanya Gaara, memastikan bahwa kupingnya tidak salah dengar.
"Membuat Kazekage-sama senang adalah kebahagian terbesarku" ulang gadis itu dengan wajah bingung.
Gaara menghela nafasnya.
"Kalau kau mau membahagiakan orang seperti aku sih…" kata Gaara, tapi di potong lagi.
"Kazekage-sama orang hebat kok! Aku kagum…" kata gadis itu.
"Sekarang" jawab Gaara pendek.
Gadis itu bingung dengan apa maksud jawaban Gaara, tetapi tidak berniat bertanya lebih lanjut karena Matsuri membuka pintu ruangan itu dengan cukup keras, sambil ngos-ngosan.
"Maaf,… tehlatt… tah..dii… aku telhambat banghun.." kata Matsuri, masih bertumpu pada kenop pintu, mengatur nafasnya.
"Tidak apa-apa. Hari ini semuanya sudah selesai. Jadi tidak ada yang perlu di lakukan lagi" kata Gaara sambil menyandarkan bahunya ke kursi.
"Kazekage-sama capek?" Tanya gadis itu dengan nada khawatir.
"Di bilang tidak juga iya…" jawab Gaara pelan.
"Kazekage-sama mau di buatkan teh?" tanyanya lagi.
Pada akhirnya Matsuri dan gadis itu membuatkan teh untuk mereka bertiga.
"Namamu siapa?" Tanya Gaara langsung saat gadis itu membawakan tehnya.
"Ahh… iya, namaku Kanon. Ryouzaki Kanon. Kemarin lupa bilang ya? Hanazakare juga tidak menulisnya dalam gulungan" jawab gadis itu.
"Ha?" kata Gaara sambil menyerngitkan dahinya.
"Ada apa?" Tanya Kanon lagi.
"Tidak…. Hanya.."
"An—ano…. Aku belum tahu namamu" kata Gaara pelan, ketika gadis itu berdiri dan merapikan baju terusannya.
Gadis itu tersenyum lebar dan mengangkat tas biolanya.
"Kanon" jawabnya singkat, kemudian buru-buru pergi, keluar dari taman.
"namanya bagus, Tuan. Artinya Nyanyian Musim Semi" gumam Yashamaru sambil menatap jalan keluar taman yang sudah lengang.
Flashback itu membuat Gaara tiba-tiba saja merindukan Yashamaru.
"Gaara! Gawat!" teriak Temari sambil menjeblak membuka pintu, sambil memegang sepucuk surat beramplop hitam.
"Benar dugaanku. Kedua pemuda yang kemarin menyerangku itu berasal dari Owarigakure. Mereka menantang Kazekage Suna datang ke tempat dan waktu yang telah di tentukan, karena ingin mengadakan negoisasi" kata Temari sambil membaca surat itu.
Gaara berdiri dan membuka kostum Kazekage-nya, (hei.. hei.. maksudku, ia sudah berlapis dengan pakaian tempurnya). Ia pun segera bersiap-siap karena waktu yang telah di tentukan itu dekat sekali.
"Aku ikut. Juga Kankurou" kata Temari.
"Kalian jaga di sini saja…" kata Gaara, pada Kanon dan Matsuri.
"Ah! Hampir lupa… di surat tertulis tolong bawa seseorang dengan nama Ryouzaki Kanon.. bagus sekali namanya.." gumam Temari, seraya memasukkan surat itu ke dalam kimononya.
"Kalau semua ikut, bagaimana Matsuri?" Tanya Kanon.
"Aku jaga saja. Pastikan kembali dengan selamat, ya…" kata Matsuri, dengan nada agak kecewa.
Dan mereka pun bergegas pergi, masuk ke dalam hutan, mengejar waktu, meninggalkan Matsuri di kantor Kazekage.
.:To Be Continued:.
Di mohon reviewnya! :))
