Chap [2/3]
Rate: Mature
Disclaimer: Cast(s) belong to GOD, storyline is MINE.
Warning: GS!Some, Typos, AU, and manymore.
.
Don't Like, just Don't Read
Pagiarism is not my style.
.
...JUST ENJOY...
.
You say i'm crazy, cause you don't think i know what you've done. But when you call me baby, i know i'm not the only one.
I've loved you for many years, maybe i am just not enough. You've made me realise my deepest fear, by lying and tearing us up.
(Sam Smith - i'm not the only one)
Seoul City Park, Autumn Session, 16:18 PM.
Sibuk, alasan yang sama dan selalu itu. Kyungsoo membenci alasan itu bahkan sangat, tidak bisakah kekasihnya yang tinggi itu meluangkan sedikit waktunya yang memang sudah sedikit itu untuk dirinya? Ia sudah lelah dicampakan selama sebulan ini, dengan alasan yang sama dan sangat tak masuk akal. Semenjak Chanyeol berganti sekertaris dikantor ia jadi lebih sibuk, entahlah ia sibuk dengan dokumennya atau sibuk dengan sekertarisnya.
Yang Kyungsoo tahu dari cerita Sehun, dulu Chanyeol itu seorang playboy, badboy, dan apapun itu namanya. Tapi kata Sehun semenjak Chanyeol menjalani hubungan dengannya kadar ke-player-an Chanyeol sudah berkurang bahkan tak terlihat lagi tanda tandanya, namun semuanya berubah sejak Chanyeol merekrut sekretaris baru itu. Kalau tidak salah nama sekretarisnya itu Seo Hyorim, gadis dengan perawakan tinggi semampai tubuh sexy seperti model pakaian dalam VS yang intinya gadis itu kebalikan dari Kyungsoo. Bahkan banyak yang bilang Seo Hyorim itu lebih cantik dari Kim Taehee, si Aktris bergelar wanita tercantik di Korea Selatan. Apa itu alasan Chanyeol selalu bilang sibuk dan pulang ke apartement mereka dengan keadaan mabuk? Entahlah, mungkin mulai besok Kyungsoo akan membuntuti Chanyeol.
Lelah berjalan menyusuri taman sendirian tanpa ada orang yang menemani, akhirnya Kyungsoo memilih duduk di salah satu bangku taman yang mengarah ke danau buatan di taman tersebut.
Belakangan ini Kyungsoo mulai berfikir, kanapa ia memberikan pada Chanyeol segalanya dulu? Kenapa ia tak pernah memikirkan apa hal yang akan terjadi kedepannya, dan sekarang ia baru merasakan penyesalan atas apa yang dilakukannya. 2 tahun yang lalu ia masih merasa bahagia sebagai kekasih Chanyeol namun sekarang ia baru tahu siapa Chanyeol sebenarnya, bahkan Chanyeol tak ingin tahu marga keluarganya dan selalu meperkenalkan Kyungsoo dengan marga Park. Kata Sehun, Chanyeol memang tak pernah ingin mengetahui marga kekasihnya kecuali saat ia sudah benar benar yakin dengan gadis pilihannya.
Apa yang sebenarnya difikirkan oleh Kyungsoo, mana mungkin Chanyeol bersikap seperti ini padanya tanpa alasan mungkin Chanyeol memang sedang sibuk dan sulit untuk membagi waktu. Chanyeol tak mungkin jadi seperni ini karena gadis lain bukan? Itu tak akan mungkin terjadi, karena Chanyeol mencintainya, kan?
Entahlah kyungsoo sudah tak mau memikirkan masalah itu lagi, ia hanya ingin menenangkan pikirannya sekarang.
.
Rencananya sekarang Kyungsoo akan mendatangi kantor Chanyeol, ia akan mengajak Chanyeol makan malam bersama. Kebetulan hari ini adalah Sabtu kedua bulan ini, sudah jadwalnya Chanyeol dan Kyungsoo untuk makan malam bersama kedua orang tua mereka. Tapi malam ini Kyungsoo hanya akan makan malam berdua dengan Chanyeol saja di apartement mereka, ia akan minta Chanyeol menemaninya ke super market untuk membeli bahan makanan di apartement.
"Selamat datang, nona Kyungsoo." sapa resepsionis yang ber name tage Goo Hara sebaikmya ia bertanya dulu pada Resepsionis itu tentang jadwal Chanyeol untuk malam ini. "Apa tuan Park Chanyeol ada?" tanya Kyungsoo pada si resepsionis cantik itu, "maaf nona Kyungsoo, tapi tuan Chanyeol sudah pulang bersama nona Seo." Kyungsoo menatap sang Resepsionis dengan kaget, tapi ia mencoba untuk berfikiran positif. Mungkin mereka sedang pergi makan malam bersama kolega, tapi kalau seperti itu kenapa Chanyeol tak mengajaknya saja?
"Apa kau tahu kemana biasanya mereka pergi? Atau aku boleh bertanya dimana letak Seouk Pub?" Si Resepsionis hanya mengangguk pelan kemudian memberikan secarik kertas dengan alamat Seoul Pub yang terletak di daerah Gangnam, ya Seoul Pub tempat pertama kali mereka bertemu. Mungkin ia bisa menemukan Chanyeol disana, jika bisa ia akan sekalian melihat kelakuan Chanyeol selama ini seperti apa.
Seoul Pub, 20:47 PM
"Sajang-nim, kau ingin memesan vodka seperti biasa? Biar aku yang pesankan untuk anda, kali ini biar aku yang bayar." Tanya Hyorim pada Chanyeol, sebenarnya Chanyeol sudah setengah mabuk namun ia ingin malam panas kemarin terulang lagi. Rasanya ia sudah memiliki Boss-nya ini secara penuh sejak malam itu, dan ia ingin memiliki Bossnya secara utuh. Bukan menjadi selingkuhannya, tapi menjadi kekasih resminya. Ia tahu kok Bossnya ini sudah punya kekasih, tapi apa salahnya merebut Chanyeol dari kekasihnya? Toh, selama ini semua kekasihnya adalah kekasih sahabatnya juga. Tapi ya sudahlah itu hanya cerita lama, dan sekarang ia akan membuat cerita baru untuk mengguncang kehidupan kekasih Bossnya ini. Ia sangat yakin, Chanyeol akan memilih dirinya.
"Satu botol Vodka, oh jangan lupa campurkan ini kedalamnya." Ucap Hyorim pada salah satu bartender di club itu, tak lupa ia memberikan sebuah bungkusan berisi obat perangsang. Ia ingin malam ini kebih panas dari malam kemarin, apakah ini cara licik? Tentu! Tapi ia tak perduli yang penting ia bisa memiliki Chanyeol seutuhnya, ya. Seutuhnya.
"Ini pesanan anda, nyonya." setelah mengucapkan terimakasih Hyorim kembali menuju mejanya dan Chanyeol disudut club, sudut yang paling gelap dan tak terlihat. "Sajang-nim, ini minuman anda biar aku tuangkan kedalam gelasmu."
"Noona, harus berapa kali lagi aku katakan. Jangan memanggilku seperti itu saat kita sedang berdua, kau hanya boleh memanggilku dengan nama saja. Chanyeol, Park Chanyeol. Arraseo?" bentak Chanyeol pada Sekertaris pribadinya itu. Ia sudah kesal harus berapa kalai lagi ia memberi tahu Noona kesayangannya itu, tapi karena ia menyayangi Noonanya ia tak akan memarahi Noonanya. Sementara itu Hyorim hanya merkekeh pelan, "Tentu Chanyeol sayang, aku tak akan memanggilmu seperti itu lagi mulai sekarang. Aku akan memanggilmu dengan sayang saja, tak apa kan, Sayang?" Chanyeol hanya mengangguk saja, entahlah ia merasa tubuhnya panas sekarang. Padahal ia baru minum satu gelas dari botol vodka yang dibawa Hyorim tadi, apa mungkin Hyorim memasukan obat perangsang pada minumannya?
"Noona, nakal sekali. Kau memasukkan obat perangsang pada minumanku, kan?" Hyorim hanya mengangguk saja atas pertanyaan Chanyeol, memang benar adanya lalu untuk apa ia berbohong? "Kalau begitu, Noona sayang harus bertanggung jawab atas semua ini." Hyorim hanya pasrah saja saat ia dibawa kearah toilet wanita di sudut ruangan, kenapa toilet bukan kamar inap yang ada di lantai dua? Alasannya simpel, karena Chanyeol sudah tak tahan lagi. Setelah masuk kedalam bilik toilet, dengan tak sabarnya Chanyeol dengan tergesa menelanjangi tubuh mereka berdua.
Mengulangi kejadian yang sama dengan kemarin malam, malam dimana Hyorim hanya bisa mendesah dibawah kukungan Chanyeol. Malam dimana Chanyeol melupakan segalanya dan hanya mengingat akan kenikmatan yang akan didapatkan olehnya. Hingga ia melupakan kekasihnya, Kyungsoonya.
.
Kyungsoo baru saja sampai di Seoul Pub, kali ini ia berangkat sendiri. Tak mungkin kan ia berangkat bersama Jongin, yang ada dia malah kena marah karena pergi ke club. Setelah Jongin mengajak Kyungsoo ke club waktu itu, Jongin sudah tak megizinkan Kyungsoo untuk pergi ke club lagi. Kalaupun ia mengajak Jongin alasan apa yang akan ia katakan pada Jongin? Karena ia pasti akan bertanya dimana Chanyeol, dan kenapa tak pergi bersama Chanyeol saja. Sudahlah kenapa ia malah memikirkan hal semacam itu sekarang. "Maaf, kau siapa nona? Tolong tunjukan identitasmu." cegat seorang pengawal di pintu masuk.
"Aku Do Kyungsoo, aku dan ini identitasku." jawab Kyungsoo sambil meyodorkan kartu kependudukannya. "Silahkan masuk," tanya pengawal itu lagi. "Aku ingin bertemu dengan tuan Park Chanyeol, apa dia ada di dalam?"
"Sudah ada janji?" dan Kyungsoo hanya mengangguk atas pertanyaan pengawal itu, ia ingin segera masuk tapi kenapa pengawal terus menghalangi jalannya. "Aku akan mengantarmu nona." akhirnya Kyungsoo masuk kedalam dengan dituntun oleh pengawal tadi.
"Dimana Tuan Park, Zitao?" tanya pengawal itu pada seorang bartender yang tadi ia panggil dengan nama Zitao. "Tuan Chanyeol baru naik ke lantai dua, dia menyewa kamar nomor 4." jawab Zitao tanpa menghentikan kegiatannya mencampur minuman. "Baiklah, mari nona. Biar aku mengantarmu." Kyungsoo hanya mengangguk saja. Mereka berjalan kembali, kali ini kearah tangga yang ada disudut ruangan. Kyungsoo tahu lorong yang sedang ia lewati ini lorong yang sama saat pertama kali ia datang, tapi ia tak pernah melihat kamar untuk disewakan. Atau mungkin saat itu ia kurang teliti? Entahlah.
"Kita sudah sampai nona, mau saya panggilkan tuan Park untuk anda?" tanya si pengawal. "Oh, tidak perlu biar aku menemuinya sendiri saja. Terima kasih sudah mengantarku." jawab Kyungsoo cepat tak lupa ia memberikan sejumlah tips pada penjaga tersebut, si penjaga mengangguk sebentar sebelum pergi dari hadapan Kyungsoo.
Kyungsoo menarik nafasnya perlahan, sebaiknya ia tak langsung masuk kedalam ruangan itu. Akhirnya ia lebih memilih melihat apa yang sedang terjadi didalam ruangan itu melakui celah pintu yang sedikit terbuka, baru saja Kyungsoo melihat dan ia langsung dikejutkan oleh sesuatu yang tengah terjadi didalam sana. Jadi, inilah 'lembur' dan 'sibuk' menurut Chanyeol. Dan ini pula yang menjadi alasan Chanyeol jarang menemuinya? Sebaiknya ia segera pergi dan menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri atau mungkin untuk Chanyeol juga, karena Chanyeol pasti akan pulang dengan keadaan lelah.
Oh, tentu saja. Bukankah sex dengan sekertaris itu kegiatan yang melelahkan?
Tepat pukul 12 malam Chanyeol kembali, dengan keadaan mabuk dan kacau. Ia belum sadar sepenuhnya tapi ia masih menginginkan sebuah pelampiasan, mungkin ia bisa melakukannya dengan Kyungsoo? Ia baru ingat kalau dirinya memiliki seorang kekasih, tapi ia tak memperdulikan masalah itu sekarang. Yang terpenting adalah, hasratnya yang bisa terpuaskan. "Chanyeol, kau sudah pulang?" sambut Kyungsoo pada Chanyeol, Kyungsoo tersenyum. Namun yang terlihat hanyalah satu, kecewa. Lagi, seperti ini lagi pulang dengan keadaan mabuk. Gadis mana yang tidak kecewa melihat kekasihnya pulang kerumah dalam keadaan mabuk, dan seolah tak terjadi apapun sebelumnya.
"Sayang, bawakan obat untukku ya, kepalaku sangat sakit." Kyungsoo hanya mengangguk dan mulai melenggang kearah dapur, mengambilkan minum dan makan malam untuk Chanyeol tak lupa juga ia membawakan obat sakit kepala. Tadi Chanyeol memanggilnya dengan kata 'Sayang' padahal selama ini Chanyeol selalu memanggiknya dengan kata 'Sooie', apakah ini pertanda bahwa Chanyeol memang memiliki hubungan khusus dengan sekertarisnya itu? Sudahlah! Ia harus merawat Chanyeol dulu baru memikirkan nasib percintaan mereka kedepannya.
Saat tengah menyiapkan makanan untuk Chanyeo, Kyungsoo merasakan seseorah memeluknya dari belakang. Yang pasti itu adalah Chanyeol, memangnya siapa lagi?
"Sayang, aku masih belum puas, kau tahu?" tangan Chanyeol yang berada di perut Kyungsoo perlahan masuk kedalam pakaian Kyungsoo dan tanpa diduga dengan cepat Chanyeol melepaskan kaos yang dipakai Kyungsoo, menyisakan hot pants dan bra berwarna hitam. Kyungsoo dengan cepat menjauhkan tangan Chanyeol yang mulai menyeranggai payudaranya, apa yang sebenarnya terjadi pada Chanyeol?
"Chanyeol! Apa yang kau lakukan?! Sadarlah, aku Kyungsoo!" dan tanpa diduga yang didapatkan Kyungsoo hanyalah sebuah tamparan keras di pipi kanannya, bukan hanya membekas dipipi dan sudut bibirnya saja. Tapi tamparan itu terasa lebih menyakitkan di hatinya. Ingin rasanya Kyungsoo menangis saja, tapi ia tak boleh terlihat lemah di hadapan Chanyeol kali ini. "Aku tahu kau Kyungsoo! Aku juga tahu kalau kau itu kekasihku, jika kau memang kekasihku seharusnya kau menuruti keinginanku Kyungsoo!" bentak Chanyeol di depan wajah Kyungsoo.
Dan tanpa berperasaan Chanyeol kembali melucuti pakaian di tubuh Kyungsoo tanpa terkecuali, menuntaskan hasratnya dan akan berterima kasih kemudian menanyakan keadaan Kyungsoo dipagi harinya. Rencana yang sempurna bukan?
Selesai melucuti baju Kyungsoo, Chanyeol membawa tubuh mereka berua kearah kamar tidur utama. Menindih tubuh Kyungsoo kemudian mencium Kyungsoo dengan ganas, tanpa lupa memberikan rangsangan pada bagian tubuh Kyungsoo yang lain. Chanyeol melepaskan pangutannya dari bibir Kyungsoo dan melanjutkan pengutannya kearah belakan telinga Kyungsoo, berlanjut kearah leher jenjangnya hingga mencapai perpotongan lehernya menciptakan banyak kiss-mark beru berpindah kebagian satunya lagi.
Setelah merasa puas dengan bagian perpotongan leher, Chanyeol kembali naik kebagian rahang Kyungsoo mengecupnya beberapa kali hingga ia puas. Kemudian kembali turun kebagian dada atas Kyungsoo menciptakan beberapa marks, dan beralih kepada bongkahan dada Kyungsoo. Mengecap salah satunya dengan menggunakan indra pengcapnya, sementara yang lainnya dimanjakan oleh telapak tangannya. Puas bermain dengan bagian dada Kyungsoo, Chanyeol mengecap tubuh Kyungsoo lebih bawah lagi. Menciptakan beberapa marks dibagian paha dalam Kyungsoo dan di sekitar bagian kewanitaan Kyungsoo, mengecap gairah Kyungsoo dengan dalam. Hingga Kyungsoo mendapatkan pelepasannya yang pertama, ia bangkit dan membagi bukti kenikmatan Kyungsoo dengan sang pemilik.
Pelepasan Kyungsoo adalah saat untuk Chanyeol melucuti pakaiannya, dan memulai permainan yang sesungguhnya. Mempersiapkan kesejatiannya untuk menghujam Kyungsoo, dan membawa mereka berdua kedalam kenikmatan terdalam dari diri masing masing. Namun ada yang berbeda dengan percintaan mereka malam ini, ternyata Chanyeol ingin percintaanya dengan posisi yang berbeda malam ini. Ia ingin posisi bercinta seoerti anjing, entahlah apa alasannya. Mungking supaya lebih nikmat, atau agar seluruh cairan miliknya masuk kedalam rahim Kyungsoo? Tak ada yang tahu. Kalian ingin tahu apa yang dilakukan Kyungsoo selama Chanyeol menyerang tubuhnya? Hanya ada satu jawaban untuk semua itu, diam. Memang apa lagi yang bisa dilakukan Kyungsoo selain diam? Chanyeol juga sudah bilang kan, jika Kyungsoo memang kekasihnya ia harus menuruti semua keinginan Chanyeol.
3 jam berlalu dengan suara desahan Kyungsoo yang mendominasi ruangan, tak jarang terdengar suara geraman Chanyeol yang melakukan pelepasannya. Bahkan Chanyeol masih terus mengentakkan pinggulnya meskipun Kyungsoo telah pingsan karena kelelahan. Sepertinya Chanyeol masih dalam pengaruh obat perangsang yang tadi diberikan Hyorim, mungkin. Chanyeol tak akan menyesal telah diberikan obat perangsang oleh Hyorim, mungkin nanti pagi sebaiknya ia berterima kasih pada Hyorim. Karena ulah Hyorim ia bisa kembali tidur dengan kekasihnya, sudah sebulan mereka tak berhubungan badan ngomong-ngomong.
Malam yang indah.
Pagi harinya Kyungsoo berencana pergi ke Perpustakaan pusat, ia akan mengembalikan buku yang seminggu lalu ia pinjam sekalian meminjam buku baru untuk menyelesaikan tugas akhirnya di kampus. Belum sempat Kyungsoo menutup pintu apartementnya dengan Chanyeol, ada sebuah tangan yang mencekal tertutpnya pintu dari dalam.
"Kartu anggotamu tertinggal, Do Kyungsoo." Chanyeol berbicara dengan nada datar pada Kyungsoo sambil menyulurkan tangan kanannya yang memegang kartu anggota Perpustakaan pusat, "terima ka-"
"Boleh aku bertanya satu hal?" potong Chanyeol, Kyungsoo hanya mengangguk saja. Apapun pertanyaanya Kyungsoo pasti akan menjawabnya sebaik mungkin. "Siapa nama Ayahmu?" tanya Chanyeol dengan nada datar. "Do Myungjoo, dia ayahku." jawab Kyungsoo, kenapa tiba tiba Chanyeol menanyakan nama ayahnya, dan dari mana Chanyeol tahu marga keluarganya. Apa Jongin atau Sehun yang memberitahu, kenapa tidak menanyakannya secara langsung saja padanya. Oh, mungkin Chanyeol tahu dari namanya di kartu anggota Perpustakaan Pusat. "Ternyata benar dia ayahmu, kalau begitu-"
"Kita akhiri saja hubungan ini. Selamat tinggal, Do Kyungsoo."
Tanpa sadar air mata Kyungsoo mengalir dengan deras, ia bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya. Kyungsoo bahkan selalu menghindar dari masalah dalam hubungan mereka dan memilih mengalah agar Chanyeol tetap bertahan untuknya, tapi sepertinya memang tetap tak bisa.
"Ja-jangan bercanda Chanyeol, itu tak lucu. Hahaha." Kyungsoo hanya tertawa hambar dan saat ia melihat kearah Chanyeol yang ia dapatkan hanyalah tatapan datar saja, jadi ini semua bukan lelucon di bulan April ya? Bahkan sekarang sudah masuk bulan Mei, Kyungsoo mengingatkan dirinya sendiri. Karena ketakutanya selama ini telah menjadi kenyataan,
"Ha..ha..ha.. Hiks.. Hiks.."
ditinggalkan begitu saja oleh Chanyeol.
.
TBC
.
A/N: Ehm, Aloha~~
Setelah setengah bulan menghilang, apa kalian masih ingat sama aku? Ingat lah ya. Jadi part ini adalah klimax dari fanfict ini, dan chap depan adalah akhir dari fanfict ini. Semoga kalian yang baca ini nggak bosan untuk nunggu Chap depan yang pasti bakalan ngaret lagi.
Dan, di chap sebelumnya banyak yang bilang kalau alurnya tuh kecepetan. Iyakah? Tapi nggak kok, memang kaya gitu alur yang udah aku atur dari awal. Nanti kalian pasti ngerti saat fanfic ini rampung, yang entah kapan selesainya. Dan masalah typo, emmmm itu kayaknya udah biasa banget kalau ada di sebuah ketikan bahkan di soal TO, Pra-UN, bahkan sub-tittle WINNER TV aku aja ada typonya. Tapi makasih udah ngingetin, semogaku bisa lebih teliti lagi saat proses editing biar bisa lebih meminimalisir adanya typo. Buat kalian yang ngerasa ada kekurangan pada fict ini juga boleh komplain dengan cara apapun, selama itu masih sopan dan nggak nge bash.
Menurut kalian gimana sama adegan lime diatas? Jelek ya? Kalaupun kalian bilang jelek aku wajarin karena aku nggak pernah buat fanfict rated M. Ini pun yang pertama buat aku, jangan nyesel ya udah baca fanfic absud ini :)
Satu lagi, jangan panggil aku dengan 'Author' apalagi 'thor'. Karena seingat aku, aku nggak pernah dikontrak sama marvel buat jadi anggota avengers. Kalau mau kalian boleh panggil aku Shen, atau nggak Chen-chen karena itu nama kecil aku. Bahkan sebelum EXO debut.
Baiklah cuman segitu aja, makasih ya udah mau mampir dan repot repot sampe review, favorite, dan follow. Makasih banyak!
TERIMA KASIH YANG SANGAT BANYAK UNTUK KALIAN !
DAN
AKU MENCINTAI KALIAN SEMUA PARA READERS !
It's the best friday ever, 13 May 2016
