Date : 16-November-2013

User In : Kirigane Kazuka

Konnichiwa! Kirigane-san back with Fic abal-abal debut pertamaku di Fandom Sword Art Online! Walaupun yang Review cuma Ne-Rie Aqua, tapi ayng jadi Silent Reader banyak banget! Maaf wordnya masih 2.000an.. Soalnya, aku lagi bikin Fic Crossover terbaruku! Tanpa banyak bicara..

START!

Title : Alicia's Heart

Author : Kirigane Kazuka

Summary : Gadis berambut Hazelnut itu tak merasakan apapun. Hatinya beku seperti Salju, kira-kira begitulah keadaannya sebelum ia bertemu Kirito dan Asuna di Sword Art Online. Seluruh hidupnya berubah.

Warning : Typo and Friend bisa berkeliaran..

Disclaimer : I don't own Sword Art Online, Anime Sword Art Online belong to the owner, Reki Kawahara.

I just own my OC, and this Fanfiction.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading Minna-san ! ^-^

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter II = Angelice

Alicia berjalan gontai kearah kamarnya yang ada di penginapan. Tentu saja penginapan di Sword Art Online. Dia masih terjebak dalam Death Game ini, ingat? Tangannya membukan pintu kamarnya dan menutupnya dengan perlahan. Badannya disenderkan ke pintu, HPbar Alicia terlah menunjukan warna kuning, tetapi tidak terlalu buruk. "Monster!"kata Alicia geram tapi pelan. Nada suaranya menunjukan bahwa ia kelelahan. Alicia seperti terlalu malas untuk mengheal dirinya sendiri. Alicia memasukan Swordnya ke dalam Inventory nya. Tiba-tiba Alicia menerima sebuah message dari Lisbeth. "Sword pesananmu sudah siap. Temui aku di tokoku sekarang juga." baca Alicia. Ia memang tadi memakai Swordnya, sword saat dia masih menjadi beginner. Alicia memang pernah datang bertemu Lisbeth di tokonya, kemudian ia tertarik mendengar cerita Lisbeth tentang sebuah crystal yang pernah ditemukannya. Alicia membutuhkan (dan menginginkan) sebuah Sword yang cukup kuat, dan Lisbeth menyarankan agar memakai crystalnya itu. Tentu saja, sword itu pasti cukup kuat.

\(^-^)/ Skip Time \(^-^)/

Alicia masuk ke dalam toko yang bertuliskan 'Lisbeth Smith Shop' itu. "Ohayou Lisbeth!"sapa Alicia sambil melambaikan tangan dan sedikit tersenyum. "Ohayou Alicia-san!"kata Lisbeth sambil menunduk dalam-dalam. "Ahh! Lisbeth! J..Ja..Jang..Jangan memanggilku dengan panggilan –san! Panggil saja aku Alicia!"kata Alicia sambil mencubit pipi Lisbeth pelan. "Memangnya kenapa? Kau juga memanggil ku Lizbeth, panggil aku Liz saja.."tanya Lisbeth. Sepertinya kau telah membuat pertanyaan yang salah, Lisbeth.. Tentu saja, beberapa saat kemudian, sebuah Sword Beginner telah ada di depan lehernya. "Atau.. kau akan melihat bagaimana rasanya mendapatkan luka di tubuhmu.. Meskipun aku tidak bisa melukaimu di dunia nyata ataupun mengurangi HPbarmu…"kata Alicia dengan aura dark yang menyebar. Lisbeth mundur dua langkah, kemudian ia mengambil sebuah Sword dari lacinya.

"Ehh.. Alicia, lu.. lupakan yang tadi ya! Ini swordmu!"kata Lisbeth sambil menyodorkan sebuah sword kearah Alicia. Sword itu mirip dengan Rapier, tapi tentu saja bukan. Sword itu berwarna hitam dengan crystal putih di bagian pegangannya. Ukiran rumit berwarna biru tua menghiasi bagian pegangan sword yang berwarna abu-abu gelap itu. "Namanya, Angelice Blade (baca: Enjelais Blaide)."kata Lisbeth.

"Kenapa namanya Angelice?"tanya Alicia sambil menggerak-gerakan Sword itu kearah kanan dan kiri, begitu pula sebaliknya. Dan ia membuat berkas di udara berwarna biru tua. "Tentu saja, crystal yang kumiliki berasal dari Angel Dragon yang tinggal di daerah dalam hutan yang sangat dalam dan sedikit dingin. Ya, tentu saja sword ini cukup terkenal dikalangan broker.."Lisbeth memberi penjelasan. Alicia menunjukan wajah tidak percaya. "Asuna memberiku crystal ini."kata Lisbeth sambil menunjukan crystal yang masih tersisa.

Wajah Alica berubah menjadi hangat dengan dihiasi senyuma-, ralat, bukan senyuman, tetapi seringaian. "Asuna-san dekat denganmu ya, Liz?"tanya Alicia tetap dengan seringaian di wajahnya. Lisbeth mengangguk cepat dan ketakutan. "Kenapa?"tanya Lisbeth. "Ngg.. Tidak apa-apa.. Aku hanya bertanya.."kata Alicia sambil menggelengkan kepalanya. Sesaat ia melirik ke kanan ke kiri, seperti mencari sesuatu yang hilang. "Oh ya, aku baru ingat! Aku harus pergi untuk melawan monster yang tadi telah membuat HPbarku menjadi berwarna kuning! Sayonara!"kata Alcia terburu-buru sambil berlari keluar dari toko Lisbeth. Lisbeth memiringkan kepalanya sedikit, 'Alicia adalah gadis yang memiliki sifat aneh.. Kenapa sifatnya selalu berubah-ubah?' batinnya.

Alicia tersenyum puas, monster itu mungkin tidak memberinya Coll dan Exp yang banyak menurutnya, tapi mungkin Alicia merasa sangat senang karena ia bisa mencoba Sword miliknya yang baru dan monster yang tadi membuat HPbarnya menjadi kuning merespawn sebanyak 10 kali. "Sword ini sangat kuat.. Aku menyukai Angelice.."kata Alicia pelan sambil meletakan kembali Swordnya. Alicia sedang berjalan menuju penginapan untuk beristirahat setelah ia melakukan pembalasan dendam kepada monster yang membuatnya kesal di Dungeon.

"Ohayou Alicia!"sapa seseorang yang ada dibelakangnya, Alicia menoleh. Itu Asuna! Asuna.. Kau harus segera pergi sebelum Alicia melakukan sesuatu yang buruk.. Alicia menyeringai, meskipun sedikit, player lain kecuali Asuna dapat merasakan aura yang dikeluarkan oleh Alicia. Asuna duduk di meja Alicia, sedangkan Alicia sedang memakan makanannya sambil memikirkan pertanyaan apa yang akan ia ajukan kepada Asuna setelah ia menyelesaikan makanannya. Semua player disekitar dua orang itu berpikir, apakah Asuna tak menyadari aura Alicia yang sudah menyebar hingga keluar penginapan itu? Ayolah Asuna! Sadarlah!

"Bagaimana?"tanya Asuna kepada Alicia. "Apa yang bagaimana?"tanya Alicia balik, ia memang sudah menyelesaikan makanannya. "Aku lihat kau memakai Sword yang baru.. Bagaimana swordmu?"tanya Asuna sambil menunjuk Angelice milik Alicia. "Oh, sword itu cukup nyaman untukku.."kata Alicia. "Bagaimana?"sekarang Alicia memberikan pertanyaan ke Asuna. Asuna, sadar! Bahkan sekarang Author sudah mulai bisa merasakan aura Alicia!

"Bagaimana dengan Kirito?". DEG!. Asuna, meskipun kau telah menyadarinya, tapi tetap saja kau terlambat menyadarinya! Cepat lari Asuna! Lari dari Alicia itu! Sekarang juga Asuna! Alicia menyeringai, player lain mulai meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru. "E.. Eh so.. soal i.. itu.. Ak.. Aku harus per.. pergi sekarang juga! Sayonara!"kata Asuna panik, kemudian Asuna meninggalkan tempat itu. Lain kali Asuna ataupun seseorang yang lain harus mendengarkan nasihat Author ini..

Alicia menyeringai dan kemudian ia memesan segelas air. Ya.. Lagipula, menurut Alicia sudah cukup menyenangkan bisa membuat Asuna sepanik itu.. Tentu saja menurut Asuna, sifat Alicia memang selalu berubah-ubah..

\(^-^)/ Skip Time \(^-^)/

Alicia sedang bersantai dibawah pohon bersama Kirito, kenapa? Karena Alicia sedang mencari Asuna, tapi saat ia melihat Kirito, Alicia lebih memutuskan untuk bersantai (dan mungkin mengintrogasi Kirito). "Swordmu baru?"tanya Kirito. "Iya, namanya Angelice!"kata Alicia antusias sambil mengeluarkan Angelice miliknya. "Oh, jadi swordmu yang dulu sudah tidak mampu untuk membelahku jadi du-"kata-kata Kirito terhenti saat Angelice milik Alicia telah ada di lehernya. Terasa seperti déjà vu ya? "Angeliceku kali ini mampu membelahmu menjadi empat atau enam bagian sekaligus tahu!"Alicia berteriak sambil sedikit menggerakan Swordnya, berkas biru terbentuk di udara sebelah kanan leher Kirito.

"Hei.."Alicia berkata pelan pada Kirito yang sedang tidur dibawa pohon itu. "Ngg.."Kirito menjawab dengan gugaman tidak jelas. "Bagaimana dengan A-"kata-kata yang memulai interogasi Alicia terpotong karena teriakan seseorang. "Sedang apa kalian disini?! Sedangkan yang lain sedang sibuk di Dungeon, tapi kalian bersantai disini!". Alicia kenal betul suara itu, suara itu adalah Asuna, orang-yang-dicarinya-untuk-diinterogasi-mengenai-K irito. Alicia menyeringai, sedangkan Kirito masih tertidur lelap dibawah pohon itu. "Cobalah kau nikmati sejenak keadaan Aincard sekarang.."kata Kirito sedikit peduli. Asuna memandang sekelilingnya, Alicia menyembunyikan seringaiannya dan di wajahnya digantikan senyuman manis yang tipis, Alicia memang selalu menyembunyikan seringaiannya didepan Kirito. Alicia merenggangkan tangannya dan pergi ke penginapan untuk makan. Dia sudah lapar, apa salahnya kalau dia makan dan meninggalkan Asuna dan Kirito di bawah pohon? Alicia memang lapar, atau jangan-jangan dia sedang merencanakan sesuatu?

"Lain kali aku akan membuat monster itu menyesal!"kata Alicia kesal sambil menggerakan Angelicenya ke arah kanan dan kiri, begitupun sebaliknya. Satu kata yang bisa mengungkapkan perasaannya sekarang 'KESAL'. Ada monster yang menyerangnya saat ia melihat-lihat Dungeon (salah siapa lihat-lihat dungeon?) saat ia telah selesai makan tadi. Masalahnya, saat pertama kali diserang, Alicia sama sekali tidak sadar dan monster itu lebih kuat dari monster yang menyerangnya pagi tadi saat ia belum mendapat Angelice, untungnya, dengan Angelice ditangannya, ia tidak berakhir di tangan monster. Sekarang, Alicia sedang menuju ke sebuah pohon, yaitu pohon tempat ia, Asuna, dan Kirito berteduh tadi.

Alicia menyeringai, seringaiannya memang tipis, tapi ya.. auranya telah menyebar. Saat ia sampai di bawah pohon tadi, ternyata Asuna tertidur! Ya.. hanya dengan kejadian itu, Alicia tersenyu- ralat, menyeringai. Walaupun diliputi rasa senang (yang tidak wajar), tapi karena khawatir Asuna ataupun Kirito terkenal Sleep-PK, maka Alicia menghampiri Kirito dan Alicia membangunkan Kirito dengan cara menyentuh leher Kirito dengan Angelicenya yang masih ada di dalam tempatnya, tentu itu tidak akan melukai Kirito, tapi rasanya itu kurang wajar..

"Kirito, bangun atau aku akan menggunakan Sleep-PK!"Alicia berteriak agak pelan di dekat telinga Kirito. Kirito perlahan bangun, dan kemudian mengusap matanya. Alicia menyembunyikan seringainya yang mungkin jika tidak ada Kirito disini, pasti Author sudah dapat merasakan aura Alicia. "Kau tak lapar?"tanya Alicia pada Kirito. Alicia melemparkan sebungkus makanan kepada Kirito. "Arigato.."kata Kirito agak lemas. Alicia tersenyum, kali ini bukan seringaian. Tapi, sungguh senyuman.

\(^-^)/ Skip Time \(^-^)/

Alicia dan Kirito sedang membicarakan tentang monster di Dungeon yang tadi menyerang Alicia. "Aku benci Dungeon!"Alicia mengatakan hal itu sampai berpuluh-puluh kali. Mungkin, Alicia akan kembali semangat jika ia dapat menginterogasi seseorang..

"Ngg.."terdengar gugaman tak jelas dari bawah pohon. Kirito dan Alicia menoleh kearah suara secara bersamaan. Rupanya, Asuna telah bangun dari tidurnya. Alicia memberikan pandangan 'Oh-kau-sudah-bangun' pada Asuna. Asuna berdiri dan segera mencoba mengambil Rapiernya. Alicia dan Kirito segera mundur selangkah ke belakang, kaget, tentu saja.

"Makanan.. "gugam Asuna aneh. "Eeh?"kata Alicia bingung. "Makanan akan segera datang.."Asuna mengatakan kata-kata tadi perlahan, seraya menghentikan gerakannya tadi. Asuna telah sadar bahwa, ya.. mereka (Alicia dan Kirito) bukanlah monster..

\(^-^)/ Skip Time \(^-^)/

Di Restoran, mereka bertiga diperhatikan semua player yang ada di sana. "Itu adalah Lighting Flash Asuna-sama, lalu laki-laki yang berbaju hitam dan perempuan yang mengenakan jepit es itu siapa?", "Iya, benar, itu Lighting Flash Asuna-sama". Terdengar suara bisik-bisik dari player lain yang sedang membicarakan tentang 'mereka' bertiga.

"Terima kasih ya, telah menjagaku saat aku tertidur.."kata Asuna pelan. Alicia sepertinya kehilangan mood untuk menginterogasi, jadi ya.. Alicia tersenyum. Sementara Asuna dan Kirito mengobrol, Alicia menyeruput tehnya beberapa kali, ia terlalu 'malas' untuk mendengarkan percakapan Asuna dan Kirito tentang Sleep-PK yang berbahaya bagi Player.

"Aaaaa!"tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar. Spontan Asuna, Kirito, dan Alicia segera berdiri dan secepatnya mencari sumber suara. Ternyata di sebuah bangunan (lupa namanya apa XD #plak) tergantung seorang player yang memakai armor besi dengan lehernya yang terikat tali, di dadanya tertancap sebuah sword berwarna merah. Ia berusaha melepas sword itu dari dadanya. Alicia segera berlari ke arah player itu, meninggalkan Asuna dan Kirito dibelakangnya, di memang takut, melihat seseorang pergi.. untuk selamanya..

Asuna segera naik ke atas bangunan itu, sedangkan Kirito berdiri di bawah bangunan itu, tepat di sebelah Alicia. Tapi, semua usaha mereka terlambat, player tadi telah berubah menjadi kepingan data sekitar setengah menit setelah mereka datang. Alicia terdiam, matanya menatap tajam kearah sword berwarna merah itu. Si.. Sia-sia saja.. A.. Aku.. Aku.. Aku tidak pantas ada di dunia ini! Aku juga tidak pantas hidup di dunia lainnya! Aku.. Aku tidak berguna! Aku cuma gadis berhati salju!Aku berhati 'SALJU'! batin Alicia keras,Alicia menggengam roknya dengan kuat, Alicia saat itu ingin semua sword melukainya. Rasanya sakit jika kehilangan seseorang, walaupun bukan seseorang yang ia kenal.

Setitik air turun dari mata Alicia, tak peduli Kirito dan Asuna telah menyelesaikan percakapan mereka dan sedang mencoba menyadarkannya. "Hisk.. Go.. Gomen ya, aku terlambat.."gugam Alicia aneh, memang ia menyadari bahwa player lain tak sesedih dirinya, mungkin player lain sering melihat kejadian seperti ini. Tapi, Alicia adalah player yang tak-ingin-siapapun-menghilang-selamanya-didepannya , selamanya.. "Gomen, aku tidak bisa menyelamatkanmu, aku tak sebaik dirinya.. Aku tak bisa sebaik Snow-chan.."Alicia terisak. Asuna menepuk pundak Alicia pelan, tetapi hati Asuna masih bertanya-tanya.. Siapa 'Snow-chan'?

\(^-^)/ Skip Time \(^-^)/

Sementara Asuna dan Kirito pergi, Alicia memilih untuk tinggal di kamarnya di penginapan. "Hiks.. Hiks..Gomen.. Ini semua salahku.."gugam Alicia aneh sambil menutup wajahnya, air mata menetes ke kedua pipinya. Angin berhembus kencang seakan menanangkan Alicia, Alicia segera bangkit dan menutup jendelanya. Tangan Alicia menyentuh jepitan saljunya, perlahan ia bernyanyi perlahan, tak satupun kata yang dinyanyikannya terdengar, Alicia bernyanyi tanpa suara, bukan, Alicia melakuakn permintaan maaf. Air mata Alicia berhenti menetes. Alicia duduk di tepi kasurnya, mungkin menurut Lisbeth atau orang-orang yang akhir-akhir ini menemui Alicia, ini bukan dirinya. Tapi, percayalah, dia mulai kembali ke dalam 'Snow Heart' miliknya. Alicia mencoba menenangkan dirinya dengan mengingat masa lalunya.

[[Flashback]]

Seorang gadis kecil yang berambut Hazelnut sepundak sedang menyisir rambutnya dengan kesulitan di depan cermin. Tiba-tiba datanglah seorang gadis berambut Ruby selutut menghampirinya.

"Ohayou Ryu-chan!"

"Ohayou!"balas gadis berambut Hazelnut tadi sambil tetap menyisir rambutnya didepan cermin kamarnya.

"Aih! Kenapa kau memotong rambutmu Ryu-chan!"kata gadis berambut Ruby tadi kaget.

"A.. Aku ingin terlihat berbeda…"kata gadis berambut Hazelnut tadi malu, panggil saja dia 'Ryu'

"Panjangkan saja rambutmu! Agar mirip seperti aku!"kata gadis berambut Ruby tadi sambil berputar di tempat, hal itu membuat rambutnya terlihat semakin indah.

"Ta.. Tapi, aku ingin terlihat berbeda.."kata Ryu malu-malu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, meski gadis berambut Ruby tadi terlihat akrab dengan Ryu, seperti sahabat, tapi entah kenapa Ryu tetap malu-malu.

Gadis berambut Ruby tadi mengeluarkan sebuah kotak kayu dari sakunya, kemudian memberikannya kepada Ryu.

"Ini namanya 'Snow Heart'! Jika Ryu-chan memakai ini, Ryu-chan akan terlihat berbeda walaupun rambut Ryu-chan dipanjangkan!"

Ryu menunduk dalam-dalam didepan gadis itu. "Arigato!"teriak Ryu.

"Bukan masalah Ryu-chan!"kata gadis berambut Ruby tadi sambil menyedipkan matanya.

Ryu tersenyum manis sambil tetap menunduk dalam-dalam.

"Tapi, Ryu-chan harus melakukan permintaanku sebagai balasannya!"ungkap gadis berambut Ruby.

"Eh? Apa itu?"kata Ryu sambil memelintir ujung rambutnya yang hanya sepundaknya.

"Benjanjilah padaku untuk tetap bisa menerima!"

"Me.. Menerima apa?"

"Menerima kenyataan! Jika ada seseorang yang menghinamu, terima saja! Jika ada seseorang yang ingin berteman denganmu, terima saja!"kata gadis berambut Ruby tadi meyakinkan.

[[Flashback]]

Alicia tersenyum mengingat masa lalunya. Angin bertiup melalui jendela Alicia yang sudah sedikit terbuka karena angin mulai bertiup sedikit kencang.

"Hati.. Salju.."kata Alicia perlahan sambil menutup matanya dan berbaring di kasurnya. "Aku berharap aku bisa menepati janjiku.."


Words : 2.382

Wuah! Akhirnya selesai juga! Aku nulis ini dari chapter pertama diupdate, sampai sekarang TTATT... Balasan Review!

Ne-rie Aqua : Aku gak lupa kok ^-^. Tapi, internetnya lagi rusak aja, sama gak ada ide.. Ok! Aku udah Update nih!

Baiklah, Arigato untuk Ne-rie Aqua yang udah Review dan semua Silent Readers lainnya! Ja~~

User Out : Kirigane Kazuka