Kembali lagi nih...
NARUSASU
Berita hamilnya sasuke menjadi kebahagiaan yang besar untuk keluarganya dan keluarga naruto. bagi naruto tidak ada yang lebih membahagiakan selain mendengar kabar hamilnya sasuke. apalagi dokter bilang, kandungan sasuke sehat. naruto semakin protective padanya. tidak boleh ini, tidak boleh itu. jangan kesini, jangan kesitu. kadang sasuke jengah sendiri melihat tingkah pria berambut kuning itu. tapi, kelakuan itu juga yaang membuatnya merasa benar-benar di cintai.
TAK
sendok yang diangkat naruto terhenti melihat garpu milik sasuke jatuh ke atas meja.
" Ada apa sasuke? apa makanannya tidak enak?"
" Ahhh tidak... tanganku licin. mungkin ini karena sabun bekas ku mencuci buah tadi masih lekat. hahaha... mungkin nanti buah itu harus ku cuci ulang."
naruto yang tidak merasa aneh hanya tersenyum dan melanjutkan makannya. sedang sasuke hanya tersenyum kecut. sebenarnya, tangannya terasa keram. ia hanya berusaha berfikir positif.
" mungkin ini karena aku kelelahan." batinnya.
Empat bulan sudah berlalu. Perut sasuke mulai membesar. Sembari menikmati susu ibu hamil, sasuke sesekali melirik jam dinding. Keningnya sesekali mengkerut. Dengan kesal ia meletakkan gelas dengan penuh tekanan. " Si dobe itu..." geramnya.
Ia marah. Pasalnya hari ini naruto terlambat. Sejak hamil, bukan hanya perutnya yang membesar, tapi juga emosinya yang dua kali lipat meningkat. " Awas saja... akan akan mengacuhkannya selama seminggu. Ugh... mengingat naruto, aku jadi kepingin makan ramen. Ah... tidak, tidak. Ihhh itukan makan berlemak, tidak sehat. Nanti anakku jadi dobe juga."
Dirinya segera berjalan ke arah pintu saat mendengar suara pintu berderit. Ia dapat melihat naruto tengah melepaskan sepatunya sambil melonggarkan dasinya. Keinginan untuk memarahi naruti tiba-tiba sirna melihat wajah lelahnya.
" Naru... kamu terlambat pulang." Lirihnya.
" Ahhh sasuke.. maaf tadi banyak sekali dokumen yang harus kuurus. Sekalian aku mengerjakan dokumen untuk besok. Soalnya aku akan mengambil cuti, supaya bisa mengantarkanmu periksa kandungan."
Wajah sasuke bersemu. Ia sudah salah sangka pada suaminya. Tapi, " Naru sayang..."
" Ehhh... kenapa kau berbicara dengan nada seperti itu?" Naruto menghela nafas.
Ia tahu kalau sudah memakai nada itu, maka yang akan diucapkan selanjutnya adalah, " aku ingin makan ramen. Tapi, " aku ingin ramen yang selalu kamu beli di warung ichiraku. Yang sering kamu makan waktu KHS dulu."
" T-tapi... itu lumayan jauh sasuke. Dan sekarang sudah jam sebelas." Naruto memelas, " jadi besok saja ya..."
Mendengar itu, pria bermata onyx tersebut menundukkan kepalanya. Salahkan ngidamnya yang masih saja ia rasakan. Melihat itu, naruto merasa tak tega. Ia menghela nafas lagi.
" Baiklah... tunggu sebentar ya. Aku akan membawakannya untukmu suke-chan"
Sasuke kembali mengangkat kepalanya dan tersenyum senang. Ia kemudian berjalan hendak memeluk naruto. Hanya saja kakinya tiba-tiba kaku. Ia sedikit meringis. Naruto yang melihatvitu segera menghampiri sasuke.
" Kenapa?"
" N-naru kakiku kaku, aku ingin menggerakkannya. Tapi kenapa kakiku tak mau menurutinya. Naru..." Histeris sasuke.
Naruto tak kalah khawatirnya. Namun ia mencoba menguasai dirinya. " kamu tenang, kuta ke rumah sakit sekarang." Naruto mencoba mengangkat sasuke ala bridal style. Sasuke yang tengah berbadan dua menambah berat badannya. Tapi itu tak menghalangi naruto untuk menggendong sasuke yang sudah menangis.
Setibanya di rumah sakit. Naruto berteriak kesetanan memanggil dokter. Kebetulan kakak iparnya Itachi sedang berada di sana. Melihat adik iparnya yang tengah berteriak kesetanan sembari menggendong sasuke, instingnya bekerja dan memanggil suster untuk membawa troli.
" Naruto. Letakkan sasuke disini."
Sasuke segera mendapat perawatan oleh Itachi. Beberapa saat kemudian itachi keluar. Naruto yang menunggu sambil berdiri segera menghampiri itachi.
" Itachi... bagaimana? Dia baik-baik saja kan?"
" Untuk sekarang dia baik-baik saja, dia sepertinya syok."
" Untuk saat ini. Lalu kakinya bagaimana?"
" kaki?" Tanya itachi karena ia tak melihat ada yang aneh dengan kaki adiknya.
" Tadi, saat sasuke ingin berjalan ke arahku. Dia tiba-tiba berhenti dan mengeluh kakinya kaku."
Itachi membelalakkan matanya. Otaknya yang encer langsung memproses apa yang diucapkan naruto. Meski hanya itu tandanya. Tapi tak boleh diremehkan.
" Naruto untuk beberapa hari ini, biarkan sasuke dirawat dulu."
" eh... kenapa?"
" aku harap ini hanya spekulasi ku saja. Aku akan melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut pada sasuke."
Wajah naruto mengeras. Ia bingung. Ia tak mengerti apa yang itachi katakan. Otaknya seolah-olah benar-benar menjadi bodoh. Tapi, naruto benar-benar merasa takut sekarang.
TBC
Semoga suka ya...
masih pendek sih, di usahain postingan selanjutnya lebih panjang...
Like for like...
And review...
Terima kasih...
