"sudah tuan, tapi..." pria yang dipanggil dengan nama Baku itu menggantukann kalimatnya. Ada keraguan di kalimatnya.
"tapi apa? Hmm?" pemuda itu membalikkan pandangannya dan menatap tajam baku yang meringkuk semakin ketakutan.
"tuan tidak akan percaya dengan yang aku lihat... ini tidak seperti yang anda bayangkan" ucapnya dengan nada penuh ketakutan.
"apa itu?!" bentak pemuda itu dengan rasa emosi dengan rasa emosi yang memuncak.
"kami no hikari adalah seorang laki-laki"
.
.
.
A hundred days have made me older
Since the last time
That i saw your pretty face
A thousand lies have made me colder
And i don't think
I can look at this the same
But all the miles that separate
Disappear now
When i'm dreaming of your face
[Here without you – 3DOORS DOWN]
Saigo No Senso
Naruto © Masashi Kishimoto
Pairing :
Main and slight still secret
#ditabok para readers
Genre : Fantasy, Romance, Humour (mix max deh)
Rate :T (for now... for M be wait my friends... )
.
.
.
Seorang gadis berkepang dua menangis sendiri ditaman. Taman itu sungguh indah dan dipermanis dengan sebuah kolam yang berisikan air yang jernih
" hiks... hiks... " isak tangis gadis kecil itu dengan kedua tangannya menutup wajahnya yang lembab akan air mata
" nee, kenapa kau bersedih? " seorang bocah bersurai raven mendekati gadis kecil itu dan mengusap surai blonde gadis kecil itu.
" naru, gak ada teman untuk bermain... mereka semua sibuk... " gadis itu yang dipanggil dengan nama Naru membuka kedua tangannya dan menghadap lawan bicaranya.
" kalau begitu, mau gak niichan temani bermain " ajak anak cowok itu yang menggenggam tangan gadis itu.
" benarkah nii-chan? " dari wajah nya terpancar kepastian akan ajakan tersebut.
" iya " anak itu tersenyum lembut kepada naru
" kalau begitu kita bermain sepuasnya ya... tapi nama nii-chan siapa? " anak perempuan itu tersenyum lima jari dengan semangat menggenggam tangan bocah bersurai raven itu.
" nama nii-chan Uchiha— "
.
.
.
Kedua bola mata berwarna sapphire tiba-tiba terbuka. Yang dilihatnya pertama kali adalah seorang wanita bersurai merah sepinggang memandangnya dengan khawatir.
" kamu sudah sadar naru-chan? " Tanya wanita itu yang ternyata bernama Namikaze Kushina. Ibu dari Namikaze Kurama yang biasa dipanggil Kyubi dan Namikaze Naruto.
" naru dimana kaa-chan? " naruto pun memaksa tubuhnya untuk duduk dari tidurnya. Ruangan disekitar nya tidak asing baginya. Kamar bernuansa orange yang dilengkapi poster rubah berekor Sembilan dan langit-langit berwarna biru berukiskan awan putih.
" naru-chan lagi dikamar. Naru-chan pingsan di kedai ramen tadi " jelas Kushina sambil mengelus surai blonde jabriknya. Naruto pun memiringkan kepalanya yang menandakan kebingungannya. ' kok naru pingsan? Tapi kenapa naru bisa pingsan' pikir naruto bingung.
" kenapa naru tadi pingsan? " Tanya kushina kembali dengan pandangan sangat penasaran.
" naru tidak tahu kaa-chan " naru pun menggeleng-geleng kepalanya dengan pelan. Seperti anak kucing yang kesiram air. 'kawaii' batin kushina melihat anaknya.
Ting!
Suara tanda pesan masuk ke dalam alat komunikasi yang tergeletak di meja kecil samping tempat tidur. Naruto pun dengan segera mengambil iphone5 berwarna golden itu dengan cepat membuka password ' Ramen is the number one ' (orang bodoh mana mau buat password hape kayak gitu?! #dirasengan)
From : Ai_RedPanda19
To : Ramen_BlondeFox07
Subject : hm! Mintol!
Oi! Sudah sampai konoha?
Cuma minta tolong registrasi kan pindahan ku dan kiba juga ke konoha
Sepi kalo gak ada naru disini...
Gak ada yang bisa jadi bahan tertawaan lagi...
Okay! See ya :|
' idih! Jadi naru bagi mereka Cuma lawakan ya! Uuh! Jahat ' batin naruto yang gak terima dirinya dianggap Cuma sebagai bahan tertawaan. Dengan cepat dia mereplay emai dari sahabatnya yang jauh disana.
From : Ramen_BlondeFox07
To : Ai_RedPanda19
Subject : Re:hm! Mintol!
Gaa-chan jahat! :'(
Baiklah...
Kita sekolah bareng lagi donk bertiga...
Naru senang sekali :D
See ya, gaa-chan and ki-chan
Melihat kondisi anaknya yang membaik, kushina pun tersenyum lembut kepadanya. Dielusnya kembali surai pirang anaknya. Tiba-tiba dipeluk anaknya dengan lembut. Melepaskan rindu dan kesedihan yang ada dibenaknya. Entah apa yang ada dipikirannya. Melihat dia dipeluk tiba-tiba oleh ibunya naruto pun membalas pelukan ibunya.
" kaa-chan kenapa? " Tanya naruto yang masih kebingungan dengan tingkah ibunya.
" tidak apa-apa sayang... kaa-chan Cuma rindu kepada mu " tapi dari nadanya terasa ada kegelisahan yang sangat besar di dirinya.
" hehehehe... naru juga rindu kaa-cah, tou-chan, dan nii-chan... " naruto cengengesan di dalam pelukan ibunya. Ibunya merasa khawatir jika suatu saat dia tidak bisa melihat senyum dan tawa yang gembira lagi dari putra bungsunya yang manis. Semakin kencang pelukannya kepada anaknya, hingga suara pintu menginterupsi adegan ibu dan anak itu.
.
.
.
" oi kushina! Lepaskan pelukan mu dari naru dulu, dia belum makan dari tadi " seorang pemuda bersurai merah yang ke orange-orange an yang masuk tanpa izin pemilik kamar terlebih dahulu.
#Plakk!
Kepala Kyuubi mendapat pukulan cinta dari Kushina dengan spatula yang entah dari mana, sedangkan naruto langsung menghoror dengan pandangan yang disajikan didepan matanya.
" panggil aku apa, Kyuu-bi –chan? " Kushina tersenyum sangat manis. Tapi dimata kyubi senyum itu sangatlah menakutkan dan tidak bagus untuk dilihat anak dibawah umur (?)
" Ka...Kaa-san... " Kyubi bersusah payah mengucapkan kalimatnya. Dirumah ini yang paling ditakutkan diseluruh keluarga mereka dan para pekerja yang di rumah adalah sang Nyonya yaitu Namikaze Kushina. Bahkan sang suami pun takluk dibawah kaki nya. TOP lah yang pasti ! (aku maul ah berguru ama Kushina-san; Kush: give me ¥.000)
" I see, naru-chan mau miso ramen? Kaa-chan sudan membuat yang special untuk mu " ucap kushina dengan lembut dan mencium kening naruto.
" mau kaa-chan... naru sangat suka masakan kaa-chan! Yeeeeeey ! ! " naruto pun bangkit dan berlari ke ruang makan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Meninggalkan Kushina dan Kyubi yang masih tetap diam di tempat. Mereka hanya menggeleng - gelengkan kepala mereka bersamaan melihat tingkah naruto yang sangat kekanakan.
" nee, kyuu-chan " interupsi ketenangan diantara mereka.
" apa? " Tanya Kyuubi dengan singkat.
" apakah kau sudah menghubungi mereka? " kushina menatap intens kepada Kyuubi.
" sudah kaa-san " kyuubi mengangguk dengan pelan
" apa kata mereka ? " kushina mengalihkan pandangannya ke salah satu foto di ruangan itu
" kata mereka..."
.
.
.
Flashback
Setelah kyuubi menaruh naruto di atas tempat tidurnya, dengan hati-hati dia keluar dari kamar itu dan memberi tahu ibunya keadaan naruto. Kushina pun memerintahkan kyuubi untuk menghubungi seseorang yang mereka ketahui.
Kyuubi mengotak – atik handphonenya dan mencari nomor orang yang mereka perlukan saat ini. Setelah ketemu kyubi memilih pilihan call yang tersedia di layar handphone layar tekan tersebut.
[ tuut...tuut... cklek ]
" Moshi – moshi "
[ "kyuu-chan, ada apa? " ]
" KERIPUT! MASA KAU SUDAH LUPA!? AKU SUDAH BILANG AKAN MENGHUBUNGI MU KAN?! MEMANG DASAR KERIPUT TUA BANGKA?!" bentak kyuubi. Ternyata yang dihubungi nya adalah sang kekasih ; Uchiha itachi.
[ " tapi kyuu-chan bilang nanti malam kan? " ]
" okay, aku salah waktu! Kaa – san bilang untuk menghubungi kalian untuk makan malam bersama, apa kalian bisa? "
[ " tentu saja, apa ada pembicaraan penting juga? " ]
" seperti nya begitu. Tapi aku tidak terlalu menduga, ini ada hubungannya dengan pingsannya naru..."
[ " alright, i'll tell my parents and him about this dinner invitation" ]
" yah! Kami tunggu nanti malam. Jaa " kyuubi pun menyelesaikan pembicaraan mereka.
End Flashback
.
.
.
"begitulah kaa-san." Kyuubi pun melipat kedua tangan di dada nya. Mereka pun kembali dalam keadaan hening.
" Kaa-san akan menghubungi Majo no hikari untuk memperkuat banteng rumah ini. semoga kita dapat bergerak lebih cepat dari dia. " kushina pun berjalan keluar dari kamar anak bungsu nya.
" aku juga berharap begitu dan aku tidak mau semuanya kembali seperti dulu, kaa – san " kyuubi pun ikut beranjak dari kamar itu.
.
.
.
Di Kediaman Uchiha
" Tou – san , kaa – san ... kita dapat undangan makan malam dari keluarga Namikaze " ucap seorang pemuda bersurai hitam panjang sebahu yang diikat ogah – ogahan yang diketahui anak sulung dari keluarga tersebut.
"Hn! Apakah sudah saat nya memanggil adik mu dan mempertemukan dia adik mu dengan dia " Tanya seorang pemuda berusia paruh baya tapi tetap kelihatan gagah dan tampan yang bernama Uchiha Fugaku. Fugaku memegang tangan kanan istri – nya yang bernama Mikoto . Mereka merasa waktu akan memutar kejadian yang sama.
" Kita tidak bisa selamanya menyembunyikan jati diri kita terus, tou – san, karena dakumeiji pasti akan terus – terusan berusaha memusnahkan kita. Terutama dia tahu adik ku dan istri nya terlahir kembali ke dunia ini, walaupun kita tidak tahu mereka tahu dan siap akan keadaan mereka sekarang " itachi berkata dengan raut wajah yang terluka. Sekarang dia menatap lurus ke arah mata ayah nya.
" gaki ¸tou –san tahu! Meskipun di kehidupan ini kami tidak memiliki kekuatan seperti kehidupan dulu, kita akan memperbaiki kesalahan yang dulu. Tou – san juga tahu, kami no hikari seorang pria " lirih pria usia paruh baya. Mikoto mengusah lembut lengan suami nya. Menenangkan segalanya.
" anata, meskipun kami no hikari adalah seorang laki – laki maupun perempuan , sasuke akan selalu setia mencintai nya walau apapun yang terjadi." Mikoto tersenyum lembut kepada kedua pria yang berpewarakan sama tapi cuma beda usia.
" tou – san jangan khawatir , kami dan para guardian masih memiliki kemampuan dan kekuatan yang sama seperti zaman dahulu! Meskipun kami sudah berenkarnasi ke tubuh ini , tetapi kekuatan yang tersimpan tetap sama seperti dulu. Bahkan sekarang mungkin aku sudah jauh lebih kuat dari sebelum nya! Karena semenjak aku mengenal dia, aku akan terus mempertahankan apapun yang seharusnya menjadi milikku dari dia, si brengsek yang membunuh kita dan mereka dimasa lampau " tiba – tiba seorang pemuda berperawakan sama seperti itachi tapi memilik usia lebih muda tetapi hanya di wajah nya tidak ada garis yang terlihat seperti keriput kayak itachi . rambutnya yang melawan gravitas ato lebih muda dikenal kayak pantat ayam atau bebek #dichidori
" are~~ sasu – chan sudah bangun ? bagaimana tidur panjang mu nak ? mau sarapan dulu ? kaa – san sudah mempersiap kan darah beruang yang sangat segar untuk mu atau makanan manusia kesukaan mu, tomato soup" mikoto mendatangi anaknya dan mengajak nya keruang makan.
" tidak perlu kaa – san, karena nanti malam aku akan bertemu dengan nya. Aku jadi tidak sabar kaa - san " jawab sasuke dengan wajah super datar. Mereka memandang pemuda itu yang ternyata bernama Uchiha Sasuke dengan senyum lembut, yah walau dua orang tetap memasang wajah stoic nya. Tapi ada rasa kecemasan dan kesedihan di mata mereka. ' apa sasuke siap untuk menerima jika kami no hikari melupakannya ?' lirih mereka dalam hati.
.
.
.
At nigh when the stars light up my room
I sit by myself
Talking to the moon
Trying to get to you
In hopes you're on the other side
Talking to me too
Or I a fool
Who sits alone
Talking to the moon
[ Talking to the Moon – Bruno Mars ]
.
.
.
Di lain tempat seorang pemuda bersurai raven sedang melukis di sebuah ruang bercat orange dan berlangit – langit bergambar matahari. Dia melukis seorang pemuda yang tersenyum lima jari. Membuat dia tersenyum lembut. Setelah selesai, dia mencium lukisan itu tepat di bibir pemuda yang tersenyum di dalam lukisa.
Srek!
Sebuah pintu geser pun bergerak ke samping. Menampakkan seorang pria paruh baya dengan badan penuh perban tapi hanya setengah perban yang tepasang di wajahnya. Dia pun melangkah mendekati pemuda bersurai raven yang acuh akan kedatang sosok yang tidak di duga itu .
" gaki! Aku ingin bicara serius kepada mu " kata pria itu setelah dia menutup pintu itu kembali dan duduk tepat di samping pemuda itu walau diberi jarak sebuah meja yang penuh dengan alat – alat lukis.
" apa yang ingin kau bicara kan dengan ku, tou – san sehingga mengganggu waktu ku yang sangat berharga ini " pemuda bersurai raven itu yang bernama Danzo Sai memandang sang ayah yang bernama Danzo Shimura . Sai pun memasang wajah palsu nya.
" aku dengar, kau sudah menemukan kami no hikari ? " Danzo melihat anak nya dengan pandangan yang sulit di artikan.
" kenapa Tou – san menanyakan itu ? kalau aku jawab iya , tou – san mau berbuat apa kepada nya ? " sai buka menjawab malah bertanya kembali kepada ayah nya itu.
" aku akan membantu mu mendapatkan apapun yang kau ingin kan, nak. tapi kau jangan gegabah, lawan mu adalah Yami no ou!" ucap danzo yang mengalih kan pandangannya kepada lukisan yang diletakkan Sai diatas meja.
" tidak perlu. lalu memang kenapa? Aku tidak takut! Aku pernah membunuh mereka dengan mudah, walaupun terakhirnya aku terpaksa membunuhnya karena tidak mau menuruti keinginanku " sai cuek dengan keberadaan sosok yang menakutkan yang akan menjadi lawannya di kemudian hari . dia tidak tahu betapa mengerikan nya Yami no ou yang sekarang. Perbandingan kekuatan mereka yang sangat jauh.
"KAU BISA MATI KONYOL DI TANGAN MEREKA ?! APA KAU TIDAK SADAR AKAN KEKUATAN MEREKA " nada danzo meningkat dengan drastis melihat anaknya itu cuek dengan keadaan mereka sekarang. Wajah khawatir terpampang di wajahnya
" tenang saja Tou – san, Aku sudah mempersiap kan segalanya untuk mengatasi mereka semua! Tou – san ingat kan kalau aku seorang yang pernah memusnakan mereka... " seringai muncul di wajahnya menggantikan senyum palsu di wajahnya. Danzo mengganti wajah khawatir berganti menjadi muka takjub dan seringai keji. ' terkadang aku lupa, bahwa anak ku ini ada renkarnasi sang Dakumeiji' pikirnya dengan seringai yang masih nempel diwajahnya
.
.
.
Sasuke kembali dalam kamarnya setelah selesai berbincang – bincang dengan orang tua dan kakaknya. Dia pun melangkah menuju kamar nya. Memang dia masih teringat kata kakaknya bahwa kami no hikari sekarang adalah seorang laki – laki, meskipun kakaknya tidak member tahu seluruhnya. Tapi itu tidak akan melunturkan cintanya kepada sang pujaan hati , walau ada sedikit rasa kecewa akan kenyataan itu. Tapi dia akan tetap setia mencintainya dan tetap tulus melakukan kontrak mereka di masa lampu.
Sesampainya di depan kamarnya, dia pun masuk ke dalam kamarnya dan menghempaskan badannya ke atas tempat tidur. Dia pun tersenyum lembut memandang ke langit-langit kamarnya berwarna biru sewarna dengan mata orang yang dicintainya. Dia pun tersenyum lembut, karena beberapa jam kedepan dia bisa bertemu dengan pasangan jiwanya, separuh jiwanya dan orang yang telah mengisi hatinya ratusan tahun yang lalu. Namikaze Naruto yang diketahui namanya dari sang kakak nya yang kadang menyebalkan.
"Naruto kita akan bertemu kembali, wahai permaisuri ku..."
.
.
.
TuBeCe :D
Hello mina-san!
Thanks banget ya buat sudah redo merepiuw ini ff yang kacau habis
Hahahahahahahaha
Namika Rahma : yups... mereka mengetahuinya... :D tapi kelanjutannya masih rahasia donk :D
Phoenix Emperor NippleJae :hehehe! Untung ada yang ngajarin.. jujur aja ye, aneh kadang-kadang gak ingat (bilang aja lupa) mengenai aturan eyd... makasih buangeeeeeeeeeeet udah member tahu hehehe
Yuichi : ini sudah :D
Uchinami Akira : mau nya sapa pair untuk naru-chan? Heheheheehe #ditabok
Doain aja ya semoga SasuNaru ending nya...
Yups, ceritanya memang kisah renkarnasi... kalau untuk berikutnya masih rahasia perusahaan (bilang aja belum ada ide wkwkwwkwk)
Okay buat semuanya,
Tolong di review ya, buat ide-ide untuk tulisan kacau, typo, abal-abal and gaje nih
Perlukah chu~?
