Entah sudah menit keberapa Hakyeon tak bosan merenungi nama Wonshik—Jaehwan, kini ia memusatkan pikirannya kembali pada dua rekan anggota yang lain, sebut saja adik-adik kecilnya...

Lee Hongbin dan Han Sanghyuk.

Mereka berdua dijadikan couple lantaran umur yang berdekatan sekaligus rival perang dingin saat masa trainee dulu. Rasanya tidak heran jika mereka sering bertengkar dan memaki yang sebenarnya adalah candaan humor rendahan. Bahkan mereka berdua sering melempari barang di dorm hingga Hakyeon harus turun tangan supaya mereka diam.

Siapa yang percaya bahwa mereka berasal dari kubu berlawanan seperti air dan api? Hongbin yang sentimen setengah mati pada Hyuk dan Hyuk yang terlalu kaku dan alot sampai semua anggota naik darah kala anak itu tidak peka untuk melakukan apapun.

Hakyeon mencoba memutar kilasan ingatan tentang dua anak itu. Apa ada yang aneh?


HETERO OR...HOMO?

VIXX

(Chaptered), (Friendship, Romance), (BL!, AR!, Slash!), (T)

Berangkat dari rasa penasaran dan iseng, Hakyeon rela mengasingkan diri hanya karena soal orientasi seksual rekannya di VIXX. Dari sore yang tenang hingga malam berhias bintang di hari yang sama, akankah fakta yang terlihat menjelaskan semuanya? Atau justru ia yang akan terjebak kedepannya?

7D


Hongbin merupakan orang yang dianggap paling tampan di VIXX. Yeah, Hakyeon akui itu. Lesung pipi berpasangan dengan senyum cerah menawan pasti banyak membuat orang terpana dalam kedipan pertama. Di belakang kamera sifatnya mungkin tidak terlalu ramah, cuek malah. Jika Taekwoon terlihat dingin di urutan pertama, maka urutan kedua ditempati oleh Hongbin.

Ia juga orang yang pemilih. Maksudnya ia bukan seorang playboy seperti Jaehwan yang mengumbar godaan maut sana-sini. Ia memang pernah berkencan dengan beberapa gadis, hanya saja kebanyakan dari mereka adalah orang biasa. Bahkan Hongbin pernah memacari hair stylist mereka sendiri.

Lalu...apakah itu jaminan bahwa Hongbin benar-benar lurus?

"Mmmm...tidak juga sih," Hakyeon bermonolog.

Satu lagi lelaki bermarga Han dengan nama panggung Hyuk. Dalam beberapa kesempatan, kau akan melihat ia seperti bayi berang-berang lucu yang terperangkap dalam tubuh sebesar Adam Jordan. Itu bukanlah Han Sanghyuk yang sebenarnya. Kerap ditegur karena sifat jahil yang keterlaluan memang cocok dengan sebutannya sebagai maknae satan. Bisa dibilang kalau sifat kakunya dulu telah sirna jika sudah bersama dengan orang yang tiap hari bersama dengannya. Yang benar- benar baik dari anak itu adalah karakternya yang kritis. Ia selalu peduli dengan keadaan member lain dan tidak segan memprotes apa saja yang dirasanya tidak sesuai. Ia juga anak yang ramah (dalam artian sebenarnya) sekalipun Hyuk lebih sering memasang wajah butuh tidur di belakang kamera.

Soal asmara, anak itu beberapa kali bercerita kepada Hakyeon tentang seseorang yang spesial dihatinya. Kebanyakan yang Hyuk sukai bukanlah orang baik-baik dan ia selalu berada di posisi yang tersakiti. Sayang sekali, anak sebaik Hyuk salah melabuhkan hati untuk orang lain.

Jadi bagaimana hubungan mereka berdua? Apa seaneh Wonshik-Jaehwan?

Oh iya, Hakyeon ingat!

Beberapa waktu lalu, ketika mereka terbang ke Malaysia untuk mengadakan fanmeet, Hongbin berwajah muram alis tertekuk. Ia selalu menjawab pertanyaan seadanya menjurus ketus sampai Jaehwan hampir terpancing emosi jika Wonshik tidak mengajak lelaki itu membeli es krim sebagai pengalihan.

Hanya Hyuk yang nekat mendekati Hongbin. Anak itu seperti tidak membaca situasi, mulai dari menoel-noel hidung Hongbin, mencubit pinggang, bahkan meremas bokong pemuda putih itu.

Tepat ketika mereka sudah masuk di ruang tunggu, emosi Hongbin tiba-tiba meluap. Mereka semua kaget, namun reflek mereka yang lambat hanya bisa melotot dan sedikit berseru. Tidak biasanya Hongbin lepas kendali seperti itu.

"KAU!"

Kepalan tinju Hongbin tertahan dengan tangan Hyuk yang tak kalah besar. Kepalan itu ditarik hingga Hongbin tersentak ke depan bertubrukan dengan tubuh Hyuk yang juga besar.

"Kami ke toilet dulu, hyung," pamit Hyuk tanpa menunggu persetujuan dari orang yang ada disana.

Hongbin diam saja ketika ditarik Hyuk menuju toilet bandara. Hakyeon yang penasaran segera pamit menyusul mereka berdua. Takut mereka berkelahi atau apalah itu ditengah jadwal mereka yang padat seperti saat ini.

Sesampainya di koridor menuju toilet yang sepi, Hakyeon melotot untuk kesekian kali terhadap keanehan rekan-rekannya.

Bagaimana tidak, dengan wajah memerah hingga telinga, Hongbin terpojok di dinding dengan bibirnya yang dipagut kasar oleh Hyuk. Hongbin mencengkram baju depan Hyuk sementara Hyuk menahan rahang Hongbin. Mereka saling meraup bibir satu sama lain dan tidak sadar kalau ada orang lain berdiri tak jauh dari sana.

Hakyeon langsung mengedarkan pandangan apakah disini ada kamera tersembunyi atau orang lain yang melintas. Otot wajahnya sedikit mengendur karena tidak ada satu pun kamera, bisa bahaya jika ada yang tahu. Ia tidak ingin memergoki mereka berdua karena tahu pasti nanti jadi canggung.

Walaupun masih penasaran, Hakyeon sadar ia tidak boleh melanggar batas-batas pribadi mereka. Meninggalkannya berdua dirasa pilihan terbaik, 'kan? Toh mereka sudah sama-sama dewasa.

Yang Hakyeon lakukan hanyalah bersender dibalik dinding sekedar untuk mengawasi dan beruntung tidak ada orang yang lewat. Ia tetap bisa mengawasi adik-adiknya hingga terdengar suara pintu toilet yang dibuka, mungkin mereka berdua sudah masuk ke dalam toilet. Selanjutnya ia berlalu dari tempat itu dengan jantung berdetak kencang.


Hakyeon mengetukkan kepala bolpoin didagunya lagi, apa itu bisa dijadikan patokan kalau Hongbin dan Hyuk itu belok?

Karena sejauh ini hanya itu yang ia lihat dari interaksi intim mereka berdua. Kedua adiknya itu kini terlihat biasa-biasa saja, tidak terlalu dekat namun tidak terlalu canggung juga. Walaupun Hyuk diam-diam sering melirik Hongbin, tidak dipungkiri kalau Hongbin juga melakukan hal yang sama. Hanya saja Hongbin lebih rapi, jadi kemungkinan untuk disadari oleh member lain lebih kecil.

"Ah, membingungkan," Hakyeon berdecak, "Tapi kalau dilihat-lihat..."

Tahu apa yang Hakyeon bayangkan?

Ia sedang membayangkan siapa yang sebagai top dan bottom diantara mereka berdua. Oh astaga, Hakyeon terlihat seperti fudanshi sekarang. Padahal hubungan mereka belum jelas apakah ada unsur asmara atau tidak, dasar.

Hakyeon merenung jauh ke depan seakan-akan menggambarkan Hyuk dan Hongbin. Jika dilihat dari postur tubuh dan ketampanan, keduanya sama-sama unggul dengan bagian tubuh menggoda mereka sendiri. Namun lain lagi soal di depan kamera, Hongbin akan terlihat dewasa sementara Hyuk masih dianggap bayi oleh fansnya. Poin barusan hanya berlaku ketika di depan kamera saja. Aslinya justru Hyuk yang lebih laki dari Hongbin.

"Jadi namanya adalaaaah..." seru Hakyeon bak mengumumkan pemenang lomba. Moodnya langsung berubah kegirangan karena sudah membayangkan yang 'iya-iya' tentang mereka berdua.

Nama Hyuk x Hongbin pun keluar sebagai pemenang. Garis berbentuk hati mengelilingi nama sejoli itu sampai-sampai Hakyeon jadi senyum-senyum sendiri.

"Seperti inikah rasanya memasang-masangkan idola? Hihihihih..." kikik Hakyeon geli sendiri dengan pemikirannya.

Hakyeon meletakkan pena dan buku tadi di atas meja. Meregangkan tubuh yang terasa kaku lalu menguap karena mengantuk. Langit sudah benar-benar berwarna biru dongker dengan hiasan bintang tanda kalau hari sudah malam. Lama juga ia melamun hanya karena empat manusia itu.

"Mandi dulu, ah. Nanti pesan makanan, baru lanjut lagi. Hoaahm..."

Hakyeon beranjak malas sambil membawa buku dan bolpoint keramat dalam satu genggaman. Pintu model geser itu Hakyeon dorong ke kanan, sengaja menyentuh dreamcatcher hingga lonceng kecil itu berbunyi lagi. Mengambil handuk untuk membersihkan diri dan menyegarkan pikiran karena siapa tahu setelah mandi dan makan ada hal menarik yang dapat ia simpulkan dari mereka, rekannya mencari pundi-pundi uang disini.

Setidaknya sejauh ini Hakyeon belum menyesal dengan 'penelitian' ini.


Langit benar-benar gelap ketika jam analog kamar ini menunjukkan pukul 9 lebih 5 menit. Entah kemana bintang-bintang yang tadi tampak ramai di langit. Apa tertutup awan? Apa akan hujan sebentar lagi?

"Hmm...kurasa tidak. Udaranya kencang, sih. Tapi tak apa lah..."

Jadi Hakyeon tetap memakai hoodie kebesaran dan celana menyerupai hotpants—ini khusus untuk lelaki, bukan perempuan— berbahan latex. Jadi rasanya seperti kau tidak menggunakan apapun, nyaris tidak terlihat jika kau tidak menunduk untuk melihatnya.

Kebetulan kasur yang ditempati Hakyeon dekat dengan jendela, jadi ia bisa bermalas-malasan melihat langit tanpa harus keluar kamar. Satu bucket ayam cepat saji yang tersisa setengah teronggok begitu saja di sisi kanan, sementara ia memilih untuk tengkurap dengan wajah bertopang tangan kanan.

Baru saja ia melirik ayam yang masih tampak hangat, ponselnya bergetar dan berkedip-kedip. Oh, ada pesan masuk.

"Hyung, kemana saja? Aku merindukanmuuu *. Cepatlah pulaaang T_T"

Hakyeon tersenyum geli sementara tangan kanannya merogoh paha ayam yang langsung digigit besar. Beberapa remah-remah bumbu ayam itu berjatuhan mengotori kasur. Merindukannya? Yang benar saja si Dino satu ini.

"Aku juga merindukanmu, Hyuk . Eiii, anak kecil tidak boleh tau kemana saja orang dewasa ini kemana selama dua hari..."

Baru sebentar dilahap, paha ayam itu sudah habis dagingnya. Sambil menunggu, Hakyeon kembali meraup sayap ayam yang ia rogoh dari bucket. Setelah gigitan kedua, pesan baru pun masuk.

"Hyung jahaaat T_T kuadukan kau pada Taekwoon hyung ya..."

Tunggu, Hakyeon merasa ada yang janggal ketika mengingat nama itu, tapi apa ya? Ia merasa melupakan sesuatu hingga Hakyeon melihat sekeliling kamarnya.

Oh iya! Ia belum menulis apa-apa tentang—

"Jangan kemana-kemana. Aku tahu kau disitu, Cha. Aku segera kesana sekarang—"

.

.

.

.

"—hah?"

TBC


A/N : Aloha, akhirnya kembali lagi setelah sekian lama gak lanjutin buat ngetik tik tik:). Sekitar 5 bulan lalu cerita ini sudah berlanjutan ngelanjutin dan baru sekarang di update, maaf ya. Maaf buat beberapa orang yang merasa terPHP karena janji saya buat publish beberapa bulan lalu (saya bener-bener lupa siapa aja yang udah chat karena akun ini kebobol dan DM-nya terhapus semua). Rasanya mau lanjutin ini kaya maju mundur, mengingat begitu banyak imagine yang berseliweran ditengah stucknya ide buat lanjutin ngetik. Tapi bakal saya usahain ngumpulin mood buat lanjutin ini karena baru kali ini bikin cerita yang chaptered, padahal saya lebih demen oneshot.

Gak penting ya kan? Ya udah baca aja.

Makasih buat redhoeby93, WonTaekYourHeart, liuzhiang, Hakyeonchoco,RFionn, kikohana, ShinMutii1189, vkkit, minyoungchwe, miixryora, Lynchopp yang udah baca, fav, plus follow. Buat yang fav sama follow boleh dong sekali-sekali nongol di kolom review? Saya kan juga pengen saling chat sama kalian.

Selamat membaca! Review juga boleh ;)