THE ONE
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 2
Main cast : HunHan
Other cast : find in the story
Rate : T
Genre : Hurt, drama, sad, romance –failed
.
.
.
.
A/N :
Hei, gua balik bawa chapter 2 untuk The One. Maaf atas late post nya, maklumilah kesibukan orang lain *alesan. Kkkkkk ^^v
Oya gua makasi banget lo sama yang udah follow, fav , sama review. Itu sesuanu/? banget tau gak.
Gua juga ada kendala ide buat Love Song Story jadi maaf kalo ada yang nunggu itu *gada.
Kemaren ada yang komen tentang bahasa inggris gua di chapt 2.
Miannn -.- ya karna gua pake bahsa inggris slengean/?
Pasti banyak yang asing sama kata bahasa inggris slengean. Itulo bahasa inggris yang informal dan gak pernah mentingin grammer. Kalo ibarat bahasa Indonesia itu kaya bahasa gak baku yang dipake anak muda, contohnya " lo – gua" dalam kamus bahasa kan kalo gak formal Cuma ada " kamu – aku "
Gua juga baru sadar setelah itu posting, mungkin itu kebiasaan kalo di kelas speaking pake bahasa slengean , padahal kalo pas speaking formal interaction itu bakal dimarahin abis – abisan sama dosen gua pake bahasa slengean :v
Udalah gak usah banya bacon egen.
Typo (s) every where
Flat story
Happy reading
And
RnR please ^^
.
.
.
.
.
.
.
Tap
Tap
Tap
Sehun melangkahkan kakinya keluar dari kamar Luhan , sedangkan luhan hanya mampu menatap punggu Sehun nanar.
' jangan pergi ku mohon Sehunie ' kata – kata Luhan hanya mampu tertahan di tenggorokannya.
Tes
Tanpa disadari oleh Luhan setetes air mata meluncur bebas di pipi mulus miliknya.
' Tak tahu kah kau , aku selalu mencintaimu dari dulu. Apakah aku sama sekali tak ada artinya dimatamu. Apakah semua yang kurasakan akan sia-sia belaka? ' –Sehun
' Kenapa harus Kris yang mengatakannya. Kenapa bukan dirimu ? Aku takut, amat sangat takut menyakiti dia seperti kejadian dulu. Aku tidak mau menyakiti siapa pun lagi. ' –Luhan
Hikssss…..
Satu isakan lolos begitu saja dari mulut Luhan setelah Sehun benar-benar pergi dari kamarnya.
Dengan perlahan luhan menutup pintu balkon dan menuju ke ranjang queen size-nya. Kemudian ia tenggelamkan wajahnya pada bantal untuk meredam suara isakannya. Iya hanya ingin menangis sepuasnya.
Tanpa ia sadari rasa lelah karna terlalu lama menangis membuatnya jatuh tertidur.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang menyambut siapa saja yang mengharapkan kehangatannya membangunkan tidur Luhan melalui celah jendela kamarnya.
Tapi cerahnnya matahari tak secerah wajah milik Luhan. Pagi ini ia terlihat sangat tidak semangat. Hal itu jelas terlihat dari wajahnya yang datar tanpa senyum.
Kedataran wajahnya hampir menyaingi wajah milik Sehun.
Mengenai Sehun, namja itu tidak memiliki jadwal hari ini. Itu sebabnya Luhan hanya terlihat sibuk sendiri pagi ini.
Ya meskipun Sehun akan tetap mengantarkan Luhan ke Universitas dengan mobil pribadinya.
07:45
Masih ada waktu sekitar 15 menit untuk memasuki kelasnya. Sehingga Luhan lebih memilih menuju ke kantin terlebih dahulu. Entah kenapa rasanya tenggorokannya sangat kering.
Suasan kantin tidak begitu ramai karna sebagian siswa memilih menunggu di kelas masing-masing.
Ia terus berjalan menuju ke sudut kantin. Tanpa disadari ternyata ada Kris di sudut lain kantin yang sedang memperhatikannya. Ketika ia melihat Kris, maka ia memantapkan hatinya untuk menjawab pertanyaan Kris kemarin.
" Boleh aku duduk? "
" Tentu . " Kris mengangguk meng-iyakan.
" Ada yang ingin aku bicarakan Kris. "
"…."
" Tentang ucapan dan permintaan mu kemarin. "
" Apa jawaban mu Lu? "
" Maaf Kris, akan lebih baik jika kita hanya berteman. "
" Tidak bisakah Lu ? Aku benar-benar menyu….. ah ani aku bener-benar mencintai mu Lu."
" Mian…. "
" Berikan aku kesempatan sekali saja Lu."
"….."
" Berikan aku waktu 1 bulan, ah ani cukup 3 minggu saja."
' Haruskah ? tuhan , aku tidak mau menyakiti siapapun lagi. Apa yang harus aku lakukan. ' Luhan mendongakkan kepala menatap Kris.
" Apa yang terjadi jika sudah mencapai 3 minggu ? "
' Apa yang ku katakan. Apakah tidah apa-apa jika aku menggambil keputusan ini. Maaf kan aku Tuhan, aku tahu ini salah. '
" Jika dalam waktu 3 minggu aku bisa membuat mu menyukai bahkan mencintaiku sebagai kekasih mu. Maka ini akan berlanjut entah sampai kapan. Tetapi, jika sebaliknya maka aku akan berhenti mengejar cinta mu. Eottoke ? "
' Mian…. Tuhan, Sehunie.. '
.
.
.
.
.
.
" Aku pulang…. "
Luhan, namja itu baru saja sampai di apartement milik Sehun.
' Sepi, kemana Sehunie? '
Luhan mencoba untuk mencari keberadaan Sehun di kamar, dapur, kamar, bahkan ia mencari sampai balkon kamarnya tetapi hasilnya nihil. Sehun tidak ada di apartement.
Tring
Nada dari ponselnya berbunyi, menandakan adanya sebuah pesan.
From : Sehunie
"Hyungie, aku keluar berbelanja. Mungkin akan sedikit lama karna aku akan mampir di kedai ramen. Apakah kau ingin memesan sesuatu Hyungie ? "
Seulas senyum tercetak dengan indah dari bibir namja bermata rusa tersebut.
To : Sehunie
" Apapun asalkan bisa dimakan. Ahhhh, bolehkan aku meminta ice cream Sehunie ? ^^ ".
Tring
Tak berapa lama ponselnya berbunyi kembali.
' 2 pesan ? '
From : Kriss
" Selamat beristirahat sayang, aku mencintai mu. "
From : Sehunie
" anything for you Xio Lu-ya ^^ "
Entah kemana senyum indah Luhan tadi. Dalam sekejab wajah Luhan menjadi sendu, sepertinya suasana hati milik nya sedak tidak bagus.
To : Kriss
" ne "
To : Sehunie
" :* ^^ "
.
.
.
.
.
.
Suasan malam ini begitu dingin, meski sebentar lagi memasuki musim semi . Tetapi udara dingin ini tak mempengaruhi seorang namja yang duduk di balkon kamarnya.
Tatapan matanya hanya lurus kedepan, tidak ada yang tahu dia sedang memikirkan apa. Hanya saja ekspresi namja tersebut menggambarkan betapa tertekannya dia.
Tes
Setetes air mata jatuh dari namja pemilik mata seekor rusa yang tak lain adalah Luhan.
Drrtttt
Drtttt
Drtttt
Ponsel Luhan tiba tiba berbunyi menandakan adanya panggilan masuk. Tetapi sepertinya Luhan sama sekali tak ada niat untuk mengangkat panggilan tersebut.
Tring..
Ponsel itu kembali berbunyi dengan nada yang berbeda, menandakan adanya sebuah pesan.
From : Kriss
" Terimakasih atas waktu 3 minggunya. Mian karna selama itu aku mengganggu hidup mu. Tetapi ketahuilah aku akan tetap mencintai mu, bahkan semakin mencintaimu. Meski kau tak merasakan apa yang aku rasakan, ijin kan aku menyimpan rasa ini dan kenangan kita. Besok aku akan kembali ke Cina , agar aku bisa merelakan mu dengan orang lain. Sekali lagi Gomawo ^^ "
Tess..
Kristal bening itu jatuh kembali dari sudut mata milik Luhan. Namja itu hanya menangis dalam diam, tiada isakan atau erangan frustasi. Hanya ada wajah datar.
Tanpa ia sadari ada sosok lain menatap dengan prihatin. Andai ia –Sehun bisa maka ia akan langsung memeluk Luhan. Tapi ia tidak memiliki keberanian seperti itu.
Ini sudah keempat kalinya ia melihat Luhan seperti ini. Diam tanpa ekspresi, tatapan kosong, dan air mata sial yang tak mau berhenti itu. Ini terjadi dari 3minggu yang lalu.
Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan Luhan –nya. Karna setiap pagi menjelang ia akan melihat Luhan yang biasa, Luhan dengan penuh senyum dan wajah berbinar. Tetapi saat malam tiba ia akan menemukan Luhan yang lain, Luhan yang penuh keterdiaman dan ke misteriusan. Karna ia hanya akan menyendiri di balkon kamarnya , menatap kosong kedepan sampai pukul 11 malam. Kemudian secara otomatis ia akan kembali kedalam kamar dan tidur. Keesokannya Sehun akan menemukan Luhan yang ceria.
Sehun sedikit heran karna ia merasa Luhan menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi sekuat apapun ia mencoba untuk mencari tahu 3 minggu ini hasilnya tetap sama, nihil. Kecuali fakta bahwa Luhan berpacarn dengan Kriss hyung. Ia mengetahuinya pun karna Kris yang tiba tiba muncul di depan mereka dan membawa Luhan dengan menautkan tangan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini hangatnya matahari menyapa kota Seoul dengan sinar cerahnya.
Terlihat dua orang namja berjalan beriringan di koridor Universitas tempat mereka menimba ilmu. Sesekali si namja mungil mengganggu namja pemilik ekspresi datar –Sehun.
" Ayolah Sehunie ….. "
Luhan si namja mungil pemilik mata rusa itu memohon dengan aegyo yang siapapun tak akan bisa menolak permintaannya. Bahkan cara itu terbukti ampuh juga untuk namja pemilik wajah datar yang bernama Sehun.
" Baik, kita hanya membeli buble tea dan melihat-lihat tidak ada merengek di taman bermain arraseo . " Luhan memekin dengan senangnya. Ugh, sebenarnya disini siapa yang hyung dan siapa yang dongsaeng eoh?
' Aku tak tahu hyung, bagaimana kau selalu bisa menyembunyikan semuanya dengan saat ini aku sama sekali tak melihat kesedihanmu semalam. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari ku eoh? ' Sehun menatap senyum Luhan dengan senyum miris.
.
.
Skip time
.
.
Luhan berjalan sedikit tergesa-gesa menuju kantin. Tempat perjanjiannya dengan Sehun tadi pagi, dan saat memasuki kantin diedarkan pandangannya pada panjuru kantin hingga menemukan sosok Sehun di sudut kantin. Tempat biasa mereka makan.
Hanya saja Sehun ditemani oleh seseorang yang Luhan tidak tahu siapa. Karna namja yang menemani Sehun duduk dengan memunggunginya. Tapi entah kenapa punggung dan bahu itu tidak asing untuk Luhan.
" Hyung…. " Sehun langsung memekik dan melambaikan tangannya ketika melihat sosok Luhan di depan pintu masuk kantin.
Luhan pun membalas lambaiaan tangan Sehun dan segera menuju tempat Sehun beserta temannya itu. Tetapi langkahnya seperti di beri beban ketikan melihat siapa namja yang duduk bersama Sehun menolehkan kepalanya. Wajahnya memucat seketika dan keterkejutan tak terelakan dari raut wajahnya.
" Kau… "
Tenggorokannya seperti tercekat ketika akan menyebutkan nama namja itu. Dan bukan hanya Luhan yang memiliki keterkejutan, namja tersebut pun menunjukkan raut yang tak jau berbeda. Tak menghiraukan pandangan heran yang ditunjukkan oleh Sehun.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
A/N
TBC dengan tidak elit.
Adakah yang masih menunggu epep ini. *enggakkk
Jikalau ada gua terharu T.T
Kwemaren ada yang PM gua katanya bahasa gua di A/N bukan style gua banget. Jadilah pake bahasa yang gak patut di tiru ini :V
Gua bingung mau ngomong apa, terlalu banyan yang gua omongin di A/N bagian atas.
Tanpa nambah word lagi.
Review nya monggo ^^
