Adventure in New World
• • • •
Sebulan sudah berlalu, berita menghilangnya Shichidaime Hokage langsung menyebar ke seluruh negara elemental. Berbagai macam cara telah dilakukan untuk mencari petunjuk tentang keberadaan sang Shichidaime tersebut.
- Hokage Room -
Nampak seorang pria bersurai perak sedang sibuk mengurus beberapa berkas dokumen, dia adalah Rokudaime Hokage atau dikenal sebagai Kakashi Hatake. Lebih dari sepuluh tahun sudah dia telah melepas jabatannya sebagai Rokudaime Hokage, namun kejadian beberapa minggu lalu membuat dia harus kembali mamanggul jabatan itu untuk menjaga keseimbangan. Bagaimana tidak, secara misterius sang Shichidaime Hokage sekaligus muridnya itu menghilang entah kemana, menurut informasi yang didapat dari kedua anaknya mengatakan kalau kedua orang tua mereka ditarik dalam lubang hitam misterius.
'Tok Tok Tok'
Suara ketukan pintu terdengar jelas, "Silakan masuk" ucap Kakashi dan kemudian pintu ruang kerja Hokage itu terbuka menampakan seorang pria bersurai raven. "Hokage-sama menurutku ada kemungkinan Naruto dan Hinata berpindah atau tersedot ke dimensi lain" ucap pria bersurai raven itu secara langsung tanpa keformalan seperti ninja lain. Pria itu bersurai raven atau dikenal 'Uchiha Sasuke' merupakan salah satu pahlawan perang ninja keempat dan sekarang menjabat sebagai ANBU bebas dengan tugas berkelililing dunia mengumpulkan berbagai macam informasi. "Bagaimana kau bisa yakin kalau Naruto dan istrinya terseret ke dimensi lain, Sasuke?" tanya Kakashi yang sudah menatap serius ke arah salah satu muridnya.
"Untuk sekarang hanya itu kemungkinan yang sangat cocok mengenai menghilangnya Naruto, dan hanya itu saja kita ketahui dari ingatan kedua anak Naruto kan, jadi kemungkinan besar Naruto beserta istrinya berada didimensi lain saat ini" jelas Sasuke mengemukakan asumsinya selama ini. "Jadi kalau Naruto berada didimensi lain apa ada jalan menuju ke dimensi tempat Naruto dan Hinata berada?" sang Rokudaime nampaknya sedikit senang dengan asumsi muridnya itu namun bagaimana bisa mengembalikan Naruto ke Konoha.
Perlahan Sasuke mulai membuka penutup mata kirinya dan menampakkan mata hasil perpaduan antara sharinggan dan rinnegan. "Dulu semasa perang melawan Kaguya bukankah aku pernah membuka ruang dimensi, apakah kau sudah lupa dengan kekuatanku sensei" Sasuke menampakan senyumannya. "Ja-jangan bilang kau akan pakai jutsumu itu?" Kakashi nampak terkejut dengan ide yang dikemukakan muridnya itu dan benarlah apa yang dikemukakan Sasuke adalah membuka paksa pintu dimensi dengan mata rinnegannya, sekalipun mungkin dia akan mengalami kebutaan akibat efek penggunaan sharinnegan itu.
"Aku hanya merasa kasihan dengan kedua anak Naruto, bagaimana bisa Boruto dan Himawari harus mengalami yang namanya kesepian seperti ayahnya dulu. Aku sudah bertekad menolong kedua anak Naruto itu, mungkin inilah tugasku membalas budi atas kebaikan Naruto dimasa lalu" Sasuke nampak tersenyum karena dia senang bisa membantu kedua anak Naruto yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri. "Bagaimana dengan istrimu?" "Tenanglah sensei, Sakura pasti akan mengerti dengan apa yang akan kulakukan ini, kau cukup percaya saja sensei" Sasuke pun langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Hokage setelah mengemukakan rencananya.
- Uzumaki House -
Sebulan setelah menghilangnya kedua orang tua mereka, Boruto dan Himawari terus belajar untuk membuat fuin yang menurut cerita bahwa klan Uzumaki memiliki sebuah fuin khusus yang bisa dipakai untuk melakukan teleportasi.
"Nii-san aku sudah menyelesaikan formula fuin keduanya, bagaimana denganmu?" tanya sosok gadis bersurai indigo [Uzumaki Himawari] sambil terus memperhatikan kakaknya yang nampak belum selesai dengan bagiannya. "Sedikit lagi Hima-chan, Nii-san akan menyempurnakannya hari ini juga" balas Boruto yang terus fokus dalam mengerjakan bagian segel fuinnya.
'Tok Tok Tok'
Suara ketukan pintu terdengar dari arah depan rumah "Boruto, Himawari ini paman" ucap suara pria dari depan rumah, Boruto yang mengenal suara pria itu langsung saja menyuruh adiknya untuk membukakan pintu. "Hima-chan cepat bukakan pintu, itu paman Sasuke" mendengar apa yang dikatakan kakaknya Himawari pun langsung bergegas ke pintu depan dan langsung membukakan pintu.
Diruang keluarga Uzumaki-Hyuuga nampak lima orang sedang duduk berhadapan, tiga perempuan dan dua lelaki, mereka adalah Uzumaki Boruto, Uzumaki Himawari, Uchiha Sasuke, Uchiha Sakura, dan Uchiha Sarada. Mereka berlima sedang membicarakan rencana untuk menemukan dua orang yang berharga bagi mereka.
"Paman aku sudah selesai membuat fuin itu dan kali ini pasti berhasil" jelas Boruto kemudian langsung menunjukkan beberapa kertas segel fuin ke arah Sasuke, dia nampak senang karena mungkin dengan segel fuin itu dia dapat bertemu dengan kedua orang tuanya. "Kalian tidak perlu repot-repot seperti itu membuat segel karena bibi dan paman akan membantu kalian agar bisa bertemu kembali dengan orang tua kalian" jelas Sakura sambil tersenyum "Jadi yang perlu kalian lakukan sekarang cukup beristirahat saja nanti seminggu lagi paman akan menyelesaikan jutsu ini dan membawa kalian ke tempat orang tua kalian" Sasuke menimpali perkataan istrinya itu, sementara seorang gadis bersurai hitam yang merupakan putri dari keluarga Uchiha itu hanya diam dan terlihat cuek.
- Kuoh City -
Sebulan sudah setelah berpindah dimensi nampak sepasang suami istri sedang melayani pelanggan mereka ditempat usaha mereka, berupa kedai makanan khas jepang yang cukup besar serta memiliki beberapa pelayan. Naruto dan Hinata memutuskan untuk membuka usaha makanan berupa kedai makanan khas jepang, agar dapat mengumpulkan uang untuk bertahan hidup.
Awalnya Hinata nampak sangat sedih mengingat nasib kedua anaknya, namun Naruto selalu ada untuk menghibur dan meyakinkan istrinya kalau kedua anak mereka akan baik-baik saja. Dengan adanya Naruto itu membuat Hinata sedikit lebih tenang dan berusaha membantu suaminya untuk mencari jalan kembali ke Konoha.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam dan semua karyawan dikedai makanan milik Naruto dan Hinata sudah bersiap pulang, setelah selesai mengganti membereskan peralatan makan, meja, kursi, serta mengganti pakaian kerja mereka.
"Naruto-san Hinata-san kami pulang, jaa nee"
Para karyawan dikedai 'Ichiraku' milik Naruto dan Hinata kini sudah pulang, meninggalkan kedua pemilik itu yang sedang duduk santai menikmati makan malam mereka. "Anata aku sangat merindukan Boru-chan dan Hima-chan" nampak Hinata berbicara pelan dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Naruto sadar bahwa Hinata sangat merindukan kedua anaknya, ibu mana sih yang tidak mengkhawatirkan kedua anaknya yang terpisah antara dimensi. "Sudahlah Tsuma aku yakin sebentar lagi kita akan bertemu mereka, entah mengapa firasatku mengatakan kalau si teme akan datang kemari" Naruto berusaha menenangkan istrinya sekalipun dia sendiri juga merasa rindu dengan putranya yang selalu berbuat onar, dan putrinya yang selalu tersenyum seperti istrinya.
Keesokan harinya 'Sunday'
Naruto dan Hinata tak membuka kedai makanan mereka dihari minggu, menurut mereka hari itu adalah hari dimana mereka bisa bersantai sejenak dari aktifitas mereka sehari-hari. "Bagaiman kalau kita ke pantai Tsuma, sejenak kita bisa menikmati masa muda kita seperti dulu?" Bisik Naruto pada istrinya yang masih tertidur memeluk erat dirinya dalam kondisi tanpa sehelai benang pun ditubuh mereka. "Enghh ohayo Anata, ke pantai yah?" perlahan Hinata mulai bangun dan mengucek matanya dengan punggung tangannya "Iya kita ke pantai hari ini Tsuma, sejenak melepas lelah kalau ke mall, game center, taman itu sudah biasa kita lakukan jadi minggu ini kita ke pantai saja" ucap Naruto sambil mengelus surai violet milik istrinya [akibat perpindahan dimensi terjadi beberapa perubahan fisik pada Naruto dan Hinata seperti warna rambut dan beberapa hal lain] "lagi pula aku ingin melihat istriku memakai bikini yang sexy hari ini" lanjut Naruto yang langsung saja membuat pipi istrinya merona.
"Mou, Anata saat ini saja kan tak memakai apa pun, mana lebih sexy tanpa busana seperti ini atau memakai bikini heh?" tanya Hinata balas menggoda suaminya "Uhmm apa pun dirimu kau tetap istriku yang paling cantik dan paling manis didunia manapun" Naruto langsung memeluk pinggang Hinata, sesekali tangannya merayap ke bagian bawah Hinata dan mengelus area sensitif Hinata "Enghh sshh Anata shh udah dong, bilang mau ke pantai" desah Hinata menahan nikmat dari perlakuan suaminya itu "Hehe iya iya Tsuma, istriku tercinta" Naruto kembali menarik tangan kanannya dari bagian sensitif istrinya.
- Kyoto Beach -
Pantai Kyoto merupakan tempat wisata yang bisa dibilang cukup ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai tempat, suasana pantai yang indah deburan ombak serta pasir putih dan warna air yang begitu jernih menampakan isi dari wilayah kekuasaan Suijin sang dewa air kuno.
Terlihat seorang wanita bersurai violet memakai kacamata hitam sedang berjemur dibawah sebuah payung berwarna lavender, disamping wanita itu nampak seorang pria bersurai kuning sedang duduk menikmati hembusan angin pantai yang menerpa wajahnya membuat surai kuningnya melambai-lambai ditiup angin.
Tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak terduga, waktu seakan-akan berhenti saat sebuah distorsi ruang tercipta ditengah pantai dan menampakkan sosok pria bersurai kuning dan wanita bersurai merah sedang bertarung melawan sosok monster gurita yang berukuran cukup besar. Dapat dilihat semua yang berada ditempat itu seakan-akan terhenti tak bergerak seperti menjadi patung, namun berbeda dengan dua sepasang suami istri yang masih nampak menikmati pantai sembari menonton pertarungan dua sosok misterius yang memakai topeng melawan sosok monster gurita.
"Apa kita perlu membantu mereka Anata?" tanya Hinata yang sudah mengaktifkan 'byakugan' dibalik kacamata hitamnya "Kita menonton saja Tsuma, lagi pula kita tak tahu alasan pertarungan mereka" balas Naruto santai dan terus menonton pertarungan didepannya. "Apa tidak berbahaya bagi para pengunjung pantai yang lain" Hinata nampak sedikit khawatir dengan efek pertarungan didepannya yang mungkin bisa mencelakakan para pengunjung pantai lainnya.
- Two Maskman vs Octopus -
Pria bersurai kuning dengan topeng Kitsune itu menyerang dengan cepat ke arah monster itu menggunakan sepasang katana putih miliknya, "Dual Blade: Flashing Slash" sebuah tebasan berbentuk 'X' dilesatkan ke arah kepala monster itu. Pada waktu yang sama wanita bersurai merah dengan topeng yang sama seperti pria bersurai kuning itu, langsung mengeluarkan rantai hitam kemerahan dari balik lengan haori merah yang dikenakannya.
Rantai crimson milik wanita bersurai merah itu langsung mengikat monster gurita itu dan membuat pergerakan monster gurita itu terhenti, sehingga serangan pedang yang dikeluarkan pria bersurai kuning itu telak mengenai monster gurita yang sudah tak dapat bergerak. Setelah menerima serangan dari pria bersurai kuning itu membuat beberapa tentakel gurita itu terpotong.
"Rauurrrr rruuuurrr"
Raungan kesakitan keluar dari mulut monster itu saat beberapa tentakelnya terputus, dengan cepat dengan sisa tentakel miliknya. Monster gurita itu langsung menarik wanita bersurai merah yang mengikat pergerakannya, dengan cekatan gurita itu melilitkan tentakelnya ke tubuh wanita bersurai merah itu. Lilitan tentakel dari monster gurita itu mengeluarkan semacam cairan putih yang perlahan melelehkan pakaian wanita bersurai merah yang dililitnya, langsung saja tak kurang dari lima menit wanita merah itu sudah dalam kondisi telanjang tanpa sehelai benang.
"Argghhh enghh" jerit wanita bersurai merah itu saat dimana kedua buah dadanya diremas dengan tentakel dari monster gurita. Sementara itu pria bersurai kuning yang menjadi pasangan dari wanita bersurai merah itu nampak sangat marah melihat apa yang dilakukan monster gurita pada pasangannya.
"Cih monster sialan, akan kubunuh kau" geram pria bersurai kuning itu sambil merapalkan suatu inkarnasi aneh.
[Burung dari langi perlambangan keabadian]
[Api yang membakar hangus para pendosa]
[Bakarlah mereka dalam nyala api suci]
Selesai melantunkan inkarnasi aneh itu, pria bersurai kuning itu langsung mengayunkan tangan kanannya ke depan tepat ke arah monster gurita merah, yang sedang berusaha memasukan salah satu tentakelnya dalam lubang vagina milik wanita bersurai merah.
Disisi lain pantai nampak Naruto dengan sangat antusias menonton pertarungan itu, namun satu yang perlu diketahui 'antusiasme' Naruto bukan terfokus pada pertarungan itu tapi-
PLETAKK
Sebuah jitakan penuh cinta diberikan Hinata pada suaminya dan langsung membuat wajah suami tercintanya, terbenam dalam pasir pantai. "Anata tak cukup kah permainan semalam hah?" tanya Hinata dengan senyuman manis setelah menjitak kepala kuning suaminya. Naruto sedikit meringis kesakitan karena jitakan dari istrinya itu dibalut dengan chakra enchanted strength dan hampir saja membuat kepalanya berlubang.
"Ehehe gomenne Tsuma" cengir Naruto sambil mengelus kepalanya. Yah sedari tadi Naruto yang awalnya menonton menganalisa pertarungan didepannya, malah berubah menjadi seperti orang yang sedang menonton film hentai tentacle live action, dan tentu saja hal itu langsung membuat istrinya naik darah.
Beberapa menit kemudian sang monster gurita itu sudah berhasil dikalahkan dan menjadi takoyaki, saat dimana api berwarna emas berbentuk burung memanggang gurita itu.
Selesai memanggang monster gurita itu, pria bersurai kuning itu langsung menggendong pasangannya yang sudah dia tutupi dengan jubah putihnya. Merasakan bahwa ada yang menonton pertarungannya, pria bersurai kuning itu langsung menoleh ke arah tepi pantai dan dapat dilihatnya sepasang remaja yang sedang menontonnya. Namun sedetik berikutnya dia membulatkan mata seakan terkejut saat melihat sosok yang nampak familiar dimatanya.
"Na-Naruto"
To Be Continued
Naruto Harem dibatalkan karena menurut para reader sekalian mengingat status Naruto sudah menikah dan memiliki anak, kemungkinan akan ada Harem itu anaknya Naruto.
Untuk usia karakter: Naruto [44], Hinata [42], Sasuke [45], Sakura [42], Boruto [17], Sarada [17], Himawari [16]
Dalam bahasa jepang:
Bolt = Boruto
Salad = Sarada
Penampilan Boruto 11:12 dengan Issei cuma berbeda warna rambut Boruto seperti ayahnya
Penampilan Sarada 11:12 dengan Sona cuma berbeda panjang rambut dan gaya rambut Sarada lebih panjang
Penampilan Himawari = Hinata RTN dengan pupil saphire
Kurasa sudah gampang ditebak bukan siapa dua orang bertopeng itu, jadi tak perlu ada kejutan lagi... Sekali lagi maaf yah reader-san
Terima kasih atas saran dan kritiknya XD
