"Jadi, putrid orang itu sudah melarikan diri, ya?" tanya suara baritone yang terdengar di antara kegelapan.
"Ya tuan. Mereka melarikan diri ke dimensi manusia untuk memanggil ksatria itu." Kata seorang laki-laki berambut hitam dan bermata tajam.
"Ksatria?"
"Ya. Seorang manusia yang terhubung dengan dunia ini." Kata laki-laki berambut hitam tadi.
"Begitu… baiklah. Siapkan pasukan lebih banyak. Untuk sementara, kita habiskan seluruh kota." Kata suara tersebut.
"Baik".
"Lihat saja kau, Brengsek!"
The Connect Of Two World
By, Lala a.k.a Nurrafa
Disclaimer: Tentu saja punyanya om (Om kata lo?) Riichiro Inagaki sama Yuusuke Murata. Kalau saya sih… selaku Author paling cantik *jeder! Cuma punya fic nan GaJeBo ini.
Song Disclaimer: You'll Be In MY Heart-Phill Collins.
Riku: Lu make lagu Phill Collins mulu. Gak bosen?
Lala: Nggak, dong! HIDUP PHILL COLLINS! *jeder!
Warning: Seperti yang saya katakan, saya –Lala, adalah Author paling cantik *buuum!* yang tak pernah lepas dari yang nama-nya KEABALAN, TYPO(s), OOC, OC, DAN GAJE!
~~oo00oo~~
Seorang pemuda berambut perak – yang kita ketahui bernama Riku Kaitani—terbangun dari tidur-nya. Ia mengucek matanya pelan. Saat mata-nya mulai terbiasa dengan cahaya, ia beranjak dari tempat tidur-nya dan berjalan ke kamar mandi.
"Kakak sudah bangun. Ada kuliah hari ini?" tanya sang adik yang bernama Rika Kaitani.
"Iya. Kenapa? Mau tau sekali, sih!" kata Riku sambil mengacak rambut perak-nya dengan tangan kiri-nya.
"Huuuh! Ditanya baik-baik malah begitu! Dasar!" kata Rika kesal dengan sikap kakak-nya yang kelewat dingin itu.
"Iya, adik sayang… hari ini kakak ada kuliah!" kata Riku dengan gaya sok manis yang membuat Rika merinding.
"Ng… nggak usah digituin, deh. Emang kakak lebih bagus kalau dingin. Hehehe." Kata Rika sambil cengengesan.
"Kau ini! Tadi bilang baik sedikit, sekarang disuruh balik lagi. Mau-nya apa, sih?" kata Riku mulai kesal dengan sikap adik-nya itu. Rika terkekeh.
"Sudah! Kakak mau kuliah dulu! Kau pulang jam berapa?" tanya Riku.
"Aku pulang di jam biasa, kok. Kakak tenang aja. Gak bakal kukunciin sampai kakak mesti berdiam diri di clubhouse sama Suzu-nee, kok." Kata Rika enteng sambil menyiapkan sarapan.
"Siapa yang berdiam diri di clubhouse bersama Suzuna?" tanya Riku horror.
"Ya kakak! Siapa lagi? Kalau gitu terus nanti Sena-nii cemburu, lho." Kata Rika dengan cuek.
"Enak saja katamu! Memang kau tau hal seperti itu dari mana? Anak baru masuk SMP seperti kau itu belum pantas mendengar hal seperti itu, tau!" kata Riku sebal.
"Kakak! Aku ini sudah kelas 2 SMA tau! Jangan samakan aku dengan anak kecil!" teriak Rika.
"Lho? Anak SMA, toh. Tapi kok kecil begini?" goda Riku sambil membandingkan tinggi-nya dengan tinggi adik-nya itu.
"Diamlah! Kakak juga waktu SMA dulu jauh lebih pendek dariku! Week." Kata Rika sambil menjulurkan lidahnya.
"Enak saja! Kata siapa, hah?" teriak Riku.
"Jangan pura-pura gitu, deh. Nyata-nya memang begitu, kok." Kata Rika tenang.
"RIKA!"
~~oo00oo~~
Enma University
Riku komat-kamit dengan dongkol. Kayak-nya masih kesal karena adik-nya itu.
"Ada apa Riku?" tanya Sena yang berjalan disamping-nya.
"Diamlah kau!" kata Riku kesal. Sena hanya diam dan pergi menuju kelas-nya.
KELAS RIKU…
Riku memasuki kelas sambil menghela nafas. 'Kalau sampai aku pingsan lagi, nanti malah… aaahh! Belum tentu! Mana mungkin dia baik padaku! Kemarin dikelas dia memandangku tajam begitu. Kelihatannya kesal.' Batin Riku.
Seorang perempuan berambut pendek dan berbaju hitam muncul dari balik pintu. Ia menghampiri Riku.
"Kau Riku, kan?" tanya-nya.
"Iya. Ada apa Tonosawa?" tanya Riku.
"Panggil Machi saja gak apa-apa, kok." Kata Machi sambil duduk disebelah Riku.
"Iya. Machi. Mau apa?" tanya Riku.
"Kau kenapa kemarin? Tau-tau pingsan." Tanya Machi.
"Entahlah. Yang jelas saat aku bangun, aku sudah ada di kamarku." Kata Riku.
"Apa yang kau rasakan waktu itu?" tanya Machi.
"Entahlah. Rasa-nya seperti… apa, ya." Kata Riku bingung sendiri.
"Sejujur-nya aku tau apa penyebabnya." Kata Machi.
"Sungguh? Apa?" tanya Riku penasaran.
"Kau akan tau nanti." Kata Machi, lalu pergi meninggalkan Riku yang terdiam.
~~oo00oo~~
Latihan Enma Fires.
Riku sedang lari keliling dengan Sena dan Monta. Yaaahh… terlalu biasa untuk mereka.
"Nghaa~ Kotaro, aku coba kick, dong." Pinta Mizumachi.
"Eiiit… gak bisa! Hanya orang SMART seperti aku dan Musashi yang bisa melakukan ini!" sergah Kotaro sambil mengacungkan sisir.
"JANGAN MALAH BEGITU! TENADANG BOLA-NYA, BODOH!" teriak Unsui pada Kotaro. Kasian Unsui. Gak ada masalah sama tim-nya ini aja udah botak, gimana kalo ada masalah? *geplak!*
"BA… BAIIIK!" teriak Kotaro sambil menendang bola-nya tanpa kesiapan apapun. Kalian tau arti-nya? Ya, saya juga gak tau *plak!*. yak. BOLA-NYA SUKSES MENGENAI RIKU, SODARA-SODARA!
"Ri… Riku! Maaf, ya!" teriak Kotaro seolah tanpa dosa.
"Aduuuuh…" keluh Riku sambil mengusap kepala-nya. Seketika rasa sakit menggerayangi kepala-nya.
'Terjadi lagi…' batin Riku.
"Ada apa, Riku? Sesakit itu kah?" tanya Sena.
"Nggak. Nggak apa-apa." Kata Riku sambil mengabaikan sakit di kepala-nya.
SKIP TIME.
"Nah. Latihan hari ini selesai. Kalian boleh pulang." Kata Unsui. Disertai helaan nafas semua anggota karena banyak sekali hal yang bikin susah *misal Kurita yang salah niban malah jadi niban Monta*.
Riku berjalan keluar clubhouse sambil memegangi kepala-nya. 'Semoga aku gak pingsan lagi…' batin Riku.
"Hoi." Terdengar suara seseorang. Riku menoleh ke asal suara. Terlihat sosok Machi sedang duduk dengan kaki disila dan tangan dimasukan kedalam saku celana jeans-nya.
"Kutebak, kepala-mu sakit lagi?" tebak Machi.
"Iya." Kata Riku.
"Jangan pingsan disini! Kau itu berat, tau!" kata Machi.
"Hah? J… jadi kemarin kau yang…" kata Riku terputus dan mukanya memerah saking malu-nya.
"Kau itu bodoh sekali. Nah, dimana rumahmu? Biar kuantar." Kata Machi.
"Hah? Ke… kenapa…" tanya Riku terputus.
"Sudahlah! Kalau kau pingsan dijalan nanti repot! Memang ada yang mau menolongmu?" tanya Machi kesal.
"Baiklah." Kata Riku pasrah.
~~oo00oo~~
Mereka berjalan dalam diam. Tak ada yang mau membuka percakapan sama sekali.
Come stope you're crying if you'll be allright
Just take my hand, hold it tight
I will protect you from all around you
I will be here don't you cry
Terdengar suara dering handphone dari dalam tas selempang Machi. Machi mengangkat telepon-nya.
"Ada apa Rie?"
"Machi! Chelo menyerang lagi! Kau ada dimana sekarang? Kau bersama ksatria itu, kan?"
"I… iya. Aku… eh. RIKU!"
Riku terjatuh. Untung Machi menahan tubuh-nya.
"Rie! Kau masih disana, kan? Aku akan menghubungimu nanti!"
"Baik. Tapi ada apa?"
"Tak ada waktu untuk menjelaskan-nya!"
Machi langsung menutup telepon genggam-nya dan berlari sambil memapah Riku.
'Kumohon. Bertahanlah…'
~~oo00oo~~
Riku membuka matanya perlahan. Rasa-nya kepalanya sakit sekali.
'Dimana aku ini?' batin Riku.
"Akhir-nya kau bangun juga." Kata suara yang berada di samping Riku. Terlihat wajah Machi dengan tampang seolah tak berdosa seenaknya masuk ke kamar cowok.
"Machi… kau mengantarku kesini?" tanya Riku.
"Iya." Kata Machi.
Tok tok tok. "Kak Riku?" panggil Rika.
"Oh. Rika." Kata Riku.
"Untung kakak gak apa-apa…" kata Rika.
"Hei, Machi. Kau bilang kau tau penyebab aku begini. Memang ada apa denganku?" tanya Riku. Machi hanya diam seolah berfikir.
"Oke. Aku langsung saja." Kata Machi.
"Hah?" tanya Rika.
"Riku Kaitani. Kau orang yang ditakdirkan untuk memusnahkan kejahatan Chelo. Inti-nya, kau harus menyelamatkan satu dimensi yang dinamakan 'Dimenciton Of Magic'" kata Machi.
"Apa…"
TBC
Lala: Hyah. Jadi juga chap 2!
Unsui: Tunggu tunggu TUNGGU! Kata lo baru bisa minggu depan diapdet. Kenapa diapdet sekarang?
Lala: Iya. Gue dikasih libur 4 hari karena mau puasa.
Unsui: Inilah tipikal orang yang 'Mencari Kesempitan Dalam Kesempatan' -_-
Riku: Salah Unsui-san, yang bener 'Cari Kesempatan Dalam Kesempitan'.
Lala: *kaget* RIKU! LO NGERTI PERIBAHASA BEGITU, LO MASUK KELAS BAHASA, YA? MAU JADI APA LU NANTI?
Riku: ENAK AJA! ITU KAN PENGETAHUAN UMUM!
Lala: Kayak-nya kalimat tadi pernah gue denger di komik. Ahh… sudahlah -,-
Nah, thank you banget buat -ru dan Kuro Ichizaki yang ternyata seumuran ma saya. Lebaran ke rumahku yuk Kuro-kun! #plak!
Well, Review, ya? Flame boleh, tapi dengan tujuan baek, ya? ^^
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat Islam di Indonesia! Kenapa saya sekarang ngomong-nya? Karena takut lupa. Hehe. ^^V
