The Wizards

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning : OOC, Typo mungkin, gaje dll.

Pairing SasuSaku

Rated : T

Genre : Drama Romance and Friendship

Chapter 2

Lalu Sai membuka bibirnya dan bicara, "Aku mau keluar dari the wizards", kali ini tanpa senyuman dan matanya terbuka terlihat serius saat mengatakan hal itu. Semua kaget mendengar pernyataan Sai.

"Kau pasti bercanda kan Sai?" Tanya seorang wanita berambut hitam pendek pada sai.

"Aku serius Shizune-nee." Sai tersenyum tulus.

"APA?" Naruto, Shizune dan Kakashi teriak kaget. Sasuke dan Gaara hanya menaikkan sebelah alisnya menatap Sai tidak percaya. Yamato yang sudah tahu hanya menghela nafas. Suasana di ruangan berubah menjadi suram.

~~~ THE WIZARDS ~~~

The Wizards adalah sebuah band yang telah eksis di dunia musik selama kurang lebih tiga tahun ini. Album baru mereka saja dalam 2 minggu sudah terjual sebanyak dua juta copy. Hebat sekali kan mereka? Nah, mari kita lihat profil mereka satu persatu.

UCHIHA SASUKE adalah laki-laki berwajah sangat tampan dengan mata onyx yang sangat tajam. Rambutnya yang emo dan lebih mirip dengan pantat ayam mampu menyedot jutaan fans girl. Kulitnya putih bersih dengan tinggi 182 cm dan berat 63 kg. Sikapnya sangat dingin sehingga membuat dirinya makin terlihat keren. Dia juga anak dari pasangan musisi Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto, adik dari Uchiha Itachi actor yang sangat terkenal dalam dunia perfilman. Sasuke adalah ketua sebuah band yang sekarang sedang naik daun dan lagu-lagunya selalu menempati nomor satu di tangga musik mtv atau radio kesayangan anda. Dia ketua band The Wizards. Posisinya adalah sebagai gitaris dan vokalis.

SABAKU NO GAARA, laki-laki bermata emerald dengan rambut berwarna merah dan tato "ai" di dahinya, wajahnya tampan, tingginya 180 cm dan beratnya 62 kg dengan kulit putih pucat, sifatnya pendiam dan paling dewasa di bandingkan anggota band yang lainnya sehingga banyak fans girl yang tergila-gila dengannya. Posisinya adalah sebagai gitaris khususnya memainkan melody yang membuat dia terlihat semakin keren.

UZUMAKI NARUTO, laki-laki berambut kuning dengan mata berwarna biru laut yang cerah dan garis di pipi seperti kumis kucing menambah kesan lucu pada dirinya. Tingginya 174 cm dengan berat badan 60 kg dan kulitnya agak kecoklatan. Wajahnya tampan, sifatnya yg ceria dan sikapnya yang ramah membuat fans girlnya selalu berteriak-teriak memanggil namanya. Posisinya adalah sebagai drummer.

SAI. Dia memiliki mata yang sama dengan Sasuke namun dia slalu tersenyum hingga membuat fans girlnya meleleh melihat senyumannya. Wajahnya tampan dengan kulit putih pucatnya, tingginya 179 cm dengan berat 60 kg. Posisinya adalah keyboardist.

Mengapa mereka menamai band mereka 'The Wizards'? alasannya karena mereka memang ingin seperti penyihir yang mampu menyihir para pendengar musik dengan lagu-lagu mereka dan hasilnya mereka berhasil menyedot perhatian jutaan gadis yang ada di negeri sakura itu bahkan namanya pun sudah terkenal di negara lain. Nah band ini di manajeri oleh Hatake Kakashi dan Assistennya Shizune. Saat ini mereka sedang mengalami masalah yang cukup besar karena salah satu anggota band itu mengundurkan diri, ya dia adalah Sai.

"Well, aku mau bersolo karir," Sai tersenyum.

"Sai, coba pikirkan baik-baik. Namamu melambung karena band ini." Kakashi menepuk bahu Sai, diikuti anggukan teman-temannya.

"Ini keputusan bulatku, aku ingin menjadi pelukis karena itu impianku dari kecil," Sai menjawab mantap.

"Eh? Begitu ya? Hm, bagaimana anak-anak apa kalian mengijinkan Sai untuk mengundurkan diri dari band ini?" Yamato bertanya pada Sasuke, Gaara dan Naruto.

"Kalau itu memang keputusan bulatmu, aku gak akan mencegahmu," Gaara menepuk bahu Sai, "Bagaimana Naruto, Sasuke?" Gaara menatap kedua sahabatnya yang sudah ia anggap saudaranya sendiri.

"Sai! Aku yakin kau akan jadi pelukis yang terkenal!" Naruto nyengir kuda. "hey teme! Jangan diam saja. Kamu rela gak Sai keluar dari grup kita?"

"Hn," Sasuke menjawab dengan melihat Naruto dari ekor matanya.

"Apa itu 'hn' Sasuke? Ambigu banget sih!" Naruto geregetan dengan jawaban Sasuke.

"Hn, terserah saja." Sasuke rolling eyes.

"Nah, kalau sudah fix seperti ini, bagaimana kalau kita adakan acara perpisahan?" Naruto memberikan idenya.

"Dimana? Jangan di ichiraku ramen ya!" Shizune bosan kalau kesana lagi karena sudah 3 kali dalam minggu ini dia harus menemani naruto ke ichiraku ramen hanya untuk makan ramen tentunya.

"Baru saja aku ingin mengusulkan itu, Shizune-nee." Naruto lesu.

"Di Yamanaka's Café saja. Tempatnya cukup cozy kok." Kakashi menyumbang ide.

"Ya boleh deh. Let's go!" Seru Yamato semangat.

Dan mereka pun pergi ke café yang dimaksud.

~~~ THE WIZARDS ~~~

At Yamanaka's Café.

SAKURA POV

Hari ini banyak sekali pengunjung yang datang. Kakiku sudah pegal sekali rasanya. Tapi jika aku sudah berada diatas panggung kecil itu, rasa lelahku lenyap seketika. Ah! Perkenalkan aku Haruno Sakura putri dari Haruno Asuma dan Haruno Kurenai. Mereka sudah meninggal setahun yang lalu. Sedih sekali kalau ingat hal itu, tapi aku gak boleh cengeng! Masih banyak orang yang peduli denganku, salah satunya Ino, dia sahabatku sekaligus pemilik cafe dimana aku bekerja sekarang. Masih ada 2 lagi sahabat baikku, yaitu Hinata dan Tenten. Mereka selalu menemani hari-hariku dan slalu ada di saat aku membutuhkan mereka.

Aku tinggal sendirian di rumah peninggalan orangtuaku. Sebenarnya aku di tawari untuk tinggal di rumah obaachanku Tsunade, tapi aku menolak karena aku ingin mandiri dan ingin membanggakan orangtuaku dengan mewujudkan cita-citaku menjadi penyanyi atau pianis terkenal. Ya walaupun aku gak tau kapan hal itu akan terjadi. Huhuhu.

"Sakura!" Ku dengar seseorang memanggil namaku dan ternyata itu Ino.

NORMAL POV

"Sakura!" Ino memanggil Sakura dari meja kasir.

Sakura berjalan menghampirinya, "Ada apa?"

"Taruh ini di meja sana!" Ino memberikan papan reserved dan menunjuk ke arah meja besar yang kira-kira untuk 8 orang yang letaknya di dekat panggung.

"Baik." Sakura melangkah ke meja yang dimaksudkan Ino dan meletakkan papan reserved itu.

"Sakura, siapa yang reserved meja ini?" Tenten menepuk bahu sakura yang membuat Sakura sedikit kaget.

"Ah tenten! Kamu mengagetkanku saja. Datang tiba-tiba. Aku gak tahu siapa yang reserved," Sakura mengangkat kedua bahunya.

"Gomen, hehehe. Oia, aku request lagu dong yang pertama kali kamu nyanyiin disini," Tenten tersenyum lebar.

"Tumben? Memangnya ada apa?" Sakura mengangkat sebelah alisnya.

"Aku… emm.. aku… aku mau mengutarakan isi hatiku sama Neji," Muka Tenten blushing.

"Hah? Baiklah, sebagai sahabatmu yang baik hati dan juga tidak sombong akan ku lakukan itu untukmu." Sakura tersenyum pada Tenten.

"Arigatou Sakura. Nanti kalau aku di terima, aku akan mentraktirmu makan ice cream." Tenten mengedipkan sebelah matanya dan berlari kecil meninggalkan Sakura. Sakura tersenyum melihat punggung Tenten yang menjauh dan Sakura berjalan menuju pintu cafe.

Ya, selain Sakura, Tenten juga bekerja part time di Yamanaka's Café ini.

Tring tring …

Lonceng di pintu café berbunyi menandakan ada pengunjung yang datang. Sakura yang berada di dekat pintu pun membungkukkan badan dan menyapa pengunjung yang baru datang itu, "Selamat malam! Selamat datang di Yamanaka's Café," Sakura tersenyum manis sekali menyambut pengunjung café tersebut dan tanpa dia sadari ada empat orang laki-laki yang blushing melihat senyumannya. Yamato, Kakashi dan Shizune membalas senyuman Sakura dengan tersenyum juga, sementara keempat laki-laki yang ada di belakang mereka menutupi mukanya yang blushing.

"Apa kalian sudah reserved sebelumnya? Karena kebetulan seluruh meja sudah penuh dan tinggal yang direserved," Tanya Sakura seramah mungkin.

"Sudah, atas nama tuan Yamato." Ujar Shizune.

Sakura mengecek di buku reserved kemudian berbalik menghadap segerombolan orang itu. "Silakan ikuti saya."

Mereka berjalan menuju sebuah meja yang sudah di persiapkan Sakura sebelumnya. Lalu Sakura memberikan buku menu.

"Mau pesan apa?" Sakura bersiap menulis pesanan mereka.

"Kami pesan makanan dan minuman dengan menu spesial saja," Yamato menjawab tanpa membuka buku menu karena malas memilih.

"Untuk berapa porsi?" Tanya Sakura lagi sambil menatap Yamato.

"7 porsi saja," Yamato tersenyum.

"Baiklah, mohon tunggu sebentar." Saat Sakura memasukkan pulpen ke dalam sakunya, Sasuke bicara,

"Jus tomatnya satu. Dan makanannya ditambah tomat yang banyak. Dan jangan sampai makanan itu dingin ketika sampai disini." Sasuke memainkan handphonenya.

"Baiklah tuan, mohon tunggu sebentar." Ucap Sakura dan pergi menuju dapur.

'Orang yang aneh, makan dan minum serba tomat. Eh tunggu dulu, tapi sepertinya aku pernah melihatnya deh, tapi dimana ya?' Sakura membatin sambil menggaruk-garukkan kepalanya dengan ujung pulpennya.

Setelah sepuluh menit berlalu, Sakura kembali dengan pesanan orang-orang tersebut.

Saat sakura meletakkan makanan dan minuman di meja tersebut, dia melihat empat laki-laki yang seperti dia kenal. 'Sepertinya aku kenal, tapi siapa ya?' Sakura bicara dalam hatinya.

Merasa di perhatikan sasuke membalas tatapan sakura, reflex sakura menundukkan wajahnya. 'gadis aneh.' Batin sasuke.

"Selamat menikmati." Ujar sakura sambil sedikit membungkukkan badan dan pergi dari meja itu.

~~~ THE WIZARDS ~~~

"Wuaaaa! Manis sekali dia!" Seru Naruto sambil terus menatap Sakura yang sedang berjalan ke arah panggung, "Kenapa kamu gak ngasih tahu aku dari dulu sih Kakashi-nii kalau disini ada pelayan secantik itu?"

"Hm, kamu gak pernah nanya." Ujar Kakashi enteng.

"Uh! Nyebelin!" Naruto menggembungkan pipinya.

"Hey hey. Sepertinya dia mau nyanyi tuh!" Seru Gaara sambil menunjuk Sakura di atas panggung.

"Dia memang penyanyi café ini." Ucap Kakashi.

Naruto, Gaara, Shizune dan Yamato tetap memperhatikan Sakura. Sedangkan Kakashi sibuk membaca novel icha-icha paradisenya, Sasuke meminum jus tomatnya, sementara Sai menyeruput moccacinonya.

~~~ THE WIZARDS ~~~

Sakura kini sedang duduk di atas bangku piano putih itu. Ia mendekatkan bibirnya di mikrofon dan memandang seluruh pengunjung yang ada di café tersebut. Matanya mencari-cari sesuatu dan setalah ia menemukannya, kemudian ia bicara, "lagu ini sengaja di request oleh sahabatku, Tenten. Lagu ini di persembahkan olehnya untuk Hyuuga Neji."

Alunan piano pun terdengar. Intro yang dimainkan oleh Sakura sangat apik dan indah. Kemudian suara lembut sakura mengiringi alunan nada itu.

Fly me to the moon and let me play among the stars.

Let me see what spring is like on Jupiter and mars.

In other words hold my hand…

In other words darling kiss me.

"Wah suaranya merdu banget." Naruto berkomentar. Yang lain juga kelihatan setuju dengan pendapat Naruto. Bahkan Sasuke pun tidak berkedip memperhatikan Sakura.

Fill my heart with song and let me sing forever more.

You are all I long for, all I worship and adore.

In other words please be true…

In other words I love you…

Permainan piano pun berhenti. Kemudian Sakura memandang Tenten lalu Tenten naik ke atas panggung.

Jantung Tenten berdebar bak bom waktu yang kapan saja bisa meledak, sekarang dia akan menyatakan perasaannya kepada sahabat laki-laki yang selalu setia menemani hari-harinya, Hyuuga Neji. Sampai di atas panggung Tenten mengambil microfon yang ada di depan Sakura. Ia menghela nafas panjang.

"Ehm, aku emang gak bisa main piano ataupun nyanyi dengan suara yang merdu. Aku cuma bisa menyampaikan perasaanku lewat lagu tadi. Jadi itulah perasaanku padamu.." Tenten memandang Neji, "..Neji," Tenten keringat dingin setelah mengatakan itu tapi dia juga merasa lega sudah mengatakannya.

"Terima! Terima! Terima!" Naruto berteriak-teriak diikuti oleh pengunjung yang lain.

Neji yang sedang duduk di bangkunya pun berdiri dan naik ke atas panggung. Ia menatap Tenten cukup lama. Ia kaget dengan perbuatan sahabatnya itu, ya sebetulnya hatinya juga sedang berloncat-loncat gembira. Sementara yang di tatap semakin keringat dingin, 'Duh, jangan-jangan Neji marah sama aku. Gimana nih?' Batinnya.

Semua penonton memperhatikan mereka berdua, mereka juga penasaran dengan adegan yang akan terjadi selanjutnya.

"Lama banget di jawabnya," Dengus Naruto tidak sabar.

"Pssst! Jangan berisik Naruto. Ini saat yang menegangkan. Lebih menegangkan dari ujian nasional!" Ucap Shizune.

"Huh." Naruto kembali mendengus.

Tenten memberanikan diri untuk menatap neji, "Gomen kalau aku membuatmu ma—" Tenten tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Neji sudah memeluknya erat dan berbisik di telinganya, "I love you too Tenten-chan."

Tenten bahagia sekali mendengar ucapan Neji tadi lalu dia pun membalas pelukan Neji. "arigatou neji-kun."

Tepuk tangan pun menggema di café tersebut. Semuanya bisa merasakan kebahagiaan yang di rasakan pasangan baru itu.

Saat semua orang sedang bersorak gembira, Sasuke berjalan menuju panggung itu.

"Heh teme! Mau kemana?" Naruto berteriak memanggil Sasuke tapi Sasuke tidak berhenti.

"Ayo kita ikuti saja." Ujar Gaara yang di jawab dengan anggukan Naruto.

Lalu Gaara dan Naruto mengejar Sasuke dengan berjalan cepat karena Sasuke sudah berada jauh di depannya. Sai hanya diam di bangkunya sambil memperhatikan ketiga temannya itu. 'Apa yang mau dia lakukan?' Sai membatin penuh tanya.

Sasuke sudah berada di atas panggung dimana Sakura sedang duduk di depan piano putih. Neji dan Tenten sudah turun dari panggung. Naruto dan Gaara menyusul Sasuke dan berdiri di atas panggung itu juga. Sakura menoleh ke arah mereka dan menatap mereka bingung.

"Kyaaaaa! Itu kan The Wizards!"

"Kyaaaa! Sasuke-kun! Gaara-kun! Naruto-kun!" Seru gadis-gadis yang ada di café tersebut.

Mendengar kata-kata, lebih tepatnya teriakan-teriakan dari fans girlnya The Wizards, Sakura baru sadar kalau mereka adalah band papan atas di negaranya.

"ada apa ya?" Sakura innocent menatap Sasuke.

To be continue…

A/N : Disini Naruto rambutnya kayak minato, gak jabrik lagi. Nah, ganteng banget kan? Ehehehe.

Arigatou gozaimasu buat yang udah ngereview *bungkuk-bungkuk badan*, saya bales reviewnya disini yaa . .

Anonymouse Me : arigatou buat reviewnya, ini udah saya perbaiki sesuai sarannya. Kritik juga sangat membangun. Hohoho.

Yamato Akahito : saya jawab pertanyaannya, yang datang ke kantor yamato itu ada kakashi, shizune, sasuke, naruto, gaara. Kalau sai emang udah dateng duluan sebelum kakashi, shizune, sasuke, naruto dan gaara dateng kesana. Di chapter ini udah aku perlambat kok plotnya sesuai saran kamu. Hohoho. Well, saya emang gak bisa bikin summary -plak!- jadi ajarin saya dong . . *puppy eyes* hehehe. Arigatou udah review ya, kritikannya sangat membangun. keep RnR ya. fufufu.

Thia2rh : Yosh! Sudah saya update. Arigatou sudah mau RnR fic abal saya ini. *nangis Bombay* keep RnR yaa . .