Pairing : Hatake Kakashi & Haruno Sakura
Rating : M
Dicslaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : OOC, AU, typo dan sebagainya
Chapter2
Kakashi POV
Tenang hangat dan nyaman itulah perasaanku ketika berada di sisinya di sisi gadis bersurai merah muda yang dengan setulus hatinya rela aku jadikan sebagai kekasih gelapku. Ya aku sudah memiliki seorang istri dan seorang malaikat kecilku yang sekarang berusia 5 tahun dan 7 tahun sudah aku menjalani rumah tangga dengannya, dengan istriku yang dengan sadarku aku menyakitinya dan mengkhianatinya.
Entah setan apa yang telah merasuki ku setengah tahun lalu hingga aku melakukan pengkhianatan kepada istriku dengan wanita bersurai merah muda ini, tapi yang pasti kini aku tak pernah bisa memilih antara mereka berdua, mereka memiliki pesonanya masing masing yang mampu membuat hatiku terjerat.
" Bangun Kashi ini sudah pagi kau harus kekantor! " Suara yang begitu lembut dan gerakan halus tangannya yang mengguncang tubuh tegapku memintaku untuk segera bangun dan membuka mata berlain warna ini.
" Lima menit lagi Saku " aku hanya bisa merengek manja mencoba menggodanya, yaa muskipun aku tau ini tak akan berhasil.
" Kau ini cepat bangun nanti kau kesiangan Kashi! " Kali ini suaranya terdengar rada meninggi memperjelas bahwa kini wanita bersurai merah muda ini tengah kesal
" Baiklah aku bangun. " akhinya aku mengalah membuka kedua mata berlainan warna ini dan menatapnya yang kini tengah berdiri di sisi kasur berukuran queen size tempat aku tertidur.
Senyum yang sangat menawan sangat manis saat melihatku kembali mematapnya dengan segenap perasaan dihati ini dan entah kali keberapa jantungku dibuat berdetak lebih cepat hanya karna melihat senyum manis yang terpatri di wajahnya.
" Cepat mandi! Aku telah menyiapkan pakaian mu di kursi meja rias, setelah itu kita sarapan. " ucapnya lembut sangat lembut dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya. Oh ya aku memang menyimpan beberapa bajuku di tempatnya untuk saat saat aku ingin menginap ditempatnya.
" Tidak ada kecupan selamat pagi? " Tanyaku setengah menggodanya dengan wajah seakan kecewa karna tak mendapatkan kecupan manis di awal hari ini
Blushhh... Lagi lagi wajahnya kembali merona, dia sangatlah cantik dan menggemaskan bila seperti ini. Entah apapun itu yang orang pikirkan tentangmu kau tetaplah gadis polos yang sudah menjerat hatiku dengam segala pesonamu.
"Kashiiii" ucapnya malu malu bahkan rona merah itu belum menghilang sempurna. Tak ingin menunggu lebih lama aku bangkit dari kasur ini berdiri tepat dihadapannya dan 'cupp' kecupan pagi hari ini untukku dan gadisku Haruno Sakura.
Aku melangkahkan kakiku keluar dari rumah berdesain minimalis ini yang didominasi warna putih, di ikuti Sakura yang berjalan di belakangku.
" Aku pasti akan merindukanmu. " Godaku lagi sambil sedikit memainkan surai merah mudanya
" Sudah cepat berangkat! Aku juga harus segera berangkat mencari pekerjaan, uang tabunganku sudah menipis. " Jelas dan titah nya padaku. Ya dia tidak seperti gadis gadis lainnya ketika dijadikan seorang kekasih gelap/Affair yang akan menguras habis harta para laki lakinya dia sungguh mandiri, jarang sekali dia menerima pemberianku padanya terkecuali dia sangat membutuhkannya.
" Kau bisa bekerja di perusahaan ku Saku, aku bisa mengurusnya dan tentu saja aku bisa melihatmu setiap hari. " Aku kembali mencoba membujuknya untuk bekerja di perusahaan milikku Hatake Copration.
" Aku tidak bisa, aku tidak ingin selalu bergantung padamu, cukup hatiku yang saja yang sudah sangat bergantung padamu. " Benar kataku dia kembali menolaknya, aku hanya bisa membuang nafasku kasar dan tersenyum pahit
" Cepat berangkat nanti kau telat! Seorang presdir tidak boleh terlambat sampai di kantornya bukan? " Lanjutnya dengan senyuman manis dan sedikit membenarkan posisi dasiku.
" Baiklah, aku berangkat dan tunggu aku untuk mengunjungimu lagi " aku menjawabnya dengan senyum yang tak kalah manis dan kembali mengecup kembali bibir ranumnya lalu segera melesat pergi kearah mobil cadillac ct8 berwarna hitam milikku, kulihat dia hanya melaimbaikan tangannya ketika mobilku sudah keluar dari pekarangan rumahnya dan terus melaju hingga tak terlihat.
Hari yang begitu melelahkan bagiku seharian ini ada beberapa meeting penting dan setumpuk berkas berkas yang harus segera aku selesaika. Aku memarkirkan mobilku tepat di pintu masuk sebuah mansion mewah bercat putih tulang ini, ya ini adalah rumahku tempat tinggalku yang sebenarnya bersama istri dan anak semata wayangku. Sungguh jauh berbeda dengan rumah minimalis bertingkat dua yang di tempati Sakura.
" Aku pulang. " Suaraku dan langkah kakiku langsung menggema disekitarnya menandakan betapa luas dan sepinya ruangan ini.
" Kau baru pulang? Bagaimana kemarin kunjungan mu ke cabang perusahaan yang ada di Suna? " Suara yang begitu khas itu langsung menanyaiku, siapa lagi dia bila bukan Anko istriku.
" Iya dan aku sangat lelah lalu sepertinya cabang perusahaan yang di Suna baik baik saja. " Jawabku, aku tidak berbohong tentang aku sangatlah lelah hari ini juga tentang perusahaan cabang di Suna yang baik baik saja aku hanya berbohong bahwa kemarin aku pergi ke Suna. Aku tidak lah ke Suna melainkan ketempat seorang gadis yang telah mengisi kekosongan hatiku.
" Kau memang terlihat sangat lelah, sebaiknya kau istirahat dulu sebelum makan malam sayang. " Ucapnya sembari melepaskan dasiku yang sedari tadi terasa lebih mencekik.
" Baiklah terimakasih Anko, lalu tumbem sekali kau juga sudah berada dirumah sekarang? " Jawab dan tanyaku memang aku dan istriku sama sama bekerja aku sibuk di perusahaanku lalu Anko sibuk dengan butiknya dan anak kami tentu saja dengan pengasuh.
" Butikku ramai hari ini dan aku bisa pulang cepat tentunya. " ucapnya bangga dengan memperlihatkan senyum simpulnya
" Baguslah " kataku singkat dengan senyum tipis lantas lekas berlalu meninggalkannya menuju lantai atas kamarku berada, aku tidak bohong aku sangat sangatlah lelah.
Aku kembali memikirkannya memikirkan bahwa cepat atau lambat hubungan terlarangku dengan Sakura akan diketahi Anko, dan saat itu dengan lapang dada aku menerima semua keputusan yang diberikan Anko sebagai istri sah ku, sekalipun dia meminta bercerai dariku. Sangat sulit memang mencintai dua wanita sekaligus yang masing masingnya mengisi relung hati yang berbeda.
Sakura Haruno gadis cantik manis dan polos yang usianya terpaut 9 tahun lebih muda dariku yang kini berusia 32 tahun lebih tua darinya. Tapi lagi lagi usia itu tak pernah menjadi masalah dia sangatlah dewasa, mandiri juga sangatlah bisa membuatku damai bila berada di sisinya. Andai aku belum mempunyai seorang istri aku pasti akan menikahinya menjadikannya dengan nama baru Sakura Hatake.
Aku dan Sakura telah menjalin hubungan terlarang ini kurang lebih 4 bulan jauh sekali dengan usia pernikahanku yang akan menginjak tahun ke7 ini. Aku biasa menemuinya sekali atau dua kali dalam seminggu tentu untuk bertemu dengannya lalu menceritakan semua aktifitasku, kekesalanku dan berbagai cerita lainnya yang sangat tidak mungkin aku lakukan dengan Anko karna kami sama sama sibuk dengan pekerjaan satu sama lain. Lalu untuk urusan bercinta dengan Sakura itu bisa dihitung dengan jari aku jarang melakukan itu dengannya dan lebih sering bercanda, tertawa dan melepaskan semua penatku lagi lagi hal yang sangat sulit aku lakukan dengan Anko.
Lalu istriku Anko Hatake perempuan yang telah kunikahi hampir 7tahun ini dan telah malahirkan seorang putra untukku. Aku tak bisa melepaskannya begitu saja walau ku akui aku mencintai sakura dan ingin bersamanya. Aku masih memikirkan nasib putraku Akio Hatake yang sekarang baru berusia 5tahun, bagaimana nanti dengannya bila orang tuanya bercerai dan apakah nanti Akio bisa menerima Sakura sebagai Kaa-San barunya atau malah membecinya? Itupun bila memang benar bahwa aku nantinya bisa menikahi Sakura sebagai istriku.
7tahun itu mungkin bukan waktu yang singkat senang dan duka telah aku lewati bersama Anko. Dahulu semuanya tidak seperti ini di awal awal pernikahan kami semuanya sangat menyenangkan tapi perlahan semuanya berubah karna kesibukkan kami berdua. Aku dengan perusahaan ku dan Anko dengan butiknya yang tengah sangat maju itu. Tidak banyak waktu kita berdua untuk saling bertukar pikiran, tertawa bersama dan bermain bersama putra kita berdua Akio sungguh keadaan yang sangat aku sesali bisa terjadi.
" Kakashi kenapa tidak dimakan makannya? "
" Saku aku... " Ucapanku terhenti dan dengan bodohnya kenapa aku malah menyebut nama Sakura hey lihat Kakashi sekarang kau sedang bersama Anko bukan Sakura! Aku hanya bisa merutuki kebodohanku itu dan menatap Anko was was.
" Siapa Saku? Aku Anko Kakashi! " Tanya Anko yang terlihat mulai kesal
" Tidak tidak itupun bukan siapa siapa, aku lelah aku ingin istirahat. " Aku langsung bangkit dari dudukku dan melangkah meninggalkan meja makan meninggalkan Anko dan Akio yang masih termenung akan ucapanku barusan.
" Kenapa aku merasa sepertinya Kakashi semakin menjauh dariku? Lalu siapa Saku? Apakah dia telah menemukan Cinta yang baru? " gumam Anko hampir tak terdengar ketika melihat punggung Kakashi yang mulai menjauh
To Be Continued
Apakah ini cukup panjang? Chap ini tentang Kakashi dan perasaan Kakashi yang telah mendua. Maaf kalo masih banyak kekurangan saya masih penulis abal abal;D
Mohon untuk memberikan review setelah membaca karna itu adalah semangat saya untuk melanjutkan terimakasih bagi yang sudah mereview dan jangan bosan untuk kembali me review;)
Balas Review
Flafloflifle : terimakasih sudah mau baca dan review *sujudsyukur yaa mungkin endingnya kakasaku, dan terimakasih atas semua masukannya saya coba perbaiki;)
Sambel Terasi ABC : terimakasih atas pujiannya, ini sudah dilanjut;)
Taskia Hatake46 : ini sudah dilanjut;;) sama kalo gtu, iya terimakasih sudah mau berbagi ilmu dengan saya dan terimakasih jga atas masukannya.
adindaekaa
