Disclaimer : saya *CLETAR* - Nami : 'Yang bener pak EIICHIRO ODA! Maafkan Au yang gila itu' -
Random : One Piece – Readers : 'Yaiyalah! Kan dah jelas dari judulnya!' -
Note : Geje, Gelo, Garing, Gila, OOC, OC, dan saudara-saudaranya (?), serta kusihir mereka menjadi anak-anak SD *EvilLaught* maklum, lulusan sekolah sihir – Mugiwara : 'Jangan dipercaya, ALIBI!' -
UN ALA ONE PIECE
"Aku dikelabui kakakku.." Jawab Zoro sarkastik.
"Shishishishi... Nasibmu malang, Zoro.." Komentar Luffy dengan nada sama sarkastiknya. Tak terasa sudah sampai di sekolah. Mereka segera bergabung dengan teman-temannya yang sudah hadir (yang hadir paling telat mereka alias Luffy dan Zoro).
Chapter 2 setelah Chapter 1 –Readers:"YAIYALAH!"-
"Heh, Luffy, Zoro, kalian kemana saja sih? Pengarahannya sudah mau mulai tau!" Sambut ketua kelas ruangan yang akan mereka pakai saat UN nanti yaitu ruang 3, Nami. Oh ya, nyambutnya tidak lupa dengan jitakan (maut kebanggaannya itu). Penjelasan sedikit, sebenarnya ruangan UN kelas 6 di SDN. GRAND LINE dibagi menjadi 5 ruangan. Setiap ruangan berisi 10 orang.
"Shifshisfshi... Mawap yaw, Nwawmi.. (Shishishi... Maaf ya, Nami)" Ucap Luffy sambil terkapar dengan tidak elitnya. Juga dengan benjolan bagai kue mochi segede gajah (?).
"Eh, Nenek sihir, gak usah mukul kale! Mentang-mentang jadi ketua kelas!" Gerutu Zoro yang tidak terkapar di tanah. Tapi benjolnya gede tak tertolong.
"Jangan gitu sama Namiku, Lumut berjalan!" Teriak Sanji yang sudah bersiap untuk menendang Zoro.
"Heh? Alis pelintir!" Bales Zoro yang baru menyadari ada Sanji di situ atau di BIOLICAL GARDEN (semacam taman tertutup yang dipenuhi oleh tumbuhan hasil tanam anak-anak).
"Ger... Marimo!" Bales Sanji tak terima dengan perkataan Zoro.
"Alis papan dart!"
"Buta arah!"
"Mesum!"
"Sayur jelek!"
"Keju aneh!"
BLETAKCLETARBUM
"HOI, BISA DIEM GAK SIH KALIAN BERDUA? AKU LAGI PUSING NIH?" Teriak Nami yang frustasi melihat pertengkaran orang-orang geje tersebut. Kok bisa-bisanya sih mereka bertarung detik-detik UN ? Hah... Batin Nami pasrah ngeliat pacarnya bertarung dengan sahabatnya.
"Cih!" Decak mereka kesal.
"Ngomong-ngomong, dimana Usopp dan Chopper ya?" Tanya Luffy yang kesepian (karena gak ada se-tipe-nya).
"Oh, mereka lagi di serambi sekolah." Jawab Sanji acuk tak dipakai (?). EeRrrr.. Maksudku acuh tak acuh.
"Serambi kiri ato kanan?" Tanya Luffy lagi dengan antusias (kebalikan dari Sanji).
"Hah?" Bingung Sanji mendengar pertanyaan Luffy. Sanji pun mulai serius mendengarkan Luffy.
"Emang sekolah punya jantung ya?"
…
GUBRAK
…
Sweatdrop plus acara pingsan massal dilakukan oleh anak-anak yang mendengar pertanyaan polos (kelewatannya) Luffy, terutama Sanji.
Ni anak kelewat polos atau bodoh sih ? Pikir anak-anak yang mendengar pertanyaan Luffy.
"Ada apa di sini?" Tanya Usopp sambil membawa tas tenteng dan papan dada.
"Usopp! Chopper!" Seru Luffy sambil berlari tanpa mempedulikan teman-temannya yang sweatdrop massal.
"Hie? Kenapa mereka?" Tanya Chopper penuh tanda tanya melihat acara tak terduga tersebut.
"Chopper, boleh aku bertanya?" Tanya Luffy mencurigakan.
"Tentu!" Jawab Chopper.
"Sekolah punya jantung ya?"
…
Hening
…
"HAH?" Tak tertebak wajah Chopper dan Usopp (yang kebetulan mendengar pertanyaan Luffy).
"LUFFY! SEKOLAH ITU GAK PUNYA JANTUNG!" Teriak anak-anak ruang 3 dengan kompak sambil nunjuk Luffy dengan kekesalan.
"Kalo gitu, kenapa ada serambi? Kan serambi itu adanya di jantung?" Pertanyaan Luffy. Memang betul sih, tapi yang dimaksud bukan itu melainkan ...
"YANG DIMAKSUD ITU KORIDOR, BOCAH KARET!" Seru Anak-anak ruang 3 dengan gaya gak karuan.
"Oh, gitu ya..." Kata Luffy sambil manggut-manggut.
"Hah..." Hela anak-anak ruang 3.
"Ada yang liat Vivi tidak?" Kali ini Nami yang nanya.
"Tadi sih dia ada di sini." Beritahu Kohza, sahabatnya Vivi.
"Anak-anak, ayo berkumpul di lapangan!" Ajak guru perempuan berambud raven panjang yang masih tergolong muda dan pandai, Robin-sensei.
"Ok, Robin-sensei!" Seru anak-anak kelas 6.
Di lapangan, anak-anak kelas 6 SDN. GRAND LINE berbaris di tengah lapangan. Mereka berbaris untuk mendapat pengarahan dari ibu-ibu bapak-bapak guru-guru sekalian (?). Setelah sekian lama bapak kepala sekolah mereka, Sengoko, mengoceh, akhirnya sampai juga di pengujung terakhir yaitu …
"S'LAMAT BERJUANG MENGHADAPI UN!" Kata Sengoko bergaya ala Guru Gai di Naruto.
Cengo. Hanya kata itu yang dapat mendeskripsikan anak-anak kelas 6 sekarang. Kenapa? Karena kepala sekolah mereka OOC alias Out Of Character. Masa jadi periang plus bergaya kayak orang sinting? Kenapa bias begiatu? Mungkin itu akan menjadi rahasia Ilahi.
"ADA YANG GILA!" Teriak anak-anak kelas 6 sambil berlari ke ruangannya masing-masing. Guru-guru pun berbubaran ke ruangan yang akan diawasi oleh mereka. Sedangkan kepala sekolah Sengoko, jadi gengsi sendiri. Kalo mau tau kenapa dia gengsi, Tanya aja nanti lewat REAVIEW (?).
Tak usah pedulikan kejadian di lapangan tadi. Sekarang, kita ke ruang 3 ya!
Ruang 3
"JYAH! Kenapa sih guru domba kita itu?" Tanya Luffy yang seharusnya tidak ditanya sekarang.
"Mungkin ketularan kamu kali." Jawab Zoro enteng sambil menyiapkan barang-barang. Contohnya pensil, pulpen, penggaris, penghapus, dan papan dada.
"Enak aja!" Kesel Luffy.
"Hahaha.." Ketawa kecil Vivi dan Nami karena melihat luffy yang kesel. Membuat Kohza dan Sanji cemburu membara.
"Heh, Luffy, kamu gak menyiapkan mejamu? Menurut kabar, kita akan diawasi Robin-sensei." Kata Usopp. Wajar Usopp dapat berita-berita itu, kan dia tukang informasi di sekolah.
"Masa sih?" Tanya Luffy dan Chopper berbarengan.
"Halo, anak-anak…" Sapa guru yang sedang dibicarakan, yaitu …
TO BE CONTENOU
Rais : 'Ini dia Chapter keduanya..'
Zoro : 'Tumben peran saya lumayan bagus.'
Rais : 'Kamu rindu peranmu yang malang itu? Ok, aku kasih!'
Zoro : 'Gak sudi!'
Nami : 'Oy, Author geje, mending bales Review aja..'
Sanji : 'Aku setuju tuh!'
Rais : 'Ok! Ace, bantu juga ya!'
Ace : 'Gak sudi sebenernya aku di sini. Tapi, bosen juga di sana. Yang pertama buat Hanahime Suzuran; Salam kenal juga, (boleh tidak saya panggil) Hanahime-san. Yang sekarang sudah dibuat 1 scene aja. Apakah konsentrasi Hanahime-san sekarang tidak terpecah? Trims ya sudah sudi plus mau member komentarnya.'
Luffy : 'Sekarang buat Shirahoshi; Sekarang sudah di updet nih. Terima kasih ya anda mem-REVIEV fic aneh dan geje buatan Author garing itu (sambil nunjuk Rais yang bisa dipanggil apa aja yang penting nyambung (?) ) –Rais:"Aku dengar itu!"-'
Zoro : 'Ok.. Buat Hand yow; Iya, masih berlanjut kok. Terima kasih telah memberikan semangat kepada Author yang akhirnya membuat peranku di sini jadi baik.'
Sanji : 'Kali ini buat EtudeinE; Thanks ya BRAVOnya. Hihihi.. Apakah perlu saya member tahu nama asli saya?'
Rais : 'Dan terakhir buat Monkey D. Pendhip; Thanks ya sudah mengreview fic ini..'
Robin : 'Fu fu fu.. Terima kasih sudah membaca.. Jangan lupa …'
All Chara kecuali Robin : 'BACA DAN REVIEV YA!' ^_^
