Maaf yang kemarin saya lupa update, ini chapter 2 nya. Semoga tidak mengecewakan dan selamat menikmati ' ')/

.


Seirin

"Semua cerita tentang mereka, anggota Tim Basket Seirin."

By: Rakshapurwa

Rate : T

Genre: Friendship dengan hint shounen-ai sebagai bumbu penyedapnya.

Warning : Drabble, OOC, dan kemungkinan terdapat beberapa typo.

Disclaimer: Kuroko no Basuke adalah milik Fujimaki Tadatoshi

Masih ingin membaca?

Enjoy

.


Furihata, Kagami, dan Pertolongan Tak Terduga.

Furihata berdiri berjinjit, tangan terangkat seakan tengah menggapai sesuatu. Pandangan mata menatap lurus pada buku yang tertata di bagian atas rak buku. Sebenarnya Furihata sudah sangat merasa pegal, hampir 10 menit lebih ia berada pada posisi seperti itu. Mencoba melompat pun percuma, tetap saja tidak sampai. Sempat pula terlintas ide untuk meminta bantuan pada penjaga perpustakaan—namun sayang beliau tak ada di tempatnya. Mendesah sambil menyeka keringat yang menuruni dahi, Furihata pun mulai pasrah. Berniat untuk mencari buku lain yang mungkin memiliki isi yang sama—dan lebih mudah untuk Furihata gapai.

"Kau sedang apa Furihata?"

Furihata memekik kaget, tak menyadari akan ada orang yang tiba-tiba menyapa. Mengelus dadanya, Furihata menoleh ke asal suara. Dan mendapati Kagami tengah memandangnya dengan penuh keheranan.

"...Kagami? Tumben ada di perpustakaan?"

Kagami mendengus sambil menunjuk tumbukan buku biologi di atas meja—tak jauh dari tempat mereka berdiri. Furihata yang melihat segera mengangguk paham. Pantas saja Kagami ada di perpustakaan.

"Aku disuruh membawa itu semua oleh guru biologiku."

"Oh...Ah!"

Menyadari keberadaan Kagami membuat Furihata kembali mendapatkan ide—mungkin saja Kagami dapat menolongnya mengambil buku yang tak dapat ia capai.

"Itu Kagami..Bisa tolong aku tidak?"

Furihata menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal lalu menujuk buku yang tadi sempat menjadi targetnya. Seakan memahami, Kagami mengangguk mengerti—perlahan mendekati tubuh Furihata dan berdiri di belakangnya. Furihata sendiri tampak mengangkat sebelah alisnya, tak mengerti tindakan yang Kagami lakukan.

"Kagami mau ap—wuaah—"

Furihata seketika panik, salahkan Kagami yang tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya. Genggaman tangan Kagami pada pinggang Furihata terasa begitu kuat. Meski Furihata sudah sekuat tenaga meminta diturunkan, kagami tetap tak mau mendengarkan.

"Kau sudah bisa mengambilnya kan?"

Mendesah lelah, Furihata akhirnya mengangguk pasrah. Memang ia membutuhkan bantuan, tapi bukan bantuan seperti ini yang ia maksudkan. Memangnya Furihata tidak berat? Kagami pasti merasa lelah menggendong tubuh Furihata. Tak ingin Kagami menderita, Furihata segera mengambil buku yang dituju—kemudian menunjukannya ke arah Kagami.

"Sudah—sekarang kau bisa'kan menurunkanku?"

Kagami mengangguk, kemudian menurunkan Furihata perlahan. Namun sebuah kejadian selanjutnya tak sempat terprediksi, Furihata yang sudah kembali menapak lantai sempat kehilangan keseimbangan. Dan hampir saja jatuh kebelakang kalau tidak ada Kagami yang menahan—seakan melindungi, kedua lengan Kagami terlingkar di tubuh Furihata.

"Hati-hati!"

"Ma-Maaf—hehe"

Tertawa pelan seraya meminta maaf, Furihata kembali berdiri dengan tegap—pelukan Kagami pun sudah terlepas. Menoleh kemudian tersenyum, Furihata mengucapkan terimaka kasih sedalam-dalamnya. Ya—meski pertolongan yang diberikan terkesan aneh—dan agak bodoh—Furihata tetap bersyukur ada yang membantunya. Dengan begini tugas sekolahnya pasti akan mudah terselesaikan.

"Terima kasih Kagami."

"Bukan masalah."

.


Chap 2 end


Terima kasih sudah mau membaca dan mereview cerita ini, saya senang sekali ^ ^)/ Sekian dari saya, Rakshapurwa undur diri dulu ' ')/