"Joonmaaaaaa ayo mandi bareeeeeeng~"

"Iya sayang, dengan senang hati. Kamu masuk ke bathtub duluan aja yaa~! Aku mau siap siap. Oke?" Joonmyeon menyeringai. Sekarang bagian aku!

Joonmyeon suka sekali Yixing hamil kalau akhirnya Yixing minta di anuin setiap malam dengan alasan minta dimandikan.

Walau dia harus menanggung kepiluan dengan menuruti ngidam Yixing yang aneh aneh, tapi demi jatah malamnya yang panas dan nikmat, ia rela, sangat rela untuk memenuhi ngidam aneh Yixing-nya tersayang.

Ah, saatnya Joonmyeon melayani dan dilayani oleh istri tercinta.

.

.

.

.

Permintaan [Sequel]

A fanfiction from Myeon.

Sulay [Suho+Lay, atau terserah yang penting mereka berdua].

Mention a lot brand name, location, and many more.

Warn! This is Genderswitch!

And always, other standard warn is applied.

.

.

.

"Joonmaaaaa~ ayooo aku udah terlalu berkeringat ini~!" Suara nyaring Yixing kembali memanggil Joonmyeon yang sedang mencairkan coklat kesukaan Yixing.

"Iya Xingxing-ku sayang. Kamu nggak mau coklat cair kesukaan kamu? Ini aku lagi buat."

Mendengar Joonmyeon berkata seperti itu. Yixing sontak keluar kamar mandi menuju dapur. Ia memang biasanya tidak mau menyentuh air sebelum Joonmyeon menyusul ke kamar mandi, jadi tak masalah jika ia keluar kamar mandi dan pergi kemanapun.

"Coklat? Coklat cair? Kesukaanku? Yang Delfi atau Ferrero Rocher? Atau yang Godiva?" Tanya Yixing bertubi-tubi. Joonmyeon berjengit mendengar suara Yixing. Untung saja ia telah mematikan kompor.

Saat Joonmyeon menoleh kepada Yixing.

Ya ampun! Apa apaan Nyonya Kim-nya kita—coret, maksudku Joonmyeon—?!

Demi saus tartar! Tanpa risih, Yixing naked! Aku serius, dia ke dapur tanpa mengenakan sehelai benang pun. Sebenarnya, sih, nggak apa apa, toh Yixing kan istrinya Joonmyeon.

Tapi apa uri Xingxing lupa, bahwa saat dia hamil, suaminya makin nafsu sama tubuhnya?

Ugh, Joonmyeon benar benar nggak habis pikir. Yixing ini kok hamil malah makin nafsu dan suka bikin terangsang sih?

Payudara yang padat, kenyal, serta makin membesar akibat tertampungnya ASI.

Dan entah, mengapa perut Yixing yang besar itu menambah kesan sexy bagi Joonmyeon.

Belum lagi bagian kewanitaan Yixing yang bersih itu makin membuat nafsu menguasai Joonmyeon.

"Joonmaaaa?" Panggil Yixing, menyadarkan lamunan mesum Joonmyeon tentang tubuh Yixing.

"A-ah, ya, Xingxing? Tadi kamu tanya apa?"

Yixing menggeram jengkel. "Aku nanya. Itu coklat cair yang mana? Delfi atau Ferrero Rocher? Atau yang Godiva?"

"O-oh. Godiva kok." Jawab Joonmyeon lancar walau matanya tidak lepas dari kewanitaan Yixing.

Yixing hanya santai mengambil coklat cair di kompor—sudah dingin kok. Lagipula setiap coklat cair yang dibuat Joonmyeon memang cepat dingin—dan membuat Joonmyeon bertanya tanya, Xingxing mau ngapain?

Dan kelakuan istrinya itulah sebagai jawaban.

.

.

.

Ya ampun, Joonmyeon hanya menahan hasratnya mati matian.

Bagaimana nggak, sih?

Lihat Yixing yang sekarang di atas meja makan. Dari bahu hingga kewanitaan-nya tertutup penuh oleh coklat cair, lalu mengangkang dan mengekspos bibir vagina yang menggiurkan, dan menumpahkan sisa coklat cair tadi—walau masih banyak sisanya—dan berbaur dengan cairan kewanitaan-nya. Setelah itu dia menatap Joonmyeon dengan nakal.

"Joonmaaa~" Rengek Yixing. Joonmyeon menatap Yixing sambil melepas semua benang yang dikenakan, sebagai pertanda ia mendengar Yixing memanggilnya.

"Apa sayang? Mau aku sodok dan aduk semua isi vagina-mu lagi, hm?"

Yixing sontak merona. Ia tahu sih, kalau Joonmyeon itu suka sekali dirty talk. Tapi tetap saja membuat Yixing merona.

"Lakukanlah aku sesukamu. Aku ini slave untukmu~" Yixing pasrah, membuat Joonmyeon menyeringai.

"Aku pegang omonganmu, sayang. Jangan tarik omonganmu. Atau aku akan memakanmu langsung sehari setelah kamu melahirkan. Terserah kamu mau berdarah darah atau apapun itu. Deal?" Yixing hanya mengangguk pasrah.

Dan setelahnya, Yixing mengerang keenakan karena foreplay sebelum kegiatan malam mereka.

.

.

.

.

"A-ahh, pelan pelan, Joonma. Ini sakit, kau tahu? Shhh.."

Joonmyeon mengacuhkannya dengan tidak mejawab dan tetap mengulum puncak payudara Yixing, sembari memasukkan penis-nya yang memang lebih besar dari Asian lainnya ke dalam liang kewanitaan Yixing. Wanita tersebut mendesis—menahan sakit di selangkangannya serta nikmat dari ulah Joonmyeon yang memainkan puncak payudaranya—.

Joonmyeon yang tak sabar, langsung menghentakkan penis kebanggaannya ke dalam liang surgawi-nya.

"AAAA—AAARGHHHHHH!" Yixing menjerit kesakitan bercampur kaget. Joonmyeon refleks mencium bibir Yixing, memilin puncak payudara Yixing untuk menenangkan wanita berbadan dua itu.

Joonmyeon yang memang dasarnya tak sabar dalam permainan panas nan bergairah seperti ini, langsung menghujam liang surgawi Yixing—tentu dengan perlahan—yang setelahnya Yixing menegang.

Oh, di sana ternyata.

Joonmyeon menyeringai, langsung menyodok lubang Yixing ganas dan tanpa ampun.

"A-aaahhhhh... shhhhhh... Joonmaaaaah~ lebih cepathhhh... ahhhh..." Dan dengan nakal, ia mengetatkan lubang-nya, membuat Joonmyeon gila. Lubang istrinya memang paling nikmat.

"As your wish, ma love mmhhh..." Joonmyeon menggeram.

Dan mereka semakin menggila, sampai mereka mencapai puncaknya.

Sperma Joonmyeon yang meluber banyak, dan liang Yixing yang kebanjiran.

Yixing menggeliat, dan matanya membola lucu saat mengetahui penis Joonmyeon kembali membesar. Tidak, ini sudah ronde ke empat, demi sperma!

Dan Joonmyeon kembali menyeringai mesum. "ronde selanjutnya?" Sebelum Yixing menolak, ia telah menggoyangkan pinggulnya kembali dan membuat Yixing ke awang-awang. Dan oh, waktuku sudah habis untuk menceritakan kisah mereka. Well, sampai jumpa!

.

.

.

.

.

END.

.

[A/N] :

Halooooooo~! Aku bawa sequelnya~! Dan kalian tahu, aku menyelesaikan ini berapa lama? Hampir 4 jam, nonstop pula xD

Ada yang minta sequel pas lagi ena enaan kan? Nih aku kasih~! /cipok satu satu/

Dan yang minta sequel pas Yixing melahirkan, aku mikir mikir dulu hehehehehehe.

Dan ada yang bilang juga, author notes aku lebih panjang dari ffnya xD. Padahal mah nggak. Author notes aku mah nggak lebih dari 200 words, sedangkan ffnya 700+ words.

Dan, sequel. Sebenernya mana ada sequel yang lebih panjang dari cerita aslinya?! Tapi no problem, yang penting kalian puas kan? /winkeu/

Dan , Minal Aidzin wal Faidzin!

Kalau ada pertanyaan, reviewnya, ya!

.

.

.

20150716

.

.

Myeon.