SHOULD I CONFESS
CHAPTER 2, Backtalk
…
Yuto dan Chinen mengintip dari bilik pintu keluar Jimusho, memperhatikan Ryousuke yang berjalan keluar Jimusho.
Chinen menatap Yuto, seakan meminta penjelasan. "Kenapa kita harus mengikuti Yama-chan terus sih? Dia kan bukan bayi lagi."kata Chinen.
Yuto menepuk kepala sahabatnya. "Jaga-jaga. Siapa tahu dia khilaf dan bunuh diri. Bisa berabe kan. Selain itu, HSJ akan menurun kalau sampai dia meninggal. Dia kan centernya."
"Jadi, kau memanfaatkan Yama-chan?"Chinen mendongkak melihat wajah Yuto.
"Ssssstt! Nanti ketahuan. Ngomong jangan pake toa ngapa."
…
…
Ryousuke berjalan dengan langkah pelan kearah rumahnya. Topi yang di kenakannya, di tarik kebawah hingga menutupi sebagian wajahnya. Jadi, idol itu tidak enak, pikirnya. Di kuntit fans, harus sudah biasa. Paparazzi? Apa lagi. Kadang para fansnya itu membuatnya merasa tak aman. Mau bagaimana lagi, jadi idol terkenal harus terima konsekuensinya. Langkahnya terhenti saat ia melihat seorang gadis berambut panjang di depannya.
Ia mendongkak. Yokoyama Yui.
…
…
Asap kopi mengepul di café itu. Beberapa pelanggan tampak asyik dengan kegiatan masing-masing. Para pelayan dan koki sibuk bolak-balik. Café bernama Suite Western Café itu tampak ramai di malam minggu. Para remaja-remaja memenuhi tiap sudut café.
Yokoyama menutup ponsel flipnya. Matanya dapat melihat Ryousuke yang tanpa selera mengaduk Zuppa Soupnya.
"Yamada."Yokoyama memanggil cowok itu dengan oktaf yang rendah. Jelas bahwa cowok itu tidak mendengarnya.
"Ryousuke!"ia memanggil dengan oktaf yang lebih tinggi. Membuat cowok tampan itu tersentak dari lamunannya.
"Aku serius. Selama lima tahun ini kau makin lama makin berubah. Orang-orang di sekitarmu semakin tidak menyukai perubahan ini."kata Yokoyama. Mengulangi kalimatnya lagi.
Ryousuke menanggapi dengan malas. Ia menyuap supnya ke dalam mulut dan membiarkan sensasi hangat memanjakan lidah perasanya.
"Maka biasakanlah dirimu dengan perubahan itu."
"Jibun Rashisa."kata Yokoyama dingin. Ia menyesap kopi lattenya. Ia agak malas berkata panjang-panjang kalau sudah begini jadinya.
"Ha?"Ryousuke kali ini menatap Yokoyama. Lama sekali, hingga Yokoyama berujar kembali.
"Jadilah dirimu sendiri, Yamada. Jadi diri sendiri walau sulit tapi kau bisa di hargai dan di sayangi orang-orang di sekitarmu."ucap Yokoyama lagi.
Ia bangkit dan membayar pesanan mereka. "Aku pulang dulu. Pikirkan baik-baik ucapanku."
Kemudian, Yokoyama pergi dari café itu. Ryousuke mulai tak mood lagi mendengar ucapan Yokoyama barusan. Sahabat Shimazaki.
SHOULD I CONFESS
…
Once more fic of Hey! Say! JUMP
…
Disclaimer: all of member Hey! Say! JUMP and AKB48 belong to Kami-sama, their parents, and Jhonny's Jimusho and AKS, but this fic is belong to me!
Genre: ROMANCE/HURT/COMFORT/ANGST
SHIMAZAKI HARUKA (AKB48) & YAMADA RYOUSUKE (HEY! SAY! JUMP!)
…
…
Soyou Sistar-Should I Confess
…
…
Sebuah tragedi mengerikan bagi Yamada Ryousuke di masa lalu kembali terkuak. Lima tahun silam ia kehilangan gadis yang di cintainya. Menghilang bersama pria tak di kenal malam itu. Sejak itulah, Ryousuke selalu bersikap dingin pada orang di sekitarnya, kecuali pada sahabatnya, Nakajima Yuto dan Chinen Yuri.
Gadis yang sama seperti lima tahun yang lalu kembali muncul. Membuat ingatan itu kembali terkuak. Yamada terkejut bukan main.
…
DOUZO
…
…
No doubt, bokura no mirai nanda
kimi rashiiku kakeba ii
Can you ride with me, ride with me? (Ride with me)
Baby, can you ride with me, ride with me? (Com'on baby, yeah)
We gotta go now bokura no jidai nanda
Mune wo hatte ikireba ii
Osoreru mono nante nai, ima sugu ni Ride with me
"STOP! STOP!"Sensei berseru tak sabaran. Ia melepas kaca matanya dan mematikan lagu instrument Ride With Me. Anak-anak Hey! Say! JUMP! Berhenti berlatih dan menatap heran kearah Sensei.
"Ada apa, Sensei?"Kouta Yabu bertanya dengan heran. Sensei menatap anak-anak JUMP prihatin.
"Mau sampai kapan kalian begini terus? Kau! Yamada! Sudah berulang kali ku beritahu, jangan terus melenceng dari koreografi."
Ryousuke membungkuk dalam-dalam, "Gomen nasai, Sensei. Aku akan lakukan yang terbaik."ucapnya datar.
Tatapan anak-anak JUMP teralih kearahnya. Yuya Takaki menatap Ryousuke tak sabaran. Sudah lama ia tidak tahan melihat keadaan Ryousuke yang terus tak bersemangat."Kalau begini JUMP bisa kehilangan popularitasnya. Ingat, Yamada. Kau berperan penting di JUMP."ucap Sensei sebelum berlalu pergi dari ruang latihan itu.
"Wakatta yo. Gomen nasai."
Anak-anak JUMP menghela napas dan berjalan ke sisi ruang latihan. Meraih handuk kecil mereka dan mengelap peluh di wajahnya. Sebagian ada yang meminum air mineral. Ryousuke duduk di sebelah Yaotome Hikaru. Menegak habis minumannya dan menunduk pelan.
Yaotome menatapnya heran. Jarang-jarang ia melihat Ryousuke yang cerewet jadi pendiam lima tahun belakangan ini.
"Ryousuke?"
Ryousuke mendongkak dan melihat Yaotome menyodorkan sekotak cokelat kearahnya. Ia melihat senyuman bersahabat di wajah Yaotome.
"Kau mau? Aku masih ada sekotak lagi di tas. Ini. Ambilah."kata Yaotome.
Ryousuke menggeleng. "Aku tidak lapar. Terima kasih."
Yaotome agak terkejut mendengar penolakan Ryousuke. Tak biasanya cowok itu menolak tawarannya.
"Kenapa? Kupikir bukan hanya perut yang merasa lapar. Siapa tahu hatimu juga begitu."Yaotome memasang pose berpikirnya yang membuat Ryousuke tertawa.
"Jangan buat ekspresi seperti itu, Hikaru!"Ryousuke tertawa melihat ekspresi temannya. Yaotome tersenyum.
"Kau mau tidak cokelat ini? Aku bisa ambilkan lagi di tasku kalau kau mau."
Kemudian, Ryousuke meredakan tawanya. "Maaf, Hikaru. Aku hanya sedang butuh seseorang untuk menemaniku."
"Shimazaki janai ka?"
"Ya. Aku rindu padanya."
"Kenapa tak coba untuk cari tahu keberadaannya? Siapa tahu dia masih hidup."kata Yaotome.
"Ya! Itu benar! Kenapa tak kau coba untuk cari tahu?"Chinen, Yuto dan Daiki menyambar tiba-tiba membuat Ryousuke terkejut.
"Jangan menganggetkan, bodoh!"
Yuto duduk di depan Ryousuke dan menatap cowok di depannya serius. "Sudah saatnya kita mencari tahu."
"Aku tidak mau mengungkitnya. Sudah pasti dia meninggal."
"Jadi, kau menganggapnya begitu?"Chinen melipat kedua tangannya di depan dada. Menatap Ryousuke.
"Entahlah."
Ryousuke memalingkan wajahnya kearah lain. "Bicara soal Shimazaki, akhirnya dia di keluarkan dari grup Akihabara48 kan? Padahal dia masih punya potensi untuk jadi kapten atau pengganti Atsuko sebagai ace."ucap Daiki sambil membuka browser di ponselnya.
"Apa?"Ryousuke berbalik menatap Daiki Arioka. Daiki terus membaca artikel di Google tersebut.
"berita yang di kabarkan dua tahu silam itu berjudul, Hilangnya Shimazaki Haruka berdampak bagi AKB48 yang terpaksa mengeluarkan member andalan mereka"
"Jadi, Shimazaki Cuma di jadikan member andalan. Kasihan sekali member yang di belakang."komentar Yaotome.
Ryousuke berpikir sejenak. Ia masih belum bisa mencerna berita itu. Jadi, jika Shimazaki belum meninggal dan jika suatu saat dia akan kembali… Shimazaki tidak akan dapat perkerjaan lagi.
"Tapi, belakangan ini aku juga sempat melihat siluet tubuh sama persis seperti Shimazaki. Hanya saja aku tidak yakin itu dia atau bukan. Pakaiannya mencurigakan dan seperti mata-mata, kau tahu film James Bond bukan?"sambung Okamoto Keito.
Yuto berujar kesal. Melihat sambung-menyambung menjadi satu seperti ini.
"Lama kelamaan obrolan kita seperti lagu Indonesia deh."ujar Yuto jengkel.
"URUSAI!"
Yuto cengok.
…
…
Ruangan itu serba remang-remang. Seorang wanita berambut sebahu duduk di sofa berwarna peach itu. Menatap dua lelaki di depannya dengan bosan.
"Sampai kapan masa kerjaku ini, hah?"ujarnya tak sabaran.
Dua lelaki dewasa dengan codename Vodka dan Korn itu menyulut rokok mereka.
Menatap wanita di depannya dengan pandangan tak bisa di artikan.
"Aku sudah di keluarkan dari grup. Jangan paksa lagi aku menjadi mata-mata."
"Misimu akan selesai, dengan satu syarat. Selidiki grup Johhny's Jimusho, Hey! Say! JUMP."
Wanita bernama Shimazaki Haruka itu tersedak. Hey! Say! JUMP?
…
…
BERSAMBUNG
…
…
a/n
Sungguh. Apaan ini? Mimpi apa Saachan bikin fic macam ini?
Aahh, mana Ryousuke kubuuat jadi super dingin di sini
Btw, ini fic bakal berubah jadi suspense kayaknya. Soalnya di sini Shimazaki Haruka kubuat jadi kayak james bond gitu. Hehehe XD
Fic Ramadhan yang aneh… Sudahlah, saya bingung mau coment apa… ==
oh iya, saya ucapin Minal Aidzin wal faidzin. ^^
Saachan, boleh minta review?
