Shine Angel and Dark Devil
.
Disclaimer: Vocaloid milik Yamaha, Crypton, dan produksi yang memproduksinya *yo dawg*
...
"Ratu Miku, saya dapat melihatnya."
Sesosok berjubah hitam dengan mengenakan penutup, berdiri di depan seorang gadis twintail bersurai biru muda yang kini tengah terduduk di kursi ratunya. Matanya menyorot dingin pada sosok di hadapannya sekarang.
"Sesuatu! Kekuatan gelap yang sangat besar namun bukan dari mereka, saya rasakan!"
"Gelap?"
"Kekuatan gelap yang sangat besar, namun disegel dengan baik. Ah, kekuatan yang sangat menarik," sosok berjubah hitam mengangkat tangannya dan menunjukkan seseorang dari dalam bola kristal yang ia pegang.
"... Dia..."
xXx
GEBRAK!
Lubang hitam membuka lebar membentuk oval, dan mengeluarkan dua makhluk berupa manusia seakan memuntahkan mereka. Lubang hitam itu muncul pada atap istana. Dan disebut istana, karena terlihat dataran yang dipijaki mereka berdua terbuat dari material yang biasa digunakan para penghuni sana untuk membangun istana dan menara atau semacamnya.
"Sudah sampai, Len!" tegur Gumi yang mendarat dengan sempurna saat keluar dari lubang hitam yang telah menutup.
"Itu lubang apa sih? Kukira hanya Rin yang menguasai sihir teleportasi," gerutu Len yang terlihat asyik tiduran di atap dalam posisi tengkurap. Mungkin sedang menahan sakit kepalanya karena jidatnya mendarat turun terlebih dahulu, hingga kalian bisa tahu bagaimana suaranya bukan?
"Untuk keluarga kerajaan, itu memang wajib dikuasai biarpun kau bukan status 'Mage' sekalipun," terang Gumi. "Hal itu berguna jika melarikan diri jika terdesak. Tapi itu bukan teleportasi ala Mage, tapi sejenis pemindah yang menyobek dimensi lain saja."
Len menutup matanya sambil menghela nafas kecil. Wajar dia tidak mengerti atau tidak mau mengerti akan seluk beluk penyihir. Baginya yang merupakan 'Blade Master', tentu kekuatan utamanya hanyalah serangan fisik.
"Jadi, kau anak bangsawan ya?" tebak Len dengan nada dingin. Ia bangkit, kemudian duduk dalam posisi jongkok.
"Seperti itulah," jawab Gumi. "Jadi tahu alasan aku punya Griffin kan?"
"Karena kau memang punya. Tapi bukannya hanya tentara terpilih yang boleh mengendarainya?"
"Hei kau tahu kan Griffin itu tidak sembarang orang bisa mengendarai loh! Rata-rata hanya cewek, karena perasaan kasih sayang mereka mengalir dan membentuk ikatan dengan Griffin."
"Misalnya?" Len menampakkan ekspresi tidak tertarik, masih memejamkan matanya.
"Aku yakin tidak ada cewek yang suka padamu, bahkan pasti sering menyakiti hati wanita dengan itu! "
Ucapan Gumi yang blak-blakkan membuat Len langsung berlonjak seakan baru mendapat mimpi sangat buruk, dengan mata melotot.
"K-kenapa kau bisa menebaknya!?"
"Karena Gumi adalah-" kalimat Gumi terhenti ketika melihat sosok prajurit lengkap dengan armor sambil membawa pedang, lari tergopoh-gopoh menuju arah mereka.
"Nona Gumi! Kerajaan dalam bahaya!" teriak prajurit kerajaan histeris.
"B-bahaya?"
"Dua penyusup dengan kekuatan gelap yang besar, menaklukkan segala tentara dan penyihir penjaga istana!"
"Itu pasti 'mereka'! Tch!" decak Gumi. Raut wajah manisnya seketika berubah menjadi dewasa saat ia marah, membuat Len mangap.
"G-gumi..." Len sedikit grogi melihat wajah Gumi yang berubah drastis.
"Len! Tunggu aku disini. Jangan kemana-mana," perintah Gumi. Len menggeleng, membantah.
"Aku ikut."
"Ini bukan urusan untuk bocah amatiran dengan hanya mengandalkan kekuatan fisik!"
"Kau yang duluan mengajakku ke sini! Aku takkan jauh darimu sampai Rin kutemukan!" bentak Len.
"Tch! Kalau mati sebelum bertemu saudaramu, aku tidak mau tahu!" Gumi meskipun menggunakan kalimat sadis, tapi mau tidak mau dia membawa Len juga bersamanya akhirnya. "Mereka ada dimana?"
"Menuju ruang ratu!" jawab prajurit tersebut. Gumi menarik Len kuat sambil berlari. Baru kurang dari sepuluh langkah Gumi melangkah, mereka terhenti oleh dua sosok berjubah gelap yang tengah menghalangi jalan menuju ke dalam istana.
"Kau tidak perlu mencari. Kamilah yang mencari kalian."
Gumi melepas cengkeraman tangannya dari tangan Len.
"Kalian. Aku sudah menunggu untuk dapat membunuh kalian, pengkhianat!" marah Gumi. Dua sosok berjubah itu tertawa dengan suara berat, namun bukan suara laki-laki. Susah mengenali mereka karena kepala mereka tertutup oleh kerudung jubah.
"Gumi, aku senang jika dapat memenggal kepalamu untuk jadi koleksi pernak-pernik kamarku," ucap satu diantara dua sosok tersebut.
"Dan menghidupkanmu untuk jadi sekutu kami selanjutnya! Ahahahahaha!" tawa sosok sisanya sangat keras.
Len hanya bisa diam. Ia tidak tahu harus bersikap apa dengan yang baru saja ia alami sekarang. Pikirannya hanya masih fokus untuk menemukan Rin, dan ia mengutuk dalam hati andai saja ia tidak bertemu Gumi dan diajak ke istana.
Kedua sosok itu membuka kerudung jubah mereka. Satu sosok bersurai kuning panjang, sedangkan satunya rambutnya dikuncir dua dengan warna rambut merah jambu pucat.
"Sepertinya teman satumu itu bisa kami bawa sebagai oleh-oleh untuk raja atas rekreasi ke Shiny Winga," ucap sosok berambut blonde tersebut dengan tato hitam bercorak aneh di sebelah kiri wajahnya. Mata merah menyala bak iblis menambah aksen seram saat cewek itu tertawa.
"Dan kujadikan pacar demi kepuasanku!" sahut wanita satunya, sama seperti sosok lainnya walau corak aneh menghiasi wajah sebelah kanannya.
"S-siapa mereka!?" tanya Len.
"Mereka dua pelayan raja kegelapan. Mereka tinggal di Underworld. Yang rambut kuning namanya Lily, sedangkan satunya bernama IA," jelas Gumi.
"Waktunya mati, Gumi!" sosok yang Gumi sebut namanya IA, langsung menarik dua pistol dari kedua sisi pahanya setelah jubah yang ia kenakan menyibak terangkat, lalu mulai berlari dengan seringai ngeri.
"Kekuatan kalian masih lemah dariku!" sahut Gumi. Len merasakan hawa aneh dari gadis disebelahnya itu. Diberanikannya untuk menatap wajah Gumi, dan dia kaget karena manik hijaunya hilang dan terganti merah menyala.
'Sejak kapan bola matanya berubah!?' tanya Len dalam hati.
IA cemberut sedikit, namun tidak mengubah tekadnya untuk membidik Gumi langsung.
"Mati kau, bocah sombong!" tukas IA lalu ia menekan kedua pelatuk dual handgunnya.
ZRET! ZRET!
Gumi dan Len yang sudah mempersiapkan kuda-kuda untuk melindungi diri dari peluru, hanya mematung saat melihat dua peluru yang diarahkan pada mereka langsung terbelah menjadu dua bagian. Terlihat sosok wanita bersurai merah jambu cerah dengan pakaian coklat seksi tengah berdiri dengan posisi aneh di depan mereka berdua.
"Aku musuh kalian. Jangan kabur dariku," ucap gadis tersebut.
"Luka!" bola mata Gumi kembali berubah menjadi hijau dan nampak kembali sifat kekanakannya. "Kukira kau takkan muncul!"
"Demi ratu Miku, dan nona Gumi," balas wanita paruh baya bernama Luka tersebut. "Saya dan Mayu, akan melindungi nona Gumi dan teman nona."
"Mayu?" tanya Gumi. "Dimana dia?"
"Jangan bersusah payah mencari Mayu! Disini ada Kuro Usagi!" seru boneka kelinci hitam yang berdiri persis di sebelah Gumi.
"Usagi!" Gumi langsung memeluk boneka itu erat, seperti memeluk boneka saat ingin tidur malam.
DOR!
Entah muak atau apa, IA menembakkan pistolnya pada arah langit.
"Seperti biasa, anggota Shine Angel terlalu suka mengabaikan musuh! Bahkan yang jelas-jelas kini ada di depannya," kesal IA. "Aku ingin pertarungan yang serius!"
"Kalau begitu, bagaimana dengan melawanku?" saran Luka. "Aku, Megurine Luka. Dan 'Maiden Sword' seorang Valkyrie dengan senang hati menyerang seorang musuh dengan pikatan bagaikan duri bunga mawar."
"Kau akan menyesal telah menawarkan diri untuk menjadi lawanku," ucap IA. "Memang, aku gunner yang masuk dalam kelompok ranged, akan kalah darimu yang valkyrie, dalam kelompok melee. Tapi siapa yang tahu?"
SET!
Dalam hitungan detik, sosok IA sudah hilang dari pandangan Luka. Luka hanya memejamkan mata sambil bernafas pelan.
"Percuma memakai langkah cepat yang seakan-akan menghilang itu. Seranganmu takkan sampai padaku," remeh Luka. Ia menggerakkan rapier-nya yang sekilas jika terkena rembesan cahaya berwarna merah tersebut.
TRANG!
Ujung salah satu handgun IA dan rapier Luka saling beradu.
"Nona Gumi! Cepat pergi ke tempat ratu Miku!" perintah Luka. "Meskipun perintah tuan Kaito hanya mengusir mereka, tapi saya takut..."
"Aku mengerti," sahut Gumi. Lingkaran cahaya mengelilingi Len dan Gumi saat Gumi mengenggam tangan Len.
"Hei! Aku hanya mencari Rin!" marah Len. "Aku tidak ada hubungannya dengan kerajaan atau apapun! Jadi, lepaskan aku!"
"Rin penyihir bukan?" tanya Gumi, yang hanya menatap batu kristal sapphire dimana terdapat tali untuk menggantung permata indah tersebut.
"Iya."
"Nah. Gampang saja. Rin atau siapalah itu, akan tahu dirimu disini cepat atau lambat."
"Rin itu adikku yang takkan pernah berpikir mencariku di istana, kau tahu! Karena Rin selalu menganggap aku akan pulang ke rumah!"
Sosok mereka berdua hilang seakan lenyap seiring ucapan Len terakhir.
"Lily!"
"Apa kau yakin aku harus mengejar anak itu? Kau kini berhadapan dengan Puppeteer dan Valkyrie."
"Aku takkan mati, kau lihat?"
"Ah ya sudah. Jangan salahkan aku ya?"
xXx
Rin menatap langit dengan kedua pipinya yang masih basah bekas tangisannya tadi. Cukup lama sepertinya ia terus duduk meringkuk sambil bersender pada pohon besar yang dinaunginya. Suara isakan kecil jarang terdengar saat ini dibanding dahulu.
"Rin dicemaskan Len tidak ya?" tanyanya pada dirinya sendiri selagi asyik menatap awan hitam yang bergerak dan menggumpal. Ia menunduk kecil setelah mendongak cukup lama, dan ditatapnya kolam ikan di depannya yang dituruni hujan.
"... Rin jadi cemas dengan Len. Dia pasti mencariku seperti hari-hari biasa."
Ia pun bangkit dengan lemas setelah lama bersender sambil merenung diam pada pohon. Diraba-rabanya langit-langit berbentuk lingkaran, dan suatu portal putih salju langsung muncul membentuk sesuai lingkaran yang ia raba. Rin tertarik, terhisap ke dalamnya.
To be Continued
A/N: Sepertinya banyak sekali fhailku waktu di chapter awal! *cries*
Awalnya aku benar-benar tidak tahu arti blonde, sampai membaca fanfic para senpai. Sampai sekarang, aku lupa untuk fav apalagi review fanficnya! Salahkan tugas menggunung dari bosku jadinya punya waktu luang di depan PC itu tidak ada huiks!
Aku sangat... sangat berterimakasih atas kritik dan sarannya! Akhirnya aku sedikit termotivasi untuk membuat chapter 2 ini! Makasih yang sudah mengoreksi dengan sedetail-detailnya!
Soal pairing ya. Aku usahakan ada pairing LenxRin karena aku juga penggemar mereka, walau paling tinggi hanya sampai 'kiss' dan 'hug' karena kepolosan dimana pikiranku belum sampai.. ehem ehem!Aku kagum sama author penulis non fic humor deh! Susah sekali ya menulis fanfic non humor, beda kalau bikin fic humor aku bisa ngetik tanpa berakhir sebelum ganti scene!
Reviewnya ya? Mohon kritik saran yang lebih! Saya rasa masih banyak kekurangan untuk menulis!
