"namamu" gadis itu terdiam, mungkin masih mencerna kata kata Sasuke

"siapa namamu ?" lalu gadis itu mengedip ngedipkan mata putihnya, sepertinya ia sudah mengerti dengan situasi

"oh itu, Hinata, kau ?"

"aku Sasuke"

"baiklah, sampai jumpa di stasiun Sasuke" Hinata pergi sambil melambai-lambaikan tangannya kearah Sasuke

Rasanya seperti memecahkan suatu rahasia terbesar abad ini

Apa lagi kalau bukan namanya, ternyata si gadis aneh bermata putih bernama Hinata.

Disclaimer : masashi kishimoto-sensei

Pair : sasuke uchiha – hinata hyuuga

OoT, gak tau gendrenya sesuai apa enggak, banyak kata pengulangan, bahasa semi(?), TYPO(S), dan hal yang tak bisa disebutkan lainnya

Alur waktu yang di buat itu rata-rata pagi dan sore aja

DLDR

HAPPY READING

Pulang sekolah, hal yang menyenangkan pastinya, apa lagi kali ini ia bisa mengobrol langsung dengan Hinata

Sampai di stasiun Sasuke langsung melihat lihat sekelilingnya, mencari keberadaan Hinata

Ternyata Hinata sudah berdiri di depan peron, sebenarnya Sasuke ingin langsung berlari dan berteriak teriak menghampiri Hinata seperti orang yang kurang waras, tapi ia merasa hal itu sangat berlebihan dan aneh apa bila dilakukan olehnya

Jadi Sasuke hanya berjalan seperti biasa kearah Hinata, sepertinya gadis itu tidak sadar sasuke mendekat, terbukti dengan terdengarnya gumamam dari bibirnya

"umumumuerquarterquintasektaumumumumu" gumamam tidak jelas itu terdengar sedikit oleh Sasuke

Sepertinya Hinata sudah sadar kalau Sasuke berdiri dibelakangnya, dan menoleh kebelakang

"Sasuke ? kapan sampai disini ?"

"baru saja" bohong

Tiba-tiba Hinata membuka resleting ranselnya dan mencari cari benda didalam sana

Ternyata itu masker noraknya, Hinata menutup tasnya dan langsung memakainya

"kenapa memakai masker ?" tentu saja Sasuke merasa aneh

"hanya ingin" Sasuke melihat garis tipis itu lagi dimata hinata, mungkin hinata sedang tersenyum, tapi disembunyikan oleh masker noraknya

Kereta mereka tiba setelah beberapa menit menunggu

Kereta itu sepi jadi Sasuke dan Hinata bisa duduk dengan nyaman sore itu

Mereka duduk bersisihan

"umumumumumum" ternyata Hinata masih menggumam, tapi kali ini suaranya jauh lebih kecil, bahkan nyaris tidak terdengar

Sebenarnya Sasuke sangat ingin bertanya pada Hinata, tapi hei, mereka baru beberapa kali berbicara dan Sasuke dengan lancangnya bertanya ini itu sangat tidak sopan

'jaga sopan santunmu Sasuke'

.

.

.

Setibanya dirumah Sasuke langsung disambut oleh Itachi yang bersantai didalam kamarnya, tiduran ditempat tidurnya, dan memakan cemilan berharganya

Untung saja mamanya ada dirumah dan sedang memasak, kalau tidak sudah habis Itachi terkena sumpah serapah oleh mulut gatal Sasuke

"keluar" Sasuke bahkan tak segan segan merebut si cemilan dengan kasar dari tangan Itachi sampai tumpah ke lantai

"aku hanya meminta sedikit" Itachi menggosok-gosokkan tangannya yang penuh dengan remah remah kebantal Sasuke

"keluar kau dasar pencuri cemilan sialan"

Dan terjadi sedikit baku hantam diruangan itu, hanya sedikit, karena sang nyonya rumah langsung datang dan memukul kaki anak-anak kesayangannya itu dengan sendok sup

Masalah selesai

"keluarlah, aku ingin ganti baju" Sasuke akan memaafkannya untuk kali ini

"gantilah didepanku, aku tidak akan tergoda dengan tubuh ratamu" Itachi masih tiduran ditempat tidur Sasuke dan memeluk bantal penuh remah remah kue kering itu

"aku juga tidak ingin menggodamu pencuri, keluarlah, aku tidak ingin berdebat" tenaga Sasuke yang dari pagi terkuras sekarang sudah kosong tak bersisa

"btw, btw mana bukuku ?"

"buku yang mana ?" Sasuke melepas kancing bajunya satu persatu

"penyihir abad pertengahan, yang kau ambil dengan seenak jidatmu itu dari rak bukuku minggu lalu"

"oh itu, ada di rak bukuku" Sasuke sudah berganti baju dengan setelan piyama biru polkadot, piyama is da best

"kenapa kau letakan disana, sekarang siapa yang pencuri, dasar pencuri"

"ambil saja buku sialanmu itu, sialan" Itachi langsung berjalan kearah rak buku Sasuke yang di dominasi oleh shonen manga dan novel fantasi

"Itachi, kau pernah melihat orang bermata putih ?" Sasuke mulai teringat kembali dengan si aneh Hinata

"tidak, kenapa ? apa kau pernah melihatnya ? palingan itu hanya lensa kontak" buku sudah ditangan, cemilan sudah dihabiskan, saatnya Itachi berpindah kehabitat asalnya a.k.a kamar tercinta

"bukan, itu bukan lensa kontak, aku yakin itu, dan lagi kau tau, dia tidak punya pupil, bagian itu juga berwarna putih, hei, mau kemana kau, bersihkan dulu sampahmu sialan" dan adegan tarik menarik pun terjadi, beberapa umpatan keluar, tapi tidak lama, selagi sang mama dirumah kata kata kasar itu tidak akan banyak keluar.

"kau saja yang bersihkan, ini kamarmu, bersihkan sendiri"

" tapi kau yang menebar kekacauan di sini"

Sasuke menang dan Itachi pun menjalani tugasnya dengan segenap hati

"apa penyihir itu memang ada ?" Sasuke masih mengungkit

"aku rasa ada, tapi dijaman modern seperti ini mungkin mereka bersembunyi, kenapa ? apakah kau menemukannya ?" Itachi mulai tertarik, jarang jarang adiknya ini membicarakan hal-hal seperti ini

"aku tidak yakin tapi, ada gadis bermata putih yang menurutku agak aneh"

"aneh kenapa ?" Itachi mulai menyimak cerita Sasuke dan menghentikan kegiatan bersih bersihnya, alasan sebenarnya juga karena malas

"dia seperti puunya ritual ritual aneh, dan kau tau ? dia menggumamkan sesuatu, cepat sekali"

"apa yang di gumamkannya ?"

"entahlah, tidak terlalu jelas, tapi aku sempat mendengar dia seperti berkata quarter, quinta, sekta, apalah itu"

"quarter ? quinta ? itu angka !" Itachi terdengar seperti detektif super

"angka ? angka apa ?" Sasukepun bertanya sebagai klien sang detektif

"angka romawi, biasanya itu digunakan pada penulisan resep"

"apakah dia menghitung ? apa yang dihitungnya ?" tanya Sasuke antusias, kehabisan energi yang dari tadi dielu-elukannya seakan menguap begitu mendengar Itachi berkata seperti itu dengan jari telunjuk mengacung keatas.

"entah lah, kau pikir aku paranormal bisa tau hal-hal seperti itu ? kenapa tidak kau tanyakan saja" dan peran Itachi sebagai detektif superpun selesai

"kau gila atau apa ? mana mungkin aku bertanya hal-hal aneh pada gadis yang baru berbicara beberapa kali denganku"

"ya sudah, kalau kau masih penasaran, bermain cantik saja, dekati dia, lalu kalau dia sudah terbuka padamu, baru kau tanyakan, kasus selesai" setelah memberikan ide yang agak mainstream itu Itachi langsung pergi tampa melanjutkan acara bersih-bersihnya.

.

.

.

Keesokan harinya Sasuke tidak bertemu dengan Hinata pada pagi harinya, sudahlah mungkin saat mereka pulang ia bisa bertemu

Dan benar saja, saat Sasuke berjalan perlahan-sangatsangatsangatpelan-di depan gerbang sekolah Hinata dia melihat gadis itu, melambai lambaikan tangannya pada gadis gadis lain penghuni sekolah putri itu.

Sebenarnya Sasuke sadar saat Hinata berbalik dan melihatnya, tapi dia pura-pura tidak tau dan berjalan seperti biasanya

Tapi tunggu dulu, bukannya menyapa Hinata malah seperti belum sadar kalau itu dia

'apa pikirannya sudah tereset ? aku berjalan tepat didepannya'

Selamat tinggal gengsi

Sasuke memelankan kembali langkah kakinya, dan berjongkok pura-pura memperbaiki tali sepatunya yang terlihat terikat dengan sangat rapi itu

Begitu Hinata sudah berada di sekitarnya Sasuke langsung-

"oh ! Hinata ? kau baru pulang ?" -berpura-pura seakan baru melihatnya

" Sasuke ? kenapa lewat sini ? bukankah seharusnya lewat sana ?" Hinata menunjuk arah yang seharusnya mereka lalui-arah stasiun yang sebenarnya lebih dekat dengan sekolah Sasuke

"tadi aku ketempat temanku sebentar" bohong, sepertinya setiap kali dengan Hinata ada saja kebohongan yang Sasuke ciptakan

"begitukah ? kalau begitu sampai jumpa besok" Hinata melambai lambaikan tangannya sambil melangkah meninggalkan Sasuke

"mau kemana ? kenapa tidak bersamaku saja sampai stasiun ?" kedoknya mulai terungkap

"maaf Sasuke, setiap kamis dan sabtu aku harus kesuatu tempat dulu"

" apakah jauh ?"

"tidak, apa kau ingat waktu pertama kali kau memanggilku dengan 'gadis berseragam terusan biru muda' aku akan kearah sana"

Dan hal memalukan yang sebenarnya ingin ditutup rapat oleh Sasuke keluar dari bibir manis hinata itu rasanya sangat-

Tunggu, apa tadi Sasuke bilang bibir Hinata manis ?

Kata-kata jorok dari mana itu, sekarang bukan Cuma mulut gatalnya saja yang kurang ajar tapi pikirannya juga sudah tercemar

"Sasuke ?" dan sekarang Hinata mendapati Sasuke terbengong dengan rona merah samar dipipinya, ketahuan sekali ia melamunkan hal jorok

"ah iya ?" Sasuke langsung memandang Hinata tepat dimata gadis itu dengan senyuman terpampang di bibirnya, bahkan sampai memperlihatkan gigi-gigi rapi hasil ortho bertahun-tahunnya kepada Hinata, tentu saja Hinata merasa agak aneh dengan tingkah aneh Sasuke

Kalau kata kakaknya sih, Sasuke itu tipe-tipe yang harus dihindari karena dari tampangnya saja sudah kelihatan kriminal

"apa kau baik baik saja Sasuke ?" Hinata tiba-tiba menggantungkan ranselnya kearah dada dan menukik rendah kakinya, pose-pose siap kabur kapan saja

Menyadari sikap difensif Hinata Sasuke langsung tersadar, mungkin Hinata menyadari lamunan joroknya tadi

"iya aku baik-baik saja, kalau begitu ayo bareng sampai ke tujuanmu" Sasuke langsung mengganti tampangnya dari tampang kriminal ke tampang anak baik-baik calon menantu idaman

Saat di perjalanan pulang beberapa kali Sasuke mendapati Hinata menggerak-gerakkan bibirnya perlahan

Tidak bersuara kali ini

Tapi tetap saja ada yang aneh, ia sering terlihat menyentuh bagian tubuhnya berulang-ulang seperti menyisipkan rambutnya kebelakan telinga, padahal rambutnya sudah rapi, sangat rapi malah, menyapu-nyapukan pundaknya seperti ada sesuatu disana, padahal tidak ada apa-apa

Tapi Sasuke diam saja, ingat kata si maling Itachi, ia harus bermain cantik dan harus mengerem mulut gatalnya agar tidak berkata atau bertanya yang aneh aneh

Sesampainya di persimpangan yang Hinata katakan, mereka berhenti di sana dan dadah dadahan

Saat sadar kalau tadi ia melakukan hal konyol yang agak memalukan-bayangkan siswa sma bertampang dingin seperti Sasuke dadah dadahan dengan kedua tangannya-saat berpisah dengan Hinata tadi

Semoga tidak ada yang melihat

Ya, semoga

Sepertinya anggapan bahwa Hinata itu penyihir semakin melekat kuat pada diri Sasuke, apa lagi namanya kalau bukan sihir, saat gadis itu melambaikan tangannya Sasuke ikut ikutan melambai bahkan lebih heboh dari gadis itu

Padahal mamanya saja yang sering melambai-lambai heboh padanya hanya ia tanggapi dengan anggukan saja, tapi Hinata berbeda, sihirnya terasa kuat sekali

Apa mungkin itu tujuan dari gerakan gerakan aneh Hinata tadi, agar Sasuke terperangkap dalam sihirnya, tidak salah lagi

Ini memang kasus yang harus Sasuke selidiki

TBC