Author : Venushun
Pair : Chanbaek !
Cast : Park Chanyeol aka Chanyeol
Byun Baekhyun aka Baekhyun ( GS)
Zhang Yixing aka Yixing ( GS)
Kim JunMyeon aka Suho
Park Sooyoung aka Sooyoung ( Joy red velvet )
Kai aka Jongin
Xi Luhan aka Luhan (GS)
Genre : romance , tragedy , psychology
Length : Chaptered
Rated : Semi M

Summary : ketika gadis berbadan kecil dengan penyakit psikisnya bertemu dengan pria tiang listrik yang selalu membawa senyum lebarnya.

preview chap 1

Setelah Chanyeol membereskan semua keperluannya, saatnya tubuhnya itu beristirahat. Chanyeol memjamkan mata perlahan – lahan, dia hampir mengunjungi dunia mimpi tapi

"Akh, lepaskan aku tolong"

Chanyeol yang mendengarnya bergidik ngeri dan langsung berlari ke arah balkon dan membukanya. Matanya membulat sempurna melihat kejadian itu.

Chapter 2

Chanyeol mengedarkan pandangannya ke segala arah dia tak menemukan hal-hal aneh disana, apakah itu hanya halusinasinya saja, atau itu hantu yang sedang mengganggunya?

Chanyeol pun masih berada di balkon itu. Semilir angin malam membelai wajahnya yang tampan hingga enggan meninggalkannya. Ini sudah malam tetapi bergerak dari tempatnya saja tidak, Chanyeol sangat menikmati suana seperti. Ia mengadahkan wajahnya untuk melihat 2 bintang diatas sana.

"Ayah.. Ibu.. Aku merindukanmu, sung-" ucapannya terpotong karna ia mendengar suara pintu dibanting dan melihat seorang wanita yang terpental ke balkon. Chanyeol membulatkan matanya, ia kaget, tentu Rescue

Bayangkan saja ia melihat seorang wanita tergeletak pasrah di lantai dengan luka memar di wajahnya, mengenaskan.

"Nona, apakah kau tak apa?" Chanyeol berucap keras agar wanita itu mendengarnya tapi wanita itu tak membalasnya ia memilih untuk memejamkan matanya saja, merasakan lelahnya hidup ini.

Chanyeol melihatnya terpejam begitu kaget, dia berpikiran bahwa wanita itu telah mati atau mungkin pingsan. Tanpa aba-aba dan komando dari siapapun Chanyeol segera melesatkan dirinya ke arah flat wanita itu, tanpa ada kendala apapun karna memang flat wnaita itu tidak terkunci. Chanyeol segera menghampiri wanita itu.

"Nona, bangunlah! apa kau mati?" Chanyeol tak mendengar apapun dari bibir sang wanita, langsung lah dia membawa badan wanita menuju kamarnya dan merebahkan badannya di tempat tidur.

Sebenarnya Chanyeol ingin pergi dari sini tapi ia mengurungkan niatnya sebentar karena kelihatannya wanita ini masih menggunakan jaket dan sepatu bersama kaos kakinya.

Perlahan-lahan Chanyeol membuka sepatu dan kaos kakinya dan terakhir jaketnya. Sebenarnya wanita itu masih terjaga dan melihat semua yang di lakukan si lelaki ini tetapi dia hanya bisa diam, dan akhirnya terlelap.

Chanyeol bergidik ngeri ketika melihat tangan wanita yang tak diketahui namanya itu, tangannya di penuhi luka sayatan pisau dan juga silet, apakah wanita itu disiksa? Chanyeol tidak mau membuang waktunya untuk berdiam diri, ia langsung mencari kotak P3K di rumah wanita itu dan mengobati lukanya perlahan – lahan, sampai ia tertidur di sebelah wanita itu.

Rescue

Baekhyun membuka matanya pelan, sambil menyeringit karna sinar matahari masuk tanpa permisi kedalam matanya. Ia ingin bangun dari tidurnya tetapi pergerakannya terhenti karena merasakan sebuah tangan kokoh melingkari pinggangnya, ia hanya memindahkan tangan itu lalu berjalan pergi meninggalkan dapur itu.

Tangannya sedikit bergeser, Chanyeol merasakan itu, perlahan ia membuka mata bulatnya itu lalu pikirannya bertanya-tanya dimana kah ini. Sepintas bayangan yang ia alami tadi malam melewati pikirannya, sekarang ia tau dia sedang berada dimana, tentu saja di rumah wanita pendek itu.

Ia perlahan turun dari kasur, lalu membuka pintu kamar tersebut. Tanpa di sengaja hidungnya mencium bau masakan, ia mengikuti bau tersebut sehingga tampak lah wanita kurus dengan kaos dan celana selututnya sedang memasak.

Chanyeol yang melihatnya langsung berdehem pelan untuk memecahkan keheningan di antara mereka berdua, tetapi wanita itu hanya diam seribu kata dan tetap memasak dengan hening lalu menghampiri meja dan meletakan makanan yang di masaknya itu di atas meja lalu makan dengan tenang tanpa melihat ke arah Chanyeol.

"Apakah kau bisu?" ucap Chanyeol geram karna sedari tadi tidak di hiraukan oleh wanita ini.

"Setidaknya kau memberitahu namamu, aku ini tetanggamu" Chanyeol menimpali gadis itu lagi dengan pertanyaannya

"Aku tahu itu, aku Byun Baekhyun" Baekhyun hanya membalasnya cuek sambil meneruskan memakan makanannya.

"Pintu keluar ada di sana" ucap Baekhyun sambil menunjuk pintu berwarna cokelat, lalu menaruh piring kosongnya ke dalam westafel.

"Kau mengusirku? dasar wanita tak tahu diri!" umpat Chanyeol pelan tapi masih bisa di dengar oleh Baekhyun. Ia yang mendengar umpatan itu hanya dapat menyunggingkan senyum simpulnya.

Rescue

Chanyeol sedari tadi meracau tak jelas karna kejadian dengan Baekhyun , ia merasa tak berguna karena sudah menolongnya, cepat – cepat Chanyeol membuka pintu flatnya dan langsung melihat seorang laki-laki tinggi, kurus, dan berkulit sangat putih.

"Wow, lihat siapa yang datang" pria itu menyindir Chanyeol yang baru saja datang ke flatnya itu. Chanyeol hanya diam tak membalas kata-kata dari temannya itu ia memilih menuju dapur untuk melepaskan dahaganya yang tak bisa ia tahan lagi.

Sehun, nama pria itu. Dia adalah sahabat Chanyeol, sebenarnya umur Sehun lebih muda dari Chanyeol 2 tahun dan ia masuk universitas yang sama dengan Chanyeol, walaupun umurnya lebih muda daripada Chanyeol, Sehun jarang sekali memanggilnya hyung.

"Aku ingin menginap disini hyung, boleh kan" ucapnya mohon bagai anak anjing yang kehilangan induknya, dan iya juga menggunakan jurus 'BBUING BBUING'nya.

"Kau salah tempat tuan Oh ini bukan penginapan" kata Chanyeol cuek sambil meneguk minumannya sampai habis.

"Ayolah hyung… Jeball" Sehun memintanya dengan sedikit genit menurut Chanyeol sehingga ia sedikit geli melihatnya. Pada akhirnya Chanyeol kalah dan Sehun yang menang, karna memang Chanyeol sudah muak dengan aegyo yang tak jadi itu. Dia akan tidur dengan orang ini lagi, dengusnya pasrah.

Rescue

Chanyeol menutup pintunya, bergegas pergi untuk membeli kebutuhan hidupnya di rumah. Awalnya iya menikmati acara berbelanjanya tapi manik matanya tak sengaja bertabrakan dengan manik mata Baekhyun. Mereka pun langsing memutuskan kontak mata tersebut.

Mereka berbelanja dengan tenang sebelum mereka merebutkan sesuatu ya itu plester luka.

Greb

"Berikan padaku" Baekhyun membuka suara sambil menatap tajam Chanyeol yang sedang menatapnya tak kalah tajam.

"Enak saja, aku yang mengambilnya dul-" sebelum Chanyeol melanjutkan ucapannya Baekhyun sudah pergi entah kemana. Chanyeol pun bergegas mencarinya.

"Ini buatmu saja, kau lebih membutuhkannya" kata Chanyeol cuek sambil melempar sekotak plester itu ke dalam keranjang belanjaan Baekhyun.

"Baguslah kau meengetahuinya"

"Aku tak sengaja mengetahuinya, apakah kau seorang yang ingin melakukan percobaan bunuh diri?" Chanyeol ingin sekali mendapat kawaban dari Baekhyun tapi apa daya Baekhyun hanya menjawab "Kau tak perlu tahu itu" lalu bergegas pergi meninggalkan Chanyeol yang memasang tampang jengkelnya.

Rescue

"Aku pulang"

"Kenapa dengan mukamu itu?" tanya sehun kepada Chanyeol

"Bukan urusanmu bocah!"

"Kau kenapa sih? Di tolak lagi oleh Taeyeon noona? Oh ayolah Taeyeon noona sudah memiliki Baekhyun" candaan Sehum semakin membuat Chanyeol naik pitam, matamya berkilat ke jengkelan yang terlalu dalam. Sehun yang melihatnya itu menjadi ngeri melihatnya, akhirnya ia pun bergegas pergi dari tempat itu.

Chanyeol tidak tahu kenapa sikapnya bisa berubah 180 derajat jika mengobrol dengan wanita itu, perasaan jengkel terus berada di dalam hatinya, sekaligus rasa penasaran. Entah apa yang Chanyeol ingin Chanyeol ketahui tentang wanita itu.

Siang berganti sore sore berganti malam, ber jam – jam sudah Chanyeol habis kan untuk menonton tv, Sehun yang melihatnya hanya bisa menggeleng – geleng kepala pelan lalu duduk di sampingnya.

"Chanyeol-ah kau sudah besar kenapa masih menonton acara seperti ini ?" setelah Sehun meluncurkan pertanyaan nya itu, tiba-tiba pintu apartemen mereka di ketuk orang lain dari luar.

"Aish.. Mengganggu saja"

Chanyeol membuka pintunya setelah melemparkan umpatan itu, kemudian Sehun mengikutinya ke arah pintu.

"Annyeonghaseyo, kami ingin memberikan kue beras ini kepada kalian sebagai ucapan untuk tetangga baru" ucap wanita manis itu sambil membungkukkan badannya, awalnya Sehun tidak melihat ke arah wanita manis itu tapi ketika melihatnya ia seperti terpesona.

"Ne, silahkan masuk.

Sehun masih mematung sambil melihat ke arah wanita manis itu. Tiba-tiba kepala belakangnya langsung di hantam oleh tangan besar milik Chanyeol.

"Yak! Kenapa memukulku?"

"Jangan melihatnya terus!"

Kedua wanita itu duduk di sofa yang ada di apartemen itu. Lalu memperkenalkan dirinya masing-masing sambil meletakkan se kotak kue beras itu di meja.

Awalnya Chanyeol tidak menyadari bahwa Baekhyun ada disini tetapi ia menyadarinya sekarang.

"Kenapa kau ada disini?" Baekhyun yang mendegar itu langsung memandang Chanyeol sinis.

"Tidak boleh kah?" Wanita manis itu dan Sehun hanya bisa memandang Chanyeol baekhyun bergantian dengan tatapan bingung.

"Apakah kalian sudah saling mengenal?"

"Tidak" ucap mereka berbarengan.

"Oh iya, ngomong-ngomong namaku Xi Luhan kalian boleh memanggilku Luhan " katanya dengan senyuman menawannya, hingga Sehun yang melihatnya hanya bisa menggigit bibirnya/?

"Aku Park Chanyeol dan orang idiot ini namanya Oh Sehun" Chanyeol memperkenalnya dirinya dan Sehun dengan percaya diri di hadapan Luhan dan Baekhyun. Sehun yang di panggil idiot itu pun protes karna itu tidka pantas untuknya, itu pantas untuk Chanyeol, sedangkan Baekhyun hanya bisa diam ketika Luhan , Chanyeol, dan Sehun yang menggobrol.

Hari semakin malam Luhan dan Baekhyun pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemennya, Sehun dan Chanyeol juga, mereka memutuskan untuk pergi ke kamar mereka dan tidur. Sebenarnya di apartemen ini tersedia 2 kamar, tetapi Sehun yang malas membersihkan kamar tamu jadi ia menumpang tidur di kasur Chanyeol.

Setelah kembali dari rumah Chanyeol yang hanya berjarak 5 langkah itu /? Ia langsung menemui kasur kesayangannya itu. Tiba-tiba Luhan masuk untuk mengeceknya apakah sudah tudur apa belum, Baekhyun pura-pura tidur.

Luhanadalah sepupu Baekhyun dariChina, dulu Baekhyun, Kai, Luhan, dan Kyungsoo selalu bermain bersama di taman dekat dengan rumahnya, persahabatan berubah ketika ada yang saling mencintai, semuanya berubah, begitu juga aku.

Rescue

"Baekhyun-ah, Ayo sarapan, makanan mu sudah jadi" ucap Luhan kepada Baekhyun yang baru saja menutup pintu kamarnya.

"Ne"

Luhan langsung menghampiri Baekhyun yang berjalan dengan lambat tetapi Luhan memberhentikan langkahnya karna melihat sesuatu yang janggal pada pelipis Baekhyun , luka memar.

"Pelipismu, kenapa itu"

"Ah ini? hanya terbentur pintu saja kok" Baekhyun berusaha menutupi apa yang terjadi, tapi Luhan menemukan kejanggalan, tak ingin memperpanjang masalah Luhan pun hanya membalasnya dengan anggukan kepala.

Acara makan-makan pun sangat hening, hanya bunyi dentingan piring dan sendok yang menghiasi keheningan pada pagi itu.

"Baekhyun-ah, aku akan pulang ke apartemenku, kaga dirimu baik-baik ne" ucap Luhan untuk mengakhiri pertemuan pada hari ini, lalu dia tersenyum.

Baekhyun hanya mengangguk pelan sambil melihat Luhan yang menjauhinya perlahan-lahan. Ketika ia sedang bersama dengan keheningannya tiba-tiba ponselnya bergetar.

From : Kim Jongin

To : Baekhyun

Datang ke rumahku nanti malam, Luhan sudah pulang kan?

From : Baekhyun

To : Kim Jongin

Ne, Luhan eonnie sudah pulang.

Baekhyun pun memasukkan handphonenya ke dalam sakunya dan memasuki rumah, mandi, lalu berangkat.

Kini pukul 8.36 오전, ia sudah tiba di halte bus dekat dengan apartemennya, tapi bus tak kunjung datang, padahal biasanya datang tepat waktunya, Baekhyun hanya dapat memainkan jarinya sehingga tak sadar bahwa sudah ada mobil mercedes benz cla-250 sudah ada di depannya.

Mobil itu menyalakan klaksonnya hingga Baekhyun menoleh ke arah mobil itu. Jendela mobil itu perlahan-lahan turun memperlihatkan Chanyeol yang sedang memegang setir.

"Naik lah, bus akan datang sangat terlambat"

Baekhyun berjalan ke arah mobilnya, membuka, duduk tenang di dalam mobil tersebut.

"37-1 Myeondong-4″

"Ahh, kau ingin ke Myeondong? Aku juga" ucap Chanyeol semangat sambil melirik ke arah Baekhyun.

"Aku tak bertanya"

"Aish, terserah kau lah" Chanyeol berucap sambik berdengus malas, sudah dua kali ia membantu wanita ini tapi malah membalasnya seperti ini, harusnya ia tinggalkan wanita ini di jalan, tapi hati terdalamnya ingin membantu wanita ini, dasar hati sialan.

Mobil Chanyeol berhenti di sebuah gedung bercat abu-abu yang bertulisan 'Best Voice School' ternyata Baekhyun bekerja di sebuah sekolah tari, sebenarnya Baekhyun kuliah sambil bekerja tetapi ia hari ini tidak ada kelas.

"Kamsahamnida"

Sesudah Baekhyun mengucap kata itu, Chanyeol langsung menekan gas mobilnya pergi dari tempat itu dan bersiap pergi ke kantornya yang kebeltulan dekat dengan sekolah tari itu.

Rescue

Matahari bersiap-siap untuk menyembunyikan dan bulan siap menampakkan dirinya. Chanyeol melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 6.25 오후, ia bersiap-siap untuk pulang dari tempat kerjanya itu, tetapi pikirannya tentang Baekhyun datang lagi, akhirnya Chanyeol memutuskan untuk melihatnya sebentar dan mungkin mengajaknya pulang bersama.

"Ah..untuk apa aku mengurusinya"

Beda di mulut beda di kelakuan, Chanyeol malah melajukan mobilnya ke arah sekolah tari itu, setelah sampai di sekolah itu Chanyeol segera memasuki gedung itu.

Setiap ruangan di gedung itu, memiliki pintu yang memiliki kaca di tengahnya ( mirip pintu rumah sakit ) sehingga orang dari luar dapat melihat ke dalam.

Disinilah Chanyeol berdiri di ruangan yang bertulisan 'ballet', ia sedang melihat seorang perempuan yang menari mengikuti musik, tariannya seirama dengan musik itu, sungguh indah, ketika musik itu berhenti murid-murid pun mencoba menarikan itu sebisanya, tak disangka sang guru yang menari tadi melihat ke arah pintu dan melihat Chanyeol disana, Chanyeol yang sedari memperhatikan Baekhyun tersentak pelan dan pergi begitu saja.

"Ah..ada apa dengan jantungku, Oh tidak disini sangat panas, apakah tidak ada AC?" Chanyeol menggerutu pelan karna jantungnya yang berdetak cepat saat onyx matanya bertubrukan dengan mata Baekhyun.

"Aku rasa, aku butuh udara segar" Chanyeol pergi dari tempat itu dan melajukan mobilnya entah kemana tanpa di sadari Baekhyun memperhatikannya dari jauh.

Chanyeol tiba di sebuah taman yang cukup tenang menurutnya, ia pun duduk di bangku taman itu sambil memasukkan headset di kedua kupingnya tanpa terasa lagu yang ia putar membangunkan pikiran dan hatinya.

gwaenhi muttukttukhan jeo maltuhamyeo
waenji mugwansimhan jeo pyojeongui neon

Kau berbicara dengan begitu dingin
Wajahmu menolak untuk berbicara

niga neomu yalmiunde
waenji jakku nege kkeullyeo
daeche neoneun nuguni

Kau begitu menjengkelkan
Tapi aku terus tertarik padamu
Kamu ini siapa?

bomyeon bolsurok deo al su eopsneun neo
neoreul bomyeon jakku aega taneunde
amudo moreuge
kkongkkong gamssa gipi sumgyeodun
neoreul kkok naege boyeojwo
Semakin aku melihatmu, kau semakin misterius
Aku terus terbakar saat aku melihatmu
Kau menyembunyikan dirimu tanpa ada yg mengetahui
Tolong tunjukkan sisi dirimu padaku

janjanhan nae mame chaja on
gunggeum tuseongi neon daeche nuguni
Aku sangat ingin mengenalmu, siapa kamu?
(Kim yerim – you, who? OST Hello Monster)

"Siapa kamu?"

-Tbc-
A/N : Hallo! Aku fast update nihh , karna emang ff ini punya aku bulan kemaren tp straight, trus diubah jd yaoi, kalo masih ada cast-cast yang straight maafin ya /? U,u

Di chapter ini ada yg di ganti flat jd apartemen, sebenarnya itu memiliki arti yang sama jd kalo di ganti gamasalah dong .apa.

Dan kalo yang ga tau 오후 dan 오전

P.M = 오후

A.M = 오전

Kalo udah tau ya gapapa lah ya /?

Oke deh, jangan lupa review kawan! Kemaren banyak yg ngeliat yg ngereview dikit amat :') . yaudah deh gitu aja kali yahh :3 kalo ada sesuatu tanya aja disini seahunim ( twitter) jan mayu-mayu ucing.

Chanhunbaek : iya kayaknya, dia cewek alim kok /?( FANFIC)
GreenTealatte16 : iya dia antagonis gitu :'3 tp kalo ama aku baek /?
baby niz 137 : ini udah ya ^^ , semoga suka~

24/07/2015