[FF ONESHOOT] ~ OUR FAMILY - REUNION ~ / KYUMIN / GS
Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper
Cast : kyumin
genre : family
warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.
-Kyumin-
"Jangan terlalu jauh mendorongnya, baby" teriak Sungmin yang masih sibuk di dapur.
Dengan cekatan tangan Sungmin memasak hidangan untuk makan malam sebelum sang suami tiba di rumah.
"Ahahahaha!" tawa Sunghyun begitu keras, hingga terdengar sampai ke dapur.
Sungminpun tersenyum. Mendengar tawa bahagia dari anak-anaknya saja sudah lebih dari cukup untuknya.
Sementara itu, di ruang tengah terlihat Minhyun dan Minjung terlihat tengah sibuk mendorong-dorong Sunghyun yang diletakkan di baby walker. Sedangkan Sunghyun sendiri terlihat tertawa senang.
"Kesana Jungie!" teriak Minhyun karena kali ini arah yang akan ditujunya berbeda dengan arah tujuan kembarannya.
Minjung menggelengkan kepalanya pertanda tidak setuju. "Tidak, kita kesana saja!" teriak Minjung.
"Oppa maunya kesana Jungie!" Minhyun masih ngotot dengan pendiriannya.
"Jungie mau kesana oppa!" Minjungpun tak mau kalah.
"Kesana!"
"Kesana!"
"Kesana!"
"Kesana!"
"Kesa..."
"Yung! Na!" tak disangka Sunghyun yang hanya diam dari tadi membuka suaranya juga.
"Nanananana!" ternyata Sunghyun juga ingin mengeluarkan pendapatnya.
Jari telunjuk kecilnya menunjuk-nunjuk kearah yang berbeda dari arah yang akan dituju kedua kakaknya.
"Bukan kesana Sungie, tapi kesana" dengan seenaknya Minhyun mengubah arah telunjuk Sunghyun.
"Tidak, tapi kesana" Minjungpun ikut meletakkan lengan kecilnya diatas lengan yang lebih kecil milik Sunghyun.
"APPA PULANG!" seruan Kyuhyun menghentikan perdebatan tidak penting dari tiga balita itu.
Dan langsung saja Minhyun serta Minjung berlari kearah sumber suara.
Sunghyun?
Malang sekali nasib bayi kecil itu, ditinggalkan sendirian di ruang tengah. Ah, tidak sendirian, ada sebuah gantungan kunci labu yang menemaninya.
"Appa! Appa!" dua bocah itu langsung saja menyerbu ayah mereka yang barusaja pulang dari kerja.
Kyuhyun yang tengah membawa dua kantung kertas itupun meletakkannya sejenak di lantai, bersiap menggendong dua buah hatinya itu.
"Appa pulang cepat?" ujar Minjung dengan suara khas cemprengnya saat ia dan kembarannya sudah berada di gendongan sang ayah.
"Ne, appa sengaja pulang cepat hari ini. Jungie senang?" tanya Kyuhyun seraya berjalan kearah ruang tengah.
"Tentu!" jawab Minjung ceria.
"Hyunnie juga senang" sambung Minhyun.
Kyuhyun hanya tersenyum saja saat mendapati putera bungsunya hanya sendiri memainkan gantungan kunci labu miliknya.
"Kalian meninggalkan Sungie sendiri eoh?" tanya Kyuhyun sambil mendudukkan tubuhnya diatas sofa.
Sunghyun yang mendengar namanya terpanggil langsung saja berusaha berjalan kearah Kyuhyun dengan bantuan baby walkernya tentu saja.
"Oppa yang meninggalkannya, Jungie hanya ikut-ikut saja" ujar Minjung memulai perdebatan.
"Enak saja. Jungie yang meninggalkannya, bukan Hyunnie" balas Minhyun tak mau disalahkan.
"Pokoknya oppa yang salah, bukan Jungie!" ngotot Minjung.
"Tidak, Hyunnie tidak salah appa. Jungie yang salah" Minhyunpun membalasnya.
Segera saja Kyuhyun menutup mulut kecil saudara kembar itu menggunakan telapak tangannya.
"Sudah, jangan bertengkar. Appa membawakan hadiah untuk kalian" ujar Kyuhyun membuat dua bocah itu diam dan girang(?).
"Mmmppp..."
"Mmmppp..."
Dua anak itu berusaha berbicara, yang langsung saja membuat Kyuhyun terkikik geli.
"Ambillah di ruang tamu" ujar Kyuhyun sesaat setelah melepaskan kedua telapak tangannya.
Dengan senangnya, dua anak itu turun dari sofa dan berlari ke ruang tamu.
Kyuhyun menggendong Sunghyun yang ternyata sudah tiba di hadapannya, meletakkannya ke pangkuannya.
Diciumnya pipi bulat milik anak bungsunya secara bertubi-tubi. Sunghyun tentu saja senang dimanjakan oleh ayahnya. Tawa bayi itu begitu melengking.
"Sudah pulang Kyu?" ujar Sungmin yang baru saja selesai memasak.
Didudukkan tubuhnya disamping sang suami.
"Seperti yang kau lihat" ujar Kyuhyun masih gencar menciumi pipi sang bayi.
"Ah, tadi ada tukang pos mengirimkan amplop" ujar Sungmin saat tak sengaja dilihatnya sebuah amplop besar berwarna cokelat yang berada diatas meja kecil yang berada di sebelah sofa.
Sungmin mengambil amplop itu dan menyerahkannya pada sang suami. Ia belum membukanya. Ia takut jika amplop itu benar-benar penting.
Kyuhyun menghentikan sejenak aktivitasnya, "Buka saja" kemudian kembali menciumi anaknya.
Sungminpun menurut. Dibukanya tali yang berada diujung amplop itu dengan hati-hati.
Setelah itu, diambilnya sesuatu yang berada di dalam amplop itu.
"Reuni?" ujar Sungmin sesaat setelah membaca judulnya.
Kyuhyun hanya mendengarnya saja, tanpa menolehkan kepalanya, masih sibuk rupanya.
"Reuni Sekolah Menengah Atas, Kyu" beritahu Sungmin.
"Dimana dan kapan?" tanya Kyuhyun.
Sungmin membaca sejenak isi undangan itu sebelum menjawab pertanyaan sang suami, "Di sekolah, seminggu lagi".
"Bagaimana?" tanya Kyuhyun yang kini tengah menggelitiki perut Sunghyun.
Sungminpun kembali memasukkan undangan itu kedalam amplopnya dan meletakkannya kembali ke tempat semula.
"Apanya?" tanya balik Sungmin dengan nada bingung.
"Apa kita datang sekeluarga?" ujar Kyuhyun.
Sungminpun berpikir. Bersama keluarga berarti bersama Minhyun, Minjung, dan Sunghyun juga.
"Apa tidak merepotkan, Kyu?" balas Sungmin.
Kyuhyunpun menghentikan aktivitasnya karena dilihatnya wajah Sunghyun sudah mulai memerah, terlalu banyak tertawa.
"Kalau mereka tidak dibawa, mereka bagaimana? Dititipkan ke rumah umma?" ujar Kyuhyun.
"Hhh... Terserah padamu saja kalau begitu" ujar Sungmin pasrah.
Diraihnya Sunghyun dari pangkuan ayahnya, "Mau mandi dulu atau makan malam dulu?" tawar Sungmin perhatian.
"Mandi saja" jawab Kyuhyun yang sudah kegerahan itu.
"Aku siapkan air panasnya dulu" ujar Sungmin kemudian berlalu, membawa Sunghyun serta.
-KYUMIN-
Satu Minggu kemudian~
"Umma! Umma!"
"Appa! Appa!"
"Ma! Pa!"
Teriak tiga orang itu disertai dengan pukulan pada pintu kamar dimana sang orang tua berada.
"Kyu, bukakan pintunya" ujar Sungmin yang tengah sibuk berdandan di depan meja rias.
Kyuhyun hanya mengangguk seraya melangkahkan kakinya menuju pintu.
Dibukanya pintu kamar itu, dan nampaklah tiga anak-anaknya yang berada disana.
"Appa mau kemana?" tanya Minhyun heran saat melihat penampilan sang ayah.
Kyuhyun sudah lengkap menggunakan kemeja dan celana hitam, terkesan formal.
Minjung dan Minhyun menatap bingung pada Kyuhyun. Sedangkan Sunghyun perlu mendongak 180 derajat untuk melihat penampilan ayahnya.
"Bukankah sudah appa katakan tadi kalau appa dan umma akan pergi. Hyunnie, Jungie, dan Sungie akan ke rumah halmonie" jawab Kyuhyun seraya menjongkokkan badannya, mensejajarkan tingginya dengan Minhyun dan Minjung.
"Shilo! Jungie mau ikut!" ujar Minjung tak terima.
"Hyunnie juga!" sambung Minhyun.
"Sungie tidak?" tanya Kyuhyun menggoda Sunghyun yang hanya diam saja.
Sunghyun dari tadi hanya memperhatikan saja, tanpa tahu apa yang dimaksud.
Bayi kecil itu menunjukkan raut wajah bingungnya saat ayahnya menyebutkan namanya.
Kyuhyun langsung saja menggendong Sunghyun yang sedari tadi duduk itu, "Minta sama umma saja" ujarnya seraya bangkit dari posisinya.
Mendengar ucapan Kyuhyun, Minhyun serta Minjung segera berlari masuk kedalam kamar orang tua mereka, mencari keberadaan ibu mereka.
"Umma! Hyunnie ikut ya!"
"Umma! Jungie juga ikut ya!"
Teriakan dua bocah kecil itu berhasil membuat Sungmin menolehkan kepalanya.
"Ikut kemana?" tanya Sungmin.
"Kata appa, umma dan appa akan pelgi. Hyunnie ikut ya!" jawab Minhyun.
"Jungie juga" lanjut Minjung.
Sungmin melirik kesal pada Kyuhyun yang tengah bercanda ria dengan Sunghyun diatas kasur. Bukannya Sungmin tak mau mengajak mereka, tapi tahu sendiri kan bagaimana sifat anak kecil itu?
"Kalau ingin ikut, cepatlah ganti pakaian kalian. Suruh appa membantu mencarikan baju" ujar Sungmin akhirnya.
"Yeay!" girang dua anak itu, kemudian berlari menuju tempat ayah mereka berada.
"Pali, appa! Pali!" seru Minhyun tak sabar dengan tangan kecilnya yang menarik-narik celana yang dikenakan Kyuhyun.
Sungminpun berdiri, mengambil alih Sunghyun agar Kyuhyun bisa membawa dua bocah kecil itu ke kamar mereka.
"Sungie juga harus bersiap-siap. Kaja!" ujarnya kemudian membawa Sunghyun ke kamar Sunghyun, menggantikan Sunghyun pakaian tentu saja.
Kalau Minhyun dan Minjung ikut, Sunghyun tak akan mau ditinggal sendiri di rumah halmonienya. Jadi, apa boleh buat.
-KYUMIN-
"Ingat! Hyunnie, Jungie, dan Sungie tidak boleh nakal" ingat Kyuhyun saat membantu melepaskan sabuk pengaman yang melingkari badan Minhyun.
Sedangkan Sungmin membantu Sunghyun dari baby seatnya. Minjung berdiri disamping Sungmin dengan lengan kecilnya yang berpegangan pada dress selutut yang dikenakan Sungmin.
Keluarga kecil itupun berjalan memasuki sekolah tempat dimana Kyuhyun dulu menimba ilmunya.
Rasanya sudah lama sekali ia tidak menginjakkan kakinya di tempat ini. Perasaan rindu menyelimutinya.
Minhyun berpegangan pada tangan kanan Kyuhyun, Minjung berpegangan pada tangan kiri Sungmin, dan Sunghyun di gendongan Kyuhyun.
Setelah mengisi daftar hadir, merekapun memasuki ruang aula, tempat dimana beberapa alumni sudah tiba, yang berada di tengah-tengah gedung sekolah.
Aula itu benar-benar luas. Di kelilingi dengan beberapa jendela, membuat suasana malam itu terasa sejuk. Dihias sedemikian rupa sehingga nampak layaknya sebuah gedung.
"Kyuhyun. Cho Kyuhyun" panggil seorang laki-laki tampan.
Kyuhyunpun menoleh, kedua bola matanya melebar, "Ikan!" serunya senang.
Pletak.
Satu pukulan itu langsung saja mengenai kepala Kyuhyun, membuatnya meringis pelan.
"Yayayaya!" Sunghyun tidak terima ketika ayahnya dipukul seperti itu, raut wajahnya terlihat sekali kalau ia tengah kesal.
Genggaman tangan kecilnya berusaha memukul-mukul namja didepannya.
Sedangkan Sungmin hanya tertawa kecil saja.
"Aish, anak dan ayah sama saja" gumam namja bernama Donghae itu.
"Sudah sayang" Kyuhyun menurunkan lengan kecil Sunghyun, mengecup pipi tembam bayi itu kemudian.
"Kau kesini sendiri?" tanya Kyuhyun yang tak melihat siapa-siapa disamping Donghae.
"Tentu saja tidak. Aku kesini dengan istri dan anakku"
"Lalu, dimana mereka? Aku ingin tahu siapa yang mau menjadi pendamping ikan sepertimu"
"Katanya tadi ke kamar mandi, mengantar anak kami"
Donghae menatap sekilas dua bocah kecil yang sibuk mengamati sekeliling mereka.
"Siapa mereka?" tanyanya.
"Istri dan anak-anakku tentu saja" jawab Kyuhyun.
"Cho Minhyun imnida"
"Cho Minjung imnida"
Minhyun dan Minjung reflek membungkukkan tubuh kecil mereka. Aigoo, benar-benar lucu.
"Cho Sungmin imnida" ujar Sungmin saat pandangan mata Donghae tertuju padanya.
Donghae hanya mengangguk-angguk saja.
"Apa aku juga harus mengenalkan namaku?" tanya Donghae polos.
"Tidak perlu, tak penting juga mengetahui namamu" jawab Kyuhyun.
Donghae yang hendak memukul kepala Kyuhyun, langsung terhenti saat melihat bayi yang digendong Kyuhyun. Ia tak mau kena pukul bayi itu lagi.
"Appa!" seru sesosok anak kecil berumur kurang lebih tiga tahunan.
Donghaepun menoleh. Senyum terpantri di wajah tampan miliknya tatkala dilihatnya dua sosok yang dicintainya berjalan mendekatinya.
"Lee Eunhyuk?" tebak Kyuhyun saat dua orang itu telah berada didekat mereka.
"Ah, ne" ujar wanita itu dengan senyum gummynya.
"Kau mengenalnya?" tanya Donghae heran.
Kyuhyunpun tertawa renyah sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Dunia memang terlalu sempit, eoh? Dia itu mantanku" ujar Kyuhyun enteng.
Sontak saja Donghae serta Sungmin langsung menatap dua orang itu dengan tatapan tajam, menghunus uluh hati.
"Ah.. Bukan seperti yang kalian pikirkan" ujar Eunhyuk berusaha memberitahu yang sebenarnya.
Sungmin hanya diam, namun jika diperhatikan dari gelagatnya, terlihat jelas jika yeoja manis itu tengah menahan amarahnya yang kini tengah meluap-luap.
"Lalu? Berikan Dongyoon padaku!" ujar Donghae dengan emosi yang tak bisa ditahannya.
Dongyoon, batita yang sebelumnya masih berada dalam gendongan sang umma dengan nyaman itu, kini diambil paksa oleh ayahnya sendiri.
"YA! Jelaskan pada mereka yang sebenarnya! Jangan memotong-motong cerita!" ujar Eunhyuk yang pada awalnya masih adem ayem itu, dan kini ikut tersulut emosi juga.
Kyuhyun yang melihat raut wajah tiga orang yang tengah emosi itu langsung saja tertawa dengan seenaknya dan diikuti oleh Sunghyun yang tak tahu apa-apa.
"Hahaha! Kalian ini lucu sekali, eoh? hahaha!" ujarnya disela tawanya.
"Cho Kyuhyun" desis Eunhyuk yang tak mau kesalah pahaman terus berlanjut.
Kyuhyunpun berusaha menghentikan tawanya, kemudian mulai bersuara kembali.
"Dulu, waktu SMP ada yeoja yang sangat tergila-gila padaku, terus saja mengikutiku kemanapun aku melangkah, dan membuatku jengah pada akhirnya" ujar Kyuhyun memulai ceritanya.
"Jangan bilang itu kau" tunjuk Donghae langsung pada istrinya.
"Memang bukan aku" gumam Eunhyuk yang membuat Donghae sedikit lega, hanya sedikit.
"Biarkan aku melanjutkan ceritanya, Lee Donghae" desis Kyuhyun.
"Jadi, kuputuskan saja untuk menjadikan salah satu yeoja disana sebagai kekasihku agar yeoja maniak itu berhenti mengejar-ngejarku. Dan yah, Eunhyuklah yeoja beruntung itu" lanjutnya.
"Kurang beruntung" sela Eunhyuk membenarkan.
"Ya, ya, ya. Terserah padamu saja. Dan dimulailah kisah kami. Walau pada awalnya aku tak mengenalnya sama sekali. Aku hanya mengambil asal lengan yeoja yang duduk di dekatku" ujar Kyuhyun santai.
Sungmin hanya manggut-manggut saja. Berbeda dengan Donghae yang terlihat belum puas dengan jawaban yang Kyuhyun berikan.
"Lalu, kalian berpacaran? Berapa lama?" tanya Donghae dengan nada yang kurang bersahabat.
"Tentu saja iya. Sampai lulus SMP, karena Eunhyuk bersekolah di tempat yang berbeda denganku. Tapi, yeoja maniak itu tak tahunya juga bersekolah di SMA yang sama denganku, disini" jawab Kyuhyun.
Donghae berfikir sejenak sebelum akhirnya menjentikkan jari-jarinya.
"Yeoja maniak yang kau maksud itu Min Hyo-ssi bukan?" tebak Donghae yang 100% akurat.
Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban.
"Pantas saja kau jengah, aku yang mendengarnya selalu merengek padamu saja benar-benar muak" ujar Donghae yang ditimpali kata "benar" dari Kyuhyun.
Sungminpun mengangguk paham dengan cerita dari Kyuhyun. Emosi dan amarah yang tadinya meletup-letup, kini menguap secara tiba-tiba entah kemana.
"Apa dia juga datang kemari?" bisik Donghae tepat di dekat telinga Kyuhyun.
Kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya pertanda iapun juga tak tahu.
"Umma, makan!" seru Minjung yang mengalihkan pembicaraan mereka.
Sungmin tersenyum lembut kearah yeoja kecil yang tengah menarik-narik ujung dress yang dikenakannya itu.
"Sama appa saja, sini!" ujar Kyuhyun seraya memberikan Sunghyun pada Sungmin, kemudian menggendong Minjung.
Setelah kepergian(?) Kyuhyun, Donghaepun juga pergi membawa Dongyoon menuju kearah tempat dimana teman-temannya berkumpul.
Dan tersisalah Sungmin, Eunhyuk, Minhyun, dan Sunghyun yang masih berdiri disana.
"Tak ingin duduk-duduk? Saling bercerita?" ujar Sungmin pada teman barunya itu.
"Bukan ide yang buruk" ujar Eunhyuk seraya mengambil alih Sunghyun dari Sungmin.
Dua yeoja itu kini tengah duduk bersebelahan dengan Sunghyun yang berada di pangkuan Eunhyuk, sedangkan Minhyun berada di pangkuan ibunya.
"Ah, kita belum saling berkenalan. Namaku Eunhyuk, biasa dipanggil Hyukkie agar terkesan lebih dekat" ujar Eunhyuk memperkenalkan dirinya.
"Sungmin, panggil saja Minnie" balas Sungmin yang juga mengenalkan dirinya.
"Minhyunnie" ujar Minhyun sebelum disuruh oleh Sungmin.
"Sunghyun" tunjuk Minhyun pada bayi gembul yang berada di pangkuan Eunhyuk.
Eunhyuk hanya terkekeh pelan mendengar ucapan anak yang sepertinya seumuran dengan anaknya itu.
Dan percakapan ala ibu-ibu terus saja mengalir seperti aliran sungai. Merekapun semakin lama terlihat semakin akrab saja.
"Kyunnie!" sapa seorang yeoja dengan dress berwarna merah maroon yang melekat di tubuh semampainya.
Kyuhyunpun menoleh, dan tersenyum kecut mendapati yeoja yang tak diinginkannya hadir, ternyata datang juga. Yeoja yang tadi sempat menjadi bahan perbincangan, Kang Min Hyo.
"Sudah, ini saja Jungie?" tanya Kyuhyun pada buah hatinya tanpa mau menanggapi sapaan genit dan sok manja milik yeoja yang semakin mendekatinya itu.
"Eum, untuk Jungie saja. Oppa tidak?" tanya balik Minjung yang teringat akan kembarannya yang walaupun sering bertengkar, namun saling menyayangi.
"Nanti saja, biar oppa kemari dengan umma saja, eoh?" ujar Kyuhyun.
Ia ingin segera pergi sebelum yeoja 'maniak' itu berada disampingnya.
Namun, terlambat. Yeoja itu sudah melingkarkan lengannya dengan seenak hatinya pada lengan Kyuhyun.
"Kenapa? Mau pergi kemana Kyunnie? Tak perlu terburu-buru begitu" ujar Min Hyo dengan suara yang menjijikkan bagi telinga Kyuhyun.
"Ahjumma siapa? Kenapa pegang-pegang appa Jungie? Lepas! Lepas!" teriak Minjung.
Bocah kecil itu tak suka dengan yeoja di hadapannya itu, karena telah memegang-megang apa yang seharusnya hanya boleh dipegang oleh ibu, dan saudara-saudaranya itu.
"Kau itu yang siapa bocah? Berani sekali menyuruhku melepas tangan Kyunnie" ujar Min Hyo tak tahu diri.
"Dia puteriku, Hyo. Jadi lakukan apa yang dikatakannya. Lepaskan" ujar Kyuhyun dengan suara dinginnya.
Min Hyopun terlihat syok dengan pengakuan dari Kyuhyun, berbanding terbalik dengan Minjung yang malah memeletkan lidahnya, seolah ingin mengatakan kalau ialah pemenangnya.
"Kau sudah menikah?" tanya Min Hyo tanpa mau melepaskan tangan Kyuhyun.
Kyuhyunpun memutar bola matanya jengah, apalagi yang ingin yeoja dihadapannya ini lakukan?
"Sudah jelas aku membawa anakku. Mana mungkin aku belum menikah" ujarnya setengah hati.
Min Hyopun menatap tajam pada bocah kecil yang tengah memakan makanan yang Kyuhyun bawa dengan santainya itu.
"Cih, mana mungkin dia anakmu?! Tak ada mirip-miripnya sama sekali denganmu. Apa jangan-jangan kau ingin membohongiku lagi seperti dulu? Lee Eunhyuk? Ah, begitu bodohnya aku mempercayai hubungan kalian dengan mudahnya" ujar Min Hyo panjang lebar.
Memang Minjung lebih banyak menuruni wajah manis nan cantik milik ibunya. Minhyun merupakan perpaduan antara ayah dan ibunya, tampan serta manis pada waktu yang bersamaan. Sedangkan Sunghyun lebih banyak mengambil gen dari Kyuhyun.
Kyuhyunpun hanya berusaha meredam emosi yang kini tengah terkumpul di kepalanya. Ia harus menjaga sikap di hadapan anaknya.
"Dia mirip ibunya, manis dan cantik" ujar Kyuhyun sedikit menatap remeh pada perempuan yang berada didepannya.
Min Hyo yang mendengarnya hanya bisa bersungut-sungut kesal saja.
"Bisa tolong lepaskan? Aku ingin menemui istri dan anak-anakku" ujar Kyuhyun sedikit malas.
Bukannya melepaskan rangkulannya, Min Hyo malah semakin mengeratkan rangkulannya.
"Aku ingin tahu seberapa manis dan cantik istrimu itu, Kyunnie" ujar Min Hyo.
Kyuhyunpun sedikit menyunggingkan seringai kebanggaannya.
"Jinja? Kalau begitu, kau bisa membantuku membawakan makanan untuk anak-anakku kan, Hyo?" ujar Kyuhyun.
Tanpa pikir panjang, yeoja berambut panjang digerai itu segera menganggukkan kepalanya pertanda persetujuan.
Dan tanpa lama-lama, Kyuhyunpun segera mengambilkan makanan untuk Minhyun dan Sunghyun, kemudian memberikannya pada Min Hyo.
Jelas saja, tangan yang semula berada di lengan Kyuhyun, kini terlepas dengan sendirinya. Min Hyo sibuk membawa piring-piring yang Kyuhyun berikan.
Merekapun berjalan kearah tempat dimana Sungmin, Eunhyuk, Minhyun, dan Sunghyun berada. Min Hyo berjalan mengekor pada Kyuhyun yang tengah menggendong Minjung. Sesekali, Kyuhyun menyuapkan makanan yang ia bawa pada Minjung.
"Appa!" seru Minhyun saat bola mata bulatnya melihat kedatangan ayahnya.
Kyuhyunpun tersenyum hangat menanggapi sapaan putera sulungnya itu.
"Hyo, berikan pada mereka" perintah Kyuhyun tanpa basa-basi
Min Hyo yang sebenarnya tengah sangat kesal itu hanya mampu menuruti perintah yang Kyuhyun ucapkan padanya.
Sedangkan Sungmin hanya menatap bingung pada yeoja yang mengekor pada suaminya itu.
Berbanding terbalik dengan Eunhyuk yang menatap jengah pada Min Hyo.
"Lee Eunhyuk? Kau istrinya Kyuhyun?" tanya Min Hyo spontan.
Eunhyukpun menatap malas pada yeoja sok akrab yang bertanya padanya itu.
"Bukan, istriku yang ini. Cho Sungmin" ujar Kyuhyun menjawab pertanyaan Min Hyo.
Bola mata Min Hyo sontak saja beralih pada yeoja yang tengah memangku bocah namja di hadapannya. Memang Min Hyo akui jika Sungmin memiliki kulit yang putih tanpa noda, wajahnya juga bisa dikatakan cantik, tapi lebih dominan manisnya. Tapi, Min Hyo hanya dapat mengakuinya dalam hati saja, tak mau mengungkapkan secara langsung.
"Ah, Kang Min Hyo imnida" ujar Min Hyo sok ramah.
Sungmin yang memang pada dasarnya memiliki hati yang lembut dan baik hati itu, membalas ucapan Min Hyo dengan senyuman manisnya.
"Sudah kan? Kau bisa pergi" ujar Kyuhyun tanpa beban.
Min Hyopun menatap kesal pada namja yang sudah lama diincarnya, namun selalu gagal ia dapatkan itu.
Tapi, karena tak mau membuat kegaduhan, Min Hyopun segera beranjak pergi. Ia tak mau dibuat malu oleh namja yang 'mungkin' masih dicintainya itu, atau namja yang 'mungkin' hanyalah obsesi saja baginya.
"Jadi itu yang namanya Min Hyo?" tanya Sungmin setelah Kyuhyun duduk tepat di sampingnya.
"Eum, kau lihat sendiri bukan? Malas sekali bertemu dia lagi" ujar Kyuhyun.
"Tapi, dia cantik juga kurasa. Apa kau tidak tertarik padanya?" pancing Sungmin.
"MWORAGO?!" pekik Kyuhyun dan Eunhyuk secara bersamaan.
"Dilihat dari mananya dia bisa dibilang cantik? Cantik juga aku" ujar Eunhyuk sedikit narsis.
"Tidak. Cantik juga my bunny sweety Sungminnie baby" balas Kyuhyun.
Eunhyuk yang mendengar sebutan 'berlebihan' yang Kyuhyun ucapkan hanya mampu memperagakan orang yang ingin muntah.
Sedangkan Sungmin yang dipuji seperti itu malah tersipu malu, kedua pipinya memancarkan rona merah yang membuatnya berkali-kali lipat semakin manis.
"Ada apa ini?" tanya Donghae yang baru saja tiba, bersama Dongyoon tentu saja.
"Bukan apa-apa. Kau tahu, tadi Min Hyo kemari" cerita Eunhyuk pada suaminya yang baru saja duduk disampingnya.
"Mwo?! Yeoja maniak itu?! Tak kusangka ia punya nyali yang sebesar itu juga" ujar Donghae takjub.
Kyuhyunpun hanya menatap tajam pada sahabatnya itu.
Tanpa para orang dewasa sadari, Dongyoon yang baru saja datang bersama Donghae itu mengambil makanan yang Sunghyun bawa dengan seenak hatinya.
Sunghyun yang berada di pangkuan Eunhyuk itu sontak saja tak terima. Ia bahkan belum memakan setengahnya karena cara makannya yang tidak secepat kakak-kakaknya.
Dengan semangat, Sunghyun menarik-narik jas hitam kecil yang dikenakan Dongyoon. Berusaha menarik perhatian namja kecil yang tengah sibuk dengan makanan yang dibawanya itu.
Karena tak mendapat respon lebih dari Dongyoon, Sunghyunpun kini beralih menarik-narik lengan dress yang dikenakan Eunhyuk.
"Ada apa, sayang?" tanya Eunhyuk lembut.
Sunghyun menunjuk-nunjuk kearah Dongyoon, serta mengoceh dengan tidak jelasnya seolah mengadu jika makanannya diambil oleh Dongyoon.
Eunhyukpun mengarahkan pandangannya pada apa yang ditunjuk bayi gemuk itu.
"Lee Dongyoon" panggil Eunhyuk yang berhasil mengambil perhatian tiga orang dewasa lainnya.
Dongyoon yang namanya terpanggilpun menolehkan kepalanya pada orang yang ia sebut ibu itu.
Tatapan matanya benar-benar polos, seakan ia tak melakukan apapun. Membuat sang ibu merasa tak tega jika ia memarahi anaknya itu.
Donghae yang tahu gelagat istrinya yang susah jika sudah mendapati aegyo dari anaknya itupun angkat bicara.
"Kembalikan milik Sunghyunnie, nanti appa ambilkan eoh?" ujar Donghae penuh kesabaran pada puteranya.
Dengan sedikit rasa tak rela, Dongyoonpun mengembalikan makanan Sunghyun, yang tentu saja sudah berkurang karena ia makan.
Batita itu terlihat begitu patuh pada apa yang dikatakan oleh ayahnya. Ia tak mau membuat ayahnya itu memarahinya.
Jika sang ibu akan mudah merasa kasihan padanya, itu tak berlaku untuk sang ayah.
"Mianhae" ujarnya singkat.
Donghaepun tersenyum, kemudian mengecup lembut pipi bulat anaknya, membuat Dongyoon terkekeh kecil.
"Good boy" bisiknya.
"Sayang, kalau sudah selesai, kalian bisa bermain disana" ujar Kyuhyun seraya menunjuk sebuah taman yang nampaknya khusus diperuntukkan arena mainan anak-anak.
Tak sedikit juga anak-anak yang sudah bermain dengan gembiranya, walau pada awalnya mereka belum sama sekali saling mengenal, namun mereka tampak begitu akrab. Itulah anak-anak.
"Ne, appa" jawab Minhyun yang disambung dengan anggukkan oleh Minjung.
"Ajak Sunghyun dan Dongyoon juga, eoh?" peringat Sungmin.
Kyuhyun ataupun Sungmin sudah hafal benar bagaimana watak kedua anak kembarnya itu. Suka berebut Sunghyun, juga suka sekali melupakan Sunghyun. Hhh, benar-benar aneh.
Kyuhyun hanya menatap penuh cinta pada istri manisnya yang tengah sibuk memilih-milih makanan untuk mereka itu. Ia hanya memantau dari tempatnya duduk sekarang saja, tanpa berniat membantu sang istri. Ckckck.
Sedangkan Donghae, kini tengah berkumpul dengan teman-temannya, mengenalkan istrinya pada teman-temannya.
Bukannya Kyuhyun tak mau ikut berkumpul atau apa, ia hanya tengah malas saja. Apalagi mengenalkan istrinya yang manis nan cantik itu, Big NO bagi seorang Cho Kyuhyun yang terlampau posesif itu.
"Melamun?" tegur Sungmin begitu duduk disamping Kyuhyun.
Kyuhyunpun menggeleng, "Suapi aku" ujarnya manja saat Sungmin akan memberikan satu piring yang dibawanya pada Kyuhyun.
"Ini tempat umum. Aku tak mau menjadi bahan tontonan orang banyak" ujar Sungmin.
"Tak apa, kita kan sudah resmi menjadi pasangan suami istri di hadapan Tuhan. Jadi untuk apa perlu malu?" ujar Kyuhyun tetap ngotot pada pendiriannya.
Karena tak ingin berdebat lebih lama lagi dengan suaminya itu, Sungminpun meletakkan piringnya di meja yang berada dihadapan mereka. Kemudian mulai menyuapkan makanan kearah mulut suaminya.
"Mashita?" tanya Sungmin.
Kyuhyun bukannya menjawab. Jari jemari lelaki itu kini mengambil alih sumpit yang dipegang Sungmin kemudian menyuapkan makanan pada istrinya itu. Seolah menjawab pertanyaan yang sudah dilontarkan padanya.
"Mashita?" tanya Kyuhyun balik bertanya.
Sungminpun mengangguk dengan semangatnya.
"Wah, bagaimana bisa mereka membuatnya seenak ini?" ujar Sungmin berlebihan.
"Apa aku harus meminta resepnya?" tambahnya lagi.
Kyuhyunpun sedikit terkekeh mendengar ucapan istrinya itu.
"Kampungan sekali, Minnie" ejek Kyuhyun dengan santainya.
Sungmin merengut sebal yang diartikan begitu imut, manis, dan menggemaskan bagi Kyuhyun.
"Ini memang enak, Kyu. Aku belum pernah mencoba yang seperti ini. Pantas saja anak-anak menghabiskannya tanpa sisa" cerocos Sungmin lagi.
Tanpa menunggu tanggapan Kyuhyun, Sungminpun kembali melahap makanan yang berada di piring yang dibawanya dengan nikmatnya.
"Tapi, kurasa masakanmu jauh lebih enak dibandingkan yang ini" ujar Kyuhyun.
Sungmin yang mendengarnya tak mau menanggapi ucapan Kyuhyun, membuat Kyuhyun merasa tergantikan oleh makanan(?).
"Hei, bukankah Minnie tadi menyuapiku? Kenapa jadi dimakan sendiri?" ujar Kyuhyun.
Sungminpun menghentikan suapannya, kemudian tersenyum singkat kearah Kyuhyun.
"Hehehe, mian. Aku terlalu lapar mungkin" ujarnya mencari-cari alasan.
"Apa hamil lagi?" tanya Kyuhyun asal.
Pletak!
Tanpa pikir panjang, Sungminpun menggeplak kepala Kyuhyun tanpa perasaan.
"Tak mau! Bahkan Sungie belum bisa berbicara dengan benar" sungut Sungmin.
"Aish, aku kan hanya bercanda. Kenapa memukulku dengan serius?" ujar Kyuhyun.
Sebelah tangannya ia gunakan untuk mengelus-elus kepala bekas 'pukulan' sang istri.
"Tapi, kalau memang iya sih, aku tak masalah" lanjut Kyuhyun dengan gumamannya.
"Apa kau bilang?!" seru Sungmin.
"Bukan apa-apa. Sekarang suapi aku lagi. Aaa" ujar Kyuhyun mengalihkan arah pembicaraan, sebelum kepalanya kembali 'tersakiti'.
Kita tinggalkan sejenak pasangan suami istri yang tengah bermesra-mesraan itu, memanfaatkan waktu berdua mereka, tanpa rengekan-rengekan anak-anak mereka itu. Ah, mungkin bukan tanpa, tapi belum.
"Kejal dia!" teriak Minhyun seraya berlari mengejar bocah yang seumuran dengannya.
Sontak, Minjungpun ikut berlari, diikuti oleh Dongyoon dibelakang yeoja cilik itu.
Sedangkan Sunghyun, ia hanya bisa memainkan mainan-mainan yang berada disekitarnya dengan teman-teman barunya yang tentu saja juga masih bayi.
"Jungie capek!" ujar Minjung seraya menghentikan larinya.
Dongyoon yang berada dibelakang Minjung juga ikut berhenti.
"Gwenchana?" tanyanya lembut, bak seorang namja dewasa.
Telapak tangan mungilnya beralih menyentuh bahu kecil milik Minjung.
Minjungpun menggeleng, pertanda ia tidak baik-baik saja. Atau mungkin hanya tipuan ala anak kecil?
"Kita duduk dulu?" tawar Dongyoon seraya menuntun Minjung dengan jiwa ke'namja'annya.
"Kakiku capek" manja Minjung.
Dongyoon yang menuruni sifat gentleman dari ayahnya itupun segera memijat pelan kaki sang gadis cilik.
Minjung hanya tersipu malu saja diperlakukan oleh namja cilik yang baru dikenalnya itu.
Aigoo, lihat saja rona merah nan menggemaskan yang entah sejak kapan sudah terpatri di wajah bulat yeoja cilik itu.
"Apa masih capek?" tanya Dongyoon.
"Eum, disini" ujar Minjung seraya menunjuk kedua lengannya.
Tak mau banyak bertanya, tangan Dongyoon kini beralih memijat lengan Minjung secara bergantian.
"Jungie cinta Yoonnie" ujar Minjung secara spontan.
Hei, jangan tanyakan darimana yeoja yang bahkan masih berumur tiga tahunan itu tahu dengan kosakata seperti 'suka', 'sayang', ataupun 'cinta'. Salahkan saja kedua orang tuanya yang selalu mengumbar kemesraan tanpa tau situasi dan kondisi.
Yang ia tahu, jika ada orang yang begitu perhatian padanya, itu artinya 'cinta'. Sama halnya saat ia mendapat perhatian dari kakak, adik, ayah, dan ibunya. Ia pikir 'cinta' itu sama saja, tak perduli siapa orangnya.
"Yoonnie juga mencintai Jungie" balas Dongyoon yang juga sama polosnya.
"Belalti kita sekalang kekasih?" tanya Minjung antusias.
"Kekasih? Apa itu?" tanya Dongyoon tak mengerti.
"Itu altinya kita pacalan" ujar Minjung menjelaskan.
"Pacalan? Sepelti Minho hyung dan Taemin nuna?" tanya Dongyoon.
Ia jadi ingat pada paman dan bibinya yang mengaku berpacaran itu. Jangan salahkan Dongyoon jika ia menyebut paman dan bibinya dengan sebutan 'hyung' dan 'nuna'. Mereka sendiri yang mengajarkan Dongyoon seperti itu, membuat Eunhyuk maupun Donghae hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka saja.
Walaupun tak tahu dengan nama yang Dongyoon sebut, Minjungpun menganggukkan kepalanya seolah ia mengerti.
"Kalau yang Yoonnie lihat, hyung dan nuna belciuman" ujar Dongyoon polos.
"Umma dan appa Jungie juga seling melakukannya" tanggap Minjung.
"Ah, benar juga. Umma dan appa Yoonnie juga seling melakukannya. Apa kita juga halus melakukannya?" tanya Dongyoon dengan pose berfikir.
"Kenapa tidak?" ujar Minjung.
Aigoo, Cho Kyuhyun. Bagaimana bisa anak perempuanmu ini begitu agresif diumurnya yang masih sangat kecil itu?
Cup~
Cup~
Cup~
Tiga kecupan itu dengan mudahnya dilakukan oleh Dongyoon pada kedua pipi, serta dahi Minjung. Dan
Cup~
Kecupan terakhir ia layangkan tepat pada bibir mungil yeoja dihadapannya.
Cekrek(?)
"Aigoo, kau harus melihatnya Cho" ujar namja yang berhasil mengabadikan momen-momen romantis sepasang batita itu.
Namja itu segera berlari kearah tempat dimana Kyuhyun dan Sungmin berada, segera menunjukkan hasil jepretan kameranya.
"MWOYA?!" teriak Kyuhyun dengan kerasnya.
Segera saja Kyuhyun berdiri, dan berjalan cepat meninggalkan Sungmin dan sang namja.
"Changmin. Shim Changmin" ujar namja itu seraya mengulurkan tangannya.
"Cho Sungmin" balas Sungmin ramah.
"Boleh aku melihat apa yang kau tunjukkan pada Kyuhyun?" tanya Sungmin yang penasaran.
Changminpun tanpa ragu segera menunjukkan apa yang diperlihatkannya pada sahabatnya itu.
Bukannya menunjukkan ekspresi kesal seperti apa yang dilakukan suaminya, Sungmin malah tersenyum lebar.
"Boleh aku meminta fotonya?" tanya Sungmin tanpa ragu.
Changmin hanya terperangah dengan sikap yang ditunjukkan wanita dihadapannya. Bukankah seharusnya seorang ibu akan sangat marah pada namja yang telah mengambil ciuman putrinya ketika masih kecil?
"Tentu" ujar Changmin.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Sungminpun kembali tersenyum lebar seraya menatap kearah ponselnya yang menampakkan gambar putrinya tengah dicium oleh seorang namja.
"Akan kusimpan. Ah, aku harus mencetaknya juga" ujar Sungmin bersemangat.
"Kau... kau tidak marah?" tanya Changmin heran.
"Tidak. Untuk apa aku marah. Aku menyukainya" ujar Sungmin antusias.
Changminpun memandang horor pada wanita yang masih tersenyum-senyum itu.
"Apa tak ada foto Minhyun atau Sunghyun juga?" tanya Sungmin masih dengan senyumnya.
Changmin menggaruk leher bagian belakangnya yang tidak gatal dengan kakunya.
"Yang kuperhatikan dari tadi hanya bocah ini. Karena mereka hanya berdua saja" jawabnya.
"Sayang sekali kalau begitu" ujar Sungmin kecewa.
"Kalau begitu aku akan menyusul Kyuhyun dulu. Dia memang ayah yang posesif" tambahnya seraya berjalan meninggalkan Changmin.
"Apa terlalu lama berdekatan dengan Cho itu membuat wanita itu sedikit kurang waras? Hi~" ujar Changmin sedikit ngeri, kemudian pergi begitu saja.
-KYUMIN-
"APPA JAHAT! APPA MALAHIN YOONNIE! HUWEEE!" tangisan Minjung seolah tak ada hentinya.
Bahkan kini mereka sudah berada di rumah. Dan tangisan Minjung terus saja berdengung di telinga Kyuhyun.
Sungmin kini meletakkan Sunghyun yang sudah di box bayinya karena memang sudah jamnya bayi gemuk itu untuk tidur.
"Dengarkan appa. Appa tidak jahat, appa tidak bermaksud memarahi Yoonnie. Tapi, ini bukan waktu yang tepat untuk kalian melakukan hal seberani itu" ujar Kyuhyun memberi penjelasan.
"Jungie tak pelnah malah kalau appa mencium umma!" ujar Minjung masih ngotot.
Minhyun hanya mendengarkan saja. Tatapan namja kecil itu kini terpusat pada PSP milik ayahnya yang kini berada nyaman di genggaman kedua tangan kecilnya. Mengambil kesempatan saat ia tidak tengah diperhatikan.
"Tapi kan Jungie masih kecil. Appa sudah besar" balas Kyuhyun masih bersabar.
"Tapi, tapi... HUWEEEE UMMA!" tangis Minjung saat melihat Sungmin yang baru saja datang.
Yeoja kecil itu berlari kearah ibunya dengan tangisan yang belum berhenti itu, memeluk erat kaki ibunya, menenggelamkan kepalanya pada perut Sungmin.
Kyuhyunpun berdiri, kemudian duduk di sofa, tepat disamping Minhyun, belum tahu apa yang dilakukan bocah namja itu. Ia menghembuskan nafasnya berat, memijit pelan pelipisnya menggunakan tangan kekarnya.
Sungmin menggendong Minjung, berjalan mendekati sofa, kemudian duduk disamping Kyuhyun.
"Kata siapa appa jahat? Heum? Apa umma pernah mengajarkannya pada Jungie?" tanya Sungmin lembut.
Sebelah tangannya berusaha menegakkan kepala Minjung yang berada di lehernya.
Minjungpun menggeleng lemah, isakan memang masih terdengar.
"Apa appa pernah memukul Jungie? Menyakiti Jungie?" tanya Sungmin lagi.
Kembali, gelengan kepala yang dapat dilakukan oleh Minjung.
"Apa Jungie tahu seberapa besar rasa sayang appa pada Jungie?" tanya Sungmin yang dijawab dengan gelengan.
"Appa sangat menyayangi Jungie, juga Hyunnie dan Sungie. Appa hanya terlalu takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Jungie, makanya appa marah begitu" jelas Sungmin.
"Tapi, Jungie juga sayang Yoonnie" gumam Minjung.
"Apa Jungie lebih menyayangi Yoonnie dibanding appa?" tanya Sungmin.
"Ani! Jungie sangat menyayangi appa!" seru Minjung tak terima.
Kyuhyun yang mendengarnya hanya tersenyum penuh haru. Beruntung sekali ia memiliki istri yang begitu lembut seperti Sungmin.
"Jadi, Jungie mau minta maaf pada appa karena sudah berteriak tadi?" tanya Sungmin lagi.
Minjungpun menganggukkan kepalanya lucu. Tubuh kecilnya kini ia hadapkan pada sang ayah.
"Jungie minta maaf" ujarnya dengan kepala yang menunduk, pertanda ia menyesal.
"Appa tidak memaafkan Jungie" ujar Kyuhyun yang dibalas tatapan tajam oleh Sungmin.
Minjungpun mendongakkan kepalanya, tepat pada kedua bola mata sang ayah. Menatap sang ayah dengan mata berkaca-kaca. Oh, tidak, sepertinya yeoja itu akan kembali menangis.
"Jika Jungie tidak memeluk dan mencium appa" lanjut Kyuhyun.
Minjungpun langsung saja beringsut menerjang Kyuhyun yang disambut dengan kekehan oleh Sungmin.
Cup~
Cup~
Cup~
Cup~
Cup~
Cup~
Cup~
Kecupan demi kecupan Minjung berikan pada setiap detail wajah ayahnya, tanpa terlewatkan.
"Salanghae~!" teriak Minjung.
"Nado, baby" ujar Kyuhyun.
"Ah! Kalah!" seru Minhyun yang berhasil membuat semua mata beralih padanya.
"Cho Minhyun" desis Kyuhyun dengan mata menatap tajam pada putera sulungnya.
Minhyunpun segera meletakkan PSP sang ayah diatas sofa, kemudian berlari menuju kamarnya.
"SALANGHAE APPA!" teriaknya sebelum benar-benar masuk ke kamarnya, kemudian menutupnya dengan kasar.
BRAK!
-KYUMIN-
END~
