Disclaimer: Naruto masih belum milikku
CHAPTER II: Awal Bencana
"Itachi-nii, aku sekelas lagi dengan Sasuke-kun." Naruto duduk sambil bersandar di pohon. Ia menatap Itachi yang sedang berlatih melempar kunai.
"Hmm.." Itachi tersenyum kecil. "Apa kau sudah berhasil berteman dengan Sasuke kali ini?"
Naruto memberengut. "Mana mungkin. Ia selalu dikelilingi gadis-gadis yang berteriak 'Kyaa-Kyaa'."
"Kau juga ingin ikut berteriak 'kyaa-kyaa' seperti itu?"
"Tidak. Aku sudah punya Itachi-nii dan aku tak perlu berbagi dengan gadis lain." Naruto berkata sambil tersenyum.
Itachi memungut kunainya. Ia berjalan kearah Naruto dan menepuk kepalanya dengan lembut. "Saatnya pulang. Jangan sampai kau kemalaman."
"Hai, Itachi-nii!" Naruto segera berdiri dan menepukkan tanah yang menempel pada roknya. "Sampai jumpa besok, Itachi-nii!" Teriaknya begitu ia sudah berlari menjauh.
Itachi melambaikan tangannya. Ia berencana akan pulang, namun suara lain berteriak memanggilnya.
"Itachi-nii!"
"Ah, Sasuke." Itachi kembali tersenyum.
"Mou, kau sudah selesai berlatih lagi? Padahal aku ingin ikut berlatih denganmu." Sasuke berkata sambil memberengut.
Itachi membungkuk hingga ia sejajar dengan wajah Sasuke kemudian menjentik dahinya dengan pelan.
"Lain kali, Sasuke. Aku janji kita akan berlatih bersama lain kali."
"Hmph. Selalu berjanji. Padahal hanya 30% dari janjimu yang kau tepati, Itachi-nii. Kaa-san berkata bahwa ninja harus selalu menepati janjinya."
"Hai..hai.." Itachi menggendong Sasuke dan meletakkannya di pundaknya. "Apakah kau akan memaafkanku kali ini?"
Sasuke tertawa lebar. Ia sangat menyukai saat kakaknya menggendongnya. "Ya!"
##
"Kau paham dengan misimu, Itachi?"
"Hai." Itachi berlutut dihadapan Sandaime.
"Maafkan aku Itachi." Sandaime menatap Itachi dengan tatapan menyesal. "Aku sudah berusaha semampuku."
"Itu bukan salah anda, Sandaime-sama."
Sandaime menunduk sambil memegang kepalanya. "Dan mengenai permintaanmu, aku akan melakukannya sebaik yang kubisa." Sandaime menggeleng. "Tidak, aku akan melakukannya sebaik mungkin. Aku tak akan mengecewakanmu dalam hal ini."
"Terima kasih, Sandaime-sama. Aku tak ingin mereka berdua terluka terlalu dalam, tapi kita semua tak punya pilihan."
##
"Kenapa?" Sasuke bertanya dengan tak percaya.
"Aku hanya ingin menguji kekuatanku." Itachi menjawab dengan nada datar walaupun ia ingin menangis.
##
"Kenapa?" Naruto bertanya dengan tak percaya.
Itachi mengeluh. Terlalu sering berada disekitarnya membuat gadis kecil ini mempunyai keahlian yang hampir sama dengannya. Ia ingin segera pergi, namun Naruto berhasil mengentikannya di hutan perbatasan desa Konoha.
"Aku hanya ingin menguji kekuatanku." Itachi kembali mengulangi jawaban yang sama.
"Bohong!" Naruto berteriak. "Kau juga terluka! Kau tak ingin melakukan ini!"
"Apa buktimu?" Itachi berkata dengan nada datar yang sama.
Naruto mendekat dan tangannya memberi isyarat agar Itachi membungkuk.
Itachi, karena kebiasaannya, segera membungkuk. Ia keget ketika tiba-tiba Naruto menyentuh pipinya.
"Kau menangis, Itachi-nii." Naruto berkata pelan sambil menghapus air mata yang bahkan Itachi tak sadar dimilikinya.
Itachi tertegun. Ia tak tahu harus berkata apa.
"Aku akan ikut bersamamu Itachi-nii."
Itachi kembali menatap Naruto dengan kaget. Tapi kemudian ia memaksakan senyum kecil. "Tak bisa, Naru-chan. Ini misi yang berbahaya."
"Tapi aku tak peduli!" Naruto berkeras. "Hanya Itachi-nii lah yang kumiliki!"
"Kau akan memiliki banyak teman suatu saat nanti Naruto." Itachi kembali menepuk kepala Naruto seperti yang selalu dilakukannya. "Kau tak bisa ikut denganku, tapi terima kasih atas tawaranmu."
"Kau akan pulang bukan, Itachi-nii?" Naruto menatapnya dengan mata yang mulai berair.
"Tidak. Aku tak akan pernah pulang." Itachi tersenyum pahit.
"Kalau begitu aku akan ikut!" Naruto kembali berkeras.
"Tidak. Kau harus tinggal dan melindungi Konoha selama aku tidak berada disini."
"Apa itu berarti selamanya?"
Itachi hanya diam. Naruto yang melihat kediaman Itachi kembali menatap Itachi penuh tekad.
"Aku harus ikut bersamamu!" Teriak Naruto.
"Terima kasih, Naru-chan."
Naruto hanya sempat melihat senyuman sedih yang diberikan Itachi kepadanya sebelum kegelapan melingkupinya.
Arigatou buat DheKyu, Nitya-chan, kawaihana, dan LNaruSasu yang udah meninggalkan review nya.. ^^
