Adventure chap 2

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Yesung, Ryeowook, Hyukjae, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humour, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Siwon kembali dari Amerika dan memberikan sesuatu kepada Ryeowook. Yesung masih setia mendekati Ryeowook.

Tangan Ryeowook dengan spontan memukul wajah Yesung yang sudah menciumnya sembarangan didepan teman-teman sekelasnya.

"KIM RYEOWOOK! KELUAR!" seru guru Song menegur setelah Ryeowook sukses meninju Yesung. "Berdiri di lorong depan kelas!" perintahnya.

Ryeowook hanya pasrah dan menuruti perintah guru Song untuk keluar dari kelas kemudian berdiri di depan kelas. Mulut Ryeowook kembali komat-kamit mengumpat Yesung, bagaimana bisa dia tidak mendapat hukuman? Bukankah dia biang dari masalah ini.

Selama pelajaran guru Song Ryeowook berdiri membuat wajahnya nampak tidak enak dilihat. Begitu Ryeowook diijinkan masuk kelas kembali, pandangan tidak suka langsung ditujukan pada Yesung.

Saat istirahat Ryeowook dibuat heran dengan kedatangan ketua klub ekstrakurikuler. Mereka ingin mengajak Yesung untuk bergabung dengan klubnya untuk mengisi festival yang diadakan sekolah.

Ryeowook melirik sekilas kerumunan siswa yang melingkar di meja Yesung. 'Ck, orang seperti itu saja digemeri' batin Ryeowook.

"Ryeowook-ah!" panggil namja yang bernama Minho.

"Minho! Ada perlu apa datang ke kelasku?" tanya Ryeowook penasaran.

Minho mendekati namja yang telah memanggilnya "Aku ingin bertemu dengan Yesung, aku ingin meminta dia masuk klub tenis." ujarnya.

"MWO? aku tidak salah dengarkan? Kau meminta anak itu untuk masuk klub tenis? Bukankah dia telah meremehkanmu kemarin?" tanya Ryeowook.

Minho hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Ryeowook "Iya, tapi ini demi kepentingan klub, lagi pula dia berbakat dalam tenis." jawab Minho santai.

"Terserah kau saja." dengus Ryeowook, kemudian berlalu meninggalkan Minho untuk menyusul Hyukjae yang telah keluar terlebih dahulu.

"YA Wook-ie! Mau kemana hah?" teriak Minho namun tidak dipedulikan oleh Ryeowook.

'Minho otaknya konslet, bagaimana bisa ia meminta 'si kepala besar' untuk bergabung dengan klub tenis setelah menghinanya' gumam Ryeowook.

Acara festival sekolah telah di mulai, semua siswa berkumpul dilapangan guna mengikuti pembukaan festival. Semua siswa mendengarkan arahan dari panitia penyelenggara tentang syarat untuk masuk ke dalam aula haruslah mencari kartu yang berpasangan. Setiap pasangan yang telah mendapat kartu baru di perbolehkan masuk ke aula untuk mengikuti acara selanjutnya.

"Ah aku mendapatkan kartu medalion!" seru Ryeowook riang.

"Wah sama denganku, kalau jodah memang tidak kemana." ucap namja dibelakang Ryeowook, namja berambut blonde.

Ryeowook membalikkan badannya dan disambut senyum kemenangan oleh Yesung sambil menunjukkan kartu medalion yang ia dapat kepada Ryeowook "Kartu kita sama."

"Ck, aku tidak jadi masuk saja kalau pasangannya namja babo seperto kamu." kata Ryeowook sambil membuang kartu medalionnya.

Yesung memungut kartu medalion yang telah dibuang oleh Ryeowook "Jangan begitu dong, itu sama saja pengecut yang lari dari medan perang." sindir Yesung.

"OK, kita masuk bersama! Apa kau puas!" Ryeowook menyambar kartu yang berada ditangan Yesung dan menyeret namja blonde tersebut masuk kedalam aula.

Yesung dan Ryeowook memasuki aula yang telah penuh dengan para siswa yang telah mendapatkan kartu pasangannya. Tanpa menunggu lama acara dimulai, MC didepan mengumumkan bawha acara menari akan dimulai setelah penampilan dari beberapa klub yang mengisi acara.

Penampilan dari beberapa klub berjalan dengan lancar bahkan mengundang decak kagum para siswa.

"Penampilan berikutnya adalah dari klub musik yang akan diwakili oleh Jeremy Kim, siswa baru yang berasal dari Amerika." seru sang MC.

"Ryeowook-ah, aku maju bentar ne, lihatlah aku bernyanyi!" Yesung beranjak dari posisi Ryeowook menuju atas panggung.

Yesung melantunkan lagu 'The More I Love' dengan sangat sempurna. ( kalian bisa bayangkan sendiri saat Yesung menyanyikan lagu The More I love di SS4 Tokyo atau ketika Immortal Song ).

Semua siswa dibuat kagum dengan penampilan Yesung, tidak ada suara lainnya selain suara Yesung dan musik pengiringnya. Semua mata terfokus pada Yesung yang berada di panggung.

Sama halnya dengan Ryeowook, pandangan matanya tidak pernah lepas dari Yesung. Ryeowook seperti tersihir oleh suara merdu Yesung.

"Hai" Yesung menepuk pelan bahu Ryeowook saat mendapati namja manis itu melamun.

"EH?" kaget Ryeowook. "Sudah selesai menyanyinya?" tanya Ryeowook terlihat salah tingkah.

"Sudah dari tadi, apa kau begitu terpesona dengan suaraku eoh? Hingga tidak menyadari jika aku sudah selesai menyanyi. Apa perlu aku rekam suaraku untukmu?" tanya yesung penuh percaya diri.

Plakk

Ryeowook memukul lengan Yesung "Ck, terima kasih tawarannya, kurasa tidak perlu." ketus Ryeowook.

"Ayolah, apa kau tidak ingin mendengarkan suaraku yang merdu ini setiap hari hemm?" bujuk Yesung.

"Tidak akan pernah!" jawab Ryeowook dengan sedikit berteriak.

"Baiklah, tapi jika kau menginginkannya segera hubungi aku ya." ujar Yesung lagi.

Yesung dan Ryeowook kemudian bergabung dengan siswa lainnya untuk menari bersama, meskipun mereka sering bertengkar tetapi sungguh mereka sangat menikmati acara menari-nya, bahkan mereka juga tampak mengobrol santai ditengah-tengah menari.

"Kata Minho, kau sangat menyukai kakaknya ya?" tanya Yesung

"Iya betul, aku sangat menyayanginya. Dia sedang di Amerika sekarang, dia janji akan membawakan oleh-oleh harta karun yang paling indah untukku." jelas Ryeowook. "Bukankah kau juga berasal dari Amerika?" tanya Ryeowook balik.

"Iya aku tinggal di Pennsylvania. Disana tempatnya sangat indah." timpal Yesung.

"Benarkah?" tanya Ryeowook dengan mata berbinar. "Siwon hyung juga tinggal dan sekolah disana."

"Apa kau mau aku bawakan foto tentang kota tempat tinggalku?" tawar Yesung.

"Boleh juga, gomawo ne. Haruskah aku memberi balasan untuk kebaikanmu ini?" tanya Ryeowook.

Yesung tersenyum sedikit "Kau tidak perlu memberi balasan untukku, cukup satu ciuman."

Chup

Bibir Yesung mendarat di bibir Ryeowook, Ryeowook yang mendapat serangan tiba-tiba tidak sempat mengelak aksi Yesung. Dan . . .

Brugt

Ryeowook membanting tubuh Yesung dengan jurus taekondo-nya setelah sadar apa yang dilakukan Yesung kepadanya. "Dasar kepala besar berotak mesum." omel Ryeowook sebelum meninggalkan Yesung yang masih tergeletak di tanah karena dibanting Ryeowook.

Ryeowook pergi meninggalkan aula sekolah dengan perasaan yang sulit dikatakan. Ryeowook benar-benar sebal dengan namja yang dipanggil Yesung itu, ia sudah menciumnya dua kali, didepan kelas dan sekarang di aula.

" Wook-ie kau mau kemana? Acaranya belom selesaikan?" sapa Minho yang kebetulan berpapasan dengan Ryeowook di pintu keluar.

"Mau pulang." jawab Ryeowook singkat.

Ryeowook berjalan keluar dari gerbang sekolah dengan wajah cemberut, mulutnya masih setia mengucapkan sumpah serapah untuk Yesung.

"Namja manis hyung kenapa cemberut begitu?" ucap namja yang sangat dinantikan oleh Ryeowook.

Sreet

Ryeowook memutar kepalanya mencari sumber suara. Siwon hyunggg!" teriaknya sebelum menghambur memeluk namja tampan bernama Siwon. "Hyung, kenapa tidak memberi kabar kalau mau pulang." manja Ryeowook.

"Hyung ingin membuat kejutan untukmu." sahut Siwon.

"Dan hyung sukses membuatku terkejut." ujar Ryeowook.

"Kajja kita pulang, hyung punya sesuatu untukmu." Siwon mengajak Ryeowook untuk pulang kerumahnya, Siwon ingin menyerahkan sesuatu yang berharga buat Ryeowook.

Sesampainya di rumah Siwon segera mengambil tasnya, dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Siwon mengeluarkan sebuah kalung berliontin seekor binatang yang memiliki badan singa namun berkelapa burung elang dan juga mempunyai sayap.

"Wook-ie, ini adalah medalion griffin untukmu. Medalion ini ada sepasang sebetulnya, dibelakangnya ada peta harta karun." jelas Siwon, lalu menyerahkan medalion itu pada Ryeowook.

"H-hyung." lirih Ryeowook sambil memegang medalion pemberian Siwon.

"Kau harus menjaga medalion ini dengan baik, karena banyak yang mengincarnya, jangan perlihatkan pada orang lain. Ini rahasia kita berdua. Arraso!" sambung Siwon.

"Ne hyung, aku paham. Aku akan menjaga medalion ini hingga hyung menemukan pasangannya." sahut Ryeowook senang.

"Hyung percaya padamu Wook-ie." tangan Siwon terjulur untuk mengacak rambut Ryeowook. "Nah sekarang pulanglah, eommamu pasti sudah menunggumu di rumah." perintah Siwon.

"Hyung mengusirku?" protes Ryeowook.

"Anniya, hanya ini sudah malam. Kau juga harus mengerjakan PR bukan? Besok hyung antar ke sekolah bersama Minho." usul Siwon kemudian supaya Ryeowook tidak ngambek.

"Baiklah, tapi hyung janji ya akan menjemputku dan mengantarku ke sekolah." ucap Ryeowook.

Siwon mengangguk meyakinkan Ryeowook. "Kalau hyung bohong kau bisa datang ke rumah hyung-kan? Lagi pula rumahmu hanya di depan rumah hyung." komentar Siwon.

Seperti yang Siwon janjikan kemarin, hari ini ia mengantar Ryeowook dan Minho ke sekolah menggunakan mobil.

"Wook-ie, Minho, belajar yang benar ne." pesan Siwon sebelum meninggalkan kedua dongsaeng-nya. 'Aku harap kalian akan baik-baik saja.' batin Siwon.

"Ne hyung, bye~~" teriak mereka serempak.

Siwon menatap Ryeowook dan Minho sebelum benar-benar meninggalkan halaman sekolah kedua dongsaengnya, hari ini ia akan kembali ke Amerika tanpa sepengetahuan mereka. Siwon sedang terlibat masalah dengan orang-orang yang menginginkan medalion tersebut.

"Ryeowook-ah, kita latihan tenis sepulang sekolah untuk menghadapi pertandingan lusa." Minho mengingatkan Ryeowook sebelum berpisah untuk masuk kelas masing-masing.

"Ok." teriak Ryeowook semangat.

Pelajaran hari ini sungguh terasa sangat lama bagi Ryeowook, selain ia tidak pandai dalam pelajaran umum juga karena ia tidak bisa menganggu teman-temannya, ia sudah bosan di hukum berdiri di lorang depan kelas.

Ryeowook berteriak paling keras saat bel berbunyi hingga membuahkan teguran dari sang guru dan akhirnya ialah yang harus pulang terakhir karena mendapat hadiah dari gurunya. Menyapu lantai.

Ryeowook mengerutu selama membersihkan kelasnya, mengutuk teman-temannya yang ternyata begitu jorok membiarkan sampah-sampah dari kertas berserakan di lantai. Ada perasaan bersalah yang muncul pada diri Ryeowook, selama ini ia selalu membiarkan kamarnya dalam keadaan berantakan seperti kelas ini tetapi saat pulang sekolah ia sudah mendapati kamarnya yang tertata rapi.

'Ini mungkin hukuman tidak langsung dari Tuhan karena tidak pernah membereskan kamarku' batin Ryeowook 'Eomma mianhe T.T'

Ryeowook berhasil membereskan ruang kelasnya. Secepat kilat ia segera meluncur ke lapangan untuk berlatih tennis.

"Kyaaaa. . . aku sudah terlambat." teriaknya sambil berlari di sepanjang koridor sekolah. "Aku bisa mendapat hukuman dari pelatih. Andewww!" panik Ryeowook mempercepat larinya.

Benar! Ryeowook harus mendapatkan lagi hukuman, kali ini dari pelatih tenisnya karena terlambat berlatih. Salah sendiri suka berteriak tidak tahu tempat. Kkkkk

Ryeowook berlari mengelilingi lapangan sebanyak tujuh kali sebagai hukuman atas keterlambatannya "Aish . . . sial bener hari ini aku, dapat dua hukuman sekaligus."

"Akhhh . . ." teriakan kesakitan terdengar dari arah tengah lapangan menghentikan lari Ryeowook. Ryeowook menoleh pada sumber suara, matanya tertuju pada namja yang tengah terduduk sambil memegangi kaki dan merintih kesakitan.

Ryeowook berlari panik menghampiri Minho, "Minho! Kau kenapa?" tanya Ryeowook penuh kekhawatiran.

"Sepertinya kleseo Wook-ah, akhh . . ." Minho kembali merintih kesakitan. "Maafkan aku." sesal Minho karena tidak bisa mewakili sekolah dalam pertandingan tenis besok.

"Tidak apa-apa, kau jangan pikirkan hal itu. Masih ada teman-teman yang lain." hibur Ryeowook lalu membantu Minho berdiri dan memapahnya pulang ke rumah.

Menurut Ryeowook ini adalah kesialan berikutnya, kehilangan Minho sang jawara tenis dalam pertandingan besok. Dan kesialan yang paling membuatnya sedih adalah ketika sampai rumah Minho, ia tidak mendapati Siwon berada di rumahnya. Siwon telah kembali lagi ke Amerika tanpa pamitan kepadanya.

"Hyunggg!" tangis Ryeowook setelah mendengar eomma Choi mengatakan bahwa Siwon telah kembali ke Amerika.

Ryeowook berjalan menuju rumahnya dengan menangis keras seperti anak kecil yang kehilangan mainan.

"Huwaaaaa . . ." tangisnya saat memasuki rumahnya yang berada diseberang rumah Siwon. "Eomma . . . Siwon hyung jahat. . . huwaaaa."

"Aigoo, anak eomma yang bandel kenapa eoh? Apa ada yang memukulmu?" tanya Heechul ketika mendapati anaknya pulang sambil menangis, tidak biasanya Ryeowook menangis seperti itu. Jika kalah berkelahipun dia tidak akan menangis.

"Eomma, Siwon hyung jahat. Dia pergi lagi bahkan tanpa pamit. Huwaaa . . ."

"Eh? Bukahkah kemarin kau bilang Siwon baru pulang dari Amerika?" kaget Heechul.

"Iya, tapi sekarang sudah pergi lagi, tanpa pamit padaku. Huwaaa . . ."

"Jinja? Aigo, uljiman ne. Siwon pasti punya alasan tertentu mengapa ia pergi tanpa pamit." Heechul mengelus kepala Ryeowook untuk menenangkannya.

"Ne eomma. Tapi ini Siwon hyung eomma. . ."

"Iya eomma tahu, Siwon hyung yang memberikan bayi yang dipungutnya kepada eomma, dan kini menjadi namja manis dan bandel kesayangan eomma." Heechul mencubit hidung mungil Ryeowook dengan gemas. "Maka dari itu kau tidak boleh seperti ini, besok Siwon pasti memberikan penjelasan mengapa ia pergi tanpa pamit. Arraso!" nasehat Heechul.

Ryeowook menghambur memeluk eomma-nya, mencari ketenangan dalam pelukannya.

"Aigoo, namja manis eomma selain bandel juga manja eoh?" canda Heechul. "Cepatlah mandi, wajahmu jelek begini. Bagaimana kalau nanti appa-mu pulang dan tidak mengenaliu?"

Ryeowook melepaskan pelukannya dan menatap eomma-nya. "Eh, appa pulang hari ini eomma? Bukankah dua hari lagi appa pulangnya?" tanyanya bertubi-tubi.

"Karena appa sangat merindukan anak manisnya, jadi pulangnya dipercepat. Sudah sana cepat mandi, tubuhmu juga sangat bau sayang." Heechul mendorong Ryeowook ke kamar mandi agar namja mungil itu lekas mandi supaya lebih segar.

Heechul menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak semata wayangnya yang sangat menggemaskan itu. Sungguh Heechul sangat berterima kasih kepada Siwon yang telah memberikan bayi yang ditemukannya kepadanya.

Hari pertandingan tenis akhirnya tiba, tim dari sekolah Ryeowook masih belum menemukan pengganti Minho. Harapan satu-satunya adalah meminta bantuan Yesung untuk menggantikan Minho. Namun Yesung menolak permintaan dari klub tenis, bahkan Minho sendiri yang memintanya.

Ryeowook dibuat jengkel atas penolakan dari Yesung, karena satu-satunya jalan adalah meminta bantuan dari Yesung, jadi Ryeowook terpaksa menumui Yesung.

"Yesung ssi, tolonglah klub tenis kita, harapan satu-satunya hanya padamu." Bujuk Ryeowook, melupakan sejenak kebenciannya pada namja berkepala besar yang selalu menganggunya.

"Sudah kubilang jika aku tidak mau, kecuali kalian serahkan Ryeowook padaku!" pinta Yesung dengan senyum evil-nya.

"YA! Apa kau bilang?" teriak Minho dan teman-teman dari klub saat mendengar permintaan Yesung.

Srett

Ryeowook nemarik krah baju Yesung dan bersiap memukulnya. "Kau meremehkanku ya?" tanya Ryeowook geram "Ingin ku pukul eoh?" tanya Ryeowook lagi.

"Pukul saja, tapi apa tetap tidak mau." ucapnya acuh, mengabaikan ancaman Ryeowook.

"Kau!"

Bught

Bught

Karena kesal Ryeowook menghajar Yesung dengan beberapa pukulan, membuat Yesung merintih kesakitan. "Tetap tidak mau bertanding?" ancam Ryeowook lagi.

"Baiklah, aku bersedia. Ck kenapa namja manis sepertimu sangat suka berkelahi?" Yesung akhirnya bersedia bertanding setelah di ancam oleh Ryeowook.

"Bilang dari tadi, jadi aku tidak perlu mengeluarkan tenagaku untuk menghajarmu." Kata Ryeowook sambil berlalu meninggalkan Yesung yang masih terduduk di tanah akibat pukulan dari Ryeowook.

Pertandingan dimulai, tim sekolah Ryeowook melawan sekolah unggulan lainnya. Skor sementara adalah 2-2. Harapan terakhir dari sekolah Ryeowook adalah Yesung, jika Yesung dapat memenangkan pertandingan ini maka sekolah Ryeowook-lah yang menjadi jawaranya.

Pertandingan selanjutnya adalah Jeremy Kim melawan Kevin Lee. Keduanya kini sudah berada di lapangan untuk persiapan.

"Jika bukan Minho, pasti dengan mudah aku kalahkan." pamer Kevin Lee membuat panas telinga yang mendengarnya termasuk Yesung dan Ryeowook.

"Dasar sombong, Yesung kalahkan dia!" teriak Ryeowook.

"Baiklah baby, akan aku kalahkan dia dengan KO." janji Yesung, Ryeowook memutar bola matanya bosan. Ternyata Yesung juga suka pamer.

Permainan Yesung benar-benar sempurna, para penonton terpukau menyaksikan pertandingannya. Lawan yang semula meremehkannya kewalahan mengembalikan servis-servis dari Yesung. Ryeowook juga sangat menikmati permainan Yesung, tidak menyangka namja yang selalu seenaknya sendiri itu bisa serius juga.

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Yesung. Yeseng mengalahkan Kevin dengan angka telak 3-0, dan otomatis sekolahnyalah yang menjadi jawaranya.

"Ryeowook-ie, seperti janjiku aku mengalahkannya dengan KO." bangganya.

Setelah berhasil memenangkan pertandingan, Yesung didatangi yeoja maupun namja yang mengaguminya. Entah hanya sekedar minta tanda tangan, foto bareng atau bahkan kencan. Dengan senang hati Yesung melayani mereka satu per satu bak selebritis yang sedang naik daun.

Tanda di duga, Ryeowook ikut bergabung dalam kerumunan. Ryeowook tiba-tiba saja ingin seperti mereka. "Yesung ssi, bisakah kau kencan denganku juga? Aku juga bersedia antri untuk itu." kata Ryeowook disela kerumunan.

Yesung seperti mendapatkan angin surga mendengar permintaan Ryeowook. "Kalau kau yang meminta tidak perlu antri, bagaimana kalau besok kita kencan?" tanya Yesung.

Tbc^.^

Hoaah, akhirnya selesai juga chap ini, panjang bukan? Mianhe updatenya lama. Banyak typo bertebaran, karena tidak di edit. Terima kasih bagi kalian yang selalu membaca FF-ku. Sampai jumpa di chap selanjutnya. Byeeee