Title : Girl's Day
Author : ChenLin21
Character : EXO, and another SM artist
Genre : Romance, fluff, Humor
Pairing : OTP
Rating : T
Disclaimer : all characters are belongs to their parents. I just owned the plot.
Warning : All Uke is Gender Switch !
Summary : "Oppa, jeongmal saranghae,"—kata yeoja bernama Byun Baekhyun menyatakan cintanya pada teman sekelasnya Park Chanyeol. "OMONA ! BYUNBAEK NOONA, JINJJA !?" seru Park Chanyeol menatap tidak percaya yeoja di depannya. Bagaimana kisah-kisah cinta para yeoja manis itu—mari di tengok. [EXOFIC : ALL OTP / UKE!GS/ ROMANCE / HUMOR]
"Jongdae ! Palli ! Palli !" seru namja pemilik rambut short cut hitam, berlari menuju ruang audiotarium.
Namja dibelakangnya terengah-engah berusaha menyamakan langkah panjang sahabatnya. Ia mendecak kesal, mengapa temannya mempunyai kaki yang sangat panjang. Begitu mereka sampai di depan pintu audiotarium, terlihat banyak sekali siswa baru dari yang baru naik ke kelas 10 atau yang baru pindah ke sekolah pada tahun ajaran baru.
Park Chanyeol—si jangkung tadi—tersenyum senang melihat adik kelasnya yang manis-manis. Pasalnya, Chanyeol adalah salah satu komite OSIS di Seoul International Performing Art School. Ini adalah tahun keduanya menjadi anggota OSIS. Selain itu, ia juga adalah anggota band yang sangat dikagumi oleh penghuni sekolahnya. Ia bukan seorang vocalist melainkan seorang gitaris. Bahkan ia memiliki begitu banyak fans, baik dari yang penghuni sekolah maupun dari luar.
"Wah ! Lihat-lihat ! Mereka lucu-lucu sekali ! Aigoo !" seru Chanyeol gemas melihat adik-adik kelasnya.
Namja yang di sampingnya hanya menggangguk setuju. Ia kemudian merapikan dasinya yang berantakan dan juga seragamnya, plus topi berstyle hip hop miliknya. Tak lama, seorang yeoja menghampirinya—bukan yeoja biasa, seorang model internasional. Rambut hitam lurus panjang, wajah manis layaknya boneka panda atau memang seperti panda betulan, dan proposi tubuhnya yang tidak kalah dengan Hyuna- 4 Minute atau Dasom – Sistars membuat Chanyeol berjaw drop melihatnya. Demi apa pun, ia belum pernah melihat yeoja sesempurna dan secantik dirinya. Belum lagi, seragam sekolahnya yang sangat cocok dengan tubuh sexy—oops, tubuhnya yang sangat amat proposional itu dan sepatu semi wedges high top Addidas berwarna silver membuatnya tampak sangat fashionable.
"Ni hao, Jongdae-ge," ucap yeoja itu.
"Ah ! Tao-ah, Selamat pagi," balas pemuda yang bertopi hip hop itu, Kim Jongdae.
Chanyeol menatap tidak percaya jika sahabatnya mengenal seorang yeoja yang super cantik ini. Setahunya—ya, setahunya. Jongdae tidak pernah dekat dengan yeoja lain, selain Byun Baekhyun, yang juga seorang primadonna di sekolah dan seorang 'junior' Jongdae di paduan suara. Menurut Chanyeol sendiri, Jongdae adalah namja yang super malu jika sudah berhadapan dengan seorang gadis. Sekalinya dekat, pasti dijamin akan membuat iri para namja lain.
"Mohon bantuannya ya, gege," katanya lagi sambil memanggutkan kepalanya, lalu tersenyum manis.
"Aigoo, Tao-ah tidak perlu sungkan," Jongdae terkekeh.
Yeoja yang dipanggil Tao—atau Huang Zi Tao itu tersipu malu. Memang dulu pernah bertemu dan menjadi teman sejak kecil. Namun semenjak keluarga Jongdae pindah ke Korea, mereka berdua lost contact satu sama lain. Saat Tao mendapat kontrak dengan salah satu agensi model di korea, dan mendengar ia akan tinggal bersama Jongdae membuatnya senang bisa bertemu kembali dengan teman lamanya. Bukan hanya dengan Jongdae tapi juga dengan kedua saudaranya, JoonMyeon dan Jongin.
"Ne, gege," katanya menurut.
"Sudah sana, masuk ke dalam hall," suruh Jongdae lembut.
Tao menggangguk lucu membuat Jongdae terkekeh, sementara itu Tuan Park Chanyeol hanya menahan ekspresi derp-nya karena saking gemasnya pada keluguan sang panda cantik dari negri cina itu. Tao melangkah masuk ke dalam hall. Setelah Tao menghilang dari hadapan mereka, Chanyeol langsung mencengkram siku Jongdae keras.
"Mwoya ?" keluh Jongdae pada Chanyeol.
"Si-siapa gerangan yeoja tadi ?" Chanyeol masih menoleh ke arah Tao yang duduk di bangku audiotarium, "Benar-benar wow !"
Jongdae memutar bola matanya, ia sudah bosan dengan sahabat berhidung belang seperti Chanyeol.
"Oh, Yang tadi. Itu putri kolega ayahku dan teman sejak kecilku, Huang Zi Tao," jelas Jongdae acuh.
"Wah ! Jongdae, kau benar-benar sesuatu ! Kau bisa mengenal yeoja secantik, Huang Zi Tao dan semanis, ByunBaek noona." Kata Chanyeol menyikut punggung sahabatnya cukup keras.
Sikutan membuat Jongdae terpaksa menendang bokong Chanyeol dengan keras. Perbuatan kedua beagle line ini membuat siswa-siswi baru terkikik lucu. Dan sejak hari itu, mereka akan terbiasa dengan tingkah troll, derp, dan berisik ala Chanyeol dan Jongdae.
Sebut saja mereka sebagai badut sekolah.
Tak jauh dari tempat itu, seorang namja berambut pirang sedang mengamati sesosok yeoja yang sangat cantik dari atas balkon audiotarium dan semua baru mengenalnya yaitu Huang Zi Tao. Ia mengangguk puas, melihat yeoja itu menjadi adik kelasnya. Ia mengenal Tao, jelas karena mereka serumah. Ia mengira jika Tao akan sesombong seperti model runway pada umumnya yang sangat centil dan judes. Ternyata Tao justru begitu manis dan pendiam.
Kris Wu sudah mencatat dalam ingatannya bahwa Tao adalah sasaran utamanya untuk dijadikan seorang kekasih. Mungkin terlalu cepat, karena mereka baru saja bertemu. Tetapi Kris sudah menyusun sedemikian rencana bagaimana ia bisa mendapatkan hati Tao.
"Kau sedang mengamati apa, Kris ?" tanya seorang namja dengan orb hitam sempurna—Kim JoonMyeon atau Suho.
Kris tersontak, menoleh ke arah sepupunya.
"Siapa, Kris Wu ?" tanyanya lagi.
"Hm," Kris melirik lagi ke bangku audiotarium di bawah. Bukan bangku yang ia amati, namun seorang yeoja yang kelewat menarik baginya.
"Oh, si Taozi ?" Suho menebak lirikan Kris.
Kris tersenyum dan mengangkat kedua alisnya seperti 'You-are-right-dude-'.
"Man ! Pilihanmu memang tepat sekali," Suho menepuk bahu Kris.
"Well, You are right, dude. She is just damn—she is really hot," ucap Kris yang cukup tergoda dengan pesona Tao.
Karena baru pertama kali, ia terpesona dengan seorang gadis. Biasanya—Biasanya nih, dia lah yang membuat orang-orang mati—ralat, pingsan karenanya. Tapi ajaib bin hebat, seorang Tao bisa membuat Kris tidak lepas dari pandangannya. Bahkan sepupunya Suho menggeleng heran melihat tingkah Kris seperti gadis SMA—oh, Suho, kalian masih SMA hanya saja Kris memang bukan seorang yeoja—Baik, kita ralat saja kata-kata tadi. Melihat tingkah Kris seperti … ah ! seekor serigala menatap seekor rusa—salah lagi, seekor panda dan siap dilahapnya. Suho berharap jika sepupunya tidak akan 'menelan hidup-hidup' teman kecilnya itu. Bisa-bisa keluarga Huang akan putus hubungan dengan keluarganya. Dan ayahnya akan menyita semua kartu kreditnya beserta dengan tabungannya.
"Don't dare to touch her while she isn't yours," kata Suho memperingatkan Kris.
Kris menggangguk cepat. Lalu kembali melirik ke bawah sana.
"Hey, Suho ! It's your brother," Kris menunjuk namja berkulit tan itu.
Suho melirik namja berkulit tan yang mendapat sambutan meriah dari para yeoja karena ia begitu sexy. Dan kalau boleh diakui itu adalah adiknya. Adiknya yang paling bandit. Ia cukup bingung kenapa adik-adiknya begitu heboh dan selalu bertingkah. Jongdae sudah jangan tidak tanya lagi, ia adalah adiknya yang paling suka melucu. Ia sangat percaya happy virus milik sahabat adiknya merasuki adiknya, Jongdae yang dahulu memiliki ratusan aegyo untuk menggoda kakaknya untuk membelikannya sesuatu seperti CD Album Pavarotti. Begitu Jongdae bertemu dengan Chanyeol, ia mulai jarang aegyo.
Bagaimana si adik kecilnya yang baru duduk di bangku kelas 10 itu ? Sambut saja Kim Jongin. Si namja yang terkenal di dunia maya karena video sexy dance-nya dan beberapa cover dance-nya seperti N.O dari BTS. Jadi beberapa siswi baru yang akan menjadi satu angkatan dengannya adalah fans berat Jongin.
"Seperti biasa, Kim Jongin. Kau membuat para yeoja itu melolong kepadamu," kata Suho melihat sorakan para yeoja di bangku bawah sana.
"Astaga. Aku heran kalian itu berbeda sekali karakternya. Dirimu itu sesosok perfect gentleman, Jongdae-ah tipe-tipe namja manis tapi tukang troll secara bersamaan, dan terakhir Jongin. Man. Jongin itu bertolak belakang dengan kalian berdua." Kris berkomentar.
"Jongin sifatnya seperti ayahku. Apapun yang ia lakukan pasti terlihat sexy," balas Suho.
"You sure ? Ahjussi bukannya gentle ya ? Seperti kamu dan Jongdae ?"
"Who knows, dude," Suho terkekeh.
Semuanya berjalan lancar, namun tidak untuk seorang yeoja yang kebingungan dengan hangul tertera di sekolah barunya. Ia belum tebiasa dengan hangul dan lain-lain. Ia sudah mengitari dari sudut ke sudut sekolah. Ia tersesat, teman-teman.
Ia ingin sekali menangis saat itu. Tidak sampai ia tidak sengaja menabrak seorang namja bertubuh tinggi dengan rambut pirangnya. Ia meringis kesakitan, mengelus pelan keningnya. Namja di depannya berbalik badan dan menemukan seorang yeoja menunduk.
"Gwaenchana ?" tanya si pemilik suara bass itu.
Yeoja itu mendongak, panik. Ia mengigit pelan bibir bawahnya.
"Y—Ya," bisiknya, namun dapat di dengar oleh namja bersuara bass itu.
Namja itu melirik name tag yeoja yang menabraknya dari belakang. Tertulis : 'Zhang Yixing'.
"Yixing-ssi."
Yeoja itu menatap langsung paras tampan milik namja yang ada di hadapannya.
"Benar begitu ? Apa itu nama-mu ?" tanya namja itu lagi.
"N-ne,"
"Kau tidak perlu takut," ujar namja itu mengelus poni yeoja bernama Zhang Yixing itu.
Yixing merona dan menyembunyikan wajahnya dibalik rambut coklet panjangnya. Namja itu masih menatap lurus tanpa ekspresi kepada Yixing. Hatinya berkata ia harus tersenyum pada Yixing agar ia tidak membuat yeoja itu takut padanya. Namun, apa yang Yixing lihat adalah seorang namja berwajah dingin yang berusaha menenangkannya.
"Kau kenapa ?" tanya namja itu lagi.
Yixing terdiam. Ingin sekali ia mengatakan jika ia tersesat. Tetapi ia bingung mengambil kata-kata yang tepat agar namja di depan itu mengerti maksudnya.
"Ah ! Aku tahu ! Kau juga siswi baru kah ?" tebak namja itu dan beruntung itu adalah tebakan yang tepat.
Yixing menggangguk cepat.
"Kebetulan aku juga siswa baru. Biar kuantarkan kau ke sana, Yixing-ssi," katanya lagi.
Yixing lagi-lagi ia mengangguk lucu. Dalam hati, namja tersebut ia ingin sekali tersenyum. Namun, otot-otot wajahnya menolak keinginannya.
"Kajja,"
Namja itu berjalan tepat di depan Yixing, menuntunnya ke ruang audiotarium. Pemilik suara bass itu 2 langkah lebih jauh dari Yixing. Itu membuat Yixing takut tertinggal, ia memutuskan untuk menarik ujung jas milik namja yang menolongnya hari ini. Membuat namja itu tersontak dan otomatis menoleh pada Yixing.
"Em, ja-jalannya pelan-pelan," kata Yixing takut-takut.
Namja itu menatap gemas Yixing. Betapa lucunya Yixing saat ini. Ia pun membiarkan Yixing menarik ujung lengan jasnya. Mereka pun kembali berjalan ke ruang audiotarium. Selama perjalanan mereka, lama kelamaan tangan Yixing turun sampai di telapak tangan namja itu. Kemudian, tanpa ia sadari ia telah mengenggam tangan Yixing. Genggaman tersebut tidak ada rasa cinta, tapi sebuah tanda perlindungan untuk Yixing merasa nyaman.
Dan Yixing merasakan genggaman itu begitu hangat.
Beda halnya dengan sahabat Yixing tampak cemas, mondar-mandir tidak jelas seperti menunggu seseorang yang tidak kunjung datang. Ia sudah menelepon selama 3 kali, namun . Sifat yeoja ini membuat Chanyeol penasaraan dan menghampiri gadis itu.
"Maaf," ucap Chanyeol.
Yeoja itu memiliki rambut panjang berwarna pirang madu, dengan topi beanie-nya berwarna pink tua dan seragamnya lengkap tetapi bagian jasnya diganti dengan cardigan yang senada dengan jas sekolanya. Jangan lupa untuk ia memakai tattoo printed stocking bergambar kucing hitam dan sepatu wedges berwarna soft pink. Membuatnya begitu manis. Karena dari tadi ia sudah menjadi sorotan para siswa-siswi di lobby sekolah sampai di depan pintu ruang audiotarium.
"Ne ?" jawab yeoja itu.
"Hm, aku dari komite OSIS. Kulihat dirimu sedikit gelisah, ada apa ya ?" tanya Chanyeol hati-hati.
"Ah ! Ya, begini. Temanku yang juga dari student exchange sepertinya tersesat. Tetapi saat ku telepon, dia tidak menjawab. Aku takut ia kenapa-napa. Soalnya, dia orangnya sangat pendiam, walau dia lumayan lancar dalam bahasa korea-nya," balas yeoja dengan panik.
"Oh ! Kau anak student exchange itu ? Lafal bahasa korea-mu bagus sekali," Chanyeol mengubah alur pembicaraan.
Yeoja berwajah Chinese ini sedikit dongkol dengan sifat modus salah seorang komite OSIS. Bukannya menolong malah diajak PDKT. Oh please, zaman sekarang saling memoduskan ? Tidak zaman lagi, tuan park. Jongdae mendengus kesal melihat tingkah kebiasaan Chanyeol. Lalu, menghampiri keduanya.
"Mian, sunbae-nim. Aku juga anggota OSIS. Kalau mau, biar aku bantu cari. Bagaimana ?" tawar Jongdae.
Yeoja itu menghela nafas lega, setidaknya ada anggota OSIS yang masih berguna. Sebelum ia menjawab tawaran Jongdae, ia melihat sesosok yeoja yang memakai bando mutiara, seragam lengkap, kaos kaki hitam sepaha, dan sepatu high top adiddas berwarna ungu. Ia tidak sendiri, ia bersama dengan seorang namja.
—Itu Zhang Yixing !
"YIXING !" seru yeoja Chinese itu menghampiri sahabatnya.
Otomatis, Yixing melepas cepat genggaman dengan orang yang telah menolongnya. Ia senang, ia bisa bertemu dengan sahabatnya. At last. Luhan memeluk Yixing erat, lalu melepaskannya cepat.
"Kau kemana saja, my dear little xingxing ?" Luhan merapikan sela-sela rambut Yixing lembut.
"Aku tersesat, Luhan-jie." Ucap Yixing sambil tersenyum.
"Oh begitu !" yeoja bernama Xi Luhan menoleh ke arah namja yang menolong sahabatnya, "AH ! Kau yang sudah menolongnya ? Terima kasih banyak !"
Yixing memanggutkan kepalanya pada namja itu, pertanda terima kasih. Namja itu ikut memanggutkan kepalanya dan menepuk bahu Yixing.
"Kalau begitu, aku duluan, Yixing-ssi,"
Begitu namja itu pergi. Yixing hanya tersenyum, lalu dengan mengumpulkan segala kekuatannya.
Dan.
"Hey." Panggil Yixing.
Namja itu menoleh.
"Aku bukan'hey'. Tetapi aku punya nama," namja itu menunjuk tag name-nya, "Oh Sehun. Salam kenal."
Lalu. Sehun benar-benar menghilang dari pandangan Yixing. Dalam benak Yixing. Ia senang bisa mendapatkan teman selain Luhan. Sehun, ya, dia mungkin seorang namja. Tetapi ia menganggap Sehun adalah teman keduanya yang aneh.
Dari kejauhan, Jongdae dan Chanyeol melihat adegan manis tersebut. Jongdae tersenyum puas, sunbae-nya bisa menemukan teman sesama student exchange dan tampaknya ada cinta di antara Yixing dan Sehun. Hanya dugaan Jongdae saja. Mungkin dugaannya bisa jadi salah.
"Ayo, Chanyeol, kita ke lantai atas. Sepertinya, sudah mau di mulai speech dari kepala sekolah." Ajak Jongdae.
"Ne," Chanyeol mengikuti Jongdae.
Tiba-tiba seorang yeoja melesat cepat masuk ke dalam ruang audiotarium. Namun, niat gagalnya. Ia justru tersandung dan jatuh. Jongdae yang melihat itu, langsung menolongnya berdiri. Beruntung ia memliki sifat gentle seperti hyung-nya.
"Gwaenchana ?" tanya Jongdae, membantunya berdiri.
"Ne," ucap yeoja itu.
"Lho, Xiumin-noona ?" ujar Jongdae.
Yeoja yang dipanggil Xiumin itu tersontak dan menjauhkan diri dari Jongdae. Yang dijauhkan malah kebingungan. Kenapa tiba-tiba ia didorong.
"Noona ?" panggil Jongdae.
Xiumin melangkah mundur dan langsung berlari masuk ke dalam audiotarium.
"Dasar 'Sohee' KW-noona nggak tahu terima kasih," keluh Chanyeol.
"Dia memang pemalu, kan, Chanyeol ?"
"Iya sih. Wah ! Pagi ini aku sudah banyak menemukan yeoja manis ! Bersyukur aku sekolah di sini," ucap Chanyeol dan terkejut menemukan teman sekelasnya, Byun Baekhyun, tepat di hadapannya.
"UWAAA ! HANTU BAEKLINER !" teriak Chanyeol.
"Ah ! Annyeong, noona," sapa Jongdae.
Siapa yang tidak tahu noona satu ini. Baekhyun salah seorang yeoja yang masuk dalam lingkaran persahabatan di antara Jongdae dan Chanyeol. Baekhyun juga seorang diva di sekolah mereka. Ia terkenal memiliki suara indah, sebanding dengan Jongdae. Jika dibilang Baekhyun dekat dengan siapa, Baekhyun menjawab dirinya dekat dengan keduanya. Kalau dengan Jongdae, jika keduanya sedang bersenandung sebuah lagu. Sedangkan Chanyeol, jika keduanya saling meledek satu sama lain.
"Annyeong, Jongdae." Balas Baekhyun tersenyum, kemudian menatap sinis Chanyeol.
Chanyeol tahu kenapa Baekhyun menatapnya sinis. Karena pagi ini, ia sudah berjaw drop melihat para yeoja yang manis dan cantik. Bersikap modus pada mereka. Sedangkan dia ? Baekhyun malah dikatai hantu baekliner. Tidak adil bukan ? Ia berharap Chanyeol semanis—ralat, segentle Jongdae.
Kenyataannya tidak.
"NOONA ! NOONA ! KITA SUDAH TIDAK KEBURU LAGI ! BICARANYA NANTI SAJA, ANNYEONG !" Chanyeol langsung lari dari pandangan Baekhyun dan Jongdae.
Jongdae hanya bersweat drop, melihat tingkah Chanyeol yang tidak bisa dewasa.
"YA ! PARK CHANYEOL ! KEMARI KAU !" Baekhyun mengejar Chanyeol dari belakang.
Kemudian, Jongdae hanya menggeleng-gelengkan kepala dan masuk ke dalam ruang audiotarium
TBC
Annyeong !
LIN IMNIDA :DDD –teriak pake toa-
Bagaimana para reader bagus tidak atau justru kurang ? Hmm… kan pada nanya apa ada crack pair atau justru fix OTP ? dua-duanya, para reader. Crack pair sekedar hint, kalau OTP udah fix. XDD Hahaha. Jadi bagaimana itu aja author's notenya :D
Tolong di review, gomawo :D –bbuing bbuing bring ChenBaekChanyeol-
Thanks to : PandaPandaTaoris, , dewicloudsddangko, Huangmir, Michelle Kim, Dheandini Hunhan's baby, Choi Rai Sa, ByunnaPark, Peachzt, :D
Makasih atas reviewnya :D
ASK ME IF YOU WANT ! OR REQUEST ME VIA PM, Thank you !
XOXO
CHENLIN
