Title: Natural – Our Destiny

Genre: Romance.

Rate: T

Length: Twoshot (2 of 2)

Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Shim (Jung) Changmin, Kim Junsu, Park Yoochun, Kim Heechul, Tan Hangeng (as Kim Hankyung), and Yoonhee (Yunho's mom).

Disclaimer: Saya cuma pinjam nama. Yunho milik Jaejoong dan Jaejoong milik Yunho. Plot is mine.

Pairing: Of course Yunjae. Yoosu. Hanchul.

Warning: AU. OOC. BL. Typo. Tidak sesuai EYD.

Note: Italic = flashback

.

[Natural – Our Destiny]

.

"Eomma.. soal Jaejoong.. bagaimana?"

Yeoja paruh baya itu menatap Yunho sekilas. Sedikit salah tingkah, namja tampan itu memasang senyum gugupnya. Namun senyum itu hilang bersamaan dengan langkah kaki eommanya yang menjauh.

'Hhhh.. lagi-lagi. Selalu saja pergi tanpa mengatakan apapun jika aku membicarakan Jaejoong.'

"Yunho hyung.. melamun eoh?"

"Ah", sedikit terkesiap, namun Yunho dapat segera menguasai dirinya, "Aniya, Su-ie." jawab namja bermata musang itu sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Junsu menuju beranda lantai 2 rumah Jaejoong yang sudah hampir setahun ini rutin dikunjunginya bersama Junsu dan Changmin 2 minggu sekali.

Ia memejamkan matanya membiarkan angin sore menerpa wajahnya. Lama dengan keadaan seperti itu, Yunho lalu mengeluarkan kotak beludru merah dari kantong jasnya. Membuka kotak itu kemudian menatap dua cincin yang berada di dalamnya. Cincin yang sesuai dengan jarinya dan jari Jaejoong.

"Kapan hyung akan memberikannya?" tanya Yoochun yang tiba-tiba datang dan berada di sebelah Yunho.

"Kuharap secepatnya. Setahun lagi aku dan Jaejoongie sudah kepala empat. Agak aneh kalau mengadakan upacara pernikahan.. haha." Walau tertawa, di wajah Yunho justru terpasang ekspresi sedih.

"40, 50, atau 60 tahun.. tak masalah kalau memang harus begitu jalannya."

Yunho menatap Yoochun sekilas, kemudian menghela napas dalam, "Kau benar."

"Kalau begitu, kalian berdua saja yang lebih dulu menikah." Lanjut Yunho.

Yoochun menunjuk dirinya sendiri bingung, "Berdua? Dengan siapa, hyung?"

"Tentu saja dengan Junsu."

Tawa Yoochun hampir saja meledak, "Jangan bercanda, hyung."

"Huh. Siapa juga yang mau denganmu, jidat lebar." kesal Junsu yang baru saja datang ke tengah-tengah 2yu.

"Benci dengan cinta itu bagaikan hanya dibatasi seutas benang." Ujar Yunho sambil melangkah meninggalkan Yoosu yang melongo.

"Kalian sedang apa?" Tanya Yunho pada Jaejoong dan Changmin.

"Minnie sedang mengajari Joongie mengikat tali sepatu." Jawab Jaejoong.

"Waah.. coba. Yunnie ingin lihat Joongie mengikat tali sepatu."

Jaejoong menggeleng, "Euung.. Joongie belum bisa. Sekarang Yunnie yang kasih contoh ke Joongie. Kalau minta Minnie, dia pasti ngomel-ngomel karena Joongie belum bisa-bisa…"

Yunho segera melirik ke arah Changmin lalu berbisik padanya, "Kau berani memarahi calon eommamu di belakang appa, eoh?"

Changmin membuang mukanya dari pandangan Yunho lalu memeletkan lidahnya pada Jaejoong, "Dasar Joongie tukang ngadu.." yang dibalas oleh peletan lidah juga oleh namja cantik itu.

"Yunnie akan memberikan contoh pada Joongie, perhatikan baik-baik ne."

Jaejoong mengangguk dan memperhatikan Yunho yang sedang mengikat tali sepatu dengan sangat perlahan.

"Nah, sudah selesai. Joongie tadi perhatikan Yunnie kan?"

"Ung." Jaejoong mengangguk lucu.

"Kalau begitu, sekarang Joongie coba, ne." ujar Yunho sambil melepas ikatan tali sepatu yang tadi ia buat kemudian menyerahkannya pada namja cantik di hadapannya.

Jaejoong mencoba melakukan seperti apa yang Yunho contohkan. Perlahan namun pasti, ia akhirnya dapat membuat simpul pada ikatan talinya walau masih sedikit kurang rapi.

Plok Plok Plok.

Yunho bertepuk tangan, "Joongie hebat… Kalau begitu, karena Joongie sudah berusaha dan akhirnya berhasil, Yunnie beri hadiah."

Yunho memajukan wajahnya mendekatkannya pada wajah Jaejoong, kemudian…Cup. Bibir hatinya mengecup lembut kening namja cantik yang sangat dicintainya itu.

Changmin yang melihat itu memutar bola matanya kemudian beranjak meninggalkan pasangan lovey dovey yang membuatnya sedikit iritasi walau tak memungkiri bahwa ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam hatinya. Bocah itu menghampiri duo Yoosu yang masih di beranda.

"Eh? Changminnie? Sudah selesai bermain dengan Jaejoong hyung?" Tanya Junsu saat melihat Changmin yang sudah ada di belakangnya.

"Jaejoong ajusshi sedang 'bermain' bersama appa. Jadi lebih baik Min kesini daripada mata Min iritasi."

"Hahaha.." Yoosu tertawa bersamaan setelah sebelumnya saling berpandangan.

Kemudian ketiganya menatap YunJae couple yang sedang asyik sendiri, seperti dunia hanya benar-benar milik mereka berdua.

"Yoochun jusshi, Min ingin Jaejoong ajusshi jadi eomma Min. Bolehkah?"

"Tentu. Tapi…"

Junsu dan Changmin menatap Yoochun, menunggu namja berjidat luas itu melanjutkan ucapannya yang menggantung.

"Tapi apa kau yakin?"

"Mengapa Min harus tak yakin?"

"Di luar sana.. masih banyak.."

"Masih banyak apa, ajusshi?" sela Changmin. Dilemparkan pada Yoochun deathglare-nya. Ia sedikit kesal pada namja berjidat luas di hadapannya ini, "Jaejoong eomma lebih baik.. setidaknya bila dibandingkan dengan yeoja-yeoja yang sekarang mulai mendekati appa Min. Apa itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa Min yakin?"

Yoochun melongo.

"Hhhh.. bahkan kau sudah menyebutnya 'Jaejoong eomma'. Yaah, apa boleh buat. Tapi…"

"Tapi apa lagi, Yoochun jusshi?"

"Aigoo, galak sekali. Aku hanya ingin kau meminta padaku dengan merajuk selayaknya anak-anak seumuranmu."

"Merajuk? Shireoo.. itu bukan gaya Min."

"Ayolaaah."

"Shireo."

"Sudahlah, Changminnie.. jangan memaksakan diri terus. Aku tau. Meski sikapmu harus kuakui sudah sangat dewasa, tapi kau tetaplah seorang anak berumur 8 tahun. Jauh dalam dirimu pasti ingin berlaku selayaknya anak-anak seumurmu. Iya kan?"

"Huh? Berlaku selayaknya anak-anak seumurku? Sikap manja maksud hyung?"

"Yaa, sejenis itu."

"Ani. Manja itu identik dengan orang lemah. Min tidak mau. Min harus menjadi orang kuat supaya tidak perlu ada orang lain yang harus melindungi Min, terutama orangtua. Kalau bisa, Min yang melindungi mereka." Ujar Changmin dengan nada suara yang semakin lama semakin rendah sambil berbalik membelakangi Yoosu dan menundukkan kepala.

Yoochun terpana. Ia arahkan tangannya untuk menyentuh bahu Changmin namun ditahan oleh Junsu, "Tolong biarkan dia dulu. Sepertinya dia sedang teringat pada eommanya." ujar namja imut itu sedikit berbisik.

Yoochun menatap Junsu seakan bertanya 'memang ada apa?' dan hanya ditanggapi senyum getir oleh Junsu.

"Minnieeeeee…"

Panggilan Jaejoong yang seperti sedang bernyanyi seriosa itu membuat Changmin menghentikan pikirannya yang sedang melanglangbuana ke masa-masa lalu dan menoleh ke belakang mendapati Jaejoong dan Yunho yang kini ikut bergabung di beranda.

"Tadaaa… Lihaaat. Tadi Yunnie mengajarkan Joongie memasang tali sepatu juga, Minnie. Joongie juga membuat simpul dengan rapi lhoo." Ujar Jaejoong riang sambil menunjukkan sepatu kets Changmin yang di ujungnya terdapat simpul pita yang namja cantik itu buat.

"Eommaaaa… eommaa, cepatlaaah. Kenapa lama cekali? Eomma cedang apaaa? Nanti Min telambaat."

Dengan sedikit tergopoh-gopoh seorang yeoja berumur 20 tahunan menghampiri bocah yang berteriak-teriak itu.

"Ya! Changminnie.. tidak baik berteriak-teriak seperti itu. Eomma lama karena…. Tadaaaa. Lihat. Sepatu untukmu. Supaya kau menang lomba lari hari ini."

"Cepatu baluuu.."

"Uhm. Eomma yang memasangkan talinya lho."

"Eh? Memangnya caat eomma beli, talinya belum telpacang?"

"Sudah. Tapi eomma melepasnya dan memasangkannya kembali. Yaahh, setidaknya ada yang eomma lakukan untuk mendukungmu menang."

"Gomawo, eommaaa.."

"Hanya terima kasih saja? Mana poppo untuk eomma?"

CHU~~

Yeoja itu kemudian memeluk sang anak erat, "Eomma menyayangi Minnie.."

"Minniiieeee.."

Changmin tersentak dari lamunannya akan masa lalu bersama sang eomma dan menatap Jaejoong yang baru saja memanggilnya dengan raut wajah sedikit kesal karena hanya didiamkan saja oleh Changmin.

"Go..gomawo." ucap bocah 8 tahun itu sambil menerima sepatu dari tangan Jaejoong.

"Gomawo? Shireoo.. Yunnie tadi memberi Joongie hadiah, jadi Minnie juga harus."

"Hadiah apa?"

"Tentu saja poppo."

DEGG

Jantung Changmin berdebar. Matanya mulai terasa panas. Dengan cepat ia mengecup bibir Jaejoong seperti dulu ia mencium eommanya dan memeluk namja cantik di hadapannya yang sedang berjongkok guna menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher putih itu agar semua orang di sana tak melihatnya yang mulai menitikkan air mata, "Eomma.." gumamnya di sela tangisnya.

.

~yunjae~

.

Setelah kejadian yang cukup dramatis tadi, Changmin kini sedang tertidur sambil memeluk Jaejoong-yang juga sedang terlelap-sangat erat, membuat Yoochun, Yunho, dan Junsu terpana melihat dua namja beda usia itu.

Kemudian Yoochun menatap Yunho hendak bertanya sesuatu, namun namja tampan bermata musang itu lebih dulu membuka suaranya.

"Hari itu Changmin menjadi wakil kelasnya dalam lomba lari di TKnya. Pagi hari sebelum berangkat, eommanya menghadiahkan sepatu baru untuk Changmin dan memasang ulang tali sepatu itu. Ia bilang setidaknya ada yang dapat ia lakukan untuk mendukung anaknya itu supaya menang. Dan itulah saat-saat terakhir mereka. Dalam perjalanan menuju TK, ia menjadi korban sopir mobil yang mengantuk karena menyelamatkan Changmin yang hampir tertabrak." Suara Yunho berubah lirih dan ia menundukkan kepalanya, "Seandainya aku ada di sana... seandainya aku bisa melindungi mereka saat itu.. Changmin.. dia tidak perlu kehilangan eomma kandungnya."

"Hyung.." Yoochun mendekati Yunho dan menepuk pundak atasannya itu, menyampaikan rasa berdukanya juga mengisyaratkan Yunho untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan masa lalu.

Yunho menghela napasnya kuat-kuat setelah menahan rasa sesak yang tiba-tiba menyerang dadanya hingga membuatnya seakan sulit bernapas, "Gwaenchana, Yoochun ah."

"Dan aku merasa, Changmin cepat akrab dengan Jae hyung karena Jae hyung sedikit banyak mirip dengan eomma Changmin." Junsu ikut membuka suara.

"Aku juga berpikir begitu, Junsu yah. Eomma Changmin, memperlakukan anak itu seperti teman. Sama seperti Jaejoongie."

"Kalau begitu.." Yoochun mengambil alih kotak beludru merah berisi dua cincin yang ada dalam genggaman Yunho, "Cepat berikan ini pada Jae hyung agar kau bisa melengkapi puzzle kebahagiaan Changmin."

"Kau ini. Tadi kau bilang 40, 50, atau 60 tahun tak masalah. Sekarang kau menyuruhku cepat."

"Hehe" Yoochun nyengir kuda, "Habisnya.. aku tidak tega melihat Changmin, hyung."

"Huh.. dasar jidat lebar plin plan." Cibir Junsu.

"Mwo? Duckbutt, kau cari ribut denganku, eoh?"

"Ya! Siapa yang kau maksud duckbutt, huh?"

"Tentu saja kau—"

"Ya! Kau cari mati, hah?"

"Ya! Ya! Ya! Kalian.. kalau kalian masih melanjutkan adu mulut ini, akan kuhukum kalian untuk menikah sekarang juga."

"Mwo? ANDWAE!" seru Yoosu kompak.

"Kalau begitu diamlah dan biarkan anak dan calon istriku tidur dengan nyenyak."

.

~yunjae~

.

Yunho melirik takut-takut pada eommanya yang sedang memperhatikan Jaejoong dengan Changmin yang sedang bermain.

CKLEK

"Anneyoong.." sapa Yunho dan Changmin bersamaan pada Jaejoong yang membukakan pintu.

"Yunnie.. Minnie.. dan.. ung?"

Melihat kebingungan dari sang namja cantik, Yunho memperkenalkan 'orang baru' yang mereka bawa kali ini, "Kenalkan, ini eommaku."

Jaejoong memiringkan kepalanya sejenak, senyum mengembang kemudian menghias wajahnya, "Uwaah, neomu yeppodaaaa.. Jaejoong imnida. Ahjumma bisa memanggilku Joongie." Ujar Jaejoong memperkenalkan diri sambil menjabat tangan eomma Yunho yang dibalas dengan gumaman namanya oleh yeoja yang masih terlihat cantik walau sudah cukup berumur itu.

"Sudahlah, hyung. Jangan pasang ekspresi menyeramkan seperti itu lagi."

"Eh.. ah.. Junsu yah, kau mengagetkanku."

"Salah hyung sendiri, melamun saja daritadi. Percayalah Yoonhee jumma akan merestui kalian."

"Ka.. kau tau apa yang kupikirkan?"

"Tentu saja. Kenapa hal seperti itu masih kau pertanyakan?"

PLAKK

Tubuh Yunho dan Junsu terdorong ke depan akibat serangan tiba-tiba pada punggung mereka. Dan pelakunya tak lain tak bukan adalah Park Yoochun.

"Yak! Park Yoochun jidat lebar, kau mengagetkanku. Aissshh.. appo." Ringis Junsu sambil mengusap-usap punggungnya.

Melihat itu Yoochun nyengir kuda, ia senang jika membuat Junsu kesal.

"Kalian membicarakanku ya?"

"Mwo? Maaf saja, aku tak pernah punya waktu untuk membicarakan sesuatu yang tak penting."

"Ya! Apa maksudmu, duckbutt?"

"Ya! Berani menghinaku, huh?"

CKLEK

"Saengil chukkaeeee..."

"Eommaaa.. appaaa.."

Hanya suara Jaejoong yang memenuhi ruangan itu setelah ucapan selamat ulang tahun terlontar dari mulut appa dan eommanya. Sisanya.. hening.

Heechul, eomma Jaejoong memperhatikan sekeliling ruang tamu yang biasanya disambangi oleh Yunho, Junsu, dan Changmin itu kini bertambah 1 anggota baru. Kebingungan membuatnya hampir linglung. Untung saja suaminya-Hankyung dengan sigap mengambil alih cake ulang tahun yang hampir dijatuhkan begitu saja oleh sang istri.

Yoochun menepuk jidatnya yang lebar. Selalu begitu. Setiap kali orang tua Jaejoong-yang merupakan orang tua asuh juga paman dan bibinya memberikan kejutan di hari ulang tahunnya, waktunya tak pernah tepat. Tahun lalu, mereka memberi kejutan di rumah padahal Yoochun sedang mengajak Jaejoong berjalan-jalan di taman bermain. Dua tahun lalu, mereka sengaja datang ke tempat kerja Yoochun padahal namja itu sedang ada rapat. Begitu juga tahun-tahun sebelumnya.

"Lagi-lagi datang di saat yang tidak tepat, ya.", Heechul nyengir kuda, segera ia mengambil sapu tangan dari dalam sakunya kemudian mengelap tangannya yang sedikit berminyak akibat krim dari cake yang tadi dibawanya, "Maafkan atas sikapku..", Heechul membungkuk dalam, tangan kirinya menepuk punggung Hankyung, memintanya untuk ikut membungkuk, "Eh? Ah, mianhanda."

Dengan senyum terukir di wajah cantiknya, Heechul mengulurkan tangan pada Yoonhee, "Anneyong.. aku Heechul, eommanya Jaejoong."

Tak ada pergerakan dari eomma Yunho, yeoja paruh baya itu hanya menatap tangan Heechul yang terulur padanya.

"A..ada apa? Kau terkejut karena aku namja dan memperkenalkan diri sebagai seorang ibu?"

"A..aah, tidak.", Yoonhee menjabat tangan Heechul, "Aku Yoonhee, eommanya Yunho."

"Hmm. Ah, ini suamiku, Hankyung." Ujar Heechul sambil memegang pundak namja di sebelahnya.

Hankyung membungkukkan badannya lagi, ia tak bisa gunakan tangannya untuk menjabat tangan Yoonhee karena masih membawa cake, dan dibalas anggukan pula oleh yeoja paruh baya itu.

"Kalau kau tak keberatan, aku dan Hankyung akan sangat senang bila kau mau bergabung dengan kami merayakan ulang tahun Yoochun."

Yoonhee tersenyum, "Aku sama sekali tak keberatan."

"Kalau begitu cepat kita makan kuenyaa.." seru Changmin.

"Nde, eommaaa. Joongie ingin makan kueee."

"Eeeh, tidak boleh begitu. Harus menyanyikan ucapan selamat ulang tahun dan tiup lilin terlebih dahulu.", Heechul mengambil kue yang ada di tangan Hankyung dan meletakkannya di meja, "Chamkkamannyeo~.." perlahan ia membakar lilin yang sudah padam karena didiamkan cukup lama tadi, "Naah.. ayo kita bernyanyi."

Heechul mulai bertepuk tangan sesuai irama lagu ucapan selamat ulang tahun diikuti oleh yang lain.

"Saengil chukkae hamnida.. saengil chukkae hamnida.. Saranghaneun uri Yoochun.. saengil chukkae hamnida.."

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK

"Buatlah permohonan."

Yoochun mengangguk mengiyakan ucapan Heechul, memejamkan mata cukup lama, membukanya perlahan, dan meniup lilin di atas kue ulang tahun itu.

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK

Kembali tepuk tangan menggema dalam ruang tamu yang tak begitu luas namun cukup untuk menampung 8 orang yang kini sedang memasang wajah bahagia itu.

"Potong kuenya... dan berikan yang pertama pada orang yang spesi—oh, jangan padaku. Aku sedang diet."

Heechul menolak potongan kue pertama yang diberikan Yoochun.

"Yaa ahjumma.. Kupikir kau sudah cukup kurus, yang seharusnya diet itu orang ini.." Yoochun mengarahkan pandangannya pada Junsu, "Aah, ini kuberikan padamu saja." Ujarnya sambil menyerahkan sepotong kue di atas piring yang ada dalam genggamannya pada Junsu.

"Uhukk uhukk.." Heechul mengeluarkan suara batuk yang dibuat-buat, "Sudah kuduga.. diantara kalian berdua ada apa-apa. Buktinya kau memberikan kue itu pada Junsu."

"Aniyoo.. aku kasihan melihatnya yang sepertinya sangat ingin memakan kue itu. Lihat, air liurnya sudah menetes."

"Mwo?" Dengan satu tangan yang bebas Junsu menelusuri wajahnya, memastikan ucapan Yoochun, namun tak ada bekas apapun di sana, "Ya! Kau mengerjaiku ya?" Junsu meletakkan kue dalam genggamannya di atas meja, "Awas kau ya!"

Yoochun berlari menghindari kejaran Junsu. Jaejoong tertawa melihat kelakuan Tom and Jerry berwujud manusia itu sedang 5 orang lainnya menggeleng heran melihat tingkah laku mereka.

BAG BUGH

"Aww.. appo. Ahjumma, tolong.. Junsu sudah mulai beringas."

"Apa katamu?"

BAK BUK BAK BUK KROMPYANG BRETAAK GUBRAK BRUK CTANG CTING

"Maaf, ahjumma tak akan menolongmu. Biar kau rasakan itu. Salahmu selalu usil pada Junsu.", Heechul mengalihkan pandangannya dari duo Yoosu, kemudian tersenyum, "Tunggulah. Aku akan memotong-motong kuenya dan memberikannya pada kalian. Yoonhee sshi, kau harus mencoba kue ini, buatan temanku yang memiliki toko kue dekat sini, sangat enak."

"Jangan terlalu resmi begitu, cukup panggil aku Yoonhee yah saja."

"Eoh? Nde."

.

~yunjae~

.

Perayaan ulangtahun yang sederhana itu sudah berakhir beberapa menit yang lalu. Jaejoong sedang tidur di kamarnya, namja cantik itu sepertinya sangat lelah. Sedang yang lainnya sedang membantu tuan rumah membereskan ruang tamu yang keadaannya bak kapal pecah.

"Halmonie.." panggil Changmin seraya menghampiri Yoonhee.

Yoonhee menoleh pada cucunya sejenak kemudian kembali pada kegiatannya-mengepel lantai yang licin akibat krim kue yang berceceran, "Wae, Minnie ah?"

"Sebelumnya maaf, Min pernah melihat saat appa membicarakan Jaejoong ajusshi kepada halmonie, halmonie malah diam saja."

"Hmm.."

"Ketika Min sedang bersama Jaejoong ajusshi, Min seperti berada di dekat eomma."

"Jadi, tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan kan, ahjumma?"

"Junsu yah/Junsu ajusshi.." ujar Changmin dan Yoonhee bersamaan saat melihat sang pemilik suara yang baru saja bergabung diantara mereka.

"Kau menguping.."

Junsu memasang pose 'peace' sambil nyengir kuda, "Mian, ahjumma.." kemudian memasang ekspresi serius, "Jaejoong hyung memang tak seperti kita, kekurangannya adalah hal yang kebanyakan tidak disukai orang pada umumnya, merepotkan lah, bahkan terkadang membahayakan.. tapi ahjumma bisa lihat sendiri, Jaejoong hyung tumbuh dengan kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya. Jadi aku rasa, hal-hal yang ahjumma takutkan tak akan terjadi."

Yoonhee yang memandang Junsu dan Changmin bergantian, kemudian tersenyum entah apa maksudnya.

"Halmonie kenapa tak mengatakan apa-apa?"

"Ne ahjumma, kenapa diam saja? Katakan sesuatu.. dan apa maksud senyumanmu tadi, hmm?"

"JUNSUUUU..."

Terdengar teriakan Yoochun. Junsu melirik malas pada namja berjidat lebar yang cukup jauh darinya itu sambil mengorek(?) telinganya dengan jari kelingking, "Ish, orang itu. Ada apa teriak-teriak memanggil namaku? Membuat telingaku sakit saja.."

"Kau datangilah dia.."

"Shireoo.. ahjumma jawab dulu pertanyaanku tadi."

"Junsu yah, tolong akuuu.."

Terdengar lagi teriakan Yoochun.

"Sudah sana..." Yoonhee mendorong punggung Junsu dari belakang kemudian kembali melanjutkan kegiatannya.

"Ada apa sih?" tanya Junsu kesal saat berada di hadapan Yoochun.

"Lihatlah.. rambutku terkena permen karet." Jawab Yoochun seraya menunjukkan rambutnya yang lengket.

"Bagaimana bisa.. aisshh, ini lengket sekali. Biar aku ambil gunting."

"Ya! Gu—gunting untuk apa?"

"Tentu saja untuk memotong rambutmu."

"Mwo? Shireoo.. memangnya kau punya pengalaman memotong rambut?"

"Belum sama sekali."

"Kalau begitu jangan lakukan, aku tidak mau pitak-pitak nanti."

"Lalu bagaimana?"

"Singkirkan saja permen karet sialan itu."

"Bagaimana caranya? Ini benar-benar lengket, jidat lebar. Jinjja.. Aaah, potong rambut di salon saja."

"Shireo.."

"Wae?"

"Aku tidak mau orang-orang di jalan meliha aku yang biasanya tampan dan menawan menjadi seperti ini."

Junsu memasang tampang malas kemudian menarik permen karet itu kuat-kuat.

"Ya! Ya! Kau menariknya terlalu kencang.. aarrgh."

"Rasakan!"

.

~yunjae~

.

"Nah sudah selesai." Ujar Yoonhee seraya meletakkan gunting yang tadi ia gunakan untuk memotong rambut Yoochun.

Yoochun memperhatikan patutan dirinya di depan cermin, "Wooow.. guntingannya benar-benar rapi dan bagus. Ahjumma hebat.."

"Bagaimana kalau tanda terima kasihnya restumu untuk Jaejoong dengan anakku Yunho?"

Yoochun, Junsu, dan Changmin sontak memandang Yoonhee seperti tak percaya akan kalimat yang baru saja mereka dengar dari mulut yeoja paruh baya itu.

"A—a—"

Junsu sampai tak bisa mengeluarkan kata-kata.

"Aku sudah memberinya bahkan sebelum ahjumma memintanya." Ujar Yoochun disertai senyum.

Ketiga orang lainnya ikut tersenyum.

"Jangan beritahukan ini pada Yunho, ne. Biar aku sendiri yang mengatakan kepadanya."

"Tapi aku sudah mendengarnya, eomma."

Semua menoleh pada Yunho yang baru saja datang ke hadapan mereka, namja tampan bermata musang itu sepertinya mendengar semuanya.

Yoonhee tersenyum pada anak semata wayangnya itu, "Jadi apa kau senang?"

"Sangat senang." Yunho memeluk sang eomma erat, "Gomawo."

.

~yunjae~

.

Matahari sebentar lagi akan tenggelam namun kediaman Jaejoong masih ramai seperti siang tadi. Tampak YunJaeMin yang sedang bermain air-padahal awalnya mereka berniat menyiram tanaman yang tumbuh dengan indah di taman belakang rumah, para orangtua-Hankyung, Heechul, Yoonhee duduk dan bercengkerama di sisi taman, sedang Yoochun dan Junsu memisahkan diri dengan menatap langit yang mulai gelap dari beranda lantai 2 sambil sesekali memandang 6 orang lain yang berada di bawahnya.

"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau hari ini ulang tahunmu?"

"Untuk apa? Itu bukan hal yang penting."

"Aku belum menyiapkan apapun untuk diberikan kepadamu sebagai kado ulang tahun."

"Tidak perlu. Bagiku ini sudah lebih dari cukup. Aku sudah mendapatkan apa yang diingunkan semua orang di dunia ini. Walau bukan orangtua kandung, Hankyung ajusshi dan Heechul ahjumma memberikan kasih sayang yang begitu besar kepadaku. Menjadi bagian dari keluarga Jae hyung adalah kado terindah untukku."

"Tapi di ulang tahunku kemarin, kau menghadiahkan sepatu untukku—aah.. chamkammannyeo..."

Teringat sesuatu, Junsu meninggalkan Yoochun sebentar dan kembali dengan membawa sesuatu di tangannya, "Ini topi kesukaanku, kuberikan padamu sebagai kado ulangtahunmu."

Yoochun menerima topi yang diserahkan Junsu, "Biasanya benda kesukaan akan diberikan hanya pada orang yang disukai."

"Kau ingin sekali disukai olehku ya?"

"Tidak jugaaa.. hmm, aku akan menarik ucapanku tadi, selain menjadi bagian dari keluarga Jae hyung, topi ini juga kado terindah bagiku, dari orang yang kusukai."

Merasa malu, Junsu mengalihkan pandangannya dari Yoochun menuju ke bawah dimana para orang tua kini bergabung dengan yunJaeMin bermain air. Dengan cepat Yoochun merangkul Junsu dan ikut menatap ke bawah.

"Ahjummaaaaa, kekasihku baru saja memberikan kado ulang tahun padaku.."

"Ya! Sejak kapan aku jadi kekasihmu, huh?" gerutu Junsu sambil melepaskan diri dari rangkulan Yoochun.

"Kalau begitu cepatlah turun. Ahjumma ingin memberi selamat pada kalian berduaa.." Heechul ikut berseru dari bawah.

Yoochun mengangguk dan segera menarik Junsu untuk bergabung dengan yang lainnya di taman belakang.

SYUUUUUURRR

Heechul mengarahkan selang yang mengalirkan air pada Yoosu yang baru saja datang ke hadapannya, "Chukkae..."

"Yaa ahjummaaa, kenapa memberi selamatnya dengan air?"

Yoochun tak terima, diambilnya selang lain yang tak jauh darinya dan membalas perbuatan Heechul tadi. Hankyung dan Yoonhee memisahkan diri dari acara main air yang semakin menggila karena bertambahnya 2 anggota baru.

"Sepertinya kita membutuhkan dana ekstra."

"Yeah.. 2 pernikahan akan digelar sekaligus."

END

a/n: aaaaaahhh,, ending mengecewakan :/ dan, apakah ada yang berpikiran sama dengan saya kalau ini udah kayak Yoosu fanfic? XD ttapi saya emang suka banget sama Yoosu disini. Reader boleh timpuk saya kalau tak puas

okay, ini balasan review:

DahsyatNyaff: sip ini dilanjut :) gomawo reviewnya^^

Artemis Jung: Hwaiting :) gomawo reviewnya^^

Galaxy YunJae: makasih udah dibilang bagus :) sip ini dilanjut. Gomawo reviewnya^^

Guest: (jd jaema keterbelakangan mental ny dr kcl ya? Lanjuttt) yap. Sip ini dilanjut :) gomawo reviewnya^^

Editor: males ah bilang-bilang :P

Guest: (huaaa...bagussss..romantis...kerennn..lnjutt) makasih makasih :) gomawo reviewnya^^

Buat yang follow ff ini: DahsyatNyaff, Je Park, Willow Aje Kim, boobearchangkyu, ifa . p. arunda, jae sekundes, nur. lazuardy, vianashim, yeye uun

Buat yg favoritin ff ini: Artemis Jung, ChientzNimea2Wind, DahsyatNyaff, Galaxy YunJae, azahra88, boobearchangkyu, ifa. p. arunda, jae sekundes, nur. lazuardy, yeye uun

Buat reviewer: DahsyatNyaff, Artemis Jung, Galaxy YunJae, Guest 1, Editor, Guest 2

Makasih banyaaaaaak atas perhatiannya pada ff ini :)