Give Love
Author : Hoonna Oh
Cast : Do Kyung Soo
Kim Jong In
The other cast find them by yourself ^^
KAISOO slight CHANBAEK,
Genre : Romance, School life, family and it's GS
Length: TWO SHOT
Rated : T
Disclaimer: EXO belong to SM Entertainment and their parent. I only borrow the member's name. The plot is totally mine. Don't plagiarist.
::
If you do not like my story, just do a simple thing, click the exit bottom. Simple^^
::
Warning:
Typo everywhere, Alur lambat, GAJE
::
Story begin
/
~Kaisoo Present~
Part 2
\\
Author POV
Dengan langkah ceria Kyungsoo bergegas menuju lokernya untuk mengambil beberapa buku, tak lupa ia menyenandungkan beberapa lagu dari band favoritnya. Sebelum mencapai belokan terakhir menuju tempat loker, ia hampir menabrak seseorang. Ketika ia mendongakkan wajahnya, betapa terkejutnya Kyungsoo melihat wajah seseorang yang menabraknya. Tak berbeda jauh dengan Kyungsoo, orang tersebut juga tak kalah kaget, tetapi ia buru-buru mengubah ekspresi kagetnya dengan senyuman.
"Jo-Jongin-ah, annyeong." Kyungsoo menyapa Jongin dengan gugup. Ia hanya mampu menundukkan kepalanya sambil curi-curi pandang ke arah Jongin.
"Eoh, annyeong Kyung noona" Jawab Jongin kalem. Jongin sedikit mengulum senyum melihat kelakuan sunbaenya.
"Eung, ngomong-ngomong apa yang sedang kau lakukan di koridor tingkat 2? Tidak biasanya siswa tingkat 1 berada di lantai ini." Kyungsoo sedikit bingung, karena siswa tingkat 1 kebanyakan malas untuk pergi ke lantai dua maupun lantai tiga jika tidak ada kepentingan.
Sebagai informasi saja, sistem sekolah tempat Kyungsoo yaitu lantai tiga untuk siswa tingkat tiga, lantai 2 untuk siswa tingkat 2, dan lantai 1 untuk siswa tingkat satu dan ruang guru. Jadi tidak aneh jika Kyungsoo heran kenapa Jongin bisa ada di lantai dua.
Mendengar pertanyaan Kyungsoo barusan membuat Jongin gugup dan salah tingkah.
"Eoh, i-itu aku, aku dari toilet. Ya, dari toilet noona. Aku tadi ingin menemui Joonmyeon Hyung, ta-tapi karena aku sudah diujung, yah jadi aku memilih toilet di lantai ini noona. Ehe"
"Kalau begitu, aku ke kelas duluan ya noona, an-anyeong." Pamit Jongin dengan tiba-tiba.
Kyungsoo yang masih sedikit tersipu melihat senyuman Jongin, tidak terlalu memperhatikan Jongin yang berlalu begitu saja. Setelah tersadar dari keadaannya, ia baru menyadari Jongin telah pergi. Dengan kecewa Kyungsoo meneruskan langkah menuju lokernya yang berada di ujung koridor dekat toilet. Setelah melewati belokan terakhir menuju tempat loker, dari kejauhan Kyungsoo melihat siluet namja yang Kyungsoo yakini bernama Kim joonmyeon keluar dari toilet pria.
"Joonmyeon sunbae, anyeonghaseyo" Sapa Kyungsoo ramah.
"Oh, Kyungsoo-ya anyeong." Jawab Joonmyeon tak kalah ramah.
"Sunbae, apa yang sedang kau lakukan di toilet lantai dua?" tanya Kyungsoo penasaran, Karena setau dia setiap lantai di gedung sekolah ini memiliki toilet masing-masing. Dan karena Joonmyeon itu tingkat tiga, seharusnya dia juga memakai toilet di lantai 3.
"Aku sedang mengadakan pengecekan rutin Kyung. Tahulah sendiri tugas ketua Organisasi Siswa. Maaf Kyung aku tak bisa lama-lama di sini, aku masih harus mengecek toilet di lantai satu. Sampai jumpa Kyung-ah." Sambil tergesa-gesa Joonmyeon meninggalkan Kyungsoo yang mengangguk-angguk tanda ia paham dengan penjelasan Joonmyeon.
Saat melangkah menuju tempat lokernya, Kyungsoo merasa kepikiran dengan sesuatu yang mengganjal pada pikirannya. Ia merasa ada yang keliru. Tiba-tiba ia teringat sesuatu yang seharusnya ia sadari sedari tadi.
"Ha! Bukannya tadi Jongin mencari Joonmyeon sunbae. Tidakkah ia tadi bertemu dengan Joonmyeon sunbae di toilet."
"Ahh, molla. Mungkin Jongin tidak menyadari kehadiran Joonmyeon sunbae tadi di toilet." Merasa ia sedikit pusing dengan pemikiran barusan, Kyungsoo akhirnya menyerah dan berpositif thinking dengan kejadian yang ada.
Saat membuka lokernya, hal pertama kali yang muncul dalam penglihatan Kyungsoo adalah, selembar kertas yang jatuh kelantai. Dengan penasaran Kyungsoo memungut kertas tersebut, mungkin saja itu kertas hasil tesnya waktu itu. Dengan segera ia membaca apa yang tertulis dalam kertas tersebut.
Temui aku di taman belakang sekolah, jam istirahat nanti -KJ-
Kyungsoo membulatkan matanya membaca tulisan tersebut, ia tidak menyangka dengan isi yang tertera di dalam kertas tersebut. Ia mengedarkan pandangannya di segala penjuru koridor untuk mengetahui siapa yang telah menaruh kertas tersebut di dalam lokernya. Dengan sedikit bingung ia menyimpan kertas tersebut dalam saku blazernya, untuk nanti ia perlihatkan pada Baekhyun, agar bisa mendapat saran dari sahabatnya tersebut. Tak dapat dipungkiri, Kyungsoo sedikit senang dengan kertas misterius tersebut, tetapi dilain pihak ia sedikit khawatir, apabila kertas tersebut hanya kertas perbuatan siswa iseng. Setelah mengambil keperluan yang dibutuhkan, Kyungsoo dengan segera meninggalkan tempat loker untuk menuju kelasnya.
~0~
Saat jam istirahat, Kyungsoo memilih untuk makan terlebih dahulu dikantin sambil membahas surat misterius tersebut bersama Baekhyun. Kyungsoo dan Baekhyun memilih meja paling pojok agar pembahasan mereka tidak mendapat gangguan dari siswa yang berlalu lalang.
"Perlihatkan padaku Kyung surat tersebut." Pinta Baekhyun tak sabaran. Padahal mereka baru mendudukkan bokong mereka, bahkan makanan dihadapan mereka pun belum tersentuh sepenuhnya.
"Sabar nona Byun." Walaupun begitu Kyungsoo tetap memberikan kertas tersebut kepada Baekhyun. Setelah membaca dan memahami isi surat tersebut, Baekhyun pun menyuarakan spekulasinya.
"Aku menebak surat ini dari Joonmyeon sunbae." Kata Baekhyun mantap. Kyungsoo yang mendengar pernyataan tersebut tersedak makanan yang akan ditelannya. Dengan tergesa ia meminum orange juice yang dipesannya tadi.
"Ya! Apa katamu? Joonmyeon sunbae? Ya! Michinneom? Darimana pikiranmu itu berasal."
"Mendengar dari ceritamu tadi yang bertemu dengan joonmyeon sunbae di koridor lantai dua, aku menebak mungkin saja Joonmyeon sunbae yang meletakkan kertas tersebut di lokermu." Jawab Baekhyun mantab.
"Ya! Asal kau saja, aku tak pernah dekat dengan joonmyeon sunbae sebelumnya. Lagi pula apa kau tak ingat kalau Joonmyeon sunbae sudah memiliki kekasih. Apalagi kekasih Joonmyeon sunbae itu sangat populer." Sengit Kyungsoo tak terima. Dia sedikit kesal sekarang, mana mau dia sama Kim Joonmyeon, ya walaupun dia pintar, ramah, baik, dan tentunya kaya, tapi tetap saja dia bukan tipenya, karena Kyungsoo tak mau punya namja penjek. Ehh #maafkandakubangsuho T.T
"Aku lupaa." Kata Baekhyun sambil menepuk jidatnya. Melihat itu Kyungsoo hanya bisa sweatdrop. Setelah tenang dengan perdebatan kecil tersebut, Kyungsoo dan Baekhyun melanjutnya acara makan mereka yang tertunda.
BRAK
Baekhyun dan beberapa siswa yang mejanya dekat dengan Kyungsoo terkejut mendengar gebrakan meja tersebut. Dengan segera Baekhyun memberikan deathgralenya pada Kyungsoo, yang hanya dibalas dengan cengiran oleh si pelaku penggebrakan.
"Aku tahu siapa yang mengirip surat itu Baek." Ujar Kyungsoo dengan penuh keyakinan.
"Nugu?" Baekhyun bertanyaan penasaran. Sedikit sebenarnya.
"Kim Jongin" Jawab Kyungsoo dengan mantab. Mendengar pernyataan Kyungsoo membuat Baek tertawa dengan heboh, yang kemudian mendapat lemparan tisu dari Kyungsoo sebagai hadiah telah menertawainya.
"Do Kyungsoo, Ya! Kau bermimpi di siang bolong. Bagaimana bisa Jongin yang memberikan kertas itu padamu. Dari pada Jongin, dugaanku lebih mengarah pada Joonmyeon sunbae." Kata Baekhyun setelah ia bisa mengendalikan tertawanya.
"Lagipula Jongin kan tidak pernah terlibat apapun denganmu, apalagi mendengar rumor yang menyatakan dia sedang dekat dengan Jung Soojung, siswi poluler nomor satu di sekolah ini. Aku tak yakin itu kelakuan jongin." Terang Baekhyun lebih detail.
"Ya! Jangan menertawakanku, akukan hanya mengeluarkan pendapatkanku. Kau membuatku seolah-olah tak pantas menjadi yeojachingunya Jongin, Baek." Rajuk Kyungsoo sambil mempoutkan bibirnya mendengar apa yang dikatakan Baekyun itu memang sebuah kebenaran. Kyungsoo sebenarnya berharap kertas tersebut berasal dari Jongin, tetapi mengingat selama ini Ia memang tidak dekat dengan Jongin membuatnya sedikit membenarkan perkataan Baekhyun. Apalagi rumor yang beredar bahwa Jongin sedang dekat dengan Soojung, si siswi cantik dan populer, luntur sudah harapan Kyungsoo.
Kyungsoo dan Baekhyun yang terlalu asyik dengan pikirannya masing-masing, membuat mereka tidak menyadari sesosok namja jangkung yang ikut mendudukkan bokongnya di kursi samping salah satu yeoja tersebut. Penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh kedua yeoja tadi, namja tersebut kemudian mengambil kertas yang tergeletak dimeja dan membacanya dengan teliti.
"Ahaaa!"
Mendengar suara asing tersebut, tak ayal Kyungsoo dan Baekhyun pun kaget. Hampir saja Baekhyun menyemburkan lemon tea yang sedang disedotnya ke muka Kyungsoo yang kebetulan duduk di depannya.
"Ya! Park Chanyeol." Sungut Kyungsoo dan Baekhyun berbarengan. Pria Jangkung yang nyatanya teridentifikasi bernama Park Chanyeol tersebut hanya memberikan cengiran khasnya pada Baekhyun dan Kyungsoo.
"Apa-apaan kau itu! Membuatku kaget saja, untung aku tidak tersedak minumanku." Baekhyun marah-marah karena kaget mendengar suara berat Chanyeol.
"Gezz, menyebalkan."
"Wahai yeoja-yeojaku yang cantik, aku tau siapa yang memberikan surat ini." Terang Chanyeol dengan gayanya yang menyebalkan.
"Aku tak sudi jadi yeojamu." Jawab Kyungsoo dingin. Sedangkan Baekhyun, jangan ditanya bagaimana reaksi yeoja tersebut, ia sudah siap dengan jurus andalannya.
"Park Chanyeol, beraninya kau menggoda sahabatku di depan mata kepalaku sendir, Ha!" Tak lupa dengan ia yang menarik sisi sebelah kanan telinga Chanyeol, hingga membuat namja tersebut meringis menahan perih.
"A! Yak! Bakkie-ya appo, mian, mian. Aku hanya bercanda chagi." Melihat Chanyeol yang kesakitan, Baekhyun pun melepaskan jewerannya. Sedangkan Kyungsoo sudah tidak peduli dengan pertengkaran tersebut. Dan Park Chanyeol, jangan ditanya, ia sedang sibuk mengelus-elus telinganya yang terasa panas karena jeweran maut sang kekasih.
"Ok, Back to Topic, jadi menurutmu siapa pengirim surat tersebut?" Mendengar pertanyaan tersebut dengan percaya diri Chanyeol menyebutkan satu nama yang tidak asing ditelinga Kyungsoo dan Baekhyun.
"Kim Jongdae?!" Mendengar nama tersebut, tak ayal membuat Kyungsoo dan Baekhyun memelototkan matanya. Terlihat sekali bahwa kedua yeoja tersebut sangat syok mendengarnya.
"Yak! Maksudmu si Kim Jongjae si raja troll di kelasku itu? Darimana kau mendapat kesimpulan seperti itu?"
"Itu karena setiap aku pergi ke kelasmu si Jongdae itu selalu mengganggu Kyungsoo yang sedang asyik dengan dunianya sendiri, bukannya itu membuktikan bahwa dia menyukai Kyungsoo."
"Itu konyol sekali Park." Tegas Kyungsoo tak terima. Huh, bisa mati berdiri dia kalau benar jika si pengirim kertas miterius itu adalah Jongdae. Raja trollnya Seungri High School. Jika surat itu Jongdae yang mengirimkan surat itu, kemungkina isinya hanya akal-akalan Jongdae saja.
"Yak! Konyol bagaimana? Aku seperti melihat pancaran cinta yang diberikan Jongdae untukmu." Chanyeol terus mengeluarkan bukti yang mendukung spekulasinya.
"Kyung-ah, menurutku benar apa yang dikatakan Channie, mungkin kertas tersebut dari jongdae. Mungkin selama ini dia mencintaimu secara diam-diam." Mendengar pernyataan Baekhyun, Kyungsoo pun memberikan deathgrale -yang tidak kelihatan menyeramkan sama sekali- untuk sepasang kekasih di depannya. 'Pancaran cinta apaan? Pancaran kejailan iya' sungut Kyungsoo dalam hati.
"Ck, lihat belakang kalian."
"Heh?" Otak Baekhyun dan Chanyeol masih dalam tahap loading.
"Pokoknya cepat lihat belakang kalian." Kesal Kyungsoo melihat kelemotan kedua temannya itu. Dengan segera Baekhyun dan Chanyeol menengokkan kepalanya. Dan betapa terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat.
"Yak! Sejak kapan si troll itu punya pacar? Wahh, Kyung kita harus minta traktiran padanya." Heboh Baekyun melihat Jongdae yang sedang bermanja kepada seorang yeoja yang diyakini merupakan kekasihnya. Melupakan fakta jika tadi Ia mendukung pernyataan Chanyeol bahwa Jongdae menyukai Kyungsoo.
"Bahkan dia berpacaran dengan Minseok noona. Ck, beruntung sekali si raja troll itu." Tambah Chanyeol menanggapi.
"See, terbuktikan, bukan Jongdae yang memberikanku surat tersebut."
"Terus siapa lagi kemungkinannya? Seolma, Jonghyun sunbanim." Tebak Baekhyun ragu-ragu. Yang ditanggapi Kyungsoo dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Jonghyun sunbaenim kan dekat denganmu kyung."
"Eish, mana mungkin." Sangkal Chanyeol dengan cepat mendahului Kyungsoo yang ingin menyangkal pernyataan Baekhyun. "Menurutku ini ulah hoobae kita, Jongkook. Jongkook kan ngefans setengah mati pada Kyungsoo."
"Maksudmu jongkook si anak basket itu?" Yang dijawab dengan anggukan Chanyeol. Memang benar bahwa Jongkook ngefans pada Kyungsoo. Hampir setiap hari –kecuali minggu– Jongkook selalu mendatangi kelas Kyungsoo untuk bertemu dengan Kyungsoo –yang kata Jongkook merupakan malaikat yang turun ke bumi untuk bertemu dengannya–, setelah melihat Kyungsoo menyanyi dengan indah pada saat malam inagurasi masa orientasi siswa beberapa bulan yang lalu.
"Kim Jongkook? Yak! Dia itu bernama Jeon Jongkook, bukan Kim Jongkook. Dia memakaia marga Jeon bukan Kim."
"Darimana kau tau marganya Jongkook itu Jeon? Jongkook itu bermarga Kim." Chanyeol tak mau kalah, setahu dia Jongkook itu bermarga Kim.
"Jongkook itu teman adikku. Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali. Saat pertama kali dia bertemu denganku, dia memperkenalkan dirinya dengan marga Jeon, bukan Kim" Baekhyun juga tak mau kalah. Melihat temannya yang berdebat tidak karuan, Kyungsoo memilih pergi untuk menemui orang tersebut ditaman belakang sekolah.
'Daripada aku mati penasaran, lebih baik aku menemuinya sekarang juga. Ck, bahkan mereka sama sekali tidak membantu.' Dengan langkah tergesa Kyungsoo meninggalkan Baekhyun dan chanyeol yang masih mendebatkan marga Jongkook di meja tersebut.
Setibanya di taman belakang sekolah, Kyungsoo memutuskan untuk menunggu pengirim surat tersebut di bangku yang terletak di bawah pohon yang terlihat rindang. Sesekali ia mengedarkan pandangannya untuk melihat, kalau-kalau ada seseorang yang datang kearahnya. Setelah menunggu sekitar 10 menit lebih belum terlihat tanda-tanda ada seseorang yang akan mendatanginya.
Di suasana yang sepi –taman belakang sekolah biasanya sepi– itu, Kyungsoo sayup-sayup mendengar percakapan dua orang namja dan yeoja. Karena merasa penasaran Kyungsoo pun memutuskan mengetahui lebih jelas siapa kedua orang tersebut. Kyungsoo sangat terkejut ketika mengetahui siapa orang dibalik pohon tersebut. Disana terlihat Jongin yang sepertinya sedang mengatakan sesuatu kepada Soojung yang sedang bergelayut manja di lengan laki-laki tersebut.
"Jung-ie kembalilah ke kelasmu. Aku sedang ingin sendirian hari ini."
"Tidak mau. Aku ingin tetap bersamamu di sini. Nanti kalo aku pergi, kemudian para fansmu yang centil-centil itu mendekatimu bagaimana? Bagaimanapun juga aku tidak rela kejadian itu terjadi."
"Tapi..."
Karena tak sanggup mendengar kata-kata yang menyakitkan itu lebih lanjut, Kyungsoo memutuskan untuk kembali duduk di bangku semula. Dengan dada yang perlahan terasa sesak, ia mencoba mengabaikan sayup-sayup suara Soojung yang masih merengek manja kepada Jongin.
"Huft, kenapa rasanya sesakit ini. Apakah aku sudah terlanjur mencintainya?"
"Mungkin Baekhyun benar, pengirim surat ini bukan Jongin. Ha! Kenapa aku sangat berharap sekali bahwa pengirim surat ini adalah Jongin. Pabo! Kyungsoo pabo! Paboya!" Karena terlalu asyik dengan dunianya sendiri, Kyungsoo tak menyadari seseorang telah duduk disampingnya.
"Ehm, Kyungsoo Noona, sedang apa kau disini? Dan siapa yang kau bilang pabo?" Mendengar seseorang berbicara dengannya, dengan segera Kyungsoo menengok kearah sumber suara. Mata Kyungsoo membulat lucu karena kaget, bagaimana ia tidak kaget melihat Jongin duduk disampingnya sambil memamerkan senyum yang menawan.
Kyungsoo POV
"Ehm, Kyungsoo Noona, sedang apa kau disini? Dan siapa yang kau bilang pabo?" Aku mendengar suara seseorang bebicara di sampingku. Aku pun memutuskan meliat orang tersebut. Jongin? Sejak kapan ia di sampingku? Bukannya tadi sedang bersama Soojung di balik pohon besar dibelakang. Aish, aku jadi teringat kembali dengan kemesraan Jongin dan Soojung tadi.
"Eoh, aku sedang menunggu seseorang Jongin-ah. Tapi entahlah orang yang menyuruhku datang kesini malah tidak menujukkan batang hidungnya. Mungkin aku sedang dikerjai oleh seseorang." Entahlah, aku sudah lelah. Aku disini, mungkin sudah setengah jam menuggu orang itu. Tetapi tidak ada seorangpun yang datang menemuiku. Mungkin benar surat tersebut hanya akal-akalan siswa lain untuk mengerjaiku.
"Mungkin aku kembali ke kelas saja sekarang. Aku per–"
"No-noona bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku yang mengirimkan surat itu."
"HEH?!" Apa? Aku tak salah dengarkan? Apa aku perlu ke dokter THT untuk memeriksakan pendengaranku. Tidak mungkin yang mengirim surat di lokerku itu Jongin.
"Yak! Jangan bercanda Kim Jongin. Bercandaanmu itu tak lucu."
"Aku tak bercanda Noona. Sebenarnya aku memintamu menemuiku disini karena aku ingin memberitahukan Noona sesuatu." Aku menunggu dengan harap-harap cemas dengan apa yang ingin di katakan oleh Jongin. Apakah ia mengirimiku surat tersebut untuk mengerjaiku. Tetapi tak bisa kupungkiri, entah sejak kapan hatiku berdebar-debar mengunggu pernyataan dari Jongin.
"Sebenarnya aku.. Sebenarnya aku menyukaimu Noona. Aku telah menyukaimu sejak pertama kali aku bertemu di sekolah ini. Dan aku bertambah menyukaimu setelah aku mendengar cerita tentangmu dari Sehun. Jadi Kyungsoo Noona, di sini Kim Jongin meminta Do Kyungsoo untuk menjadi Yeojachingunya, apakah kau bersedia?"
Apa? Jadi dia dia juga menyukai. Kim Jongin juga menyukaiku. Tuhan, rasanya ingin sekali terbang ke angkasa dan terjun secara bebas ke laut lepas untuk mengekspresikan perasaan senangku yang meluap-luap ini. Sebelum kemudian kesenanganku digantikan dengan sekelebatan bayangan Jongin dengan Soojung saat dibalik pohon tadi. Benar, bagaimana dengan Soojung? Bukanya mereka pacaran. Ingin sekali aku mengatakan 'YA! Aku mau Jongin' tetapi itu tidak mungkin. Aku tidak sejahat itu untuk menjadi perusak hubungan orang lain.
"Maaf Jongin aku tidak bisa menerima permintaanmu. Aku takut kau hanya mempermainkanku. Karena aku tau, kau sedang berpacaran dengan Soojung." Setelah mengatakan kalimat tersebut, aku memberanikan diri untuk menatap manik hazel Jongin. Kulihat kau membulatkan matamu mendengar jawabanku. Apa maksud reaksimu itu Jongin? Apakah kau kaget mendengar penolakanku? Atau kau malah kaget jika aku mengetahui hubunganmu dengan Soojung. Entahlah aku tidak bisa membaca tatapanmu itu kepadaku, tetapi sekilas aku melihat kilat kesedihan di matamu.
"Noo-noona, hubunganku dengan Soojung bukan seperti yang Noona Pikirkan."
"Sudahlah Jongin tidak usah mengelak. Aku tadi melihatmu tengah berduaan dengan Soojung kok. Jadi aku sudah tau hubungan kalian. Chukhae Jongin-ah." Kuberikan senyuman manis yang bisa kulakukan saat ini. Bagaimana bisa aku memberikan senyum manis, disaat hatiku nyeri mengetahui kenyataan ini.
"Noo-noona Soojung ituu—"
"Wahh, uri Jong-ie. Akhirnya kau menyatakan perasaanmu. Apa kau diterima? Pasti Kyungsoo sunbae menerimanya." Aku sedikit terkaget mendengar suara cempreng yang menuju kearah kami, arahnya berasal dari balik pohon besar dibelakangku, aku bertambah kaget saat mengetahui suara tadi merupakan suaranya Soojung. Suasana yang semula tegang sedikit tercairkan dengan suara yang heboh Soojung. Aku melihat Soojung mendatangi kami dengan wajah yang berbinar-binar. Ada apa dengannya? Kenapa ia keliatannya senang mengetahui pacarnya menyatakan perasaannya pada yeoja lain? Dia sangat aneh.
"Jung Soojung. Kau menggagalkan pernyataan cintaku."
"Wae? Bukannya Kyungsoo unni telah menerimamu? Aku kan Cuma mau memberikan selamat pada Jong-ie ku."
Rasanya aku ingin menangis saja mendengar perkacapan mereka. Bagaimana bisa mereka memiliki panggilan khusus yang manis seperti itu. Lagipula mereka membuatku risih dengan pertengkarannya itu.
"Pokoknya ini semua kesalahanmu. Coba saja kalo setiap hari kau tidak menempeliku layaknya perangko. Pasti sekarang Kyungsoo noona sudah menjadi pacarku."
"Kenapa kau jadi menyalahkanku? Kau fikir aku menempelimu itu tidak ada artinya. Aku itu menempelimu agar menghindarkan dirimu dari siswi-siswi genit yang mau menggodamu."
"Tapi kelakuanmu itu membuat Kyungsoo noona salah paham kepadaku. Dia menolak pernyataan cintaku tadi. Pokoknya aku tidak mau tahu, kau harus menjelaskan semuanya pada Kyungsoo Noona."
"Bisakah kalian berhenti. Aku bingung dengan tingkah kalian berdua. Kalau kalian menganggap aku tidak dibutuhkan ditempat ini, lebih baik aku pergi saja." Akupun sudah tidak tahan dengan keadaan ini. Mungkin mereka terlalu senang dengan dunia mereka hingga mengacuhkanku. Lebih baik aku pergi. Tetapi belum juga aku membalikkan badanku seseorang lebih dulu menahan tanganku mengisyaratkan agar aku tidak boleh pergi dari tempat ini. Ketika aku melihat siapa orangnya, ternyata itu Jongin. Dengan sorot mata sarat permohonannya ia menyuruhku untuk tetap berada di tempat.
"Jangan pergi Noona. Aku mohon~. Jung Soojung! Cepat jelaskan apa hubungan kita." Akupun memutuskan tetap tinggal. Meskipun aku tau hatiku yang akan tersakiti di akhir, aku memilih mendengarkan penjelasan Soojung. Jadi apabila nanti Soojung benar-benar pacaran dengan Jongin, aku bisa dengan perlahan menyerah dengan perasaanku terhadap Jongin. Aku sedikir iri melihat mereka, mereka begitu cocok dan begitu sempurna untuk bersama. Aku yang sedang asyik dengan pikiranku sendiri terganggu akibat suara Soojung yang tiba-tiba menertawakan Jongin dengan keras.
"HAHAHA! Jadi kau tadi di tolak Kyungsoo unni. Daebak! Prince Jongin ditolak saat menyatakan perasaan cintanya. Bagaimana reaksi para fansnya ya? HAHAHA. Aku harus memberitahukan ini pada Jongsuk Oppa. Ini akan menjadi lelucon diantara kita sepanjang tahun." Bahkan Soojung telah mengenal dekat keluarga Jongin. Hah? Apalah arti seonggok itik buruk rupa dihadapan seekor angsa yang cantik. Tetapi kenapa Soojung malah tertawa disaat ia mengetahui pacarnya menyatakan perasaannya kepada gadis lain. Soojung benar-benar aneh.
"Diamlah Jung Soojung. Cepat Jelaskan."
"Uhm. Jadi begini Sunbae. Sebenarnya aku dan Jongin itu tidak pacaran sunbae. Garis bawahi itu, kita tidak berpacaran. Ih, aku saja jijik membayangkan jika aku harus berpacaran dengan anak hitam ini."
"Yak! Jelaskan saja tak usah mengejekku." Terlihat Jongin kesal dengan penjelasan Soojung. Tidak hanya Jongin saja sebenarnya yang kesal. Aku juga kesal. Soojung cepatlah, aku ingin mengakhiri rasa nyeri yang menggerogoti hatiku ini.
"Ish, iya aku jelaskan, dasar tak sabaran. Jadi begini unni, bolehkan aku memanggil sunbae unni? Pokoknya harus boleh. Aku sudah terlanjur mengganggap unni sebagai unniku" Aku hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan antik gadis cantik di depanku ini. Untung kau cantik Soojung-ah, jadi aku memafkanmu.
"Jadi begini sebenarnya unni. Namja hitam yang ada di depanmu ini sama sekali bukan pacarku. Aku selalu menempeli Jongin karena aku tidak suka meliat banyak gadis-gadis genit yang suka menggoda Jongin. Menurutku mereka itu tak pantas bersanding dengan Jongin. Jadi aku putuskan aku akan terus menempeli Jongin, hingga Jongin benar-benar menemukan wanita yang disayanginya. Hubunganku dan Jongin itu hanya sekedar sepupu yang telah terbiasa kemana-mana bersama dari kecil. Aku sengaja melakukan itu karena aku sangat menyayangi sepupuku ini. Ya kan sepupu?"
"Dia itu pengidap brother complex akut sama seperti Sehun yang memiliki sister complex terhadapmu, Noona." Mendengar penjelasaan Jongin, Soojung merusaha untuk menjitak kepalanya. Hahaha, ternyata mereka sangat lucu. Dibalik sikap dingin dan angkuhnya Jung Soojung, ia memiliki hati yang tulus dalam menyayangi seseorang.
Aku tak menyangka bahwa hubungan Jongin dan Soojung itu merupakan hubungan saudara. Aku sedikit lega mendengarnya. Kulihat sekarang Jongin sedang memandangku sambil tersenyum. Dengan tanpa malunya, kedua pipiku memerah dengan sempurnanya ketika melihat senyuman Jongin.
"Jadi Soo Noona maukah kau menjadi kekasihku?" Jongin mengulang kembali penyataan cintanya. Akupun dengan malu-malu dan pipi yang merona menerima pernyataan cinta Jongin dengan menganggukkan kepalaku. Dengan segera Jongin membawa tubuhku kedalam pelukannya.
"Gomawo Noona. Mulai sekarang Do Kyungsoo merupakan Gadis Kesayangan Kim Jongin."
Kyungsoo POV End
Author POV End
"Gomawo Noona. Mulai sekarang Do Kyungsoo merupakan gadis kesayangan Kim Jongin." Mendengar kata-kata tersebut, Kyungsoo pun malu setengah mati dalam pelukan Jongin. Dia menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada Jongin yang bidang.
"Noona, pipimu memerah. Hahaha!" Jongin pun menggoda Kyungsoo yang sekarang tengah menutupi mukanya dengan kedua tangan. Jongin dan Kyungsoo yang bermesraan tidak menyadari Soojung yang loncat-loncat kegirangan. Dengan segera Soojung mengambil smartphone yang ada si saku blazernya dan menghubungi seseorang.
"YAK! DO SEHUNN. AKU MENANG TARUHANNYA. JADI BERSIAP-SIPALAH ISI DOMPETMU AKAN LUDES UNTUK MINGGU INI. HAHAHA. BYE-BYE SEHUNNIE. JANGAN MENANGIS YA." Dengan cepat Soojungpun mengakhiri sambungan teleponenya.
Setelah mengucapkan selamat untuk pasangan baru tersebut. Soojung berlari untuk kembali ke kelasnya, meninggalkan Jongin yang telah melepaskan pelukannya menjadi menggenggam tangan Kyungsoo
"Hah! Mungkin habis ini aku akan dihajar Sehun habis-habisan karena membiarkan Soojung menguras dompetnya."
"Soojung mengenal Sehun?" Kyungsoo tak menyangka bahwa adiknya juga mengenal Soojung.
"Aku, sehun, dan Soojung masuk dalam studio dance yang sama noona. Karena sering latihan bersama, kamipun jadi dekat. Dan beberapa hari yang lalu Sehun dan Soojung membuat taruhan tentang kita."
"Kita?"
"Hm, Kau ingin tau apa isi taruhan mereka?" Mendengar pertanyaan Jongin yang membuat Kyungsoo penasaran itu, langsung saja dengan semangat Kyungsoo menganggukkan kepalanya. Melihat kelakuan sang gadis pun tak pelak membuat Jongin mengusak gemas rambut Kyungsoo.
" Kemarin Soojung bertaruh minggu ini aku akan menyatakan perasaanku, dan Sehun bertaruh bahwa aku akan menyatakan dalam waktu lebih dari satu bulan. Dan hukumannya, bagi siapapun yang kalah harus mau mentraktir yang menang sepuasnya." Mendengar penjelasan Jongin membuat Kyungsoo tersenyum lebar. Dalam hati, Kyungsoo berjanji akan mengganti Sebagian uang Sehun yang digunakan untuk mentraktir Soojung, karena secara tidak langsung Sehun ikut mendekatkan dirinya dengan Jongin.
.
.
~THE END~
.
.
Hallo semuanya aku mengupdate part ke 2. Semoga kalian suka.^^
Rencananya aku akan mempublish yang lain. selain yang Give Love dan The Feeling. Genrenya Marriage Life juga. Tetapi semoga saja aku nggak terserang penyakit males ngetik di tengah-tengah ide yang mengalir.
waktunya balasan review:
PCH x BBH:
terima kasih. Iya, untuk ff ku yg selanjutnya akan aku masukkan fandom EXO-L. Terima kasih pemberitahuannya.^^
Lovesoo:
Wkwkwk, baby Soo emang selalu kepikiran dengan Prince Jongin. Terima kasih telah menyukai ff abal ini.^^
Kim yeHyun:
Yeay, kita samaa. Aku juga suka kalo di ff baby Hun itu jadi adiknya baby Soo. Mereka terlihat lucu berdua. terima kasih reviewnya.^^
chocohazelnut07:
Maafkan TBC yang nyempil di sana. Terima kasih reviewnya.^^
sekyungbin13:
Ini udah dilanjut. Iya, baby Soo sebenarnya cerewet, tetapi kalo di depannya Prince Jongin dia bakal malu-malu kucing. wkwkwk. Terima kasih reviewnya^^
.
Sekali lagi aku ucapin terima kasih bagi yang sudah read, review, fav, dan Follow.
.
Salam dari KAISOO pyu~pyu~
.
Mind to Review?
