You is my boy friend

Moshi-moshi… chapter ke dua udah jadi. Sekarang ceritanya lebih gaje lagi pastinya. Tapi meskipun begitu enak juga kok kalau di baca pada waktu luang. Jadi baca aja yach *yee maksa*. Hmm… kalau gitu langsung aja dech the second chapter.

Summary : Apa kau tak suka pulang ke Amerika sekarang ?

Disclamer : bang Gosho… udah ku bilang berapa kali kalau semuanya ini milikku *di pukul sapu ma bang Gosho*

Rating : T

Genre : romance

Ai x Conan n Shinici x Shiho

You is my boy friend chapter 2

Kembali ke Amerika…

+ Sesampainya di bandara +

Conan masih mengantar kami sampai pesawatnya akan berangkat. Dia tidak mengatakan selamat tinggal sama sekali kepadaku. Sebenarnya aku ingin mendengar suaranya untuk yang terakhir kalinya ini. Meskipun kita suatu saat akan bertemu. Aku sangat ingin mendengarnya tapi aku tidak bisa memaksanya.

Saat mau terbang kakak dan Shinici memberikan sesuatu kepada Conan, dan itu membuat mukanya memerah. Aku ingin tau apa yang di berikan oleh kakak. Aku mendekati mereka semua.

"Itu apa ?"

Kakak dan Shinici hanya tersenyum saja. Saat aku tau itu fotoku pada saat aku tidur dengan Conan mukaku langsung memerah juga.

"Kakak… kapan kakak memfotonya ?"

"Ya pada hari itu."

"Kenapa nggak bilang-bilang."

"Kan kamu sudah tidur, hahahah."

"Suda ah Shiho sebainya kita berangkat dulu saja, dan kau Haibara kalau kau mau memiliki foto itu aku juga punya yang lainnya kok."

"Semuanya sudah gila…."

"Hahahaha." Tawa kakak dan Shinici.

"Sudahlah Haibara, kapan-kapan kita bertemu lagi ya." Kata Conan sambil menepuk pundakku.

"Iya… pasti kita akan bertemu lagi." Jawabku sambil tersenyum.

Sebenarnya aku ingin menangis lagi sih, tapi berhubungan ada kakak dan Shinici jadi males deh nangisnya. Saat mau berpisah aku mengecup pipinya Conan dan langsung berlari ke arah kakak. Terlihat wajahnya merah. Aku melmbai-lambaikan tangan ke arah Conan. Conan tak merespon karena shock saat aku mengecup pipinya. Aku hanya tersenyum saja.

+ Saat di pesawat +

Wajah sedihku tampak lagi. Tak tau kenapa di pikiranku sekarang hanya Conan, Conan dan Conan. Kakak yang melihat aku sedih langsung bertanya.

"Apa kau tak suka pulang ke Amerika sekarang ?"

"Bukan begitu kak tapi aku hanya…"

"Hanya apa ?"

"Tak apa, ini semua tak penting untuk di omongkan."

"Kalau kau ada masalah, cerita saja ke aku."

"Tapi aku tak mau menceritakannya."

"Baiklah aku tak memaksa."

Sekali lagi aku menangis. Aku memeluk kakak secara tiba-tiba.

"Ai… kalau memang masalahnya berat cepat ceritakan ke aku."

"Kak… aku sebenarnya tak mau berpisah dengan…"

"Dengan Conan maksudmu."

Aku menganggukkan kepala.

"Kenapa tak bilang dari tadi, kalau kau memang tak mau di pisahkan ngomong aja."

"Tapi aku nggak enak."

Kakak dan Shinici tersenyum.

"Kau tidak tau kami yang dulu ya." Kata kakak barengan ama Shinici.

"Apa ?"

"Kita dulu tak bisa di pisahkan sama sekali, bahkan hanya dalam lima menit kita sudah saling kangen, maka dari itu sejak dulu kami sering bersama dan bersama, dan pada akhirnya kami jadian waktu SMP dan berjalan sampai sekarang." Jelas kakak.

"Tak akan ada yang bisa memisahkan kita, karena sebenarnya kita dulu juga akan di pisahkan dengan beda sekolah." Tambah Shinci.

"Itukan kalian berdua bukan aku."

"Tapi mungkin akan sama."

"Sudahlah tak apa, yang penting aku harus bisa bertemu dengan Conan lagi."

"Ya… kalau ada liburan pasti aku akan mengajak kalian ke Tokyo lagi."

"Tapi kapan liburannya ?"

"Tunggu saja, pasti sebentar lagi kita akan ke Tokyo lagi."

Aku dan kakak hanya bingung mendengar pernyataan Shinici. Lama berada di pesawat, akhirnya kami sampai juga di Amerika.

Saat turun dari pesawat kami di sambut oleh kepala sekolah kami. Kami di persilahkan langsung masuk ke mobil untuk berangkat ke sekolah.

+ Sesampainya di sekolah +

Aku turun dari mobil dan melihat sekeliling. Di sekolah masih sepi karena tak ada seorangpun.

"Kakak, kenapa kita di ajak ke sini ?"

"Aku sendiri juga gak tau Ai, yang tau hanya Shinici saja."

"Hey… kak Shinici memangnya kita kesini untuk apa sih ?"

"Nanti juga kau tau Haibara."

"Tapi apa Shinici ? aku juga gak tau lho."

"Shiho… nanti pasti kau tau sendiri."

"Uh… ngambek deh kalo gitu."

"Baiklah… nanti kita akan mengadakan rapat, rapat itu isinya penawaran buat kita."

"Penawaran apa ?"

"Penawaran kita mau sekolah di manapun saja, ada seseorang yang memberi beasiswa untuk kita, dan kita tinggal memilih mau sekolah di mana."

"Oh… begitu ya."

"Lalu aku bagaimana, yang di tawari sekolah gratiskan cuma kalian berdua." Sautku.

"Tentu saja kau ikut Ai."

"Lalu siapa yang membiayai aku."

"Aku nanti akan meminta kepala sekolah agar memberi beasiswa untukmu juga."

"Baiklah… semua sudah bereskan, sekarang kita masuk dulu yuk."

Kami masuk ke kantor guru. Di sana kita memulai rapatnya. Beberapa jam kami di dalam kantor guru, dan pada akhirnya kami memilih untuk sekolah di Tokyo.

Semua itu aku yang memberi usulan. Aku sangat senang semuanya setuju dengan pendapatku. Senangku bukan senang karena itu saja. Aku senang karena aku akan bertemu dengan Conan lagi.

*Auhtor : lebay abis yach chapter ini.

Haibara : emang dari dulu lebay.

Author : kenapa sih haibara loe kok selalu ngejek fic gue ?

Haibara : kan ficnya jelek. Auhtor langsung nangis.

Author : hiks… hiks… Haibara jahat.

Haibara : dari dulu juga gue kayak gini. Tiba-tiba Shiho datang.

Author : Shiho… adik loe itu lho sukanya ngajak debat aja.

Shiho : emangnya ada masalah apa Ai ?

Haiabar : nggak kok kak, authornya aja yang lebay.

Shiho : sekarang mending di akhiri aja deh percakapannya.

Author : hiks… baik deh…. Buat yang udah review makasih, buat yang uda baca juga makasih but review please…. Arigatou gozoimasu.*