Indigo?

Chapter 2 : Matanya kok Lavender?

Genre : Family/Parody

Rated: T

Disclaimer: Naruto ©Masashi Kishimoto

Warning: OOC, OC, GJ, Jayuz, AU, de-el-el…=.=''

Balas Review dulu bentar yaah… *ditimpuk*

Uchiha Reika D Last Uchiha:

Haha! Iya nih ak masukin OC-ny disini! Puas? *digorok* RnR yaaa! *ngacungin jempol*

Hinaruto Youichi:

Ok, nih OC-ny ada nih… *ngebuka-buka lembaran naskah fict* RnR ya! *maksa-dibakar idup-idup*

Kireina Toshirou:

Ok ini OC-nya ndah ada… RnR! *dirajam*

Rhaa Yamanaka:

HYAAAAA! Makasssihh! Manggil apa nih? Senpai ya? *puppy eyes* Makasih ndah dmskn ke Favo! Saia senenk bangetz! Chap ini RnR yaa? *digebukin rame-rame*

OK! Will Enjoy it! ^^d

:::InDiGo:::

"Kira-kira warna matanya seperti apa, ya?" tanya seorang suster *bejad* yang baru aja pundung gara-gara dibentak Sakura. Sebenenya tuh suster masih ngambek. Tapi setelah ngeliat tatapan horror Sakura, ngambeknya ilang.

Baru saja diomongin ama tuh suster *pundungan*, bayi itu mbuka kelopak matanya yang berat karena kebanyakan belek *dijyuuken*

"EKH?" Serempak semua-nya kaget. Apalagi Sasuke dan Sakura.

"Sumpah demi Allah bukan hasil si Neji!" Teriak Sakura.

"Iya, Sak… gue tahu bukan! Kalo iya lu gue cincang!" Bukannya menghibur, Sasuke malah mengancam.

BUAAAGH!

Suster tadi kaget ngeliat Sasuke yang dishannaro ama Sakura. Akhirnya Sasuke ngalah.

"Iya deh Sak… iya! Jadi… namanya siapa?" Ujar Sasuke dengan laga kakek-kakek yang megangin pinggang-nya karena encok. Sakura berpikir sebentar…

"Aha!" Sebuah bola lampu warna kuning muncul dari kepala pink(?) Sakura.

"Hinata! Namanya Uchiha Hinata! Yah, Sasuke yah? Pleeaaseee…" Sakura memohon dengan kitty eyes andalannya pada Sasuke. Mau gak mau Sasuke ciut juga. Akhirnya dia mengangguk.

"YEEY! HINATA-CHAN! WELCOME TO UCHIHA FAMILY!" Teriak Sakura yang tenaga-nya masih murni(?) kan klo orang biasanya abis ngelahirin ntu lemes, 'kan? Kalo Sakura nggak… lantaran tenaganya tenaga monster tea gening… *jadi sunda?*

DUGH DUGH DUGH DUGH

Suara pintu diketuk…eh! Lalat, eh… ralat! Digedor lebih tepatnya. Ketiga orang yang ada disana menolehkan kepalanya. Sasuke membuka pintu dan…

"NII-CHAAN!" Seorang gadis kecil memeluk pinggang Sasuke.

"Siapa?" Tanya Sakura.

"Reika! Ngapain disini? Sama siapa!" Ujar Sasuke sambil berusaha melepaskan pelukan sepupu-nya yang ganas itu *dilempar ke tong sampah*

"Huh… emang gak boleh, aku ke sini? Nii-chan! Hadiahnya kubawa besok yaaah?" Gerutu Reika yang masih memluk pinggang ramping(?) Sasuke.

"Huh… Baka Reika! Emang kamu udah punya hadiah apa, siih? Kecepetan tahu! Lagian kamu kok tau sekarang Sakura-nee melahirkan?" Tanya Sasuke. Reika menyeringai lebaaaar membuat Sasuke semakin penasaran.

"Ada deeh… sekarang mah Sasu-nii tenang aja dulu! Besok aku bawa sekalian rame-rame! O iya, boleh liat keponakanku gaaak?" Tanya Reika girang. Sasuke mendelik.

"Tuh! Tapi jangan berisik! Berisik lu gue goreng idup-idup! Mau?"

"Nggak lah… garang amat sih jadi orang!" Reika melenggang meninggalkan Sasuke yang lagi swt di depan pintu.

"Sus! Awas! Minggir!" Dengan seenak emping Reika mendorong perawat tadi hingga jatuh tersungkur… *author dilempar ke tong sampah ma Reika*

"Wah, mirip Sasuke-nii! Sakura-nee, siapa namanyaaa?" Tanya Reika sambil mengelus-ngelus pipi gembil dan lembut Hinata yang ada di dekapan Sakura.

"Hinata! Namanya Uchiha Hinata! Good 'kan?" Tanya Sakura bangga. Reika sedikit sweatdrop.

'perasaan kok namanya katro banget siih?' batin Reika. Sakura heran dan bertanya pada Reika.

"Kenapa, Rei-chan?"

"Ng…nggak papa kok Saku-nee… besok aku bawa hadiahnya yaa! Jaa~ moga-moga keluarganya sakinah, mawadah warahmah… amiin…" Reika mencium tangan Sakura dan keluar dari ruangan dengan tampang sweatdropped.

"Kenapa, Rei? Kena shannaro?" Tanya Sasuke licik. Reika menggeleng-gelengkan kepala.

"Kok nama anak Sasu-nee katro banget, sih?" Dengan kata-kata polos dan wajah innocent pula, Reika meluncurkan kalimat indahnya yang membuat Sasuke marah setengah mati.

"REIKAAA!" Belum sempat Sasuke mengejar sepupu-nya itu, HP-nya berdering…

Ibuku sayang… masih terus berjalan…

Walau tanpa kaki… penuh darah penuh nanah…

Terdengarlah suara lagu-nya Iwan Falls *ato bukan ya? Saya lupa!* dari HP bobrok Sasuke *dikirin*. Reika menahan tawa.

:::InDiGO:::

Esoknya….

"No, ayo ke RS sekarang! Sakura-chan kemarin habis melahirkaan!" Teriak Naruto memanggil istrinya yang lagi nyuci baju. *ceritanya Naruto ntuh suaminya Ino… harap tenang bwat NaruHina dan SaiIno FC, saia juga FC dari kedua pair itu kok…*

"Yang bener, Nar? Kalo begitu tunggu apalagi! Bentar ya! Aku mau dandan dulu!" Ino langsung ke kamarnya dan Naruto untuk dandan.

'yeeey… bisa ketemu sama mas Sai ganteng itu!' dalam hati Ino sangat kegirangan membayangkan wajah Sai, sepupu-nya si Sasuke yang lagi tersenyum.

"Ino! Tapi hadiahnya gimana, No?" Tanya Naruto pada istrinya yang lagi sibuk berdandan.

"Gampang lah! Ketupat ma semur bistik!"

"Jangan ngaco!"

"IYA NANTI DONG SAYAAAAANG! AKU MASIH SIBUUUK!" Teriak Ino kesal dari kamarnya. Naruto sweatdrop.

"huh… dasar si Ino itu maen bentak aja! Tapi…hehe… body-nya keren!" Naruto menyeringai mesum dan melenggang ke kamar mandinya buat mandi *ya iyalah! Masak mau nonton TV?*

:::InDiGo:::

"Huaaaaahmm…" Sai menggeliat dan menguap bak kudanil kelaperan *dichoujyuu giga* abis bangun dari tidurnya.

Kelakuan si kucing garong…

Mentang-mentang anak baim wong…

HP Nokia X6 *wuiiih…O.o* milik Sai berbunyi dengan nyaring. Dengan kesal Sai mengangkat HP-nya.

"Yaaa… Uchiha Sai di- HWAAPAAAH? SAKURA UDAH MELAHIRKAN? IYA SAS! GUEBAWA BOKAP, NYOKAP, AMA ABANG LOE SEKARANG JUGA, OK? TUNGGU YOOO!" Cepat-cepat Sai mengambil handuk(bulukan)nya yang tergantung di pintu lemari.

Mikoto, Fugaku dan Itachi yang keheranan melihat Sai lagi buru-buru, bahkan cari WC-pun jadi buka-buka pintu kulkas(?) pun bertanya…

"Sai, kamu kenapa… sih?"

"Itu tan… eheu! ANAKNYA SASU UDAH LAHIRR, OK? AYO KESANA! SIAP-SIAP SEMUAAA!" Komando Sai layaknya seorang Komandan be a man(?)

2 jam kemudian…

Sai masih menunggu anggota keluarganya bersiap-siap sambil nonton TV.

"Ini pensil… ini permen mintz, daripada gigit pensil… mending gigit Mintz! Berat iklannya? Biarin! Yang penting Mintz!"

Mendadak Sai teringat sesuatu setelah melihat iklan itu.

"Bener! Permen Mintz tetap di hati! Ada gak ya?" Sai meraba-raba kantung celananya.

"Alhamdu… ada oge!"

:::InDiGo:::

"Sasu-nii!" Reika berteriak memanggil Sasuke yang lagi duduk di ranjang rumah sakit.

"Hn?"

"Ok! Hadiahnya udah ada!" ujar Reika sambil mengeluarkan sebuah warlike talkie.

"Ok, paak…. Usahain posisinya baguz! SEKARANG!"

Sasuke dan Sakura cengok. Reika menyeringai lebar. Tiba-tiba…

DEEEENG~

"?" Ada sebuah gempa kecil yang dirasakan oleh Sasuke, Sakura, dan Reika.

"Nah, itu hadiahnya! Liat keluar hayoo!"

Sasuke dan Sakura melihat keluar jendela lalu sweatdrop.

"Reika! Apa ittuuu…?" Dengus Sasuke. Reika menyeringai lagi.

"Nah itu hadiahnya! Pohon cemaranya bagus, 'kaan?"

Yak, Reika memberikan pohon cemara yang udah dibentuk botol susu bayi *aneeh…-dilempar parang*. Rei menempatkannya tepat diluar jendela kamar rawat inap(?) Sakura.

"Reeei… aneeh!"

"Masih mending daripada nggak dikasih sama sekali, 'kan? Haaayo?" Desak Reika.

"Tch… yasudah… aku terima!"

"Bilang apa?"

"Hn…"

"NII-CHAN! KUBAKAR SEMUA TOMATMU!" Teriak Reika.

"Ssst!"

"Maaf! Ayo nii-chan! Berterimakasihlah pada ku!"

"Tch… makasih!"

"Gitu dong! Aku pulang dulu ya? Jaaa…"

"Reikaa!" Sasuke mencegah Reika tapi tak diacuhkan. Reika malah pulang dengan langkah riang. Maklumlah… remaja jaman sekarang… *author digorok ma Rei-chan*

Tok… tok… tok…

Suara pintu diketok. Sasuke membukanya.

"SASU!"

"Maak… emak, bapak, Aa, Sai?" Mendadak Sasu jadi berbahasa norak *dicincang kusanagi*

"Siapa itu mak?" Tanya Sasuke sambil nunjuk seorang cewek bohai *dilempar parang* berambut dan bermata biru langit.

"oooh… ini Kireina Nakazumi… temen baik-nya Sai…" Mikoto memperkenalkan Kirei pada Sasu.

"Ssst…. Halo bro… yoroshiku… hadiah bwat lu gue udah simpen di halaman belakang rumah loe! Gue kesini cuma mau ngucapin…SELAMAAAT~!" Kirei meluk-meluk Sasuke sambil loncat-loncat. Semua sweatdrop.

"Yasud, Sas… waktu gue cuma buat nyampein info itu doang! Gue balik ya! Sai… dadah!" Kirei langsung berlari keluar ruangan RS. Tinggal Mikoto, Fugaku, Itachi, dan Sai yang ada disana. Sasuke menengadahkan tangan.

"Mana hadiahnyaa?" Tawar Sasuke. Sai langsung ngodok-ngodok saku celananya dan mengeluarkan dompet hitam bergambar Hello Kitty(?)

"Nih… cecep buat anak-mu! Cukup goban! Hyahahaahaah! Satu lagi, nih gue kasih permen Mintz…" Sasuke menerimanya dengan sweatdrop.

"I…iya makassih.."

"Ini dari mama…"

'CUPH'

Kecupan panas sang mama landing di jidat Sasuke dan Sakura. Semua tambah sweatdrop. Kalo Fugaku bukan sweatdrop… malahan jealous(?) cuma gara-gara gitu doang…

"Ini dariku…"

Itachi memberikan sebuah pelembab muka. Bikin Sasuke makin swt.

"…buat Sakura lah! Masak elu mau pakek?"

"Oh… kuharap ntu bukan bekas pakai!"

"Ya nggak lah otouto!"

Kemudian Fugaku angkat bicara. Ia mengeluarkan sebuah kunci.

"Sas… ini kunci rumah baru buat kalian. Bapak harap kalian suka…"

"sumuhun pak, hatur nuhun… (iya ayah, terimakasih)" Dengan hati girang Sasuke menerima kunci rumah barunya itu dan menyeringai pada Itachi. Tunggu! Kok semua disini jadi bahasa sunda, sih? Ah! GPP! Sekalian belajar, ya gak? *dirajam rame-rame*

"Loe kapan mau kawin, Chi?"

BRROOOSSH….

"Sas! Ulah kitu! Mana hayo emak hoyong ningali orok-na… (sas! Gak boleh gitu! Mana coba ibu mau lihat anaknya)" Mikoto menghampiri Sakura.

"Adduh… meni kasep siga bapa-na… saha ieu nami-na? (aduh… ganteng banget kayak bapaknya! Siapa namanya?)"

"Hinataa…"

"Aduuh… meni sae… soca na okos kumaha, nya? (aduh… bagus banget… mata-nya kayak gimana, ya?)"

Tiba-tiba Hinata membuka matanya dan menatap mereka dengan tatapan… 'apa-loe-liat-liat?' buset dah… bener-bener bayi garang… *dikaiten Hinata*

"Kok lavender, sih Sas?" Tanya Itachi dan Sai berbarengan. Sasuke ngangkat bahu.

"Meneketehe… takdir ilahi kaleee…"

"Sayang bener, si Kirei gak ngeliaat!" guman Sai menyesal. Tiba-tiba pintu diketok kembali.

"Kok Lavender?"

"?"

"Hehe…" Kirei menyeringai lebar.

"Kok belum pulaang?" Tanya Sai.

"Masih pingin disini nungguin seseorang…"

"Siapaa?"

"Aku…" munculah sosok misterius di belakang Sai, Itachi, dan Kirei.

"Haai…" Sapa seorang perempuan cantik berambut hitam ekor kuda. Mata-nya pun berwarna sama.

"Siapaa?" Tanya Itachi dan Sasuke.

"Youichi… yoroshiku…" Youichi menjabat tangan Itachi dan Sasuke.

"Sai, dia temanmu?" Tanya Sasuke. Sai mengangguk. Kireina angkat bicara.

"Sifatnnya ini cuek dan pendiem kayak kalian bertiga… dia tomboy… hati-hati juga… dia Tsundere…."

"APE?"

"Kagak napa-napa…"

"Yasudah kalo begitu… aku dapet info dari si Sai kalo istri kamu ngelahirin… ini hadiahnyaa…" Youichi menyerahkan boneka dan perlengkapan bayi berbentuk kelelawar merah pada Sasuke.

"…terimakasih…"

"Hn…"

'wuiih… jadi gini, ya kalo pendiem plus pendiem disatuin?' batin semua yang ada di ruangan itu.

"Yasudah, aku pulang dulu… ayo Kirei… Jaa~ Sasuke, Sakura, Hinata, Om Fugaku, Tante Mikoto, Kak Itachi…" Youichi menarik tangan Kirei dan meninggalkan tempat itu.

"Ckck… Yaud, kita juga pulang dulu, ya Sas… moga-moga keluarga-nya langgeng berkat kelahiran anak! Jaa~" Sai dan Itachi keluar duluan dari ruangan itu. Disusul oleh Fugaku lalu Mikoto. Kenapa Mikoto paling akhir? Coz beliau *halah…* ber-ekskresi dulu di WC *baca: boker* plus nyipok anak bungsu-nya itu.

Tak lama kemudian pintu diketuk lagi…

Tok…tok…tok…

'CKLEK'

"Dobe! Ino?"

_Tbc_

Wah…wah… saia habis ide dan butuh OC lagi nih! Bawa hadiah gaje-nya yaah! *dilemparin tisu WC* I always waiting for RnR!^^

YOK DAFTAR OC LAGI YOOOK! *tereak-tereak depan istana presiden pakek toa*

Maaf bagi OC-nya yang kurang memuaskan! Chapter depan ato chapter lain… OC tadi akan dimunculkan kembali bwat acara cukur rambut(?)

BURUAN DAFTAAAAR! *promosi sambil nyebar-nyebarin confetti*

RnR!^^ No Flame! *dikeroyok*