Cinderella Yaoi (Part 2 TAMAT)
By: yanz (fb: Fbl Lee Yanz)
*Sasuke POV*
"Sialan lu, gara-gara lu gak datang, si Tenten jadi marahin kita dan dia minta uangnya kembali," omel kedua adik tiri gue.
"Bukan urusan gue."
"Tentu aja urusan lu, apa lu mau foto dan video memalukan lu ini tersebar huh?"
Ngeekk bagai disambar petir rasanya, "Entar gue urus. By the way yang namanya Tenten, anak mana sih?"
"Ya ambruk… masa iya gak tau, itu looh teman sekelas kita yang semuanya serba merah."
"Gak tau, gue gak suka memperhatikan cewek-cewek."
"HAH? Jadi lu sukanya memperhatikan cowok?"
"Ennghh… enggak lah! Gue lebih suka sama diri gue yang tampan dan rupawan ini."
"Halah narsis ahahaha…"
Dan kami pun terus bercanda, dan membuka sedikit peluang buat gue dan kedua adik tiri gue sedikit rukun sejak malam itu.
Gue terus menatapi foto yang berhasil gue dapatkan bersama Tex Saverio, rasanya gue kaya di lambung ke langit. Astaga… gara-gara kesenengan gue lupa satu hal! Jam tangan gue hilang, kemana ya gue narohnya? Apa nyangkut waktu gue ganti baju? Akh.. sial sial! Itu kan hadiah terakhir dari nyokap. pasrah ajalah… bukan rejeki gue kali, kalau rejeki pasti tuh jam balik dengan sendirinya. Karena lelah, gue pun memutuskan untuk tidur.
0o0o0o0
*Keesokan harinya/ Naruto POV*
Saat jam istirahat gue mencegah anak-anak supaya gak keluar kelas dulu dan berdiri di atas meja supaya terlihat semua orang, "Woi.. lu semua tau gak?" teriak gue.
"Gak tau.. apaan emang?" tanya temen-temen sekelas gue.
"Kemarin tuh, gue ketemu model di mall, dia nyelametin nyawa gue, dan dia cewek pertama yang bikin gue klepek-klepek.."
"Ihh beruntung banget tuh cewek ditaksir sama Naruto-kun…"
"Ahahaha ya dong.. walau gue gak tau nama dan dimana alamatnya tapi gue pasti dapatin dia!"
"Lebay, alay, caper, cari sensasi, penting emang cerita lu hmm?" cerocos Sasuke yang bikin gue langsung mendelik.
"Sirik aja lu…"
"Ngapain gue sirik? Lagian lu gak bakal dapetin cewek hayalan lu itu, nope dan alamatnya aja lu gak tau, bahkan namanya pun lu gak tau kan?"
"Hahahaha… gak masalah buat gue, toh gue sudah dapat petunjuk, yaitu jam tangan yang dipake cewek itu. dan kalian tau gak? Ini jam tangan limited edition jadi stoknya cuma ada 20 buah, di jam ini ada ukiran 12 yang artinya edisi ke 12 jadi gue selidiki aja ke tokonya siapa pembeli jam ini."
"Itu kan…" kata Sasuke terputus saat HP gue berbunyi.
Baby I love you love you love you so much
Since I found out love is you
Pasti Sasuke langsung mikir, 'Baru tau Naruto seorang twiboy… Gila alay banget nih ringtone Naruto!' bodo amat lah buat gue.
"Bentar dulu guys.. hp gue bunyi."
Gue pun ke luar buat ngangkat telefon, "Hmmm… begitu, terimakasih," desis gue pelan.
Ternyata menurut info, pembeli jam itu adalah orang dari keluarga besar Uchiha yang terkenal sebagai keluarga yang kaya raya, gue mikir sejenak, anak dari keluarga Uchiha cuma Sasuke, gak ada cewek lain. masa iya Sakura dan Ino? Mereka kan baru saja jadi anggota keluarga Uchiha sedangkan jam itu dibeli pada tahun 2009. Tapi kalau Sasuke, lebih gak mungkin.
Gue berjalan ke dalam kelas, gue lihat Sasuke tidur dengan kepala di atas meja. Karena penasaran gue pun mau memastikan, "Ikut gue!" kata gue sambil narik tangan Sasuke.
"Eh apaan sih lu."
Sesampainya di belakang sekolah yang sepi, gue tarik dagu Sasuke dan menatap wajahnya jelas-jelas, "Astaga… wajah lu.. kayanya gue kenal, ini jam tangan lu?" tanya gue jutek.
"Hmm.. itu yang mau gue bilang dari tadi tapi lu malah pergi, dari mana lu dapetin jam gue? Ini mahal tau."
"Tapi bagaimana bisa ini punya lu? Yang gue tau, jam ini punya cewek model yang nyelametin gue di mall."
Sasuke langsung memasang wajah kaget dan terdiam. Gue mulai sadar kemiripan muka Sasuke sama cewek yang di mall, tapi gue ragu jadi gue tarik badan Sasuke dan remas bokongnya, "HEI! GILA LU…" bogem mentah pun langsung mendarat di wajah gue sampai hidung gue berdarah.
"Rasanya bokong lu sama dengan cewek waktu itu, JADI BENER LU MODEL DI MALL KEMARIN?"
"Apaan sih lu, sudah melakukan pelecehan sexual sekarang lu malah nanya yang enggak-enggak," katanya dengan wajah yang memerah.
"Berarti benar kan? Sial… kenapa gue harus tertipu sama lu," lirih gue dan melangkah meninggalkan Sasuke.
"He-hei… lu gak akan cerita apa-apa kan sama anak-anak tentang penyamaran gue kemarin."
"Lu gak usah khawatir, kemarin lu nyelametin nyawa gue dan sekarang gue selametin harga diri lu jadi gue gak punya hutang lagi sama lu," dan gue pun melemparkan jam tangan itu ke Sasuke.
0o0o0o0
Gue bener-bener kacau dan uring-uringan, rasanya kecewa banget ternyata cewek yang gue suka gak pernah ada, tapi dia adalah Sasuke… gue bener-bener kacau dan bingung. Gue lirik ke belakang ternyata Sasuke duduk bersama Tenten, kedekatan mereka dan cara mereka bercanda dengan akrabnya membuat gue kesal. Waduh kacau, bagaimana bisa gue cemburu karena Sasuke? Dia cowok! Sadar dong Naruto woy sadar, harusnya lu marah sama Sasuke karena dia nipu lu bukannya malah suka sama dia.
"Ngapain lu lirik-lirik?" tanya Sasuke jutek.
"Heh… suka-suka gue, emang ini kelas punya lu?" balas gue gak kalah jutek.
"Udahlah Sasuke, gak usah didengerin," kata Tenten manja sambil ngelus wajah Sasuke, dan bikin dada gue sakit.
0o0o0
Ternyata perasaan gue gak bisa dibohongi, gue malah beneran jatuh cinta sama Sasuke. Gue suka berdebar-debar dan salah tingkah kalau lihat tuh anak, muka dia selalu kebayang apalagi tatapannya waktu di mall waktu itu bikin gue bener-bener melting, tapi mau gimana lagi dong?
*Sasuke POV*
Waktu istirahat gue duduk sendirian di taman, di temani kanfas dan cat air, "Lukisan yang bagus…" ucap lembut sebuah suara.
"Oh.. hei Neji, lama gak terlihat, lu sudah pulang dari rumah sakit rupanya."
"Iya… aku sudah mendingan, Sasuke tekun sekali melukisnya… pasti haus atau lapar? Mau kubelikan sesuatu? Tunggu sebentar ya.."
"He-hei.. lu gak usah repot-repot.."
"Gak papa…" terlihat dia melambaikan tangan dan menjauh. Itu dia Neji, temen baik gue waktu kelas X. tapi sekarang kami bada kelas, dia anaknya sangat baik dan lembut, andai Naruto sifatnya sebaik itu.. hah… buat gue mikirin Naruto, bikin nyesek. Toh dia gak respek sama gue.
Gue kembali fokus melukis bangunan-bangunan yang ada di hadapan gue, tiba-tiba gue ngerasa ada yang megang kepala gue, "Cepet banget Neji kembalinya…" kata gue sambil mendongak ke atas tapi ternyata gue salah orang.
"Boleh gue duduk di sebelah lu?" kata Naruto sambil merendahkan nada suaranya dari biasa dan duduk di samping gue.
Tapi gue bangkit dan berusaha menjauh, "Ah.. kenapa? Jangan kabur…" katanya sambil menggenggam lengan gue. Alat-alat melukis gue langsung berhamburan dan di pungut oleh Naruto, "Hmmm ternyata lu bisa ngegambar ya.."
"Hn…" jawab gue datar, "Huh.. ngapain lu kesini? Lu kan benci gue?"
Dia menaikkan satu alisnya memasang expresi kebingungan, "Benci? Sebaiknya gue ngasih lu hukuman karena sembarangan ngomong," katanya sambil mengambil kuas dan mencoreti wajah gue, "Lu kan gak tau sisi lain gue," sambungnya.
"Apaan sih lo… kotor kan wajah gue!"
"Ternyata lu manis."
"Hn…?" tanya gue kebingungan.
"Beneran lu manis, gue suka kalau lihat wajah lu lebih dekat."
Wajah gue langsung panas dan memerah, tangannya mengelus rambut gue setelah itu wajah gue.
"Aku datang Sasuke… ah.. maaf mengganggu," kata Neji yang membawakan makanan dan minuman.
"Gue duluan…" kata Naruto dingin.
*Naruto POV*
Waktu pulang sekolah gue memutuskan buat nyulik Sasuke.
Gue lihat Sasuke lagi memberesi tasnya dan dia berjalan melewati gue tanpa melirik gue sedikit pun, diam-diam gue ikutin dia, lorong-lorong kelas mulai sepi karena banyak yang pulang.
Saat kami berada di tempat yang benar-benar gak ada orang, gue dekatin dia dan dekap dia dari belakang, gue lingkarin kedua tangan gue di lehernya, "He-hei… siapa lu? Emmmhhh…" gue bekap mulutnya dengan tangan gue dan seret dia.
"Masuk!" perintah gue sambil ngebukain pintu mobil.
"Oh elu, Naruto. Ngapain lu nyeret-nyeret gue?"
"Gue mau nyulik lu, my Cinderella," kata gue sambil nendang pantatnya sampai dia nyunsruk ke dalam mobil baru gue ikutan masuk.
"H-hei… apa-apaan sih lu? Gue harus ngantar dua adik tiri gue, kalau gak entar gue kena omel."
"Gak usah difikirin?" gue dekatin wajah gue ke dia, rasanya detakan jantung gue main kencang dan dia pun salah tingkah gue liatin.
"Apaan sih lu?" kata Sasuke sambil dorong dada gue.
"Lu bikin gue gila, jadi lu harus terima ganjarannya."
"Maksud lu apaan?"
Gue tarik tubuh Sasuke dan meluk dia, benar saja jantung gue semakin berdetak kencang. Setelah itu gue lepasin, "Kayanya gue gak bisa lepasin lu, walau kenyataannya lu cowok, tapi gue sudah terlanjur cinta sama cewek yang kemarin nyelametin gue."
Sasuke cuma terdiam, wajahnya memerah tapi sedikit muram. "Lu cintanya sama cewek kemarin tapi bukan gue."
"Tapi kenyataannya cewek itu adalah lu, gue emang kesal ketipu sama lu, tapi gue gak bisa bohongi hati gue, jantung gue jadi gak stabil…"
"Sorry… gak bisa begini Dobe…"
Gue langsung tarik dagunya dan mencium bibirnya, gue pejamkan mata gue namun jantung gue tetap berdetak kencang.
"Enghh… lu apa-apaan sih?" bentak Sasuke sambil dorong dada gue.
"Be mine please…"
Wajah Sasuke jadi memerah dan dia masih sangat shock, "Gue gak akan maksa, namun gue gak akan nyerah buat dapetin lu," kata gue lembut sambil mengelus pipi Sasuke.
"Gue… gue…" lirih Sasuke.
Namun gue kembali narik tengkuk Sasuke dan melumat bibirnya dengan lembut,"Bisa rasakan detak jantung gue?" kami berpelukan dan gue mengusap-usap pundaknya.
Mata Sasuke sayu dan bikin gue semakin gemas dengannya, "Lu kenapa? Kenapa cuma diam dari tadi? Lu kesel sama gue?"
Dia menggeleng pelan, "Gue cuma gak percaya lu perlakukan gue kaya sekarang, bagaikan mimpi dan ini yang gue harapkan dari dulu."
"Apa? Lu bilang apa barusan?" tanya gue gak percaya.
Dia langsung meluk gue dan meletakkan dagunya di bahu gue, "Gue suka lu dari dulu, Dobe. Cuma lu selalu jahat sama gue, tapi dengan perubahan lu sekarang gue sangat seneng."
Senyum gue merekah mendengar ucapan Sasuke, ternyata cinta gue terbalaskan. Kami kembali bercumbu dan gue menciumin wajahnya dengan lembut, "Tapi gue punya satu permintaan.." ucap gue sambil senyum jahil.
"Apaan?"
"Gue mau lu dandan kayak cewek lagi hahaha…"
"NOOOOO!"
-Sasuke POV-
Dream come true… gue pun gak nyangka hal ajaib ini bisa terjadi, dulunya gue dan Naruto musuh bebuyutan, selalu ribut dan selalu saling caci ini malah sekarang menjadi sepasang kekasih dan berjalan melewati lorong sekolah, sedangkan Naruto meletakkan tangannya di bahu gue. Banyak pasang mata yang kebingungan melihat kedekatan kami yang bergurau dan terlihat bahagia, puluhan pertanyaan kami dapatkan dan ucapan selamat sudah rukun pun kami dapatkan.
"Suki desu…" bisik Naruto.
"Suki dayo…" balas gue. Gue harap cinta kami abadi selamanya.
#Special part#
*Tenten POV*
Haah.. semenjak Sasuke dekat dengan Naruto, gue jadi dikacangin, sedih banget rasanya…
"Kau mau minum?" tanya seseorang yang menyodorin gur minuman kaleng.
"No thanks…"
Tapi setelah gue lihat wajah si penanya gue langsung kejang-kejang! Dia Neji anak kelas sebelah, terlihat ganteng banget!
"Gue suka lu, jadi pacar gue ya?" tanya gue.
"Ehmmm ehehe sure, siapa yang sanggup menolak wanita secantik nona."
THE END
NP: ehehehe kelar juga… gimana menurut kalian? Semuanya hidup bahagiaa! Kasih masukan dong… thankz sudah baca. Salam manis Yanz..
izin promo ya mohon dibaca
Maaf nyepam, saya lagi mencari penulis-penulis
LOMBA MENULIS CERPEN BCG
hadiah pemenang
juara 1: pulsa 100rb
juara 2: pulsa 50rb
juara 3: pulsa 25rb
dan juara harapan 1, 2 dan 3: masing-masing 10ribu.
Sponsor by: agus di cakiti cinta
PERSYARATAN
1: cerpen belum pernah dipublikasikan di media apapun.
2. Panjang kurang lebih 2000-3000 word (oneshoot dan langsung tamat)
3. Tulisan rapi, tidak disingkat apalagi alay, ada narasi dan dialog.
4. Tentang kehidupan gay, genre dan rating bebas.
5. menggunakan bahasa asing 2 atau 4 kata, selain bahasa inggris (boleh korea, cina, jepang or apapun yang kalian suka) sertakan translate.
6. Sertakan biodata lengkap dan no hp di akhir cerita.
7. Pengiriman file dimulai tanggal 1-30 september. Persiapkan cerita kalian ayo! (tanggal bisa diubah panitia2 sesuai sikon)
8. Cerita dikirim dalam bentuk FILE ke alamat email gayberbagicerita yahoo (titik) com (dengan subjek: LMC/judul cerita/ penulis cerita )
9. Cerita yang dianggap layak akan diposting di page BERBAGI CERITA GAY. Penjurian 50% dari vote (komentar dan like) dan 50% dari para juri.
10. Sebarkan pengumuman ini di situs2 jejaring social kalian.
11. pengumuman kami masih belum tau kapan, maka dari itu teruslah hadir di page BERBAGI CERITA GAY
Jika ada yang kurang dimengerti silakan komentar
Meski pun ini bukanlah event besar hendaklah teman-teman ikut meramaikan, kalian bisa mengukur kemampuan menulis kalian, menambah existensi dan kalau beruntung akan mendapatkan hadiah… tolong ramaikan event BCG ini ya..
Panitia: Agus, Javas Nugroho, Ella, Daniel yanuar (yanz).
