~It's All Because Of You!~
Kuroko no Basket
Pair: AoKaga
Genre : Romance, Hurt / Comfort
Warning:
BL,Yaoi
Disclameir:
Kuroko no Basket milik Tadatoshi Fujimaki-sensei. Saya hanya meminjam tokoh dan alurnya saja.
Summary:
Kagami berulangtahun tanggal 2 Agustus. Semua merayakan dan mengucapkan selamat kepadanya,termasuk Kiseki no Sedai. Namun,ada satu orang yang tak memberikannya ucapan yang membuatnya senang,melainkan rasa kecewa. Apa kalian tahu siapa dia ...?
For Kagami and Aomine Birthday! 2 August and 31 August
#AokagaFF
[Semua ini saya buat langsung terlintas di otak saya. Ini karya saya sendiri, jika ada kesamaan cerita atau yang lain, itu hanya kebetulan belaka]
Chapter 2 ...
Kagami berpikir sejenak... Apakah perasaannya bertepuk sebelah tangan? Mengapa Aomine melupakannya? Apa dia lupa akan hari ulangtahunnya? Tidak, Kuroko sendiri yang mengatakan bahwa Aominelah yang memiliki ide merayakan ulangtahunnya bersama dengan Kise dan Kuroko. Jadi, kenapa? Apa Aomine tak ingin merayakannya? Tidak, bahkan seluruh mantan musuhnya―Kiseki no Sedai― dari warna biru muda sampai merah mengucapkan selamat ulangtahun kepadanya dengan gaya mereka masing-masing. Seluruhnya sudah mengucapkannya,kecuali Aomine.
Apa terjadi sesuatu padanya?
" ... gami-san! Kagami-san! Bakagami-san!"
Kagami ingin melempar gelas yang sedang dia lap. Karyawan macam apa yang memanggilnya dengan sebutan 'Baka'?
"Apa kau bilang!? Baka!? Kau ingin gajimu kupotong!?" Kagami emosi.
"Sudahlah,Kagami ... Dia terus memanggilmu,tapi kau yang melamun." Salah seorang pelanggan yang notabene adalah senpainya saat SMA itu menenangkan Kagami. Kiyoshi Teppei dan Izuki Shun. Mereka berdua singgah sebentar di cafe Kagami untuk makan siang.
"Masa? Aku tak mendengarnya?"
"Kau sudah terlalu tua,makanya pekak,Kagami ..." Izuki tertawa pelan sambil menyeruput kopi yang baru saja disediakan. "Aku masih muda,Senpai. Senpai saja yang sudah terlalu tua."
"Hei,kita cuma beda setahun doang!"
"Hai, hai ..." Kagami melanjutkan pekerjaannya sebagai pemilik cafe. Namun,dari jauh dia tampak kelihatan seperti bartender ...
"Oh,ya,Kagami. Kau tak mendengar berita 'itu'?"
"Ng?" Kagami yang semula fokus kepada acara bersih-bersih karena pengunjungnya sedang sepi mendongakan kepalanya ke arah Kiyoshi. "Berita apa,Senpai?"
"Berita tentang―" Sebelum Kiyoshi berbicara, mulutnya sudah disumbat sebuah roti dari Kuroko. "Kuroko!? Jangan muncul tiba-tiba begitu!"
"Gomen,Kagami-kun,Senpaitachi ...," Kuroko memaksa masuk roti yang dia bawa ke dalam mulut Kiyoshi. Dia berbisik pelan kepada Senpainya tersebut. "Sekali Senpai berbicara tentang 'itu', aku pastikan kau tak bisa tersenyum seceria itu lagi ..." Kuroko mengeluarkan aura kejamnya.
"Glek." Kiyoshi menelan ludah. Izuki merinding. "Kau belajar darimana mengeluarkan aura seperti itu,Kuroko?" Kuroko hanya tersenyum tipis. "Akashi-kun yang mengajariku untuk menghindari bullying."
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Kagami yang sama sekali tak mengerti tentang pembicaraan teman-temannya tersebut. "Itu,Kagami-kun ..." Kuroko berpikir sejenak. "Hyuuga-senpai dan Aida-senpai akan menikah."
"APA!?" Kagami berteriak keras membuat beberapa pengunjung melihat dirinya. "Oh,Sumimasen ... Yang benar saja,Kuroko!?"
"Tidak,aku bercanda,Kagami-kun ..." Kagami ingin melempar gelas kepada wajah datar nan polos Kuroko. "Ngomong-ngomong,apa yang kau lakukan ke sini,Kuroko?" tanya Kiyoshi setelah selesai melahap roti yang diberi Kuroko.
"Aku sedang menepati janjiku kepada murid-muridku untuk membeli mereka beberapa roti dan kue. Aku ingin membeli minumannya disini. Majiba terdekat sedang penuh dan aku harus segera pergi." Kuroko meminta salah satu keryawan untuk mencatatkan pesanannya karena dia sedang terburu-buru.
"Merepotkan ya menjadi guru taman kanak-kanak?" tanya Kagami di sela-sela pembicaraan Kuroko dengan bawahannya. "Tidak juga,aku senang bisa mengajari muridku."
"Hm ..." Kagami terdiam sejenak, Kuroko menatapnya heran. "Kenapa,Kagami-kun?" tanya Kuroko. Kagami langsung membantah. "Tidak ada apa-apa!"
"Kau tampak murung ..."
"Aku baik-baik saja!"
"Bagaimana kabarmu dengan Aomine-kun?" Kagami langsung memalingkan muka. Dia sedikit kesal dengan Kuroko karena hanya Kurokolah yang mengetahui tentang perasaannya kepada Aomine itu.
"Urusee! Biasa saja kok!"
Kuroko tersenyum tipis. Dia sedikit senang karena Kagami tak curiga sama sekali, bahkan tak tahu sama sekali ...
"Ja,aku pergi dulu,Minna-san ..." Kuroko mengambil pesanannya dan kemudian menghilang.
~Because Of You!~
"Maaf,pesananku tadi dimana,ya?"
Kagami tertegun mendengar protes dari salah satu pelanggannya. "Maaf,Anda dari meja nomor?" tanya Kagami sambil mengambil beberapa kertas bon. "Nomor 5. Aku memesan kopi susu dingin tadi."
"Ng?" Kagami melirik kertas bermeja nomor 5, tak ada tulisan pesanan yang diminta oleh sang pelanggan. "Tapi disini tak ada ..."
"Aku sudah bilang tadi. Bukannya kau sendiri yang mencatatnya?"
"Kalau begitu,maafkan aku. Pesananmu akan segera tiba." Kagami segera berlari ke arah dapur. "Hoiy,Kopi Susu Dingin satu!"
"Haiii~~"
Kagami kembali duduk di bangku kasir. Dimana dia sebagai kasir dan pemilik cafe yang berjaga. Terkadang dia berada di dapur untuk memasak makanan. Namun,sekarang bukan jam makan siang dan bagian minuman ia serahkan kepada karyawannya.
"Maaf,permisi ..."
"Iya,ada apa?" tanya Kagami lagi. Apa dia akan protes? "Tadi,aku memesan milkshake cokelat. Tapi,sepertinya aku dilupakan."
"Oh,maafkan aku! Aku akan segera mengantarnyaa!" Kagami langsung berlari ke arah dapur dan berteriak kencang tentang pesanan orang tadi.
"Chotto,Kagami-san,suaramu terlalu keras ..."
"Ada apa,Kagami-san? Kau terlihat terburu-buru ..." Kagami menghela napas. "Banyak pesanan yang belum diantarin!"
"Lha,kami sudah memberikannya kok. Semua yang ada di daftar yang ditulis Kagami-san. Kagami-san yang salah,gak? Kagami-san 'kan baka ..."
"Urusee!" Kagami merasa malu dibilangin 'baka' oleh karyawannya sendiri. Benar juga ... Dialah yang mencatat seluruh pesanan. Kenapa ada yang terlewat? Ah,dia sama sekali tak berkonsentrasi! Argh!
"Kenapa tak bisa konsentrasi? Mikiran Ahomine?" Suara hatinya berbicara. Apa? Untuk apa dia memikirkan Aomine sekarang!? Dia tak peduli! Mau dia ucapin kek,atau apa kek! Terserah dia saja!
"Kagami-san,awas!"
Bruak! Sukses Kagami menabrak meja yang diatasnya terletak beberapa gelas sehingga menyebabkan gelas itu jatuh dan pecah berkeping-keping.
Prang! Bruk!
Kagami terjatuh terduduk. Karyawannya langsung membantunya berdiri dan membereskan pecahan gelas. "Kau tak apa-apa,Kagami-san? Tanganmu terluka! Cepat,ambilkan kotak P3K!"
Kagami terdiam,membiarkan karyawannya yang membereskan gelasnya yang pecah dan mengobati tangannya itu. Masa bodoh dengan ganti rugi kaca,ambil saja uang yang ada di dompetnya dan pergi saja sana.
Kring,kringgg! Ponsel Kagami berdering. Oh,Tuhan. Jangan lagi. Jangan membuatku penasaran tentang siapa yang menelponnya ini. Kagami mengambil ponselnya perlahan dan terkejut kaget. Ini dari bosnya ...
"H-Ha'i! Ada apa,Senpai!?"
"Gawat,Bakagami!"
"Jangan panggil aku dengan sebutan BAKA!"
"Argh,jangan bahas itu! Cepat ke markas! Ada kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di area XX! Rumahmu di dekat sana, bukan? Kau pasti bisa melihat asapnya! Cepat kemari! Kami kekurangan orang! Maaf,telat memberitahumu dan ini tiba-tiba!"
"Ha'i! Aku segera kesana,Senpai!" Kagami langsung mempersiapkan diri dan berlari ke tempat tujuan. Tak mempedulikan teriakan karyawannya dan berlari menuju tempatnya bekerja, tempat yang biasanya sedang dilanda api atau pun bencana buruk...
Kagami berlari terus berlari menuju ke arah kebakaran tersebut. Hari ini dia harus bekerja ekstra keras. Dia benar-benar tak menyangka jika pekerjaan yang sudah lama dia tak kerjakan ini secara tiba-tiba muncul. Untung saja dia tak sedang bersama Aomine.
"ARGH! AHOMINE LAGI!" Kagami frustasi sambil menjambak rambutnya. Dia harus melupakan Aomine! Harus! Jangan sebut nama dia lagi jika ingin konsentrasi bekerja!
"YOSHAAAAAA!" Teriak Kagami yang langsung ditimpuk oleh seseorang menggunakan buku tebal. "Kau berisik sekali-nanodayo."
"M-Midorima? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kagami kaget melihat Midorima muncul di belakangnya dengan sebuah buku tebal yang diyakini sebagai lucky itemnya dengan masih berpakaian jas dokter.
"Jangan tanya lagi-nanodayo. Seharusnya kau tahu jika aku kemari untuk bekerja atau membeli lucy item-nanodayo." Midorima menaikan kacamatanya. "Kau belum datang,ya? Sayang sekali-nanodayo..."
"Datang kemana?" tanya Kagami menghentikan langkah kakinya. Midorima menampar Kagami dengn bukunya. "Ke sana-nanodayooo! Disana sarang jual lucky item-ku-nanodayooo! Jangan biarkan terbakar-nanodayoooo!"
"E-Eh! Oh,ya! Siapa suruh menghentikanku!?" Kagami segera berlari ke tempat kejadian. Midorima menghela napas panjang. Barusan dia Out of Character. Tapi,dia merasa sedikit beruntung.
"Jarang sekali aku melihatmu berteriak seperti itu,Shin-chan~" Takao muncul di balik tubuh tinggi Midorima. "I-Itu hanya alasan saja-nanodayo! Aku tadi hampir kelepasan berbicara tentang Ahomine-nanodayo!"
"Oh ... Souka ... Kuroko yang menyuruh, 'kan? Kenapa,yaa?" tanya Takao mengerutkan dahi. Midorima menatap kepergian Kagami. "Yang pasti ada hubungannya dengan Bakagami itu-nanodayo. Jangan bilang padanya-nanodayo!"
"Hm,untuk apa coba? Aku jarang bertemu dengan mereka berdua~" Takao mengangkat bahu. "Ne,Shin-chan. Sudah selesai membeli lucky itemnya?"
"Hampir-nanodayo. Tinggal membeli punyamu dengan Ahomine."
"Tak perlu,Shin-chan! Punyaku tak usah! Kalau Ahomine,oklah. Biar cepat sembuh~"
~TBC~
Chapter 2 pendek,ya? Gomen,karena tak ada ide~
RnR please~
Ivy-chan9
