Chanbaek

M

Summary : Baekhyun tak menyangka kalau ia akan terjebak dalam rumah keluarga Park bersama Chanyeol, salahkan saja Nyonya Park yang mengunci semua akses keluar masuk rumah itu. Sebenarnya biasa saja, namun saat menyadari dirinya selalu terbangun dipagi hari tanpa pakaian membuatnya ingin memakan Chanyeol hidup-hidup.

.

.

.

"Ayolah eomma~ Aku bisa meminta Luhan hyung dan lainnya menginap disini dan menemaniku!"

"No Baekhyun! bisa-bisa rumah eomma akan ternodai oleh kemesuman teman-temanmu itu!"

Namja manis bernama Baekhyun itu hanya bisa mempoutkan bibirnya kesal sambil terus mengikuti kemanapun eomma-nya pergi. Sudah hampir 15 menit ia merengek pada eomma-nya itu agar ia tak perlu mengikuti kemana wanita itu akan liburan.

"Kumohon eomma~ aku tidak akan membiarkan mereka bertingkah mesum dirumah kita! Aku janji eomma"

"Apa kau tidak mendengar eomma-mu ini sayang? Kau yakin bisa mencegah mereka? Biar eomma ingatkan!..." Wanita itu berbalik setelah menutup kopernya yang ketiga, ia menghela nafas dan memberikan tatapan tajam pada Baekhyun yang masih memasang wajah memohonnya. "Terakhir kali kalian kesini dan menginap kau bahkan hampir bercinta dengan Sehun sayang! Dan untungnya eomma segera datang, apa yang akan terjadi jika eomma tidak datang waktu itu? Dan eomma tidak akan membiarkannya terjadi lagi! Eomma tidak mau tahu, kau harus mau ikut eomma."

"Tidak mau! Pokoknya aku tidak mau ikut berlibur bersama eomma! Itu pasti membosankan. Apa yang harus aku lakukan disekeliling ahjumma-ahjumma genit?"

"Yaak! Secara tidak langsung kau baru saja mengatakan kalau eomma-mu ini genit! Cepat kemasi pakaianmu! Eomma tidak mau tau, ikut atau kau akan aku nikahkan dengan Choi ahjussi!"

"APA? B-baiklah, tunggu aku eomma!"

Baekhyun pun menyerah, ia berjalan dengan semangat yang luntur menuju kamarnya. Pikirannya sedang melayang jauh mendengar ucapan eomma-nya.

Apa tadi? Dinikahkan dengan Choi ahjussi? Lelaki tua yang kerjaannya hanya bisa mabuk dan mengganggu gadis dan juga namja manis di kompek mereka. Sialan, bagaimana nasib dirinya yang cantik dan menggemaskan jika harus menikah dengan ahjussi mesum macam Choi ahjussi? Hell no!

.

.

.

"Hmm, ada apa dengan wajah manis anakmu itu?"

Entah sudah berapa menit Baekhyun duduk diantara eomma-nya dan juga seorang ahjumma yang bisa dibilang cantik itu. Ia sedari tadi tak berhenti untuk tidak mempoutkan bibirnya yang sexy. Sumpah, ia benar-benar kesal dengan eomma-nya sekarang.

Lihatlah bagaimana wanita itu yang terlihat sangat bahagia sekarang, mengabaikan Baekhyun yang sedari tadi sudah muak dengan segala hal yang eomma-nya dan juga ahjumma disebelahnya gossip-kan.

"Dia menolak untuk ikut liburan dengan kita"

Baekhyun dapat melihat denga jelas kalau ahjumma disebelahnya baru saja mengangguk dan membulatkan mulutnya mengerti. Eomma-nya yang sudah paham betul apa maksud dari temannya itu hanya menghela nafasnya dan menatap malas kearah Baekhyun.

"Dia memang menyebalkan! Aku bisa saja meninggalkannya dirumah, namun aku tak akan melakukan itu. Asal kau tahu, anakku ini benar-benar susah diatur dan juga mesum jika sudah berkumpul dengan teman-temannya. Makanyaaku bersih keras untuk mengajaknya ikut dengan kita." Ucap eomma Byun meyakinkan, membuat Baekhyun lagi-lagi memutar bola matanya malas.

"Yaah, apa bedanya dengan putraku? Ia juga menolak saat aku mengajaknya. Dan untuk informasi saja, Chanyeol juga bukan anak yang baik dan menggemaskan. Dia juga sangat mesum, bahkan ia nekat bercinta dengan seseorang dihadapanku waktu itu. Dan itu membuatku benar-benar mual dan langsung mengunci Chanyeol selama 3 hari didalam gudang tanpa ponsel." Jawab eomma Park tak kalah bersemangat dari eomma Byun yang kini tengah menatap sangat serius kepada wanita yangmasih asik menjelek-jelekan putranya.

Heol. Apa kabar dengan Baekhyun? Oh lihatlah, ia baru saja menguap untuk yang kesekian kalinya. Pasalnya kesua wanita paruh baya ini benar-benar sudah terlarut dengan perbincangannya sendiri. Tahu begini ia akan lebih memilih untuk menemani Choi ahjussi mabuk daripada harus mendengar eomma-nya bergosip.

Entah kedua wanita itu sadar atau tidak, mereka masih saja mengobrol saat Baekhyun sudah bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruang tamu kediaman keluarga Park.

.

.

.

Baekhyun tidak tahu ini apa, tapi satu hal. Ia tidak bisa menutup mulutnya dan terus mengucapkan kaliamat seperti 'wow' 'mengagumkan' 'indah' berkali-kali dalam beberapa menit ini saat ia sudah berada disebuah tempat yang sepertinya taman. Ia dapat melihat beberapa macam bunga yang ia tak tahu namanya terlihat sudah mekar dan menyebarkan wangi yang khas.

"Aku tahu itu indah, tapi bisakah kau menyingkir dari sana? Bokongmu tak lebih indah dari bunga yang sudah eomma-ku tanam!"

Baekhyun menoleh, menunjukkan wajah –sok- polosnya sambil berkedip-kedip tak mengerti pada namja tampan yang baru saja menghina keindahan bokongnya.

"Kau siapa?"

Baekhyun bertanya, menghampiri namja itu dan duduk disebelahnya tanpa melepaskan pandangannya sedikitpun dari wajah tampan seseorang yang kini duduk disebelahnya. Namja itu menoleh, awalnya ia menyeringai. Namun beberapa detik kemudian Baekhyun dapat memastikan bahwa seringaian itu hilang dan digantikan menjadi sebuah tatapan terkejut yang sangat menggemaskan menurut Baekhyun.

"Kau s-siapa? K-kenapa kau begitu cantik?"

"Ne? Kenapa menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan? Jawab dulu pertanyaanku jelek!"

"Apa? Jelek? Yakin aku jelek?"

"Begitulah dimataku!"

Baekhyun membalikkan tubuhnya dan menatap lurus kearah ia lipat didada sambil wajahnya terlihat seolah-olah ia tengah merajuk dengan bibir yang dipoutkan.

"Yaak! Hentikan atau bibirmu kulumat habis-habisan!"

"Mwo? Dasar sinting!"

Baekhyun menggerutu, baru saja ia hendak bangkit dan meninggalkan namja tampan yang sayangnya gila dan mesum sendirian ditempatnya. Namun ia mengurungkannyakarena namja itu malah menariknya duduk kembali.

"Aku Chanyeol, Park Chanyeol!"

"Ne?"

"Kau tahu? Yang sedang mengobrol dengan eomma-mu adalah eomma-ku!"

"O-oh!"

Baekhyun menjawab seadanya, toh ia tak terlalu peduli pada namja itu. Namja sialan yang beberapa menit lalu baru saja mengatakan kalau bunga disana lebih indah dari bokongnya yang sexy. Sial.

"CHANYEOLLIE~ KAU SUDAH SIAP BELUM? KITA BERANGKAT SETENGAH JAM LAGI!"

Itu nyonya Park, Baekhyun yang masih duduk disebelah namja tampan itu hanya bisa menahan tawanya saat ia menyadari wajah ketakutan milik Chanyeol. Ia menepuk bahu lelaki tinggi itu beberapa kali sebelum ia berbalik memunggungi Chanyeol dan terkikik geli.

"Sudahlah, aku harus pergi. Dan kurasa kau juga harus bersiap, kedua wanita itu benar-benar menyebalkan!"

"Ya, kurasa begitu. Ohiya, kurasa kita bisa menjadi lebih akrab lagi. Mengingat kita akan berlibur dengan para ahjumma yang benar-benar menyebalkan, mereka pasti mengabaikan kita. Hmm, aku belum memperkenalkan diriku…. Aku Baekhyun, Byun Baekhyun!"

Seseorang, bisakan seseorang mengambil seember air dan mengguyurnya kearah Chanyeol? Lihatlah namja itu sekarang, matanya tidak berkedip sama sekali dengan mulut yang sedikit terbuka menyaksikan bagaimana Baekhyun yang kini terlihat sangat menggemaskan saat tersenyum lebar.

"B-baekhyunnie, ayo! Aku ingin cepat-cepat masuk!"

Chanyeol menyeringai, bohong kalau Baekhyun tidak melihatnya. Ia bergidik ngeri sendiri membayangkan ucapan Chanyeol yang ambigu itu. Masuk? Masuk apanya? Masuk kerumahya kah?

Chanyeol yang menyadari raut khawatir dan juga panik dari Baekhyun hanya menggeleng dan beberapa detik kemudian ia sudah menarik Baekhyun agar mengikutinya.

.

.

.

"Ah, kalian sudah bertemu rupanya?"

"Ne eomma, sekarang biarkan aku mengambil koperku! Dan aku akan mengajak Baekhyun kekamar, aku berjanji akan menunjukkan kamarku yang keren padanya."

"Mwo? Aku tidak mem-"

"Jja!"

Baekhyun terus saja berontak dari genggaman tangan Chanyeol yang sialnya sangat keras. Membuat pergelangan tangannya terasa sedikit perih, Baekhyun yakin kalau setelah ini tangannya pasti akan memerah.

"Masuk!"

"Pelan-pelan saja bodoh! Kau pikir aku ini apa? Jangan dorog aku sial!"

Chanyeol mengabaikannya, membaringkan dirinya diatas ranjangnya yang megah dengan sprei putih bersih yang sudah sedikit berantakan karena ulahnya berguling-guling diatas ranjang.

"Apanya yang keren? Cepatlah, kau bilang hanya ingin mengambil kopermu!"

"Ck, cerewet sekali!"

Baekhyun menggerutu, berjalan menghampiri Chanyeol dan tanpa permisi ia langsung berbaring disamping Chanyeol dengan posisi menghadap namja tampan itu. Ia tersenyum cukup lebar hingga menampilkan deetan giginya yang rapi.

"Ada apa? Jangan bilang kalau kau ingin kusetubuhi sekarang? Jangan harap!" Chanyeol berdecih, ,membalikkan tubuhnya hingga kini keduanya saling berhadapan dengan Baekhyun yang mendelikan matanya tajam setelah mendengar ucapan Chanyeol.

"Kau gila! Tak akan kubiarkan kau menyentuh tubuh sexy-ku ini! Dasar Yoda mesum!"

"Jadi?"

"Hmm, bukankah kau tak ingin pergi liburan bersama para eomma?" Chanyeol mengangguk mengiyakan, matanya terlalu serius menatap bibir Baekhyun yang bergerak menggoda ketika namja manis itu terus bercerita mengenai rencananya.

"Kau yakin itu berhasil?" Chanyeol bertanya dengan matanya yang tak lepas dari bibir Baekhyun, bahkan sesekali secara tak sadar ia menjilat bibir bawahnya. Ugh, bibir itu terlihat benar-benar nikmat.

"Ne! eomma-mu tak akan tega membangunkan anak semanis diriku yang sedang tertidur dengan sangat nyenyak!"

"Lalu eomma-mu?"

"Biarkan saja, ia mungkin tak akan membangunkan kita juga. kurasa eomma akan membiarkanku tinggal, asalkan tidak ada teman-temanku disini"

"Teman-temanmu?"

"Ne, eomma tidak akan pernah mau meninggalkanku sendirian jika ada teman-temanku yang sangat mesum. Entahlah, aku bingung dengan yang kubicarcakan yeol! Dan tiba-tiba saja aku menjadi mengantuk sungguhan! Sial"

'Mesum? Kau hanya tak tahu kalau aku bahkan bisa lebih daripada teman-temanmu sayang!'

.

.

.

"Yaak! Anakmu tertidur!"

"Bangunkan saja! Baekhyun memang selalu seperti itu, kurasa ia hanya berpura-pura!"

"Tidak, kau lihat saja sendiri! Dia terlihat sangat kelelahan dan juga….. sedih! Kau pasti benar-benar memaksanya untuk ikut!"

"Ya, begitulah! Tapi aku tidak akan bisa meninggalkannya sendirian, aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya!"

"Tenanglah, kurasa aku akan membiarkan Chanyeol tidak ikut dan menjaga Baekhyun untukmu!"

"Bagaimana kalau kita tidak usah pergi?"

"Kau gila, kau harus menandatangani kontrak untuk majalahnya bodoh!"

"Ta-tapi Baekhyun….."

"Dia akan baik-baik saja! Percaya padaku, sekarang ayo kita berangkat sebelum mereka bangun!"

"B-baiklah"

Perfect.

Baekhyun mengintip dari balik selimutnya saat mendengar suara 'klek' dari pintu kamar Chanyeol. Ia membuka selimut yang membungkus tubuhnya dan menepuk perlahan lengan Chanyeol yang memeluk pinggagnya.

"Lepaskan! Rencana kita berhasil!"

Chanyeol hanyamenggumam pelan dan mengeratkan pelukannya pada Baekhyun, membuat Baekhyun mau tak mau harus menahan terkejut karena wajahnya berhadapan langsung dengan dada Chanyeol.

"C-chan, bisa lepaskan? Eomma kita sudah pergi dan kurasa aku harus pulang sekarang!"

Baekhyun bergerak dengan gelisah sambil terus berharap agar Chanyeol melepaskan pelukannya. Awalnya memang Baekhyun yang meminta agar keduanya tidur secara berhadapan, maksudnya begini, Baekhyun menyadari kalau wajah Chanyeol benar-benar tampan dan rasanya sayang melewatkan pemandangan luar biasa seperti wajah Chanyeol. Namun ia tak meminta namja tiang itu memeluknya, dan sialnya lagi malah sekarang namja tampan itu tidak mau melepaskan pelukannya.

"Aku mau pulang Chan!"

"Biarkan seperti ini! Setidaknya selama 5 menit, tubuhmu benar-benar nyaman untuk dipeluk!"

"Apa? 1 menit saja!"

"Tidak, 5 menit!"

"1,5 menit!"

"4,5 menit!"

"2 menit!"

"Hmmm, 10 menit!"

"Apa? Bagaimana kalau semalaman saja? Kau gila Park!"

"Setuju! Siapa tahu aku juga bisa mengagahimu sekalian!"

"Apa? Lepaskan!"

Baekhyun membulatkan matanya tak percaya, awalnya ia hanya bercanda, tak benar-benar serius saat mengatakan hal itu. Salahkan saja Chanyeol yang terlalu serius, membuat seolah-olah Baekhyunlah yang paling bersalah.

Berdoalah kalau Chanyeol tak akan lepas kendali kali ini, melihat bagaimana ia yang terlihat begitu menikmati tubuh Baekhyun sepertinya sedikit harapan bagi Baekhyun untuk lepas dari lelaki tampan itu.

"LEPASKAN AKU PARK CHANYEOL!"

TBC

Annyeong^^ apa kabar? Baikkah?
Mian kalo misalkan aku update-nya kelamaan, ada beberapa masalah soalnya hehe^^
Buat NC, mungkin di chapter selanjutnya. Ok^^

Oh, aku seneng banget pas tau Chanyeol bikin Soundcloud. Gimana kalian?
Kalian udah bikin account Soundcloud kah?
Kalo udah, bisa kali follow aku^^

Soundcloud : puterr

Comment or like for followback^^

Makasih banget buat yang nungguin FF ini, aku gatau apa jadinya ini FF kalo gaada kalian. Makasih banget karena kalian udah menyempatkan diri buat baca FF abal ini^^ Saranghae~

Mind to Review?