My Love Special

Naruto © Masashi Khisimoto

Rate : M

Pairing : NaruSaku, GaaHinaSasu, ShikaTema, dll

Fic abal yang sangat gaje, bikin muntah, pusing dan mual dll.

.

.

.

.

.

Naruto 25 tahun.

Sakura 18 tahun.

Gaara 25 tahun.

Hinata 22 tahun.

Shikamaru 25 tahun.

Temari 28 tahun.

Kankuro 29 tahun.

Sasuke 25 tahun.

Ino 25 tahun.

.

.

.

Chapter 2

.

Tiada lagi pendar cahaya bulan yang remang-remang menembus hutan nan gelap, cahaya yang samar-samar menyinari keindahan kekasih hatiku. - book First Love Forever Love

.

.

.

.

.

"Aku tidak mengerti Kakashi-ossan."

Satu kata yang meluncur dari bibir mungil seorang gadis kecil yang berusia 6 tahun itu membuat Kakashi mengerutkan dahinya. Gadis itu menghentikan acara makan malamnya.

"Tidak mengerti yang bagaimana Hikari-chan?" Tanya Kakashi. Saat itu mereka sedang berada di ruang makan. Atau lebih tepatnya menemani si kecil Hikari makan malam. Sedangkan Kakashi hanya menemaninya.

"Kenapa sampai sekarang aku tidak boleh ketemu dengan Sakura-aneue? Apa kerjaan Sakura-aneue banyak sehingga tidak bisa menyempatkan bertemu denganku lagi?" Tanya Hikari polos sambil menatap wajah Kakashi.

"Hmmm. . . . bagaimananya?" Kakashi menggaruk belakang kepalanya tidak gatal. "Itu. . . "

"Apa Sakura-aneue tidak sayang sama aku lagi." Suara Hikari tampak bergetar. "Dan kenapa Kaa-chan dan Tou-chan juga gak pernah datang melihatku lagi. Apa mereka begitu sibuk sampai tidak mau melihat Hikari lagi." Mata Hikari tampak mulai berkaca-kaca. Tangan mungilnya kini tampak mengepal dipangkuannya. Kakashi yang mendengar hal itu tampak tak tega. Pria berambut perak itu segera duduk di dekat gadis kecil itu lalu memeluknya dari samping. Dengan pelan Kakashi mencoba menjelaskan kenapa Sakura dan orang tuanya tidak bisa menemuinya. Tentu saja Kakashi memberikan alasan yang bohong. Bahwa orang tuanya dan juga Sakura memang sibuk saat ini, makanya untuk sementara belum bisa bertemu. Bagaimana pun juga Hikari masih terlalu kecil untuk mengetahui masalah yang sebenarnya. Apalagi tentang kematian orang tuanya yang telah dibunuh oleh anak baptisnya.

"Benarkah Kakashi-ossan? Mereka pasti menemuiku kan?" Tanya Hikari memastikan ucapan Kakashi adalah benar.

Kakashi tersenyum dibalik maskernya. Terlihat dari matanya yang menyipit, "Tentu saja manis. Sakura dan orang tuamu pasti akan menemuimu secepatnya setelah urusan meereka selesai. Jadi..." Kakashi menghapus air mata di kedua mata Hikari yang entah sejak kapan telah turun. "Berhentilah menangis. Dan coba untuk makan. Kau tidak ingin sakitkan saat kakak dan orang tuamu datang nanti."

Hikari mengangguk cepat. Dengan cepat ia melap air matanya dan juga menarik ingusnya. Kakashi yang melihatnya hanya terkekeh geli.

"Hei! Jangan menarik ingus seperti itu." Tegur Kakashi. "Setidaknya dikeluarkan pakai tisu. Dasar jorok."

Hikari hanya nyengir lebar sambil menunjukkan gigi putihnya yang rapi. "Baik Kakashi-ossan." Kata Hikari sambil memakan makanannya lagi. Kakashi lalu mengacak rambut Hikari dengan gemas.

.

Pukul 8 malam.

Disebuah club malam exclusive di pusat kota Tokyo telah dibanjiri oleh para tamu yang berdatangan. Tamu-tamu yang datang pun bukan sembarangan tamu melainkan sekelas konglomerat dan orang kaya yang bisa masuk ke tempat itu. Itu pun mereka tidak datang sendirian melainkan disertai

beberapa pengawal pribadi. Beberapa di antaranya ada yang membawa wanita mereka masing-masing. Terkadang model dan artis terkenal juga ada disana.

Lampu disco yang sedang berkelap-kelip Dan di iringi musik disco dengan seorang DJ yang handal membuat ruangan itu semakin ramai. Membuat segerombolan manusia menari dengan begitu buas dilantai dansa yang berkilau kemerlap.

Sebuah ruangan VIP yang dibikin khusus kedap suara yang berada di lantai 2 klub exclusif itu telah di tempati beberapa orang disana. Mereka berpesta ria sambil menikmati pemandangan di luar jendela yang tembus keluar. Menikmati pemandangan orang-orang yang terhanyut dalam pesta mereka sendiri.

Seorang pemuda berambut nanas tampak menguap bosan tak berminat dengan pesta yang dibuat sahabat pirangnya itu. Padahal beberapa wanita bayaran telah disiapkan disana agar dia tidak bosan. Tapi sayang pria itu sama sekali tidak tertarik dengan wanita-wanita itu.

"Hei Shikamaru. . . Cobalah bersenang-senang malam ini. Kau tampak bosan sekali kawan." Seru pemuda yang mempunyai tatto segitiga di pipinya itu. Inuzuka Kiba.

"Mendokusei… jangan ganggu aku, Kiba," Jawab Shikamaru malas.

Seorang pemuda rambut raven tampak menghampiri mereka. Lalu duduk di samping Shikamaru.

"Bagaimana dengan keadaan di China, Shikamaru? Apa berjalan sesuai rencana?" Tanya pemuda tersebut sambil mengangkat tangannya meminta pada pelayan memberikan segelas minuman untuknya. Lalu seorang wanita cantik bersurai coklat menghampirinya.

"Minta segelas Tequila sunrise," Ucapnya. Pelayan itu mengangguk lalu segera menyiapkan minuman itu. Sedangkan Kiba sudah pergi menjauh dari sana menghampiri wanita sewaannya.

"Semua berjalan dengan baik. Aku sudah menyingkirkan beberapa orang yang curang di dalamnya," Ucap Shikamaru sambil menatap pelayan di depannya itu.

"Bagitu..." Keduanya lalu terdiam.

"Ini tuan." Pelayan itu menyodorkan minuman Sasuke dengan senyum yang manis.

"Hn..." Pemuda raven itu segera meminum minumannya. Lalu milirik malas dengan keadaan sekitarnya. "Lalu dimana Naruto?" Lanjutnya lagi.

"Sedang menyiksa seorang perempuan yang dibencinya."

Sasuke menaikkan sebelah alisnya dengan bingung. Shikamaru baru sadar kalau Sasuke belum tahu apa-apa tentang perempuan yang sudah beberapa minggu selalu di siksa Naruto karena sedang berada di luar kota dan baru pulang malam ini.

"Naruto telah menemukan pelakunya. Dan dia menyisakan dua anak gadisnya tetap hidup. Kini ia menyiksa salah satunya. Kau harus melihatnya. Aku sangat miris melihat keadaannya. Terakhir yang ku lihat gadis itu tidak sadarkan diri selama 2 hari," Tutur Shikamaru yang tak pernah lepas memandang seorang gadis yang sedari tadi di tatapnya. Sasuke mengikuti pandangan Shikamaru. Seorang perempuan yang menuangkan minumannya tadi telah menyita perhatiannya.

"Kenapa si dobe itu tidak menghabisinya saja."

"Entahlah." Shikamaru mengangkat bahunya cuek. "Dia terobsesi dengan gadis itu, aku rasa."

Sasuke terdiam beberapa saat. "Kau menyukai perempuan itu." Tunjuk Sasuke ke arah sesosok perempuan yang sedari tadi menjadi pusat perhatian Shikamaru.

"Aku mencurigainya," Ucap Shikamaru langsung. "Aku merasa dia seperti mata-mata."

Sasuke menatap perempuan itu lagi. Tidak ada yang hal yang mencurigakan pada diri gadis tersebut. Tapi Perempuan yang sedari ditatap Shikamaru tampak mulai gelisah. Belum juga Sasuke mengeluarkan suaranya, Shikamaru suda berseru diluan.

"Biar aku bereskan," Ucap Shikamaru sambil beranjak dari tempat itu mengahmpiri perempuan yang mencurigakan baginya.

.

Shikamaru berjalan dengan santai menghampiri pelayan yang tadi menuangkan minuman Sasuke. Tampak perempuan itu mulai menyadari Shikamaru mendekatinya. Dan dengan sedikit tergesa-gesa perempuan bersurai coklat panjang itu segera pergi dari tempat itu. Tapi sayang Shikamaru yang sejak awal mencurigainya justru semakin mempercepat langkahnya mendekati perempuan itu.

.

"Dia mencurigaiku." Itu adalah kata yang pertama yang bisa Temari ucapkan saat ini ke headset yang disembunyikan ditelinganya. Perempuan bersurai coklat panjang itu tengah tergesa-gesa untuk keluar dari lautan manusia yang saat ini tengah berpesta ria.

"Jangan sampai tertangkap," Ucap disebrang sana melalui headset yang dipakai telinga Temari.

"Diterima." Temari lalu menarik alat lepas pendengarannya dan membiarkan kabel itu tergantung disana. Temari menengok kebelakang dimana Shikamaru yang masih mengejarnya. Temari sebisa mungkin untuk tidak tertangkap. Tidak disaat dia telah tahu dimana adiknya berada. Ketika Temari sebentar lagi sampai dipintu, tiba-tiba saja beberapa pengawal langsung menghadangnya. Lalu dengan cepat Temari langsung mengambil pistolnya yang kedap suara yang di sembunyikan di dalam rok maid seksinya. Dengan gesitnya Temari menembak semua pengawal yang mengepungnya itu. Semua orang yang melihat kejadian itu berteriak dan berlarian panik membuat langkah Shikamaru terhambat. Kesempatan itu segera dipakai Temari untuk keluar dari tempat itu dan tanpa sadar Temari menabrak seorang pemuda yang rambutnya berkuncir satu hingga pemuda itu jatuh terduduk.

.

.

.

.

.

Shikamaru dan Sasuke memasuki ruang kerja Naruto dengan langkah tergesa-gesa. Naruto yang melihat keduanya masuk hanya bisa mengernyit alisnya tinggi melihat kehadiran Shikamaru dan juga Sasuke.

"Ada apa?" Tanya Naruto langsung to the point.

"Ada mata-mata," Kata Shikamaru cepat. Naruto memandangnya tajam.

"Siapa?"

"Seorang perempuan yang bekerja sebagai pelayan di club malammu." Kali ini yang berbicara adalah Sasuke. Pemuda tampan berwajah datar itu dengan santainya duduk di depan meja kerja Naruto. "Dan menurut anak buahmu disana. Ia baru bekerja beberapa hari yang lalu. Namanya..."

"Rei Temari." Potong Shikamaru cepat. "Aku rasa dia adalah Sabaku Temari. Walau penampilannnya beda sekali dengan di photo, tapi aku mengenalinya dengan jelas bahwa itu Sabaku Temari."

Naruto tampak mengepal kedua tangannya.

"Sepertinya mereka sudah tahu bahwa Sakura berada disini." Lanjut Shikamaru lagi. "Jadi apa keputusanmu."

Sunyi. Untuk beberapa saat ruangan itu sunyi yang terdengar hanya suara nafas mereka. Sasuke memandang Naruto yang menutup kedua matanya. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria bersurai pirang itu.

"Naruto?" Panggil Shikamaru tak sabaran.

Naruto membuka matanya. "Bunuh semua keluarga Sabaku. Jangan sampai ada satu pun yang menyentuh perempuan itu selain aku," Ucap Naruto dingin dan tajam, lalu pergi keluar dari ruangan itu tanpa sepatah katapun lagi.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o

Naruto mematikan mobil sport putihnya di depan sebuah villa mewah di kawasan Puncak Tokyo. Sebuah villa bergaya arsitektur Eropa menjadi sasaran kunjungannya malam ini. Villa berlantai dua dengan balkon menghadap ke kolam itu adalah tempat dimana Sakura disembunyikan. Lalu tampak seorang bermasker putih yang mengenakan pakaian kemeja santai itu menghampirinya.

"Bagaimana?" Tanya Naruto sambil masuk ke dalam villa itu.

"Dia sedang istirahat. Ada apa? Ku dengar keluarga Sabaku sudah bertindak. Apa itu benar?" Tanya pria bermasker putih tersebut. Kakashi Hatake orang tua baptisnya Naruto.

"Hn. Mereka sudah menyadari kalau Sakura bersamaku."

"Jadi..."

"Aku menyuruh untuk membunuh mereka semua." Tampak Kakashi membulatkan matanya tak percaya apa yang barusan di dengarnya.

Kakashi menggeram. "Kau tidak sungguh-sungguhkan Naruto. Bagaimana pun juga keluargamu berhubungan baik dengan keluarga Sabaku." Pria berusia 35 tahun tak habis pikir anak baptisnya itu dengan seenak jidatnya mau membunuh keluarga Sabaku yang berteman baik dengan keluarganya.

"Aku tidak perduli Ossan. Baik Sabaku mau pun Haruno mereka semua yang telah membunuh keluargaku. Mereka pantas untuk dibunuh," Ucap Naruto sambil berlalu dari hadapan Kakashi.

"Lalu, kenapa kau tidak membunuh kedua gadis itu juga. Kau malah menyiksa salah satunya." Seru Kakashi marah. Membuat langkah Naruto terhenti seketika.

"Kenapa Naruto? Kenapa kau tidak membunuh mereka . . . "

"Aku tidak tertarik untuk membahas ini Ossan." Potong Naruto cepat. Naruto memandang tajam ke arah Kakashi. "Aku akan membunuh gadis itu pada saat yang ku tentukan. Aku sudah menyiapkan tanggal kematiannya."

"Jangan bilang kau . . . "

"Ya. Dia harus mati ditanggal yang sama saat dia membunuh kekasihku," Ucap Naruto dingin dan langsung meninggalkan Kakashi yang tampak kaget mendengar ucapannya. Pria itu langsung menuju ke lantai 2 dimana Sakura berada.

Sesampainya disana Naruto membuka pintu kamar Sakura dan masuk ke dalam lalu menguncinya kembali. Ia lalu membuka jaket kulitnya dan dibuang sembarang arah, menyisakan kaos hitam ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang profesional dan celana jeans pudar.

Naruto mendekati Sakura dengan pelan yang saat itu tengah tertidur pulas. Rupanya wanita mungil itu terlalu lelah hingga tidak menyadari kedatangannya. Apalagi yang menyebabkannya lelah adalah dirinya sendiri. Naruto duduk dengan pelan disisi ranjang Sakura tanpa membuat wanita itu terbangun. Dipandanginya wanita itu beberapa saat. Wanita itu tertidur dengan wajah damainya. Tak ada raut wajah yang sering dia perlihatkan ketika ia menghampiri gadis itu disaat sadar. Biasanya perempuan itu akan memperlihatkan wajah yang penuh dengan kebencian dan kemarahan ke padanya.

Beberapa saat, jemari tangan Naruto tampak menjelajahi wajah Sakura. Menyentuh bagian-bagian wajah Sakura. Mulai dari sepasang alis mata yang tidak terlalu lebat namun berbentuk indah, lekukan di pipi, garis hidung, leher jenjang yang penuh dengan bercak merah, dan yang terakhir bibir merah sensual yang tampak selalu menggairahkan hingga membuat dirinya selalu ingin melumat bibir itu dengan penuh. Sekilas ia membayangkan beberapa waktu yang lalu ketika ia menikmati tubuh mungil disampingnya ini. Suara desahan, racauan, tangisan, semua itu membuatnya gila. Dan sekarang saja tubuhnya sudah mulai bergejolak lagi untuk menyentuh gadis itu hanya karena membayangkan persetubuhannya yang berapa hari yang lalu. Sudah dua hari pemuda itu tidak menyentuh Sakura. Naruto sudah tidak tahan lagi. Ia tidak butuh tubuh yang lain yang dia inginkan hanya tubuh yang ada di dekatnya itu. Ia harus segera menuntaskan hasratnya yang tinggi itu. Tapi sebelum itu ada sesuatu yang harus dilakukannya terlebih dahulu dan itu membuatnya menyeringai licik.

.

.

.

.

.

Gaara mengenggam gelas ditangannya hingga hancur berkeping-keping. Tidak memperdulikan beberapa kaca yang menggores tangannya hingga berdarah.

"Gaara-kun?" Hinata memanggil kekasihnya itu denhgan khawatir. Ia tidak pernah melihat Gaara semarah ini. Ia menghampiri kekasihnya yang memunggungi mereka itu. Mengusap lembut dada Gaara dan membisikan kata-kata yang lembut agar kekasihnya itu tenang. Penjelasan yang diberikan Temari dan juga Kankuro membuat Gaara naik darah seketika hingga tidak menyadari gelas yang dia pegang remuk ditangannya.

"Brengsek. Jadi Naruto lah yang membunuh Kaa-chan dan Tou-chan lalu menyandera Sakura dan juga Hikari?" Geram Gaara. Kankuro dan Temari hanya menganggukkan kepalanya.

"Itu yang kudengar dari beberapa anak buahnya," Ucap temari. Temari hanya bisa menatap Gaara prihatin. Kematian ibunya sudah cukup membuat adik bungsunya itu terpukul ditambah lagi adik-adiknya yang hilang. Walau Gaara, Sakura, dan Hikari hanya saudara tiri. Tapi Gaara sangat menyanyangi mereka seperti adik kandungnya sendiri bagitu pun juga dengan dirinya dan juga Konkuro. Maka dari itu ketika mendengar Sakura masih hidup, Temari dan juga Kankuro ikut membantu Gaara dalam mencari Sakura dan hasilnya mereka telah mengetahui dimana adiknya itu berada.

"Jadi apa yang harus kita lakukan Nee-chan?" Tanya Hinata.

"Itu . . . "

Rasa sakit di sekujur tubuhnya

membuat Sakura terbangun dari tidurnya. Mendadak tubuhnya terasa kaku dan tidak bisa digerakkan. Dan setelah beberapa saat mata Sakura tampak terbelalak lebar apa yang sedang terjadi pada dirinya saat itu. Kaki dan tangannya tak bisa digerakkan karena masing-masing tangannya diikat di pojok sisi ranjang membuat posisinya terlentang dengan kaki terbuka. Saat itu Sakura hanya mengenakan celana dalam dan bra berwarna biru muda. Sementara mulutnya tertutup erat dengan lakban. Tubuh Sakura yang putih mulus mulai meronta-ronta di atas ranjang seolah menuntut dilepaskan. Ia hanya berteriak dengan suara tak jelas karena mulutnya tersumbat.

Badan Sakura mulai gemetar ketakutan setelah menyadari keadaannya yang terikat begini.

"Ohh... Kau sudah bangun rupanya." Sakura membelalakan matanya ketika melihat Naruto yang baru keluar dari kamar mandi, rupanya pria itu baru selesai dengan mandinya terlihat dari rambut dan tubuhnya yang masih setengah basah dan tampak beberapa bulir air mengalir dari dada hingga ke perutnya yang berotot sempurna. Pria itu hanya mengenakkan boxer. Wajah Sakura tampak sedikit memerah. Harus dia akui bahwa pria bajingan di depannya itu terlihat seksi dan tampan dimatanya. Baru kali ini ia memperhatikan seksama tubuh Naruto. Walau mereka sudah berkali-kali berhubungan badan, tapi Sakura tidak pernah memperhatikan Naruto seperti ini.

"Ada apa? Kau terpesona?" Kata Naruto sinis. Sakura menatapnya tajam.

Naruto mendekatinya dengan angkuh lalu menyentuh dagu Sakura dengan kasar. "Jangan naif kucing manis. Bilang saja kau menikmati pemandangan yang ada." Dengus Naruto lalu memalingkan wajah Sakura kasar. Sakura tampak meronta-ronta dengan teriakan tertahan. Tidak terima dengan perlakuan Naruto.

"Percuma saja kau memberontak. Itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri," Ucap Naruto sambil menyeringai. Pria itu memperhatikan lagi sesosok tubuh yang tak berdaya di atas ranjang. Ia menyeringai sambil lidahnya menjilat bibir sendiri, seakan hendak menyantap makanan lezat. Sungguh mempesona tubuh yang berada di depan matanya itu.

Naruto mulai naik ke atas ranjang di mana Sakura terikat. Ia lalu berlutut di antara kaki Sakura sambil tanganya mulai mengusapi kaki mulus perempuan itu. Sakura memberontak, meronta-ronta dengan teriakan tertahan di bibirnya. Wanita itu mengelengkan kepalanya kuat-kuat pertanda ia tidak mau seperti ini. Meskipun begitu Naruto tidak menghiraukannya justru makin memperdalam aksinya.

Naruto terus meraba Sakura mulai dari kaki,paha, perut, dan kini tangannya mulai menjalar ke payudara Sakura yang masih terbungkus bra. Sakura terus meronta. Berusaha melawan, tetapi percuma saja, karena ikatan di tangan dan kakinya sangat kuat. Semakin ia meronta justru membuat

semakin sakit pada pergelangan tangannya.

"Hmmmmm..." Sakura berteriak tertahan dalam sumpalan mulutnya, ketika Naruto menarik paksa bra yang dia kenakan hingga tanggal. Kini tereksposlah sudah kedua dada Sakura yang tidak memakai apa-apa lagi. Melihat pemandangan yang sangat menggairahkan itu, dengan cepat Naruto langsung menghisap, mengulum kedua payudara Sakura secara bergantian. Membelai ujung puting payudara Sakura dengan lidah kasarnya dan sesekali ia menggigit ujung puting itu dengan pelan. Akibatnya payudara Sakura dilanda rasa geli sekaligus sedikit rasa sakit akibat perlakuan Naruto pada payudaranya itu.

"Ehmmhhkk… ehmhkkk…ehhmmmmkk!" Sakura

terus meronta berusaha melawan, tapi dengan kondisi tangan yang terikat seperti ini tidak banyak yang bisa dilakukannya kecuali pasrah. Tapi Sakura tidak mau tunduk dibawah bajingan itu lagi. Dengan sekuat tenaganya ia terus meronta dan meronta. Naruto tampak tak perduli dengan penolakan Sakura. Ia terus melakukan aksinya menikmati payudara wanita cantik itu.

Sementara Naruto menikmati payudara Sakura, tangan pria itu mulai mengarah kebagian bawah. Mengelus-ngelus CD Sakura yang tampak mulai basah akibat rangsangan yang dilakukannya. Pinggul Sakura bergerak dengan liar berusaha menghindari sentuhan tangan Naruto pada CDnya tapi tampaknya itu percuma saja. Jemari-jemari kekar itu mulai menyusup ke dalam CDnya dan mengelus klitorisnya. Dalam himpitan badannya, Naruto dapat merasakan badan Sakura tengah gemetar hebat saat itu.

Naruto menyudahi acara hisapnya. Lalu menuju keleher jenjang putihnya Sakura. Menjiat, menghisap dan menambahkan beberapa kissmark lagi disana.

"Kau menikmatinya kan kucing manis," Bisik Naruto pelan mirip seperti suara desahan. Alih-alih menjawabnya Sakura malah menggelengkan kepalanya kuat dengan lelehan air mata tak pernah berhenti mengalir di kedua matanya. Naruto sangat kesal melihat Sakura yang terus-terusan menolaknya. Akibatnya pria itu mencubit klitoris Sakura dengan kuat.

"Engggggmmmmhhh. . . . " Sakura menjerit panjang. Rasa sakit pada klitorisnya membuatnya menangis hebat. Tampak ia menggelengkan kepalanya dengan kuat. Naruto menyeringai. Ketika dirasa Sakura tidak melawan lagi, dengan pelan ia mulai membelai pelan klitoris Sakura. Menghantarkan getaran-getaran kenikmatan pada sekujur tubuh wanita itu. Naruto yang melihat hal itu, mulai beraksi. Daging lembut itu perlahan dipencet dan dimainkan dengan jari-jarinya membuat Sakura mengerang kenikmatan dan semakin banyak mengeluarkan cairan hangatnya.

"Coba lihat kucing manis. Cairan cintamu sebanyak ini…" ujar Naruto sambil memperlihatkan tangannya yang basah. Sakura memalingkan wajahnya yang memerah, ketika melihat Naruto tanpa rasa jijik menjilat tangannya yang penuh dengan cairannya. Sakura semakin menangis melihat dirinya direndahkan seperti ini.

Setelah memastikan tangannya bersih Naruto mengambil posisi tepat di tengah kaki Sakura, lalu dengan sekali tarikan Naruto melepaskan lakban yang menutupi mulut Sakura.

"Arghhhhh..." Sakura berteriak kesakitan ketika lakban itu terlepas dari mulutnya. Wanita itu segera meludahi wajah Naruto dan langsung dapat tamparan yang cukup keras di kedua pipinya.

"Amphhuunn.. tolong lepaskan aku.. tolong jangan lakukan ini lagi. Aku tidak mau ..." Sakura memelas iba dihadapan Naruto. Tapi sayang Naruto yang sudah gelap mata langsung mengkoyak kasar celana dalam Sakura lalu mengarahkan penisnya ke arah liang vagina Sakura. Sakura bisa merasakan bibir vaginanya perlahan-lahan dibuka lebar dan kepala penis Naruto kini terjepit ditengah bibir vaginanya.

"AAKHHH!" Sakura tiba-tiba menjerit keras. Kedua matanya terpejam rapat saat rasa sakit diberikan oleh penis Naruto memasuki tubuhnya dengan paksa. Mata Naruto tampak ikut terepejam juga, menikmati sempitnya vagina Sakura yang mencengkram penisnya erat. Ekspresi wajahnya saat itu menyiratkan seakan-akan dia tengah

sekarat dan melayang ke atas surga.

Naruto mulai memompa miliknya keluar masuk dalam vagina Sakura dengan pelan. Bisa dirasakan bagaimana rapatnya vagina Sakura saat kelamin mereka saling bergesekan. Tubuh mulus Sakura mulai menggelinjang setiap sentakan yang Naruto lakukan dibawahnya.

"Akhhss.. jangan.. amphun.. jangan..,"

Sakura memelas dengan suara parau saat merasakan Naruto makin menggoyangnya dengan keras.

"Akhhss… ouhhh.. ahhhh… sssttt…ughhh…," Sakura memejamkan matanya sambil mendesah nikmat, ia tak sadar wajahnya saat ini bersemu merah karena terangsang.

"Engsshh... Kau sangat rapat." Naruto melenguh nikmat. Kedua tangannya segera memegang pinggang Sakura erat hingga membuat pinggul Sakura sedikit terangkat. Naruto sudah tidak bisa mengontrol tubuhnya lagi. Naruto memacu penisnya semakin cepat, ia mulai merasakan kedutan dari dinding vagina sakura, menandakan sakura hampir klimaks.

"Akkhsss.. ahhhh… ammphuuunnnnhhhh… ssttttt akkhhhsssss…. Mmmmphhhmmmm…''

"Emmphhhhpppp," pertahanan Sakura akhirnya jebol juga. Naruto segera membungkam bibir Sakura kuat saat perempuan itu mendapatkan klimaks pertamanya.

"Hmmmmmpppsss..." Sakura menjerit tertahan dalam ciuman Naruto saat dirinya mendapatkan orgasme. Naruto melepas lumatannya sejenak membiarkan Sakura meresapi orgasme pertamanya. Terlihat wanita itu tampak mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.

Naruto mengeluarkan penisnya lalu menyodorkan di depan wajah Sakura. Tampak Sakura menggelengkan kepalanya tidak mau untuk yang satu itu.

"Ayo cepat hisap penisku." Bentak Naruto sambil menarik rambut Sakura agar kepalanya mendekat dengan penisnya. "Ayo buka mulutmu kucing manis. Atau kau mau melihat adik kesayanganmu itu ku seret masuk kesini menggantikan posisimu."

Mendengar nama adiknya yang akan disakiti. Sakura hanya bisa mengelengkan kepalanya keras. Air mata yang sempat berhenti kini tertumpah lagi. "TIDAK! Tidak! Jangan ganggu dia. Baiklah, baiklah akan aku lakukan," Ucap Sakura pasrah. Naruto tampak tersenyum puas. Lalu pria itu membuka ikatan kaki dan tangan Sakura lalu menyuruh gadis itu bangun dari ranjang. Sakura menurutinya. Naruto lalu berbaring besandar pada kepala ranjang dan menarik tangan Sakura agar segera mengoralnya. Sakura memandang penis di depannya itu dengan perasaan benci. Ingin rasanya ia bakar penis didepan wajahnya itu.

"Kau tidak akan selamanya menatapnyakan kucing manis." Kata Naruto tak sabar. Sakura meneteskan air matanya lagi entah berapa banyak sudah ia keluarkan air matanya pada malam itu yang jelas saat ini bisa dipastikan matanya bengkak saat ini.

Dengan tangan gemetar Sakura mencoba memegang penis di depannya itu. Sakura kaget saat jemari kecilnya tak mampu mengenggam semua penis Naruto. Penis pria itu benar-benar besar ditelapak tangannya yang kecil. Dengan pelan Sakura mulai mengocok penis ditangannya itu naik turun. Lalu dengan ajaran Naruto Sakura tak hanya mengocok penis Naruto melainkan sesekali membelainya pelan dengan jari-jari lentiknya. Akibatnya Naruto merasakan sensai yang sangat nikmat yang menyelimuti seluruh penisnya itu.

"Hisap penisku!" Perintah Naruto sambil menarik kepala Sakura agar menunduk berhadapan dengan penisnya. Lalu dengan ragu Sakura membuka mulutnya menghisap penis Naruto yang tak semuanya masuk. Awalnya Sakura tampak ingin muntah, tapi mengingat adiknya yang akan dijadikan pelampiasan Naruto, mau tak mau Sakura pun memasukannya. Ia mulai menaik turunkan kepalanya, perlahan memasukkan batang penis Naruto semakin jauh ke dalam mulutnya. Sedikit demi sedikit dalam setiap ayunan kepalanya, hingga pada akhirnya seluruh batang besar dan panjang itu masuk ke dalam mulutnya, menusuk hingga tenggorokannya.

"Enggggmmm..." Naruto menggeram nikmat saat ia merasakan rasa hangat, lembut, dan basah menyelimuti sekitar penisnya itu. Ia tidak menyangka bibir mungil Sakura dapat menampung penisnya hingga kepangkalnya. Membuat dirinya sangat keenakkan. Naruto lalu menyibakkan rambut Sakura ke samping telinganya agar ia dapat menyaksikan bibir ranum itu meluncur di sepanjang batang penisnya, membuat tubuh Naruto semakin bergetar karena sensasi yang diberikan oleh hisapan bibir Sakura membuat dirinya kapan saja bisa keluar. Namun ia berusaha menahannya karena ia masih ingin berlama-lama bermain dengan Sakura.

"Hmm… mmm… mmh…" Sakura mengerang tertahan. Dengan mata terpejam dan berpegangan pada pinggang Naruto, Sakura mempercepat gerakan kepalanya pada batang penis Naruto agar prmainan ini cepat selesai.

"Yeah baby, benar begitu, hisap seperti itu." Perintah Naruto saat merasakan kocokan mulut Sakura semakin cepat. Berisiknya suara hisapan dan erangan dari mulut Sakura membuat Naruto semakin blingsatan bahkan pria itu kini mencengkram rambut Sakura kuat dan menekan turun wajah Sakura agar semakin merapat pada penisnya. Sakura mengerang.

"Kau sangat pintar." Naruto terengah-engah, dia menarik-turunkan kepala Sakura dengan cepat lalu menekannya ke bawah dengan kuat menahannya cukup lama disana.

"Hmmm... Hmmm... Hmmm..." Sakura meronta. Ia segera memukul paha Naruto ketika ia mulai kehabisan nafas. Naruto yang mengerti segera menarik mundur kepala Sakura tanpa melepaskan pegangannya pada kepala Sakura.

"Akhhhhh..." Liur dan juga cairan spercum dari kelamin Naruto segera meluber keluar ketika Sakura menarik mulutnya dari penis Naruto. Sakura segera menarik nafas sebanyak-banyaknya. Tidak lama setelah itu Naruto menarik kepala Sakura lagi, melesakkan penisnya hingga pangkal tenggorokan Sakura, mengocoknya, lalu menahannya beberapa saat lalu dikeluarkan lagi. Ia melakukan kegiatan itu berulang-ulang kali hingga Naruto tidak dapat menahan klimaksnya lagi, dengan kuat Naruto langsung menekan kepala Sakura dengan kuat hingga penisnya melesak masuk sedalam-dalamnya di mulut Sakura saat dia menyemburkan seluruh spermanya.

"Argggghhhhhh.." Naruto menggerang nikmat. Tampak Sakura berusaha menelan semua cairan Naruto yang dia mampu, ada beberapa yang tumpah keluar dari mulutnya akibat terlalu banyaknya sperma yang dikeluarkan oleh Naruto. Setelah tidak ada lagi sperma yang keluar, Naruto melepaskan cengkramannya dari kepala Sakura membuat gadis itu langsung bangkit dan terduduk diranjang dengan napas yang tersengal-sengal. Sakura memandang ngeri ke arah penis Naruto yang masih tampak mengeras walau habis keluar barusan.

Tanpa menunggu waktu lama Naruto segera berdiri turun dari ranjang. menarik tangan Sakura agar turun juga. Sakura hanya bisa pasrah ketika Naruto memutar badannya, menyuruhnya membungkuk dengan bertumpukan sikunya di meja rias. Naruto akan melakukan doggie style terhadapnya.

"Kyaah!" Sakura menjerit pelan saat Naruto mencengkeram dan menarik pinggangnya ke belakang. Naruto lalu mengarahkan penisnya ke arah

liang vagina Sakura, mengesekkannya perlahan.

"Oohhhh..." Sakura tidak bisa menahan desahannya ketika ia merasakan pergesekan kelaminnya dengan Naruto hingga membuatnya basah kembali. Walau ia membencinya tapi ia tidak bisa menampik kenikmatan yang Naruto berikan itu terasa nyata pada tubuhnya. Membuatnya lupa bahwa orang yang berada dibelakangnya itu sudah menghancurkan hidupnya.

"Aku akan mengoyangmu dengan keras bersiaplah," Sakura tampak menganggukan kepalanya lemah. Dan dengan sekali hentakan yang keras Naruto menyodoknya dari belakang. Membuat Sakura menjerit dan kepalanya tersungkur di atas meja rias. Buah dadanya terhimpit dipinggir meja. Dengan berpegangangan pada pinggang ramping Sakura, Naruto perlahan-lahan menarik pinggulnya mundur hingga tersisa pangkal penisnya. Lalu dengan sekali dorongan yang kuat ia memajukan tubuhnya dan juga mendorong pinggang Sakura dengan hentakan yang sama, sehingga penisnya masuk dengan dalam di vagina Sakura.

"Aakhhhh… okhhhh…" Sakura menggeram tertahan. Naruto bisa merasakan rasa hangat dan jepitan rongga vagina Sakura yang cukup erat terhadap penisnya.

Dengan kasar Naruto mulai mengoyang Sakura dengan hentakan yang gila. Melesakkan penisnya sedalam-dalam mungkin hingga ke rahim Sakura. Hentakannya begitu keras membuat meja rias tempat Sakura bertumpu mulai ikut sedikit tergeser oleh setiap hentakan gilanya Naruto. Barang-barang yang ada disitu pun pada jatuh berhamburan dilantai.

"Akhhh~akhhh~Akhhhh, ..." Sakura hanya mampu mendesah nikmat setiap kali Naruto menusuknya dengan sangat keras. Setiap tusukan yang Naruto berikan menghantar nikmat yang membuatnya lupa.

"Kau menikmatinya kan, dasar jalang." Bisik Naruto pada telinga Sakura. Sakura tak menjawabnya. Wanita itu hanya bisa mendesah sejadi-jadinya ketika Naruto makin mempercepat goyangannya. Naruto dapat melihat pantulan dirinya dan juga Sakura di depan kaca meja rias tempat mereka sedang mengarungi kenikmatan itu, tampak wajah Sakura berkerut menyiratkan dalamnya kenikmatan yang dia tahan, matanya yang terpejam rapat dan mulut yang sedikit terbuka belum lagi setiap hentakan yang dia berikan membuat payudara Sakura terayun-ayun hebat menghantam pinggir meja dengan keras. Betapa sangat erotisnya pemandangan di depannya itu.

"Akh. . . Akhhhh. . . Oughhhhhmmmm . . ." Sakura mengerang kuat ketika dirasa akan mendapat klimaksnya lagi. Naruto yang menyadari hal itu segera menghentikan gerakannya. Ia ingin sedikit mempermainkan Sakura.

"Kenapa kucing manis. Kau menikmatinya bukan." Belum juga Sakura menjawab Naruto sudah lebih dulu menyodoknya dengan kuat lalu berhenti. Terus begitu berulang-ulang kali. Beberapa kali Sakura sudah nyaris orgasme untuk kedua kalinya, tapi gagal karena Naruto mendadak berhenti bergerak. Wajah Sakura tampak seperti ingin menangis.

"Ada apa kucing manis. Kenapa kau ingin menangis, hmmm. . ." Naruto menjilat pipi Sakura.

"Please, jangan begini."

"Begini apa?"

Sakura terdiam. Berusaha mengusir keinginan untuk menyuruh Naruto agar menuntaskan orgasmenya. Tapi Naruto terus mempermainkannya.

"Please…" Sakura benci sekali harus memohon pada bajingan jahanam sialan itu.

"Aku tidak mengerti apa yang kau minta kucing manis?" Ejek Naruto sambil mengesekkan-gesekkan kelamin mereka berdua .

"Jangan mempermainkanku."

"Aku tidak mempermainkanmu."

"Pleasee. . . . Biarkan aku keluar." Naruto nyengir puas.

"apapun permintaanmu tuan putri," Bisik Naruto lalu segera mengabulkan permintaan Sakura dengan memompanya dengan kuat.

"OOHH. . ." Sakura mendesah dengan kuat. Wanita itu segera berepgangan erat pada pinggir meja rias agar ia tidak terjatuh. "Aku membencimu!" Ucap sakura disela-sela permainan mereka yang semakin gila.

Naruto memeluknya dadanya erat dari belakang. "Aku lebih membencimu. Tapi... Kau harus tahu. Enggghhhmmm . . . . kau... adalah milikku."

Jerit rintihan penuh kenikmatan bergema hingga langit-langit kamar, seakan jadi simponi pemicu birahi mereka. Racauan mulut Sakura, decitan protes kaki meja rias dan suara kulit basah yang beradu saling bersahutan membuat suasana ruangan itu semakin panas lagi. Gerakan Naruto bertambah liar, kasar,keras dan cepat. Ambang batasnya pun sudah semakin dekat. Sakura menjerit keras menahan kenikmatannya.

"Aku akan keluar di dalam! Akan kukeluarkan spermaku di dalam rahimmu!"

Naruto melepaskan pelukannya

pada dada Sakura dan memegang pinggul sakura dengan erat. Sakura meraung keras, Naruto berikan sentakan ke depan dengan begitu

kerasnya. Batang penis keras miliknya

terkubur sedalam dalamnya di vagina

Sakura. Suara erangan yang keluar dari

mulut Sakura, beriringan dengan geraman Naruto yang terdengar seperti binatang buas dan liar... Dan detik berikutnya penis Naruto mengeluarkan spermanya ke dalam rahim Sakura. Sakura mendesis panjang saat orgasme kedua menghantamnya lebih kuat dari yang pertama. Vaginanya berkontraksi liar, meremas keras batang penis Naruto yang sedang mengeluarkan cairannya.

Setelah gelombang orgasme keduanya

mulai mereda, Naruto melepaskan

cengkeraman pada pinggul ramping Sakura dan tak ayal tubuh Sakura pun

langsung tersungkur lemas ke bawah di depan meja rias. Sedangkan Naruto ambruk di atas ranjang di sebelahnya. Beberapa saat ruangan itu sepi yang terdengar hanya suara napas mereka yang tampak masih tersenggal-senggal.

Sesaat Sakura tampak menyesal karena menikmati persetubuhan itu. Ia makin membenci tubuhnya sendiri dan juga semakin membenci ke bajingan itu. Tanpa disadari air matanya mulai turun. Ia lalu memegang dadanya yang tampak berdenyut sakit.

"Arghhhhh . . . "

.

.

.

Tbc

.

.

.

.

A/N :

.

Nah kali ini dah ku buat hot kan lemonnya, hahahahahah :D , jujur bikin adegan itu membuatku malu, sesaat aku bepikir ini benerkan lemonnya # otak authornya ngadat :D aku gak pintar bikin lemon euyyyyy. . . . . . . .

Dan maafkan saya kalau chap kedua ini mengecewakan, habis saya author ababil #fansnya abang billy XD. #lempar author kejurang. Chap depan ada sligth SasuHina di tunggu yak. siapa yang suka sasuhina. . . . . XD

Yo weshhh dari pada banyak bacot, bales riview dulu. XD

.

.

samsulae29 : ya, namanya juga yakuza, heheheh . . . ini dah next, riview lagi ya senpai

4Uzumaki Nasako : terimakasih senpai XD dah suka ma fict hancurku ini, aku jadi malu. ni dah upadate termasuk cepatkan, hehehehe, jngan lupa riview lagi ya senpai chap ke 2 ini.

Luluk Minam Cullen : ni dah update senpai, jngan panggil senpai donk, aku masih author ababil senpai :D #fansnya abang billy, hihihihihi. Naru suka ma sakura ntar tahu juga kok, riview lagi yak :)

minyak tanah : ini udah lanjut senpai :) riview lagi ya senpai ^^

LuphNARUSAKU : ini dah lanjut senpai, dah kilat kan :D hehehehe, moga senpai suka ma chap 2 ini, riview lagi ya senpai ^^

Hyde'riku : wowww, terimakasih dah riview senpai. . . Riview senpai sangat berarti buat ku. Arigato. #bungkuk-bungkuk. Ya, ni aku suka nahan cerita senpai alnya gak pintar bikin lemon hehehehehe, chap 2 dah gak nanggung lagi kan lemonnya #aku harap ^^ riview lagi ya senpai :)

Guest : makasih, riview lagi ya senpai, kalau bisa cantumkan nama, biar enak manggilnya nti apa, ^^

Kenji : ni dah lanjut senpai, heheheheh, wajib? Kayak sholat lima waktu aja, hahahahaha :D riview lagi ya senpai :)

Naru-kun93 : gak papa telat riview senpai, asalkan tetap riview ya, dari pada nggak sama sekali, heheheheh, chap 2 lemonnya dah gak nanggung lagi kan, aku harap senpai suka :) riview lagi senpai.

NS shipper : yeaayyy , makasih senpai dah suka ma fict ababil ku #fansnya abang billy XD, heheheheh, ya ni dah lanjut , riview lagi ya senpai :)

chitay narusaku ; ni dah lanjut chiii, ya chap kedua lemonnya ku tambahin, orang murah aja kok di pasar, hahahahahah XD #tabok authornya. Ni update nya dah kilatkan, kenapa gak sekalian petir, hehehehehe XD riview lagi.

Guest : ni dah lanjut senpai XD, riview lagi ya, kalau bisa cantumkan namanya ;)

Zack : ya narutonya sadis, hahahahah, ni dah update moga chap keduanya gak mengecewakan, riview lagi ya senpai ^^

Dark Courriel : hallo . . . :D salam kenal senpai Kimie Sakiyurai, hehehehehe. Terimakasih ya senpai dah suka sama fict ababilku ini, #fansnya abang billy XD. Ya aku dah ubah kata ceweknya, maklum author masih jadi-jadian. Jiaahhh emank hantu, huhuhuhu. Ya aku akan berusaha lebih baik lagi, moga chap 2 nya ni gak ngecewakan senpai. Lemonnya, tergantung yg riview law bnyak minta ntar ku buatkan di setiap chapnya, hahahahaha :D riview lagi ya senpai :) terimaksih atas sarannya, #bungkuk-bungkuk. Oh ya gak login juga gak papa senpai, asal tetap riview ;)

Terimakasih atas riview-reviewnya senpai dan juga bagi para slient readers, yang follow, mau pun fave. Arigatou gozaimasu ^^

So keep or delete biar tau fict ini layak pa gak dilanjutin

Salam cherry.