Author : Amaniah Sani

Title : A Sense Of Happiness

Pairing : Sasuke x Sakura

Casts : - Sakura Haruno
- Sasuke Uchiha
- Shizune Haruno
- Kizashi Haruno
- Fugaku Uchiha
- Mikoto Uchiha

Disclaimer : Naruto ©Masashi Kishimoto

Rated : T+

Genre : Romance, sad, drama, family, hurt.

Length : ending 8 chapter

Cartegory : AU, OOC, OTP.

Story by : Harunia – chan

Chapter 2

Dikediaman Haruno

Langit biru yang begitu cerah, angin pagi yang sedari tadi berhuyung-huyung membuat suasana menjadi sejuk, tak luput burung-burung yang bernyanyi, diikuti matahari yang baru terbit membuat keadaan langit begitu indah. Mungkin seindah hati Sakura saat ini

Terlihat Sakura dan Sizune sedang asyik duduk didepan rumah, tak ketinggalan sepiring kue dan dua cangkir teh hangat berada dimeja yang berada diantara kursi yang diduduki kedua gadis itu.

" emm.. kau kenapa?" Tanya Shizune yang sedari tadi terus memperhatikan tingkah Sakura yang senyum-senyum sendiri.

" ke..ke..napa? Tak ada apa-apa. Ne-chan tak apa-apa kan ?" Sakura malah bertanya balik pada kakaknya itu, terdengar gugup.

"aku tak apa, kau kenapa senyum-senyum sendiri?" ucap Shizune sambil memakan kue.

"aa..anu.. aku senang ne-chan sudah baikan " ujar Sakura sedikit gugup, demi menghilangkan kegugupannya itu, iapun menampilkan senyuman khasnya pada kakak tercintanya itu. Shizune yang mendengarnya pun ikut tersenyum.

Udara yang sejuk menambah kenyamanan kedua kakak beradik itu, ditambah Sakura yang terus memikirkan Sasuke, ah maksudnya kepikiran. Padahal mereka baru sekali bertemu, namun perasaan cepat sekali munculnya.

" ne-chan… aku harus berangkat kuliah" ujar Sakura yang langsung masuk kedalam, iapun keluar sudah memakai jaket dan tasnya, tak lupa sepatu yang kini sedang dipakainya.

" ne-chan, tou-san nanti pulang cepat kok.." gumam Sakura yang sudah selesai memakai sepatunya. Shizune masih duduk ditempatnya tadi, ia hanya bisa tersenyum, ia tak seperti dulu, kini tubuhnya sudah sangat lemah, yang seharusnya seorang kakak menjaga adiknya, ini malah berbalik adiknya menjaga dirinya. Namun itu tak membuatnya sedih, asal Sakura terus memperlihatkan senyumannya, itu berarti ia bahagia, dan tentunya membuat Shizune bahagia pula.

"Ittekimasu ne-chan " sahut Sakura yang langsung menghampiri Shizune, iapun mencium pipi Shizune sebagai tanda pamit dan pergi sambil melambaikan tangannya.

" hati – hati.. Itterasshai" jawab Shizune.

A/N : Ittekimasu = pergi dulu
Itterasshai = salam penghantar kepergian
arigatou = terimakasih

.

.

.

Dijalan yang ramai, banyak kendaraan berkeliaran. Hari yang semakin panas, keringat pun mengalir di dahi seorang gadis berhelai soft pink itu. Terlihat dia sedang duduk disebuah bangku yang berada dihalte, tentunya menunggu bus untuk pulang. Sakura memang setiap hari saat kuliah selalu menaik bis, dikarenakan mobil milik keluarganya dipakai ayahnya untuk kerja. Namun itu semua tak jadi masalah untuk Sakura.

Sesekali ia berdiri mengecek kedatangan bus, namun tak ada satupun bus yang lewat. Terhenti sebuah mobil McLaren F1 hitam didepan Sakura, namun Sakura tak terlalu memperhatikan, ia terus melihat kearah kanan untuk melihat bus yang datang. Kaca mobil itupun terbuka, ya… dialah Sasuke, Sakura masih belum menyadari kehadiran Sasuke. Sasuke pun memutuskan untuk memanggilnya.

" Sakura.." panggil Sasuke sedikit berteriak, Sakura yang mendengarnya pun akhirnya menengok dan melihat Sasuke.

" Sasuke…" gumam Sakura menyipitkan matanya.

" cepat masuk! " perintah Sasuke, namun Sakura hanya diam masih memperhatikan Sasuke. Sakura pun hanya menyatukan alisnya.

'tahu dari mana dia kalau aku disini?' gumam inner Sakura.

" hey.. kau dengar tidak?" bentak Sasuke, namun masih menampilkan wajah cool nya itu. Mungkin ia sedikit kesal dengan tingkah Sakura yang selalu melamun lepas Sasuke berbicara dengannya. Bagaimana tidak, perkataan maupun perbuatan Sasuke selalu membuat Sakura tak bisa berkutik.

"ah.. i..iya.." jawab Sakura gugup, namun dihatinya masih ada perasaan kesal, seenaknya saja dia memerintah Sakura. Dengan cepat Sakura pun masuk kedalam mobil, ya karena ia tak ingin mendengar ocehan Sasuke yang menurutnya menyebalkan itu.

Didalam mobil Sakura hanya membungkam, tak ketinggalan memasang wajah cemberut, ditambah lagi Sasuke yang tak banyak bicara, suasana menjadi semakin sunyi. Sesekali Sasuke melirik kearah Sakura, ia pun hanya mendengus kesal. 'gadis ini …' gumam Sasuke dalam pikirannya.

" hey…" panggil Sasuke, namun pandangannya focus kedepan. Namun Sakura tak menyauti, ia malah mengerucutkan bibirnya membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas, ya.. termasuk Sasuke mungkin..

" apa ini caramu berterimakasih?" tambah Sasuke, yang membuat Sakura menghentikan kegiatannya itu.

"arigatou.." ujar Sakura ketus. Sasuke yang mendengarnya malah menyeringai..

" aku lapar, temani aku makan!" ucap Sasuke datar, namun terdengar seperti memerintah.

" apa? Kau makan saja sendiri! Aku mau pulang " rengek Sakura, mengingat ia ingin cepat-cepat bertemu kakaknya. Namun rengekannya itu tak ditanggapi Sasuke, ia masih focus menyetir tanpa melihat Sakura yasng saat ini sedang menatap tajam Sasuke.

" hey… kau dengar tidak ?" bentak Sakura.

" itukan kalimatku.." jawab Sasuke apa adanya.. Sakura yang tak tahan dengan sikap Sasuke pun mulai geram, bagaimana nanti saat mereka sudah menikah ? apakah Sakura sanggup dengannya ? eerr… kalau bukan karena kakaknya ia tak akan mau menikah dengan laki-laki tanpa ekspresi itu.

" Sasuke…/ kita sudah sampai" potong Sasuke, Sakura hanya mendengus kesal. Sekarang ia hanya pasrah untuk menemani laki-laki berambut raven itu.

.

.

" kau juga mau makan?" Tanya Sasuke yang sedang melihat-lihat menu, dan Sakura ? ia hanya duduk dengan melipat kedua tangannya, ya… ekspresinya saat ini masih sama.

"tidak" jawab Sakura singkat.

"yasudah" ucap Sasuke, yang langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan. Tak lama makanan yang dipesanpun sudah datang, Sakura hanya melihat calon suami nya itu makan. Sangat membosankan.

" memang tadi kau dari mana?" Tanya Sakura yang ekpresinya sudah kembali normal, Sasuke pun menghentikan makannya untuk menjawab, akhirnya gadis itu bicara juga.

" dari kantor " jawab Sasuke dan melanjutkan makannya, ya walaupun Sakura sudah pasti tahu dengan jawabannya, terlihat dengan pakaian yang dikenakannya.

" siang begini?" Tanya Sakura lagi yang sudah menyerngitkan dahinya itu..

"aku pimpinan diperusahaanku, jadi kalau sudah tak ada kerjaan, aku pulang.." ucap Sasuke panjang yang sudah menghabiskan makanannya itu. Sakura yang mendengar jawaban itu hanya ber 'oh' ria.

" laki-laki sepertimu sepulang kerja ngapain? Aku lebih baik pulang sore, daripada dirumah sendirian.." ujar Sakura.

" aku memang setiap hari pulang sore, bahkan malam " jawab Sasuke yang sudah membersihkan mulutnya dengan tisu.

" lalu kenapa sekarang pulangnya siang?" Tanya Sakura yang sama sekali tak mengerti.

" karena aku ingin menjemputmu" jawab Sasuke yang membuat pipi Sakura memerah, ah sial.. dia membuatnya begini lagi.

"aa.. ayo pulang, kau kan sudah makan" ajak Sakura, Sasuke yang terus memerhatikan Sakura yang pipinya masih memerah itu. Dan yang diperhatikannya berusaha menyembunyikan wajah cantiknya itu.

Sedikit terlihat senyuman diwajah Sasuke, sayangnya Sakura tak melihat itu. Sasuke pun menaruh uang diatas mejanya, dan keluar menuju mobil diikuti Sakura.

Kini Sasuke memutuskan mengantar calon istrinya itu pulang, sebenarnya ia ingin mampir sebentar. Namun Sakura melarangnya, dengan alasan kakaknya lagi sakit dan sedang istirahat.

.

.

Pernikahan mereka tak lama lagi, sekitar dua minggu lagi. sudah banyak undangan disebar, baju pengantinpun sudah Sakura miliki. Dekorasi dirumah Sakura sedikit demi sedikit sudah menghiasi rumahnya, terutama kamarnya. Namun Sakura tak terlalu peduli, ia terus menemani kakak kesayangannya itu.

.

.

.

Akhirnya pernikahan itupun terjadi, kini Sakura dan Sasuke sedang sibuk menerima tamu. Sakura sedikit canggung, ditambah gaun putih dan hiasan kepala yang menurutnya sangat merepotkan itu. Sesekali emeraldnya menelusuri seluruh rumah yang ramai itu, dicarinya sosok yang ia ingin lihat, Shizune… ia mencari kakaknya yang tak kunjung kembali yang sedari tadi izin untuk kebelakang. Ia pun khawatir. Sasuke hanya meperhatikan gadis berhelai soft pink itu yang kini sudah sah menjadi istrinya.

Tangan kekar itu menggenggam tangan mungil Sakura, Sakura yang menyadari itu pun menoleh kearah Sasuke.

"jangan kawathir, dia akan baik-baik saja" ucap Sasuke tersenyum tipis. Sakura sedikit terkejut, namun pipinya kini tak memerah, mungkin karena saat ini ia sedang panic dan kawatir dengan kakaknya.

.

.

Hari semakin malam, para tamu pun sudah jarang yang datang, kini Sakura memutuskan untuk istirahat dan menemui kakaknya yang sedari siang tak bersamanya, kata ayahnya ia kelelahan dan sedang istirahat dikamarnya, tentu itu membuat Sakura kawatir.

Menyadari Sasuke sedang ada temannya, Sakura pun pergi tanpa izin Sasuke. Menyadari Sakura tak ada disampingnya, Sasuke mencari gadis itu, dilihatnya ia sedang berjalan menuju kamar kakaknya sambil mengangkat gaun yang kepanjangan, terlihat juga Sakura sedang buru-buru. Sasuke tau apa yang ingin Sakura lakukan.

.

.

"ne-chan.." panggil Sakura lembut yang sudah duduk di tempat tidur kakaknya, terlihat Shizune tertidur lesu, namun belum terlelap.

" Saku-chan.." ucap Shizune tersenyum, yang melihat adik cantiknya ada dihadapannya. Sakura yang masih memakai baju pengantin itu terus memandangi Shizune yang sangat pucat, make up yang menempel diwajahnya pun sedikit demi sedikit luntur karena emerald miliknya mendesak mengeluarkan cairan bening.

"Saku-chan kok menangis?" Tanya Shizune lirih sambil mengusap air mata Sakura.

"Saku-chan tak suka ne-chan seperti ini.." ujar Sakura yang terus menangis.

"Saku-chan jangan nangis, nanti kalau suami Saku-chan tau bagaimana?" ucap Shizune sambil memandang Sakura lesu..

"acaranya sudah selesai ya? Sebaiknya Saku-chan istirahat.." pinta Shizune lembut.

"aku mau menemani ne-chan saja.." ujar Sakura.

"Saku-chan.. tak baik begitu, kau harus menemui suamimu..!" ucap Shizune lagi..

"ayo sana… nanti ada ayah yang menemani ne-chan" tambah Shizune sambil tersenyum.

Perlahan Sakura bangkit dari duduknya, diusapnya air mata itu menggunakan punggung tangannya, mungkin kini make up nya sudah tak terlihat lagi. dengan berat hati ia pun pergi meninggalkan kakaknya dan kekamarnya untuk beristirahat.

TBC...