Author: albaZ

Tittle: Insane

Category: Brothership, Angst, Hurt/Comfort, Yaoi

Rating : NC

Cast: (Kim) Wu Jongin (17) Wu Yifan (23) Park Chanyeol (20)

Kleenex Warning

Alternative Universe (AU) / Elseworld

Out Of Character (OOC)

Contain Abuse

Character Death

Non-Consensual

Non-Canon

WIP

Jongin tersenyum lega saat ia ingin mengetuk lagi pintu tersebut terbuka, namun senyumnya segera lenyap saat ia melihat orang yang membuka pintunya bukan Ayahnya. Melainkan pria bertubuh besar, berotot, dan terlihat menyeramkan. Astaga bahkan orang tersebut jauh lebih tinggi dari Yifan.

"Anda siapa?"

Chapter 2 - Nightmare

Jongin merutuki suaranya yang terdengar gemetar. Demi Tuhan, kenapa ia harus terlahirkan dengan fisik dan mental yang lemah. Ia mudah sekali sakit dan mudah sekali ketakutan. Benar-benar sempurna.

Jongin memekik saat orang tersebut menariknya, menghempaskanya dilantai rumahnya lalu mengunci pintu. Jongin meringis saat pinggangnya yang memang sudah sakit itu membentur lantai. Setidaknya lantai tersebut terasa hangat.

"Such an adorable boy,"Jongin mengeryit tidak suka mendengar pria itu berbicara, terdengar sangat angkuh dan sok berkuasa.

"Don't touch him!" Jongin menoleh dan terkesiap melihat Ayahnya yang meringkuk disamping sofa. Ayahnya terlihat kacau dan benar-benar babak belur. Jongin menangis berusaha merengkuh Ayahnya tapi sebuah tangan menarik rambutnya. Jongin terangkat hingga kakinya tak menyentuh lantai, kulit kepalanya terasa hampir robek jika tak segera dilepaskan. Jongin terjembab tepat didepan sepatu pria besar itu. Ia meringis saat pria itu menginjak pinggangnya tepat dibagian yang sakit.

"Why you don't tell me that you have such a beautiful son?" Pria itu menendang Jongin hingga Jongin terguling.

"A-Appa..." Jongin merintih melihat Ayahnya yang meringkuk tak berdaya.

Demi apa pun, Wu Yifan dimana kau?

Keluarga mu benar-benar membutuhkanmu sekarang!

Mereka tak sanggup melawan pria itu

Ayahmu terlalu tua

Dan Jongin terlalu lemah

Kau seharusnya disini

Seperti janjimu

Kau seharusnya melindungi mereka.

"I'll give you an appointment. I'll let your son breath but I'll let him suffer as long as he's live. And I'll make you watch it before you die."

Persetan, Jongin benar-benar ketakutan. Pria itu bicara tenang sekali seperti danau yang dipenuhi buaya. Tenang tapi mematikan.

Jongin meringis tak berdaya saat pria tersebut menariknya dan membenturkan punggungnya kedinding. Ayahnya berteriak, terseok-seok berusaha menggapai kaki pria tersebut. Dengan seenak jidat pria tersebut menendang Ayahnya hingga pria tua itu terguling dan terbaring tak berdaya. Jongin yang melihat itu hanya bisa terteriak, meronta-ronta tapi tak ada yang terjadi. Pria itu mendorong pipi Jongin hingga pipinya menyentung dinding. Jongin menatap tajam pria itu dari ekor matanya.

"My..my.. don't give me that look, dear,"

Jongin mengentakkan kepalanya hingga terlepas dari genggaman pria itu lalu meludahinya. Jongin ketakutan tapi ia tidak bisa diam, ia tidak mau keluarganya celaka. Ia masih membutuhkan ayahnya.

Pria itu tersenyum lalu mengusap wajahnya yang terkena saliva Jongin. Senyumnya terlihat gelap dan menakutkan. Jongin merinding dan kakinya terasa gemetar. Jongin terhempas dan pinggangnya terbentur meja saat pria itu menamparnya. Jongin yang terjembab dilantai kehilangan nafasnya sambil memegang pinggangnya. Demi apa pun Jongin mendengar bunyi sesuatu yang patah saat pinggangnya membentur meja. Pria itu menginjak punggung Jongin lalu menjambaknya hingga Jongin mendengak.

"Be a good boy.."

Lalu pria itu mencium Jongin kasar. Jongin memberontak lalu mencakar pipi pria tersebut.

Pria tersebut mengumpat lalu mengangkat tubuh Jongin, membantingnya tepat disebelah Ayahnya yang menangis sesegukkan.

Jongin menatap mata kelabu Ayahnya, ingin sekali ia memeluk pria yang menurutnya paling hebat sedunia itu.

"Mian, Jongin-ah. Mianhae.."

"Appa..." Jongin terisak mendengar suara lirih Ayahnya.

Demi Tuhan, Wufan Hyung Jongin takut.

Pria itu membalikkan tubuh Jongin mencengkram leher Jongin lalu meremasnya. Jongin merontah, tanganya berusaha menggapai apapun yang bisa menolongnya, tapi tidak ada apa-apa disekelilingnya dan pria didepanya menodongkan pistol kearah Ayahnya.

"Be a good boy.. or i will kill your father."

Itu bukan permintaan, jelas-jelas kalimat yang diucapkan pria itu adalah kalimat perintah. Dan Jongin yakin pria itu sanggup membunuh Ayahnya.

Jadi Jongin hanya mengangguk.

Tak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Ia hanya ingin Ayahnya selamat.

Pria itu menyeringai lalu meraup bibir Jongin. Naga Kecil seorang Yifan hanya bisa menutup mata dan mulutnya rapat-rapat, berharap Naga Pelindungnya segera datang.

Ayah Jongin menangis histeris melihat anaknya yang manis itu digerayangi oleh seorang pria mesum. Ia berusaha menggapai pisau dibawah sofa, ia bergerak hati-hati sekali berusaha agar pria itu tidak menyadari pergerakanya.

Saat tanganya menyentuh benda dingin itu ia tersenyum kecil lalu menarik pisau tersebut dan menusuknya tepat di punggung pria besar yang sedang asik menghisap puting susu anaknya.

Pria itu mengerang dan metanya memerah, Jongin menendang pria itu dan segera meraih Ayahnya.

Semuanya berjalan begitu cepat dan menakutkan. Suara pistol tepat berada disamping kupingnya membuat kupingnya berdengung kencang sekali. Jongin meringis sambil meringkuk. Melalui ekor matanya ia dapat melihat tubuh seseorang yang terjembab kelantai dan darah yang merembes. Tubuh Jongin menegang menatap tubuh Ayahnya yang terjembab. Tubuh Jongin berguncang, sungguh ia amat sangat ketakutan sekarang. Ia merasa ada yang menendangnya hingga ia terjembab tepat didepan wajah Ayahnya. Jongin merasa mati rasa saat pria besar itu mengguncang bahunya dan menamparnya berkali-kali. Pria itu berteriak-teriak tapi Jongin tak bisa mendengar apa-apa. Jongin memberontak dan menangis kencang, berkali-kali berusaha menggapai tubuh Ayahnya tapi pria besar itu menariknya, menamparnya lalu berteriak-teriak. Seketika semuanya berjalan lambat dan Jongin merasa tubuhnya lagi-lagi dibanting oleh pria tersebut. Lalu semuanya perlahan-lahan kembali, pendengaranya kembali. Jongin bisa mendengar pria itu mengumpat.

"Fuck... i killed that old man of yours, and you don't know why don't you?" Jongin hanya bisa menatap pria itu, tubuhnya masih berguncang-guncang dan terasa dingin.

"I'm a Mafia, and your father owe me a lot of money. But he could'nt make it up so.. yeah.."

Lagi-lagi pria itu menyeringai lalu mengulum bubur tebal Jongin. Air mata tak henti-hentinya keluar dari mata indah Jongin. Meskipun Jongin merasa hancur tapi Jongin tetap memberontak. Mafia itu harus menceciknya hingga Jongin membuka mulutnya lalu mafia itu memasukan lidahnya yang besar kedalam mulut Jongin. Anak itu merasa kotor dan hina. Dengan sekuat tenaga Jongin mengigit lidah pria itu hingga ia merasakan sesuatu yang asin keluar di dalam mulutnya. Mafia itu mengumpat lalu memukuli Jongin.

"Well you like it rough i guess.."

Mafia itu membuka celananya lalu menarik kepala Jongin menuju penisnya. Ia—lagi-lagi―harus mencekik leher Jongin agar anak itu mau membuka mulutnya. Saat mulut Jongin terbuka, mafia itu segera menyodok-nyodokkan penisnya yang besar kedalam mulut Jongin. Mafia itu tak peduli Jongin yang tersedak akibat sodokanya yang terlalu kencang. Jongin merasa dirinya seperti boneka yang bisa sesuka hati ditelanjangi dan disetubuhi, tapi Jongin tak akan menyerah. Ia menggigit penis mafia itu hingga mafia itu mengerang kesakitan lalu lagi-lagi Jongin dipukuli. Tubuhnya benar-benar habis biru-biru dan matanya sudah terasa amat berat, ia benar-benar tak berdaya. Tubuhnya terasa dingin dan nafasnya terasa berat. Dengan tenaga terakhirnya Jongin memberontak saat mafia itu melebarkan kakinya dan mengusap-usap analnya.

"Scream for me baby.."

Dan Jongin berteriak, kencang sekali saat mafia itu memasukan penis besarnya kedalam anal Jongin tanpa persiapan. Mafia itu tanpa belas kasihan menghentak-hentakkan penisnya dengan kencang hingga penisnya tertanam sempurna di dalam anal Jongin.

"You're a virgin i see, such a honor.."Pria itu tertawa melihat darah yang merembes keluar dari anal Jongin.

Jongin menangis kencang, berteriak-teriak, memberontak, ia merasa tak berharga dan hancur. Kotor dan used. Jongin benar-benar merasa hancur.

Tak peduli seberapa hancurnya Jongin, mafia itu tetap menghentak-hentakkan penisnya. Semakin lama semakin kencang dan Jongin dibawahnya masih berusaha menjaga harga dirinya yang tersisa. Biar bagaimanapun ia tidak mau diperlakukan seperti ini. Ya, Jongin masih berusaha melawan, ia memukul dada mafia bajingan itu. Menghinanya dan mencakar wajahnya. Mafia itu geram hingga ia menghentakkan penisnya dengan kasar. Jongin membuka mulutnya, berteriak tanpa suara. Jongin tidak merasa nikmat, semuanya sakit, tubuhnya, hatinya.

Pria itu tertawa setelah mencapai klimaks, ia mengeluarkan penisnya lalu memakai celananya. Ia berjongkok disamping Jongin, mengangkat kepala Jongin dengan kasar lalu meraup bibirnya. Jongin memberontak dan berteriak. Mafia itu hanya tertawa sambil membanting kepala Jongin kelantai. Jongin menatap tajam mafia yang berjalan menuju pintunya, mafia itu menoleh kearah Jongin, menyeringai sebelum akhirnya pergi.

Jongin menangis kencang, meraung-raung sambil menutup tubuhnya dengan selimut. Ia memegangi dadanya yang terasa berat sambil menyeret tubuhnya menuju ayahnya. Membaringkan dirinya didalam dekapan ayahnya, Jongin terisak parah hingga ia kesulitan bernafas. Ia menatap wajah ayahnya yang sudah tak bernyawa mengelus kulit keriput ayahnya dan megusap rambut kelabunya. Jongin merasa ditinggalkan, kesepian dan rusak. Dadanya terasa sangat berat, ia menggenggam dadanya berusaha bernafas, tapi susah. Itu terus terjadi hingga Jongin merasa lemas dan pasrah.

Yifan berteriak histeris seperti orang gila saat melihat keadaan didalam rumahnya. Yifan berlari-larian sepanjang perumahan rumahnya berteriak-teriak minta tolong. Air mata mengalir begitu saja dari matanya yang terlihat tajam. Tubuhnya gemetar dan ia terjembab disalju saat seorang wanita tua menemukannya dan menanyakan apa yang terjadi. Yifan tak sanggup berkata apa-apa ia hanya bisa mengatakan "Tolong," Suaranya terdengar serak dan parau. Wanita tua itu terlihat panik dan memanggil suaminya. Mereka bertiga berlari tergesah-gesah menuju rumah keluarga Wu. Wanita tua itu terkesiap melihat keadaan Jongin yang hanya di balut selimut putih, berlindung dalam dekapan ayahnya yang tak bernyawa. Yifan berjalan terseok-seok, menangis kencang saat mengetahui tubuh Ayahnya sudah tidak hangat. Tangisan Yifan bertambah kencang saat mendengar suara adiknya. Memanggilnya, "Hyung..." Dengan suara yang hampir tak terdengar, benar-benar serak dan lemah. Yifan merengkuh tubuh adiknya, mengelus rambutnya, menghujaninya dengan kata-kata manis yang menenangkan. Yifan tak henti-hentinya menciumi kepala Jongin. Memeluknya seakan-akan ia akan kehilangan Jongin. Naga Kecilnya benar-benar ketakutan, adik kecilnya itu menangis kencang sekali hingga hati Yifan hancur mendengarnya.

"Mianhae...mianhae nae little dragon."

"Gwaenchanha~ Hyungie wasseo.."

Hanya itu yang bisa seorang Wu Yifan katakan sambil mendekap erat tubuh adiknya, mengayun-ayunkan tubuhnya kedepan dan meringis melihat tubuh adiknya yang babak belur, bekas kissmark terpajang tanpa dosa di leher dan dada adiknya. Bahkan puting susu Jongin berdarah dan terdapat bekas gigitan yang cukup dalam. Dada Yifan terasa dihantam saat melihat kuping adiknya yang mengeluarkan darah dan leher adiknya yang membiru bekas cekikan. Yifan marah, ingin rasanya ia membunuh orang yang melakukan hal menjijikan ini pada keluarganya, tapi Yifan tak bisa melakukan apa apa selain berharap bahwa semuanya hanya mimpi buruk.

To Be Continue

Hey guys, so saya memutuskan untuk membuat fict ini chaptered

Agar saya bisa menyelesaikan prequel fict ini yang berjudul "The A Team"

The prequel is about Chanyeol previous Ex, prequelnya bercerita kisah cinta Chanyeol sebelum bersama Jongin

Kalian akan mengetahui kekasih Chanyeol sebelum Jongin di chapter 3 atau 4

For Chankai shipper, I'm sorry dear but its A KrisKai Story. Sesuai plot yang saya buat Jongin akan berakhir dipelukan Kris

Dan Untuk Chanyeol x Kai you guys have to keep read it karena saya sudah menyiapkan kejutan

And for some of you who ask darimana saya berasal

Well kalian bisa melihatnya di profile saya

Untuk klarifikasi saja kalau saya ini Setengah Amerika Setengah Indonesia

Sudah 10 tahun pindah ke Indonesia tapi karena saya homeschooling so my Indonesian still messed up.

Ya, Bahasa Indonesia saya kacau

Tapi sekarang saya sudah sekolah di sekolah reguler

Dan saya memutuskan membuat akun ini untuk belajar Bahasa Indonesia

Jadi saya harus menulis fict sambil melihat kamus Inggris-Indonesia

Thanks to my friends who helped me fix the spell

Maaf, saya masih baru di ini jadi di chapter sebelumnya posting an saya masih kacau

And terima kasih untuk semua pembaca saya atas semangat dan masukanya

Terutama terima kasih sudah memberi masukan yang benar-benar membantu, kamu benar seharusnya saya tidak menggunakan terlalu banyak bahasa inggris untuk berinteraksi dengan pembaca. Dan saya sudah mengganti summary saya, saya bingung mau membuat sumarry seperti apa jadi saya pakai google translate kkkkkk~

And I'm so sorry, mianhae untuk membuat Jongin tersiksa seperti itu.

Well, see you in the next chapter