Just Be Mine

Warning: YAOI, vulgar words, dll

Rating: M ples ples :v

CHANBAEK AREA ONLY!

DON'T LIKE? DON'T READ

.

.

.

Ruang café di kantor Malexotic tersebut terlihat sepi. Hanya terlihat beberapa orang sedang menikmati kopi hangat ataupun sekedar mengobrol ringan.

Baekhyun membawa gelas mochalatte ke bibirnya. Ia menyesap kopi itu lambat, lalu menaruhnya kembali di meja. Kemudian ia menatap Jongdae yang duduk disebelahnya, sedang mengutak-atik ponselnya.

"Jongdae, dimana CEO itu? Mengapa dia belum datang?" Baekhyun mempoutkan bibir cherrynya. Membuatnya semakin imut.

"Dia bilang dia akan datang sebentar lagi, Baek. Mungkin dia sibuk, maklum dia kan seorang CEO."

Baekhyun menganggukkan kepalanya.

Tak lama kemudian, pintu café terbuka dan memperlihatkan seorang pria tinggi tegap masuk ke ruangan itu.

Pria tersebut berjalan kearah meja Baekhyun dan Jongdae. Setelah Baekhyun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pria tersebut, rasanya napas Baekhyun tercekat.

"Selamat siang, Jongdae-ssi, Baekhyun-ssi. Maaf aku terlambat, tadi tiba-tiba ada urusan perusahaan yang harus aku tangani."

Suara tersebut begitu berat dan seksi. Senada dengan wajah tampannya yang melebihi aktor Hollywood sekalipun.

Jongdae langsung berdiri dari tempatnya dan membungkuk hormat. Sedangkan Baekhyun masih terdiam di bangkunya, matanya masih terpaku menatap pria tampan yang baru datang itu.

"Tidak apa-apa, Tuan Park. Kami tidak lama menunggu kok. Silahkan duduk, akan saya pesankan kopi." Jongdae menunjuk bangku diseberangnya, dan mempersilahkan pria tampan itu duduk.

Setelah pria tampan yang membuat Baekhyun terpana itu duduk di tempatnya. Ia sedikit membetulkan kerah jasnya lalu berdeham, lalu memberikan senyuman mematikannya yang bisa membuat wanita manapun meleleh.

"Perkenalkan, aku Park Chanyeol, CEO dari Park Group yang akan bekerja sama dengan kalian."

Setelah itu Chanyeol menjabat tangan Jongdae seolah mereka baru bertemu, dan Jongdae menerima dengan senang hati sambil tersenyum lebar.

Setelahnya Chanyeol mengalihkan tangannya untuk berjabat dengan Baekhyun. Baekhyun sedikit diam dan melamun melihat wajah Chanyeol, namun setelah Jongdae menyenggol lengannya pelan dibawah meja ia segera tersadar. Dan meraih jabatan tangan Chanyeol.

Sadar atau tidak, setelah tangan mereka bersentuhan, seperti ada yang berubah dari wajah Chanyeol. Matanya yang tadi cerah kini terlihat menggelap dan berkabut, menatap wajah Baekhyun intens, lalu mengeluarkan sebuah senyuman yang mungkin lebih mirip smirk.

"Kau pasti Byun Baekhyun… Model papan atas yang sangat terkenal, kan?"

Baekhyun hanya mengaggukkan kepalanya. Ia mulai merasa wajahnya memerah hanya karena berpegangan tangan dan mendengar suara pria tampan didepannya. Aneh, tak biasanya ia seperti ini.

Setelahnya Chanyeol membalikkan punggung tangan Baekhyun, lalu terlihat tangan besarnya mengelus kulit halus itu.

"Tanganmu sangat lentik dan ramping.. Sangat cocok dengan wajah manismu."

Baekhyun merona hebat mendengar pujian dari CEO itu.

"A-ah.. ne.. terima kasih.." ia menjawab dengan sedikit terbata. Terlihat bahwa Baekhyun sedang gugup saat ini.

Chanyeol yang mendengarnya segera melepas jabatan tangan mereka dengan sedikit tidak rela. Kemudian ia tertawa kecil melihat tingkah laku Baekhyun.

Setelahnya Chanyeol mengalihkan perhatiannya kepada Jongdae, dan masih mengeluarkan senyum ramahnya.

"Dimana kontraknya? Aku akan langsung menandatanganinya. Model di agensimu sangat berkualitas, tentu saja ini akan menjadi keuntungan bagi perusahaanku."

Mendengar itu Jongdae langsung tersenyum bahagia, ia mengeluarkan map biru dan sebuah pulpen dari tasnya lalu menyerahkannya kepada Chanyeol.

"Ngomong-ngomong Tuan Park.. apa kau free pada jam makan siang ini? Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Sekalian merayakan kerja sama antar perusahaan."

Chanyeol meletakkan pulpen itu didagunya, lalu terlihat berpikir sebentar.

"Sepertinya aku bebas. Baiklah, aku akan menyetujui ajakan kalian."

Jongdae tersenyum arti setelahnya, lalu ia mengalihkan pandangannya ke Baekhyun yang masih duduk manis. Tadi ia sempat melihat rona merah di wajah Baekhyun, dan ia tau rencana bagus untuk modelnya itu. Ia tersenyum evil setelahnya.

"Ah tapi maaf, aku sepertinya tidak bisa ikut karena aku harus menjemput istriku. Jadi, diwakilkan dengan Baekhyun saja. Tidak apa-apa kan kalau kalian makan siang berdua?"

Baekhyun langsung mengalihkan tatapannya ke Jongdae dan menatapnya kesal. Pasti Jongdae sengaja, pikirnya. Apa yang akan ia lakukan? Makan siang berdua dengan CEO tampan yang baru memujinya? Oh ayolah.

Mendengar itu Chanyeol tertawa pelan.

"Tentu, aku tidak keberatan. Tapi apa kau keberatan, Baekhyun?"

"Ah aku tidak.. Aku juga tidak keberatan." Baekhyun tersenyum manis.

Setelah bercakap-cakap sebentar, akhirnya mereka berdiri dari tempat masing-masing memutuskan keluar dari café tersebut. Sampai di pintu café, ketika Chanyeol sudah berjalan duluan, Jongdae sedikit berbisik ke telinga Baekhyun.

"Kau harus berterima kasih denganku, Baekhyunah. Haha."

Setelahnya Baekhyun memukul bahu Jongdae main-main. Setelah itu Jongdae berlari kabur entah kemana. Baekhyun menghela napas sebentar, lalu mengekori Chanyeol untuk ke mobil pria tersebut.

Baekhyun terpana melihat mobil mewah Chanyeol. Porsche hitam keluaran terbaru tersebut terlihat sangat mewah dan bagus. Interior didalamnya pun tak kalah bagus, dengan kulit asli dan sofa yang sangat empuk. Baekhyun berdecak kagum.

"Mobilmu keren sekali, Tuan Park.."

Chanyeol tertawa pelan melihat mata berbinar Baekhyun. Baekhyun sangat manis dengan wajah terkagumnya itu.

"Panggil aku Chanyeol saja, Baek. Interior mobil ini didesain oleh aku sendiri, kau menyukainya hm?"

Baekhyun menganggukkan kepalanya semangat, lalu menatap Chanyeol disebelahnya sambil tersenyum. Sangat menggemaskan.

"Aku sangat suka! Kau mempunyai selera bagus, tuan..ah Chanyeol."

Chanyeol tersenyum. Jujur, ia juga harus berterima kasih dengan Jongdae. Ini adalah kesempatan emasnya. Berdua saja dengan Baekhyun. Benar-benar impian yang sudah dinanti-nantikan sejak dulu.

"Kau mau makan dimana, Baekhyun?"

"Terserah Chanyeol saja. Aku ikut kemanapun kok."

Chanyeol terlihat berpikir. "Bagaimana kalau ke restoran ibuku saja? Kau suka makanan italia?"

Baekhyun kembali menganggukan kepalanya seperti anak kecil. "Ne! Aku suka!"

Mereka terlihat menyantap makanan yang tersaji di hadapannya dengan semangat. Mungkin itu terlihat sekali di wajah Baekhyun. Betapa semangatnya ia saat mencicipi pastanya.

Chanyeol sendiri terlihat menyuap makanannya dengan elegan. Ia mengunyah makanannya lambat, matanya sejak tadi hanya terpaku pada Baekhyun. Bahkan saat makan pun ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari model mungil itu.

"Kau suka makanannya, Baek?"

Baekhyun masih mengunyah pasta didalam mulutnya, pipinya menggebung lucu seperti hamster. Setelah menelan makanannya, ia tersenyum manis. Terlihat beberapa saus pasta disekitar mulutnya.

"Aku suka sekali. Sangat enak. Ini pasta terenak yang pernah kumakan!"

Chanyeol tersenyum. Ia lalu mengambil sapu tangan dari jasnya, dan menghapus sisa saus pasta di sudut bibir Baekhyun.

"Aku senang kau menyukainya. Makanlah pelan-pelan Baek, nanti kau tersedak."

Baekhyun sedikit merona melihat perlakuan Chanyeol kepadanya. Ia beralih menyendokkan makanannya lebih pelan, sesuai permintaan pria itu.

Acara makan siang mereka berlalu dengan menyenangkan. Ternyata Chanyeol adalah pria yang humoris dan mengasyikkan. Baekhyun dibuat tertawa lepas karena lelucon Chanyeol. Rasanya mereka berdua seperti orang yang sudah berkenalan lama.

Tidak terasa mereka menghabiskan waktu sangat lama. Hanya dengan berbincang satu sama lain sepertinya mereka lupa akan waktu. Terlihat langit sudah mulai berwarna jingga.

"Ayo, Baek. Aku antarkan kau pulang."

"Tidak usah, aku bisa menggunakan taksi kok."

"Tapi kendaraan umum itu berbahaya, lebih baik aku antarkan kau pulang oke? Aku tidak mau kau kenapa-napa. Ini sudah hampir malam."

Akhirnya Baekhyun menyetujui permintaan Chanyeol, lalu memberikan alamat apartemennya kepada Chanyeol. Mereka kembali berduaan di dalam mobil, menikmati waktu mereka bersama.

Mobil Chanyeol sudah terparkir didepan gedung apartemen mewah. Ia melirik apartemen tersebut dan mengalihkan pandangannya kepada Baekhyun.

"Kita sudah sampai, Baek. Kau ingin aku mengantarkanmu kedalam?"

Baekhyun segera melepas seatbeltnya. Ia hanya menggelengkan kepalanya kecil.

"Tidak usah, aku bisa sendiri kok. Terima kasih atas tumpangannya ya Chanyeol. Hari ini sangat menyenangkan." Ia mengeluarkan senyuman manis andalannya.

Chanyeol ikut tersenyum, lalu mencodongkan badannya hingga kini wajahnya berada tepat didepan wajah Baekhyun. Mungkin jarak mereka hanya tinggal 5 cm.

Baekhyun merona melihat wajah Chanyeol dari dekat. Sangat, sangat tampan. Ia bahkan bisa merasakan deru napas mereka menyatu.

Chanyeol mengangkat tangannya, lalu menggusak rambut Baekhyun pelan. Setelahnya ia tersenyum.

"Sama-sama Baekhyun. Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu."

Baekhyun seolah terhipnotis oleh tatapan lembut dari Chanyeol. Ia merasakan ada magnet yang menarik jarak antara mereka. Secara tak sadar Baekhyun memajukan wajahnya.

Hingga bibirnya menempel pada bibir Chanyeol.

Chanyeol yang menyadari itupun terlihat kaget. Ia bisa merasakan kelembutan dan kekenyalan bibir Baekhyun yang diimpi-impikan oleh banyak pria diluar sana.

Namun belum sempat Chanyeol merespon apapun, Baekhyun menarik wajahnya dengan cepat. Ia juga terlihat sangat kaget dengan aksinya sendiri. Tangannya membekap mulutnya, seolah tak percaya dengan apa yang ia lakukan.

Wajah Baekhyun sangat merah hingga ke telinga, dengan buru-buru ia keluar dari mobil Chanyeol dan berlari masuk ke apartemennya tanpa mengucap sepatah kata apapun.

Chanyeol sendiri masih terbengong. Namun sedetik kemudian ia sadar ke alam nyata, dan mengeluarkan sebuah seringaian. Tangannya langsung menyentuh bibirnya yang barusan bersentuhan dengan bibir lain.

Matanya kembali menggelap. Ia terkekeh pelan.

"Aku tidak menyangka mangsa menghampiri binatang buas lebih dulu."

TBC

A/N: Nahlo kok malah baekhyun ikut klepek klepek? Pesona ketampanan Chanyeol emang ga bisa didustai hahaha. Bdw aku udah libur yeay, dannn liburnya sebulan, awal februari baru masuk :') jadi kemungkinan waktu gabut dan buat nulis lebih banyak wkwk. Tapi sebelnya adalah wifi di rumah pake f*rstmedia dan gabisa login ke fanfiction :( ini aja aku update pake tathering hp :')

Dah ah curhatnya gitu aja wkwk. Kalo mau fast update tetep review yaa, respon kalian sangat berharga ^^ don't be a silent reader please..

#CHANBAEKISREAL