Konnichiwa! Minna-san, Ogenki desuka? Semoga kabarnya baik-baik saja ya hehe~ Well, setelah hamper 3 tahun menghilang akhirnya Yuumi kembali dengan mengupdate fic ini~ Lalala Yeyeye /alaynya keluar -_-v / Yasudah, daripada lama-lama dengerin bacotan saya ini, mending langsung baca saja! Jangan lupa review-nya yaps hehe ^_^
Well, Happy Reading! Enjoy!
~ Hate You, Hate Love, But… ~
Naruto © Masashi Kishimoto
Hate You, Hate Love, But… © Yuumichi0330
Warning: OOC, Typo(s), AU
Summary for Chap 2: Disaat ku pikir semuanya telah usai, ia malah datang membawa segala kenangan yang kupikir telah terpendam itu. Dan sekali lagi, butiran air jatuh dari emeraldku...
~ Hate You, Hate Love, But… ~
Chapter 2 : Tears
Gadis berambut soft pink itu telah sampai di taman, dan ia melihat sosok yang sebetulnya tak ingin ia lihat untuk saat ini…
SAKURA's POV
Entah, aku tak pernah mengerti apa yang ada di pikirannya. Aku tak pernah bisa memahami jalan cerita yang ia buat.
Setelah menghilang bagaikan ditelan bumi sekitar hampir satu tahun, sekarang ia muncul. Dengan senyum khas yang membuat wajahnya terlihat makin tampan.
Semua yang ada pada dirinya. Rambutnya, matanya, hidungnya, mulutnya, segalanya. Tak ada yang berubah, hanya saja… Lebih tampan, lebih baik daripada saat terakhir ia bertemu dan melihatnya.
Ah! Apa ini, aku yang selama ini membenci cinta dan tak pernah tergoda dengan segala macam tingkah laku pria, tiba-tiba saja begini.
Jantungku berdetak lebih cepat, entah apa yang terjadi. Melihat senyumannya membuatku terlempar kembali ke masa lalu, bayangan akan masa dimana kami masih bersama seakan memenuhi ruang waktuku.
Saat dimana kami bersama. Saat aku menangis, ia memelukku dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja disertai senyuman. Pelukan yang membuatku selalu merasa tenang, senyuman yang selalu membuatku merasa nyaman.
.
.
.
.
"Sakura... chan" — Cukup, kau tak usah bicara. Suaramu makin membangkitkan semuanya, ingatan tentang kita.
"Aku... menyesal, aku merasa bodoh meninggalkan dirimu" — Apa-apaan kau, selama aku mengenalmu baru kali ini aku mendengarmu bicara seperti itu.
Ku tarik nafas dalam-dalam, Sakura setidaknya kau harus bicara pada orang ini.
"Apa? Mau apa kau?" kuharap nada bicaraku yang dingin ini dapat menusukmu.
"Kumohon, jadilah seseorang yang selalu ada di sampingku... Selalu bersamaku…" — sh*t! What are you talking about, man?!
Sungguh, aneh rasanya. Satu sisi aku merasa senang, dan disisi lain aku merasa jengah dan tak nyaman.
Ayolah Sakura, cepat jawab. Ucapkan kata-kata yang seakan bisa membunuhnya.
"Oh, rasanya dialog seperti ini pernah terucap dari mulut seseorang."
"Itulah, aku menyesal meninggalkanmu. Maukah kau menjadikan kenangan kita yang indah, terjadi lagi di masa kini?"
Hatiku berdesir, rasanya tubuhku terbelah dua. Yang satu tak ingin lagi lama-lama berduaan dengan orang ini, sementara satu lagi sangat ingin bersama dengan orang ini.
"Sasuke, yang lalu biarlah berlalu. Bagimu kenangan itu indah? Bagiku semuanya terasa menyakitkan..." seiring dengan itu, air mataku mengalir.
Sakura Bodoh! Mengapa kau menangis di depan orang ini! Kemana dirimu yang tegar itu?!
AUTHOR's POV
Sasuke mendekat, perlahan ia menyentuh pipi Sakura. Mengusap butiran air yang jatuh dari pelupuk emerald itu dengan lembut. Membuat gadis berambut pink itu berdiam mematung.
Entah magic apa yang dimiliki Sasuke, Sakura tak bisa lepas. Ia seolah terhipnotis oleh sosok berambut raven ini. Emerald itu tak bisa berhenti menatap Onyx dihadapannya.
Ia tahu ini salah, ia ingin lepas, sebagian dari tubuh ingin pergi sejauh yang ia bisa. Tapi, sebagian lain ingin terus menetap disini, dan sialnya hasrat untuk menetap bersama orang itu lebih besar daripada hasrat untuk menjauh dari orang itu. Jadi, Sakura hanya bisa diam.
Dalam hati ia merutuki segalanya. Mengapa bias semudah itu ia terhipnotis dengan pria yang telah membuatnya berubah kepribadian, yang telah menyakiti hatinya.
"Sasuke..." hanya kata itu yang terucap dari bibir Sakura, ia ingin lari. Namun, rasanya tubuhnya terkunci.
Sasuke melingkarkan tangannya di pinggang Sakura, mencoba memeluk gadis itu. Sakura, tak bisa berbuat apa-apa ia semakin jatuh ke dalam pesona Sasuke.
Seiring dengan itu, Sasuke mulai mendekat lagi, perlahan bibir pria itu hampir menyentuh bibir manis Sakura. Dengan cepat, Sakura tersadar. Ia lepas dari Sasuke.
Ego yang terbelah menjadi dua itu mulai bicara lagi, 'Mengapa kau lepaskan?!' dan yang satunya berkata 'Bagus, cepat kau pergi dari sini!' . Dan Sakura, lebih menurut pada egonya yang kedua.
"Maaf, tapi rasanya aku masih belum bisa memaafkanmu."
Sakura pergi, air mata masih menetes dari emeraldnya. Sasuke memanggil dan mengejarnya, semua tak dihiraukan Sakura, instingnya berkata lebih baik kau tak usah berurusan dengan orang itu lagi...
.
.
.
.
Kau tahu? Jika seorang wanita meneteskan air matanya bukan berarti dia cengeng atau lemah, melainkan karena dirinya terlalu kuat dan merasa terdesak, tak bias lagi membendung apa yang selama ini dia pendam.
Satu hal lagi, lihat matanya. Saat ia menangis, belum tentu ia menangis karena ia kesal, tapi bisa jadi ia menangis karena sayang dan merasa apa yang baru saja ia perbuat bertentangan dengan hatinya dan kemauannya.
Jadi, untukmu wahai Uchiha Sasuke, mungkin Haruno Sakura masih mencintaimu. Jika kau diberi kesempatan kedua olehnya, pergunakanlah dengan baik. Jarang sekali ada seseorang di dunia ini yang beruntung diberi kesempatan kedua.
Pergunakanlah kesempatan yang kau punya, baik itu yang pertama ataupun yang kedua. Karena kau tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dan jika sudah terlanjur terjadi kau tak mungkin bisa merubahnya.
Karena memang seperti yang biasa dikatakan orang-orang, Penyesalan selalu datang belakangan…
.
.
.
~ To Be Continued ~
.
.
.
Hah! Apa ini?! Sumpah, kayaknya drama banget ya -_- maaf ya kalau jelek dan gak sesuai dengan harapan kalian :(( Yang jelas, maaf sekali karena fic ini sudah ditelantarkan hamper tiga tahun, dan saat fic ini di-update hasilnya jelek, terlalu pendek, dan yaaa pokoknya tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan.
Tapi, Yuumi tetap minta review kalian ya flame atau apapun yang bersifat membangun Yuumi terima untuk kebaikan! Oh iya, kalian boleh PM Yuumi kalau memang pengen membicarakan sesuatu yang serius tentang fiction.
Okay Minna-san~ Arigatou Gozaimasu, Kamsamnida. See ya in Next Chapter, bye bye! :D
