Silent Lips

Disclaimer : Seluruh cast disini adalah milik Tuhan dan keluarganya.

Cast : - Lee Sungmin as Sungmin

Kim Jongwoon as Yesung

Cho Kyuhyun as Kyuhyun

Kim Ryeowook as Ryeowook

Park Jung Soo (Lee Teuk) as Sungmin's mother

Kim Youngwoon (Lee Kangin) as Sungmin's father

Kim Heechul (Cho Heechul) as Kyuhyun's mother

Tan Hangkyung (Cho Hanggeng) as Kyuhyun's father

Kim Jaejoong as Yesung's mother

Jung Yunho as Yesung's father

Lee Donghae

Lee Hyukjae

And another cast

Warning: Genderswitch, OOC, Abal, Typos.

Pair: Yemin, Kyumin, Yewook, Kyuwook and another pair

Summary: Walau engkau enggan membuka bibir mungilmu, namun itu tak akan pernah bisa menghapuskan tekadku untuk membuatmu kembali mengeluarkan suara indahmu. Aku merindukan dirimu, sangat merindukan dirimu. Kumohon kembalilah…..

*Prev Chapter*

"Min, apa kau tak lelah diam terus seperti itu? Apa kau tak ingin tersenyum lagi? Apa kau tidak mau menikmati hari-harimu lagi?" tampak Yesung sedang menatap Sungmin dengan tatapan sedihnya.

Sungmin yang mendengar perkataan Yesung hanya terdiam tanpa berniat membuka mulutnya. Yesung merasa sakit jika yeoja disebelahnya ini terus membisu seperti ini. Hanya satu harapan Yesung, dapat melihat yeoja ini kembali ceria.

*End Prev Chapter*

Yesung terus memandangi wajah yeoja di sebelahnya tanpa sedikitpun berniat mengalihkan pandangannya. Hatinya sakit, begitu sakit melihat yeoja yang sangat ia cintai terus membisu. Tanpa Yesung sadari, setetes cairan bening mulai meluncur membasahi pipinya diiringi suara isakkan pilu dari bibirnya. Yesung meremas kuat buku-buku jarinya hingga memutih. Sungmin yang mendengar suara isakkan, sontak langsung menolehkan kepalanya ke arah namja yang sedaritadi memandanginya. Tangan mungil Sungmin mengusap perlahan pipi Yesung dan menghapus jejak air mata di pipi namja bermata sipit itu. Bukannya hilang, malah airmata itu semakin deras keluar. Yesung menggenggam tangan mungil yang kini tengan mengelus pelan pipinya.

*Sungmin POV*

Sepertinya aku mendengar suara isakkan, aku langsung menolehkan kepalaku ke arah suara isakkan itu. Jujur, aku sakit melihat namja di sebelahku kini tengah menangisiku. Dengan perlahan kuusap pipinya, rasa sakit di hatiku semakin bertambah saat melihat air mata namja itu semakin deras. Ingin sekali kupeluk namja ini, namja yang selama ini aku cintai setulus hati. Namun, rasa bersalahku selalu saja menghalangiku. Aku merasa, diriku tak pantas berada di samping namja ini. Aku telah kotor, aku sangat menjijikkan. Ini semua gara-gara namja itu, namja yang hampir merampas harta berhargaku, jika saja namja di sebelahku terlambat datang menyelamatkanku. Dapat kurasakan tangan hangat Yesung tengah menggenggam erat tanganku, dan kulihat namja ini mendekatkan wajahnya padaku. Semakin dekat hingga tak ada jarak lagi yang memisahkan wajah kami. Ia mengecup lembut bibirku, sangat lembut tanpa nafsu, namun hanya ada rasa cinta dan sedih yang sangat mendalam. Aku memejamkan mataku menikmati rasa cinta yang tak mampu ia tuangkan dalam kata-kata. Dengan perlahan Yesung memindahkan bibirnya dan mendaratkannya di keningku. Setelah itu ia menatapku dalam, tatapan tajam yang begitu hangat. Tuhan, aku sangat mencintai namja ini, namun aku tak pantas baginya. Aku teringat akan seorang yeoja mungil yang sangat mencintai Yesung. Dia adalah Kim Ryeowook, sahabatku yang dulu sering menemaniku kemanapun aku pergi. Wookie sangat sempurna serta sangat pantas dengan Yesung. Aku rela Tuhan, jika mereka bersatu demi kebahagiaan Yesung.

"Wahhhhhh,,,,, Minnie eonnie dan Yesung oppa, kalian sedang apa disini?" tanya seorang Yeoja mungil yang tanpa sengaja melintas di kebun itu.

*End Sungmin POV*

"Ah Wookie, kami hanya sedang jalan-jalan. Kau sendiri sedang apa disini?" Yesung tersenyum ramah pada yeoja yang kini sedang tersenyum malu-malu di hadapannya ini.

"Aku sedang menunggu sepupuku. Dia akan mengajakku jalan-jalan dan mentraktirku ice cream." Ucap yeoja itu sambil menundukkan kepalanya.

"Ah, Minnie eonnie, apa kabar? Kau semakin cantik saja eon." Wookie mensejajarkan tubuhnya dengan Sungmin yang tengah duduk di sebuah kursi taman.

"….." tak ada jawaban yang keluar dari bibir yeoja imut itu.

Wookie tersenyum getir melihat sahabatnya hanya membisu seperti mayat hidup itu. Wookie mengelus pipi Sungmin sambil tersenyum sedih.

Drrrrrttttt~ drrrrttttt~

Ponsel Wookie bergetar, dengan segera yeoja mungil itu merogoh tasnya.

"Yeoboseo? YA! Kau ini lama sekali dasar namja evil! Arraseo, aku kesana." Wookie meletakkan ponselnya.

"Ah, eonnie, oppa, aku pergi dulu ne. Sepupuku sudah menungguku."

"Ne, hati-hati." Ujar Yesung sambil tersenyum.

Yeoja itu pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan sepasang manusia yang masih setia berada di kebun kota itu.

~Di parkiran kebun~

"Ya! Kau lama sekali!" teriak seorang namja berambut ikal pada yeoja mungil itu.

"Kau yang lama dasar babbo!" yeoja itu juga tak mau kalah dengan namja yang berpredikat sebagai evil prince ini.

"Aish, terserah kau saja. Kita jadi pergi tidak, eoh?"

"Tentu saja Kyunnie, jangan lupa denga janjimu untuk mentraktirku."

Namja yang dipanggil Kyunnie itu hanya mendengus kesal, sambil berjalan memasuki mobilnya.

*Silent Lips*

~at Kim's mansion~

"Sudahlah Teuki, aku yakin Minnie pasti bisa kembali seperti dulu. Apalagi anakku Jongwoon selalu menjaganya." Tampak seorang yeoja cantik sedang menenangkan temannya yang sedang sedih memikirkan keadaan anaknya.

"Tapi Joongie, aku takut jika Minnie selamanya akan membisu seperti ini. Joongie, apa kau sudah menemukan keberadaan namja itu?"

"Sudah Teuki, dia adalah pewaris tunggal keluarga Cho. Dia salah satu rekan bisnis kita." Jawab Jaejoong sambil menyeruput tehnya.

"Joongie, aku ingin menghancurkan namja yang sudah merebut kebahagiaan anakku." Lee Teuk tampak begitu marah saat temannya memberitahukan keberadaan namja yang telah menyakiti anaknya itu.

"Aku sebenarnya kurang setuju dengan idemu untuk mengahancurkan perusaan mereka, tapi aku akan tetap membantumu Teuki." Jaejoong tersenyum tulus.

"Gomawo Joongie. Kau memang teman terbaikku."

"Cheonman Teuki-ah. Kita kan sahabat selamanya."

~at Yesung's car~

Setelah merasa lelah terus-menerus terdiam di kebun, Yesung pun memutuskan untuk pulang. Dan disinilah mereka sekarang, berada di dalam mobil Yesung.

"Min-ah, apa kau haus? Bagaimana kalau kita makan ice cream di kafe milik Donghae yang baru dibuka kemarin?"

Sungmin memang tak menjawab, namun dapat dilihat dari matanya, kalau yeoja itu sangat setuju dengan perkataan Yesung. Yesung hanya tersenyum, ia sangat btahu kalau yeoja imut ini begitu tergila-gila terhadap ice cream. Dengan perlahan Yesung melajukan mobilnya menuju kafe milik sahabatnya itu. Ya, Donghae adalah sahabat baik Yesung sejak SMA. Donghae dan adiknya Hyukjae begitu akrab dengan Sungmin dan Yesung. Mereka sudah seperti saudara kandung saja.

*Silent Lips*

Yesung memarkirkan mobilnya tepat di sebuah kafe yang cukup ramai itu. Yesung mengangkat tubuh Sungmin dan memindahkannya ke kursi roda, lalu mengajaknya masuk ke dalam kafe itu.

"Wahhhhh, YESUNGGGGGGG-HYUNNGGGG!" Suara cempreng Donghae mengelegar memenuhi kafe, hingga semua mata tertuju padanya. Karena malu, Donghae segera membungkukkan badannya.

"Hahahahaha, dasar ikan! Kau tidak pernah berubah, eoh?" ujar Yesung yang sukses dihadiahkan jitakkan si ikan di kepalanya.

"Aww, appo! Dasar babbo." Yesung mengelus pelan kepalannya.

"Salah sendiri Hyung mengataiku." Kini giliran Donghae memanyunkan bibirnya.

"Ada apa ini? Ah, ada Minnie noona." Ujar namja berambut pirang yang baru saja datang. Namja itu adalah adiknya Donghae, yaitu Hyukjae atau biasa dipanggil Eunhyuk.

"Ah iya ya, aku lupa. Anyyeong Minnie noona." Kini si ikan aka Donghae yang menyapa Sungmin sambil mengelus pelan kepala yeoja itu.

"…." Lagi-lagi tak ada jawaban dari yeoja itu.

"Noona kemari pasti mau makan ice cream jumbo dengan berbagai rasakan?" Donghae yang sudah sangat hafal dengan kesukaan Sungmin, dapat menebak apa tujuan Yesung dan Sungmin datang ke kafenya.

"Yap, kau benar ikan. Dan sekarang cepat buatkan ice cream yang enak untuk nae princess."

Mendengar ucapan Yesung sontak wajah Sungmin memerah. Namun tidak untuk Donghae, ia malah cemberut mendengar kata-kata Yesung.

"Ya! Seenaknya saja Hyung menyuruhku. Kalau Minnie noona yang nyuruh sih, aku rela-rela aja."

"Hahahahahahahahaha." Mereka pun tertawa bersama.

Sedangkan di parkiran kafe, terlihat namja berambut ikal sedang menatap bosan kafe dihadapanya. "Kau yakin mau kemari, Wookie? Kafe ini sangat ramai, pasti akan sangat lama menunggu antriannya."

"Pokoknya aku tetap mau makan ice cream di kafe ini."

"Ah, terserah kau sajalah." Dengan langkah malas, Kyuhyun memasuki café itu.

*TBC*

Hohoho, update juga. Makasi untuk reviewnya, dan juga jangan bosan mereview ya. Karena review kalian akan membangkitkan semangat author untuk menulis kelanjutanya. Gomawo, dan maaf karena gak bisa balas review kalian. Oh ya, kalian mau fic ini akhirnya Yemin, Kyumin, Yewook, Kyuwokk atau yang lainnya? Tolong dijawab, ya?