Rise of the Guardians (c) Dreamworks; William Joyce
by Ratu Obeng (id: 1658345)
.
.
.
—Drabble 02—
"Luntur"
Titik-titik air yang menghujam semakin deras membuat Pitch harus mempercepat langkah menuju kediamannya. Dia tidak pernah suka dengan hujan, tidak pernah.
"Piii~tch! Ho~iii!"
Kedamaian sang boogeyman di kamar mandi saat mengurus efek guyuran hujan harus rela diinterupsi saat mendengar suara familiar menyebalkan yang tidak disangka-sangka. Untuk kesekian kalinya, siapa lagi kalau bukan Jack Frost.
"Pitch, Aku kehujanan nih! Kulihat tadi kau juga kehujanan dan masuk ke sini. Aku numpang berteduh, ya!"
Terserah, batin Pitch. Prioritasnya sekarang adalah membersihkan diri terlebih dahulu, mempersiapkan kondisi fisik biasanya lagi sebelum bersiap menghadapi bocah tengik tidak diundang yang sedang menginvasi rumahnya.
"Iyuhhh~! Kenapa ada bercak-bercak hitam berceceran di sepanjang lantai? Kau tidak mengelap sepatu sebelum masuk?"
Kicauan-kicauan alay Jack malah membuat sang tuan rumah semakin emosi. Katupan rahang pria bersurai hitam itu menegang, "Diam Frost, atau pergilah!"
"Memang kau dimana sih? Jawab dong!"
Pitch menghiraukan Jack dan menyelesaikan kegiatan mandinya secepat yang dia bisa. Jemarinya meraih handuk yang sudah disiapkan lalu mengaitkannya di sekitar pinggangnya yang kurus. Ketika melangkah keluar, betapa terkejutnya Pitch ketika melihat Jack malah berada di depan kamar mandi, bukan di ruang tunggu atau ruang publik lainnya.
"Kurasa tempat ini terlalu pribadi untuk seorang tamu, Frost."
"S-siapa Kau…?"
Jack melongo melihat sosok di depannya yang sumpah tidak pernah dia lihat sebelumnya. Rambutnya hampir putih sewarna dirinya, begitu juga dengan seluruh kulitnya—bahkan giginya!
"Baiklah, kau seperti melihat hantu, tapi aku punya alasan…" Pitch mulai risih, terutama ketika manik biru cerah Jack memindai seluruh tubuhnya seperti scanner.
"Pitch?" tanya Jack tidak yakin, "Kenapa kau jadi… putih? K-k-kalau begitu ternyata selama ini…?"
"Ini sifatnya sementara saja kalau aku terkena air, aslinya—"
Bukannya mendengar sampai selesai, Jack malah lari kabur menerpa derasnya hujan di luar dan menghilang. Suatu saat, ingin rasanya Pitch menyeret remaja kurang ajar itu, mengurungnya di kandang miliknya, lalu memberinya pendidikan sopan santun.
Syukurlah bagi Pitch kesialan di hari itu berlalu begitu saja. Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya yang lancar tanpa gangguan, terutama saat menjalankan tugasnya.
Namun dia tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini tubuh setiap anak yang dikunjunginya lebih bersih plus lebih wangi dari biasanya. Hingga sebuah tulisan yang tertempel di dinding kamar salah satu calon korbannya membuat Pitch meneriakkan nama sang guardian termuda di ujung nada suara tertinggi.
'Sering-sering mandi atau kalian bakal jadi hitam seperti Boogeyman. –Jack Frost–'
"FROOOOOOOOOOOOOOOSSSSSTTT!"
END
.
.
.
A/N:
Pitch ngga item kok, dia cuma ketutup daki… :") #dikunyah Nightmare
Ide dari mbak Kina alias Podjok Wajang yang katanya berhasil turun berat badan Wkwkwkwkwkw! TENGKYU!
This fic have no purposes, targets or anything. It's purely just for f-u-n!
Review or ideas will GREATLY appreciated. Tell Me, and I will give you shout out in the next chapter \:D/
