Konbawa, ini part lanjutannya…

Hari ini Vincy agak lesu. Habis bertengkar dengan baka Jeff, kakak ku. Padahal cuma masalah sarapan doang. Sampai Rosella, adik ku turun tangan supaya aku dan baka Jeff tidak menghancurkan perabotan rumah.

Sampai segini dulu. Happy reading!

Disclamer NarutoMasashi Kishimoto

My Partner is My Love© Minako Blue Sapphire

(Vincy Raviella De Mitchell)

Genre : Romance & Frienship

Pair : MinaKushi, slight FugaMiko, KagaFemMina, AraYuki (OC)

Rate : T (Teen)

Kushina kini berbaring di kasur ukuran queen-size nya. Mata violetnya menatapke langit-langit. Wajah Minato terus ada di benaknya. Kushina mengerjapkan matanya, berusaha mengenyahkan pemuda pirang durian yang ada di benaknya.

'TOK-TOK!'

"Shina-chan…"

Pemuda berambut merah darah model jabrik dengan paras yang hampir mirip dengan Kushina. Yap, dia Arashii Uzumaki, kakak laki-laki Kushina.

"Aniki" ucap Kushina.

Pikiran Kushina terus ke Minato…

Arashii mengerutkan kening, tingkah adiknya tak biasanya seperti ini. Mungkin yang ada di benak Arashii sekarang, Kushina sedang…kesurupan?

"He-hei Shina-chan! Ada apa dengan dirimu ini?"

"Aniki…"

"Shi-shina…"

"Aniki"

Arashii menepuk dahinya. Dalam hati Arashii menangis.

"HUAAAAAAA!"

Seketika tangisan Kushina meledak. Mendadak Kushina memeluk kakaknya erat, hingga membuat Arashii sulit bernapas.

"He-hei Shina-chan! Le-lepaskan!"

"A-aniki! Huaaaaaa!"

Arashii sudah tak punya ide lagi. Dipukulnya tengkuk Kushina. Hingga membuat gadis itu pingsan telak.


"Apa yang terjadi denganmu, Shina?"

Suasana makan malam di kediaman Uzumaki kini mulai tegang. Kushina Uzumaki, gadis bermata violet ini mulai menegang ketika ayahnya, Hashirama Senju menatapnya dengan tajam.

"Ti-tidak ada apa-apa kok tou-san!" seru Kushina dengan nada gelagapan.

"Hmmm…aku heran dengan tingkahmu saat habis pulang sekolah tadi Shina" ujar Arashii sambil mengunyah steak buatan Mito Uzumaki, ibunya.

Sehabis Minato pergi meninggalkan kediaman Uzumaki, Kushina langsung berlari ke kamar dan membanting pintu. Sontak membuat Mito yang sedang berada di dapur dan Arashii yang sedang membaca buku pun kaget. Mito menyuruh Arashii untuk melihat keadaan adiknya, dan insiden itu masih ada di pikiran Kushina hingga sekarang.

"Benar, apa Namikaze-san itu berbuat macam-macam denganmu, Shina?" Tanya Hashirama dengan tatapan tajam.

Kushina terdiam. Muncul bayangan Minato sedang tersenyum ke arahnya, tersenyum lembut penuh kehangatan dan kasih sayang. Tanpa sadar wajah Kushina mulai memerah padam.

1

.

.

2

.

.

3

.

.

'BRAAAAAAAK!'

"SHINA!"


"Ini…dimana?"

Gadis yang bernama Kushina sekarang telah terbaring di kasur kamarnya. Di sekeliling tempat tidurnya terdapat Hashirama, Mito, dan Arashii yang menatapnya.

"Shina-chan! Syukurlah kau sadar!" Mito memeluk Kushina erat. Hashirama dan Arashii menghela napas lega. Namun Kushina tidak menunjukan reaksi yang berarti.

"Kaa-san…ini dimana?" tanya Kushina yang sepertinya belum beradaptasi setelah bangun dari pingsannya.

"Di kamarmu. Nah sekarang kau tidur. Ini sudah jam 11 malam" ujar Mito lembut sambil menyelimuti Kushina dengan selimut berwarna merah. Kushina mengangguk dan memejamkan matanya. Mito mematikan lampu kamar Kushina dan meninggalkan kamar Kushina diikuti Hashirama dan Arashii.

Pintu kamar Kushina tertutup. Kushina membuka matanya, ternyata ia hanya pura-pura tidur rupanya.

"Apa…yang terjadi…padaku?"


Sinar matahari terpancar dengan silaunya. Tampak di salah satu kamar kediaman Uzumaki, terdapat gadis berambut merah panjang sedang mengucek-ngucek kedua kelopak matanya. Suasana kini tenang dan damai.

Sampai…

"HUAAAAAA! AKU TELAAAAT!"

Kushina Uzumaki, gadis itu berlari dengan cepat ke kamar mandi. Jam kini menunjukan pukul 08.30 a.m hari Sabtu.

Lantas, hari Sabtu kan libur. Mengapa gadis itu malah sedikit…terburu-buru?

Hari ini Kushina ada janji dengan partnernya yang sangat dibencinya, Minato untuk belajar bersama di rumah pemuda tersebut. Mereka janjian pukul 09.00 a.m. Dan sekarang pukul 08.30 a.m. Hohoho…Kushina kesiangan rupanya.

Selesai mandi, Kushina memakai kaus lengan panjang berwarna putih dan celana jins panjang semata kaki. Kushina menyisir rambutnya yang panjang. Lalu Kushina mengisi tas ranselnya dengan beberapa buku matematika. Tak lupa Kushina memakai sepatu converse kesayangannya. Lalu Kushina keluar kamar dan menyambar selembar roti dan langsung keluar rumah.

"Aku pergi ke rumah Minato dulu! Ittekimasu!" pamit Kushina.

"Shina! Kau belum memakan sarapanmu!" teriak Mito. Namun percuma, Kushina sudah berlari dengan tergesa-gesa ke rumah Minato. Untung saja rumahnya dengan rumah Minato tidak jauh, hanya melewati 2 blok dan melewati taman. Lagipula Kushina pernah mengunjungi rumah Minato ketika ia dan Mikoto mau belajar bersama dengan Minako.

Kini Kushina sampai di depan gerbang rumah yang sangat besar dan megah. Terlihat dari kejauhan, rumah Minato bergaya Eropa. Berbeda dengan rumahnya yang bergaya Jepang. Kushina menghampiri pos penjaga rumah Minato, terlihat Genma, satpam di kediaman Namikaze telah tertidur di pos.

"Ngg…pak, bangun" Kushina membangunkan satpam yang tengah tertidur itu. Genma langsung terbangun, dilihatnya Kushina yang sedikit lelah karena berlari.

"Ah Kushina-sama. Anda mau bertemu dengan Minako-sama?" Tanya Genma.

"Tidak, aku mau belajar bersama dengan Minato" ujar Kushina.

"Baiklah, silahkan masuk Kushina-sama" Genma membuka pintu gerbang. Kushina mengucapkan terima kasih. Lalu Kushina berjalan sepanjang setapak yang dikelilingi rumput hijau. Dan seulas senyum tipis muncul ketika dirinya sudah sampai di depan pintu rumah yang besar itu.

'TING-TONG!'

Pintu besar tadi dibuka oleh salah satu maid yang dikenali Kushina, Kushina tersenyum lebar melihat maid tersebut.

"Selamat datang Kushina-sama" Maid yang bernama Ayame kini membungkukan badannya. Ayame memang sudah mengenal Kushina, jadi sudah sepantasnya Ayame bersikap sopan. Apalagi Kushina adalah teman dari majikannya.

"Tak usah seformal itu Ayame-san. Saya ingin bertemu Minato" ujar Kushina.

"Mari ikuti saya" Ayame berjalan paling depan, Kushina mengikutinya dari belakang. Dan tibalah mereka di sebuah pintu kamar berwarna coklat kayu.

'TOK-TOK!'

"Permisi Minato-sama. Ada yang ingin bertemu dengan anda"

Ayame membuka pintu. Kushina mengintip sedikit, mata violetnya langsung terbelalak lebar melihat pemuda berambut pirang durian ini masih tidur di ranjang king size-nya.

"Ayame-san, tinggalkan kamar ini. Biar aku yang membangunkannya" ujar Kushina. Ayame pun pergi meninggalkan kamar Minato.

Kushina masuk ke kamar Minato. Didekatinya Minato yang masih enak-enaknya tidur. Kushina menyingkirkan helaian rambut Minato yang menutupi telinga pemuda tersebut. Perlahan, Kushina mendekatkan bibirnya ke telinga Minato. Dan…

"BANGUUUUUUUN!"

'GUBRAK!'

"Sa-sakit" Minato mengelus kepalanya yang benjol. Terlihat Kushina dengan senyum 'membunuhnya' kearah Minato, membuat pemuda pirang durian ini bergidik seketika.

"Kushina! Mengapa kau bisa di kamarku?"

"Aku membangunkanmu. Itu saja"

"Ini masih pagi Kushina…"

"Ho…pagi ya. Coba kau lihat jam dinding kamarmu itu" Minato mengalihkan pandangannya kearah jam dinding kamarnya. Matanya membulat seketika.

"Huaaaa…aku telatt!" Tanpa ba-bi-bu lagi, Minato melesat ke kamar mandi yang ada di kamarnya. Kushina menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata jam menunjukan jam 09.10 a.m.

"Dasar…"


"Maaf Kushina, tadi aku bangun kesiangan"

Minato tampak menggaruk-garukan kepalanya yang tak gatal. Kini mereka berdua sedang berada di perpustakaan keluarga Namikaze. Kushina mendengus kesal. Tentu saja, Kushina yang sudah terburu-buru, eh Minato sendiri masih tidur. Kushina menatap jengkel kearah Minato, sementara Minato merasa bersalah kepada Kushina.

"Maaf deh…nanti kutraktir kau ramen habis ini" kata Minato setengah memohon.

Mendengar kata ramen, mata Kushina langsung berbinar-binar.

"Benarkah?"

"Tentu" jawab Minato.

"Yeey! Kumaafkan kau!" Kushina berteriak kegirangan. Tanpa sadar, lengan Kushina memeluk leher Minato, membuat jarak wajah mereka tak sampai sekepal tangan.

"A-ano Kushina…lepaskan" Wajah Minato sedikit memerah. Namun karena pelukan Kushina yang mendadak ini, Minato menjadi sulit bernapas.

Kushina membelalakan matanya, dengan cepat ia melepas pelukannya. Muka gadis itu memerah padam. Sampai…

1

.

.

2

.

.

3

.

.

'BRAAAAAK!'

"KUSHINA!"


Kushina membuka kelopak matanya, ia merasa di sesuatu yang empuk dan nyaman. Mata violet Kushina mengarah pada gadis berambut pirang panjang lurus yang menatap Kushina dengan cemas.

"Kushina! Syukurlah kau sudah sadar!" seru gadis yang bernama Minako. Kushina bangkit dari tidurnya.

"Dimana ini?" Tanya Kushina.

"Di kamar Minato. Tadi Minato panik karena tiba-tiba kamu pingsan. Dia langsung menggendongmu ke sini. Dan dia minta aku dan Kagami menjagamu karena Minato memanggil dokter keluarga kami" ujar Minako panjang lebar.

"Berapa lama aku pingsan?"

"Sekitar 30 menit. Kagami lagi di kamar mandi. Bentar lagi dia juga kembali"

Di ambang pintu, terlihat Minato dan Dokter Taji, dokter pribadi keluarga Namikaze. Dokter Taji langsung memeriksa Kushina. Sementara Minato dan Minako menunggu di samping ranjang.

"Sepertinya Kushina-san terlalu memikirkan seseorang. Benarkah Kushina-san?" Tanya Dokter Taji.

Tepat sasaran!

"Sepertinya begitu" jawab Kushina.

"Baiklah, diusahakan Kushina-san jangan terlalu banyak pikiran. Jangan lupa banyak istirahat. Kesehatan anda bisa memburuk" saran Dokter Taji. Kushina hanya mengangguk.

"Terima kasih Dok"

"Dokter Taji tersenyum. Lalu Dokter tersebut keluar dari kamar Minato.

"Kushina! Kau baik-baik saja kan?" tanya Minato khawatir.

"Aku tidak apa-apa" jawab Kushina. Kagami muncul di ambang pintu.

"Wow Minato, sejak kapan kau menghawatirkan gadis, eh?" goda Kagami.

"Berisik Kagami!" bantah Minato. Mukanya memerah sekarang.

"Eh iya juga ya" ujar Minako yang baru sadar.

"Eh nggak kok! Enak aja!" bantah Minato lagi.

"Yang benar? Mukamu memerah tuh" goda Kagami.

"Berisik!"

"Hehehe…Minato-chan lucu. Mukanya melah" goda Minako dengan nada yang dibuat cadel

"Berisik Minako! Dan jangan menyebutku dengan suffix –chan!" elak Minato.

"Kalian ngomongin apa sih? Ribut amat" tanya Kushina yang agak sedikit 'telmi'.

Kagami, Minako, dan Minato menepuk dahi mereka. Cantik-cantik kok telmi?

"Ah tidak ada Kushina. Nah sepertinya kau kelelahan. Lebih baik kau pulang saja" saran Minako.

"Ta-tapi Minako, aku kan janji mau belajar bersama dengan Minato" elak Kushina.

"Kau harus istirahat Kushina, kita bisa belajar bersama besok" ujar Minato lembut.

"Baiklah" ujar Kushina menyerah.

"Baiklah, kuantar kau pulang. Aku pergi dulu" pamit Minato. Kushina beranjak dari kasur Minato. Tak lupa mereka ke perpustakaan untuk mengambil tas Kushina.

"Dadah"

TO BE CONTIUNED

Disini aku bikin Kushina seperti Hinata. Kalau membayangkan Naruto pasti muka Hinata memerah, dan pingsan deh…

Ini pun dapet ide alur ini dari Rosella. Aku pakai laptop baka Jeff buat bikin fic ini. Soalnya lagi males pakai laptop sendiri.

And last…

Review please…

Minako Blue Sapphire (Vincy Raviella De Mitchell)